Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Wilayah Lembah Besar 2.


__ADS_3

Pintu masuk terbuka untuk Kaisar Tang yang sekarang berjalan begitu lemah dan kritis untuk menemui putra nya yang bisa di harapkan nya untuk menjadi penerus nya, dan dia memandang wajah putranya dengan penuh kasih sayang terhadap Chen Si Lei.


"Huang Ama kenapa kau berada di sini ?", tanya Chen Si Lei sudah berdiri dan ia melangkah maju kehadapan Kaisar tua.


"Lei Lei apakah kamu sudah dengar ucapan mereka kepada mu?",tanya Kaisar.


"Huang Ama kau masih sehat dan segar",ucap Chen Si Lei memeluk Kaisar Tang.


"Putra ku sayang setiap orang ada batas waktunya, waktu ku sudah cukup lama untuk menjadi Kaisar Tang sekarang giliran mu menjadi Kaisar Tang baru untuk seluruh rakyat Tionggoan yang memerlukan seorang pemimpin muda dan hebat seperti mu ..Lei Lei terima stempel Naga Langit Emas dan pedang pusaka Naga Langit Emas Sakti sebagai lambang kekuasaan tertinggi",perintah Kaisar Tang.


Chen Si Lei melihat kedua buah Pusaka Kekaisaran Tang yang berada di tangan Kaisar Tang tua kini di berikan kepada nya.


"Huang Ama. ..!!",teriak Chen Si Lei terkejut sekali.


"Ambil ini perintah dari Huang Ama untuk mu!!",perintah Kaisar Tang .


"Tapi Huang Ama. .Aku. .!!",


"Apakah kau tidak sayang kepada Huang Ama dan Huang Er Niang mu??!!",


"Tentu saja aku sangat sayang sekali terhadap kalian berdua",jawab Chen Si Lei.


"Jika kau sayang sekali kepada kami. Ambillah dua buah Pusaka Kekaisaran kita ini ",kata Kaisar Tang halus dan lembut kepada Chen Si Lei.


"Hmm baiklah aku terima",kata Chen Si Lei menerima dua buah Pusaka tersebut.


Sejumlah orang berpakaian khusus untuk penyamaran anggota khusus Kaisar Tang bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Hidup Kaisar Tang !!Hidup Kekaisaran Tang !!", teriak semua orang di dalam dan luar rumah kediaman Tuan Besar Dong Yue.


Chen Si Lei mengangkat tangan untuk mereka semua diam dan mereka semua patuh kepada nya.


"Paduka Kaisar Tang silakan Anda beri perintah kepada kami",kata mantan dari Kaisar Tang.


"Huang Ama aku ingin kau memenggal kepala Perdana Menteri Wen dan aku mau kau menjadi seorang wakil ku di Istana Kekaisaran Tang dan jadilah Kaisar Tang sampai aku kembali dari misi ku ", kata Chen Si Lei tersenyum manja kepada ayah tersayang nya itu.


"Ah baiklah saya patuh kepada Anda",kata mantan Kaisar Tang patuh pada Chen Si Lei.


"Huang Ama kau pasti akan panjang umur sampai seratus tahun lagi",kata Chen Si Lei merangkul lembut Kaisar Tang.


"Usia ku sudah sembilan puluh dua tahun dan aku perlu istirahat untuk habiskan sisa waktu ku",kata Mantan Kaisar Tang di beri minum pil embun Himalaya.


"Kasim Chao kau harus jaga Huang Ama dengan baik",perintah Chen Si Lei.


"Baik Paduka Kaisar ", jawab Kasim Chao


"Aku ingin Si Burung Jangkung Lauw Yi Chen yang menjadi Perdana Menteri ku dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sebagai seorang Menteri keamanan dalam dan Si Mata Satu Yu Erl sebagai Menteri Keamanan luar Kekaisaran Tang".


Kasim Chao mencatat perintah Chen Si Lei dalam bukunya dengan cepat sekali di ingat oleh Kasim senior.


"Si Tangan Sakti sebagai seorang Menteri pertahanan dan keamanan sumber daya alam,Lima orang aneh dari lembah penjahat barat sebagai Menteri Hukum, dan Raja Iblis Barat sebagai penasehat ku,Tse Tu menteri keuangan dan Paman Chen Ming San sebagai seorang Menteri perdagangan dalam dan luar. Heng Du Fei sebagai Menteri pendidikan ,dan Pu Tui sebagai tabib pribadi ku",


"Baik Paduka hamba laksanakan !!", kata Kasim Chao.


"Berikan daftar nama menteri dan pejabat Kekaisaran Tang seluruh nya kepada ku, aku akan membahasnya nanti setelah aku kembali ke Istana Kekaisaran Tang ", kata Chen Si Lei selesaikan masalah pemerintahan barunya.


"Bagaimana dengan para istri mu??",tanya Mantan Kaisar Tang.


"Aku ingin Ling Long menjadi Permaisuri Ling Long",jawab Chen Si Lei tegas.


"Catat!!",


Gelar untuk para istri Chen Si Lei :


1 . Putri Lan Shiang sebagai seorang Selir Agung pertama.


2 . Putri Xiao Yin sebagai seorang Selir Agung kedua.




Putri Song Hui Lan sebagai seorang Selir Agung Ketiga.




Putri Nila sebagai seorang Selir Agung Keempat.




5 . Xue Erl sebagai seorang Nyonya Selir pertama.


6 . Liu Ci Xian sebagai seorang Nyonya Selir kedua



Xiao Chen sebagai seorang Nyonya Selir ke tiga



8 . Xiao Ling sebagai seorang Nyonya Selir ke empat




Xiao Qing sebagai seorang Nyonya Selir ke lima .




Putri Gangga Dewi sebagai Selir pertama




11 Putri Mutiara Dewi sebagai Selir kedua.




Putri Parvati sebagai seorang Selir ketiga




Putri Yan Yan sebagai seorang Selir ke empat.




Putri Yi Tian sebagai seorang Selir ke lima.




15.Adu sebagai seorang Selir ke enam.




Xi Xi sebagai seorang Selir Ke tujuh.




Putri Lian Lian sebagai seorang Selir ke delapan.




Yu Lan sebagai seorang Selir ke sembilan.




Zhiwei sebagai seorang Selir ke sepuluh.




Shuang Shuang sebagai seorang Selir ke sebelas.




You You sebagai seorang Selir ke dua belas.



__ADS_1


Mo Mo sebagai seorang Selir ke tiga belas.




Xing Erl sebagai seorang Selir ke empat belas.




Xuan Xuan Sebagai Selir ke lima belas.




Erl Hong sebagai Selir ke enam belas.




Fei Yang sebagai seorang Selir ke tujuh belas.




Putri Yi Yi sebagai seorang Selir ke delapan belas.




Putri Tian Erl sebagai seorang Selir ke sembilan belas.




Putri Ah Chiu sebagai seorang Selir Ke dua puluh.




Putri Xin Ru sebagai seorang Selir ke dua puluh satu.




Putri Yin Shuang sebagai Selir ke dua puluh dua.




Hua Erl sebagai seorang Selir ke dua puluh tiga.




Putri Melani sebagai seorang Selir ke dua puluh empat.




Xiao Zhao sebagai seorang Selir ke dua puluh lima




Kasim Chao mencatat nama dan gelar sesuai perintah Chen Si Lei sebagai Kaisar Tang baru.


Nama putra pertama Chen Si Lei adalah




Pangeran Si Hao dari Selir kedua Putri Mutiara Dewi






Dan putri Chen Si Lei yang pertama adalah Putri Xin Xuan dari Selir ke sembilan.


"Hamba sudah mencatat semua dengan jelas dan Anda bisa melihat bahwa Anda bisa melakukan apa saja yang Anda inginkan. Karena Anda adalah Kaisar Tang kami yang sekarang dan selamanya. Hamba akan selalu setia melayani Anda ",


Usai melakukan sesuatu untuk membantu para wanita nya dan semua orang nya mendapatkan hadiah berupa gelar dan kedudukan yang tinggi sesuai dengan jasa yang mereka lakukan kepada nya,termasuk memasukkan data lengkap para orang yang terlibat dalam awal Chen Si Lei naik Tahta menjadi seorang Kaisar di Kekaisaran Tang.


Mantan Kaisar Tang menyerahkan Kasim Chao kepada Chen Si Lei untuk tetap di sisi Chen Si Lei yang akan memimpin Tionggoan di Istana Kekaisaran Tang pada saat Chen Si Lei kembali dari perjalanan misi nya .


"Lei Lei sekarang kau adalah Kaisar Tang..Aku akan kembali untuk melakukan satu hal lain untuk mu yaitu melaksanakan tugas terakhir ku sebagai ayah mu di rumah kita",kata Mantan Kaisar Tang sebelum kembali ke Istana Kekaisaran.


"Huang Ama kenapa kau begitu baik kepada ku?",tanya Chen Si Lei menatap ayah nya.


"Aku adalah ayahmu ,tentu saja aku baik pada mu",jawab Mantan Kaisar Tang.


"Ama aku pasti akan menjalankan tugas dari mu dengan sangat baik",kata Chen Si Lei tulus kepada ayahnya.


"Lei Lei kau sudah dewasa sekarang. Aku bisa tenang menyerahkan semuanya pada mu",kata Mantan Kaisar Tang tersenyum bahagia dan bangga kepada Chen Si Lei putra semata wayang nya ini.


"Kasim Chao kau harus menjaga ayahku dengan baik dan aman sampai tiba di rumah, jika terjadi sesuatu kepada ayah ku. Aku akan hukum mati kau",Chen Si Lei memerintahkan Kasim Chao dengan tegas.


"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab Kasim Chao patuh.


Mereka pun kembali ke Ibukota Kekaisaran Tang dengan cepat dan tepat waktu di kawal langsung oleh pihak Tuan Besar Dong Yue dan anggota Sekte Walet Biru yang menyamar sebagai seorang yang melakukan perjalanan untuk wisata saja dengan keluarga besar.


Sementara itu Chen Si Lei mengadakan rapat untuk membahas masalah gunung Kun di dalam rumah besar keluarga Tuan Besar Dong Yue kembali.


"Kita harus mempelajari peta gunung Kun sebelum menumpaskan Sekte Delapan Kun ", kata Chen Si Lei menggelar peta gunung Kun di atas meja panjang.


"Paduka di titik yang ada gambar mata delapan itu adalah Markas Besar Sekte Delapan Kun",kata Tuan Besar Dong Yue menunjukkan gambar mata delapan di peta.


"Di sisi kiri ada sungai yang sangat dalam dan ganas,kita harus hati - hati",Adipati Yun Fei menunjuk gambar sungai yang ada di peta.


"Di sisi kanan adalah hutan pohon Zaitun yang lebat",kata Chen Ming San .


"Di bagian ini lah kita bisa menyerbu mereka semua",kata Chen Song ikut serta di dalam rapat untuk menghancurkan Markas Besar Sekte Delapan Kun.


"Baik kita atur berapa banyak prajurit yang harus kita turunkan untuk membantu kita dalam misi ini",kata Chen Lun .


"Prajurit biasa tidak akan bisa mengalahkan mereka",kata Ning Yi.


"Kita perlu orang hebat yang bisa membantu kita untuk hancurkan musuh kita di gunung Kun",kata Pendekar Pisau Terbang Heng Du Fei.


"Kau saja yang menyamar sebagai seorang anggota dari Sekte mereka lalu beri kode kepada kami, bila saatnya tiba kita bisa menghancurkan mereka",kata Raja Iblis Barat .


"Boleh aku bersedia untuk menyamar",kata Pendekar Pisau Terbang Heng Du Fei.


"Pertama kita tangkap dulu salah seorang dari anggota Sekte Delapan Kun",kata Si Tangan Sakti .


"Ide bagus. Aku juga akan ikut menyamar sebagai seorang anggota mereka",


"Tidak bisa terlalu berbahaya bagi Anda, Paduka",kata Kasim Chang Sin langsung membantah pendapat Chen Si Lei.


"Diam saja ,jangan ikut campur ",kata Chen Si Lei menyumbat mulut Kasim Chang Sin dengan buah pisang.


"Emmm ",Kasim Chang Sin terpaksa makan pisang dan tidak bicara lagi.


"Baiklah semua sudah jelas. Sekarang kita istirahat untuk mengisi tenaga untuk esok hari",kata Chen Si Lei mengakhiri pembicaraan dalam rapatnya.


Mereka semua keluar dari ruangan itu dan berkumpul bersama keluarga mereka di tempat lain, Chen Si Lei masih belum keluar dari ruangan rapat nya karena dia harus melakukan sesuatu hal lainnya, seperti berkelebat cepat keluar dari ruang itu .


Chen Si Lei sudah lenyap dan terbang menggunakan burung rajawali emas sakti untuk melakukan pengamatan secara cermat dan teliti terhadap para musuh nya yang berada di kawasan Gunung Kun, dan Chen Si Lei bisa melihat ada sebuah rumah di daerah itu.


"Ada kota di tengah gunung Kun",kata Chen Si Lei mengamati lubang besar dan tertutup pohon Zaitun.


"Aku harus tangkap satu orang yang keluar dari goa itu",kata Chen Si Lei .


Seseorang keluar dari goa lorong yang menuju ke kota tengah gunung Kun yang di lihat oleh Chen Si Lei dari atas punggung rajawali emas sakti nya.


Wuttttt !!


Cus!!


Orang itu pingsan ter totok oleh Chen Si Lei yang sudah cepat menyqmar sebagai orang itu.


"Tentu saja kau harus mati ", kata Chen Si Lei membunuh orang itu secepatnya.


Lalu,Chen Si Lei menyelinap masuk ke dalam kota tengah gunung dengan cara yang sama dari orang yang keluar dari tempat itu.


Duk!!!


Chen Si Lei menendang sesuatu yang merupakan kode untuk masuk ke dalam kota itu .

__ADS_1


"Azhi kau rupanya",kata salah seorang dari penjaga pintu kota itu.


Chen Si Lei mengangguk dan masuk ke dalam kota tengah gunung Kun ,lalu dia juga tidak lupa untuk membunuh penjaga itu dengan cepat.


Pada saat Chen Si Lei bingung untuk pergi ke tempat yang ingin dia tuju,dia dapat mendengar suara seorang gadis remaja berusia lima belas tahun dari belakang nya.


"Azhi",kata gadis itu menutup kedua mata Chen Si Lei dengan kedua tangan gadis itu sendiri.


"Coba tebak siapa aku??",gadis itu sangat lincah terdengar dari suaranya.


Chen Si Lei memutar tubuhnya dan tahu-tahu gadis itu yang di tutup matanya .


"Azhi kau sungguh jahat ", kata gadis itu yang ingin membuka sepasang matanya itu


Kretakkk!!


Chen Si Lei sudah membunuh gadis itu secara cepat dan membuangnya ke arah sungai ganas.


Chen Si Lei langsung berkelebat cepat kembali ke jalan di duga adalah rumah dari Sekte Delapan Kun.


"Azhi kemarilah bantu aku di sini",kata seorang pria tua memanggilnya.


Chen Si Lei segera datang ke tempat pria tua memanggilnya dan orang tua itu di dalam dapur rupanya.


"Potong sayuran itu dengan benar ",kata orang tua itu.


Chen Si Lei mematuhi untuk memotong sayuran sesuai dengan contohnya dan ia bisa juga melakukan hal itu.


"Sekarang kau bersihkan ikan di belakang dan masak sup ikan ",kata pria itu lagi.


Chen Si Lei melakukannya dengan baik dan benar sesuai dengan contohnya dari juru masak di dapur markas besar Sekte Delapan Kun.


"Jika kau sudah selesai,bersihkan kamar mandi untuk Nona JinYu",kata pria itu.


Chen Si Lei mengikuti petunjuk salah seorang dari anggota dapur untuk menuju ke arah kamar mandi khusus Nona majikan mereka.


Dan, Chen Si Lei melakukannya kembali dengan cepat dan baik sehingga mereka semua percaya bahwa dia adalah Azhi.


"JinYu saatnya kamu untuk mandi dan rapi karena Tuan Muda San Shi akan ke rumah kita",kata seorang wanita dari arah lain.


"Iya ibu ",jawab gadis yang masuk ke dalam kamar mandi itu.


"Azhi ", suara gadis lain memanggilnya.


"Ya ada apa ?", tanya Chen Si Lei sebagai Azhi.


"Ikut aku ke dalam kamar ku",jawab gadis itu menarik telinganya.


Chen Si Lei mengikuti gadis yang membawanya ke dalam kamar tidur mewah ini, dan gadis itu mengangkat wajahnya dengan tatapan mata penuh cinta dan kasih sayang terhadap Azhi, dan menciumnya mesra.


Tetapi Chen Si Lei membunuhnya dengan totokan maut secara cepat dan buang tubuhnya ke dalam selokan di dekat pintu kamar mandi khusus gadis itu.


Chen Si Lei sudah menyamar sebagai seorang gadis cantik jelita dan manis sekali serta wangi semerbak sehingga semua orang di aula utama rumah itu tidak ada yang mencurigainya yang sesungguhnya seorang pria yang menyamar sebagai Nona kedua dari Ketua Sekte Delapan Kun.


"Zhi Zhi sayang",kata seorang pria muda mendatangi Chen Si Lei.


"....",


"Aiya kamu lupa siapa aku?",tanya pria itu meraih jemari Chen Si Lei untuk di cium mesra.


Chen Si Lei dengan cepat menarik jemari nya dan menggeleng kepala anggun.


"Aku Pangeran Muda Wei Yin putra kelima dari Pangeran Phing Zi",jawab pria itu.


Chen Si Lei mengangguk paham dengan sopan dan anggun sehingga Pangeran Muda Wei Yin semakin terpesona dengan kecantikan Nona Zhi Zhi.


"Zhi Zhi di sini rupanya kau",kata seorang pria lain yang tertarik pada Nona Zhi Zhi .


"Pangeran Zhi",kata pria itu meraih tangan Chen Si Lei dan memeluknya cepat.


"Hei Pangeran Zhi kau tak sopan terhadap Nona Zhi Zhi",kata Pangeran Muda .


"Wei Yin rupanya kau juga berada di sini",kata Pangeran Zhi.


"Ya karena Tuan Muda San Shi akan menikah dengan Nona JinYu pada esok hari dan aku adiknya ,tentu saja aku harus hadir",kata Pangeran Muda Wei Yin.


"Ah alasan mu pasti karena mau jumpa dengan Nona Zhi Zhi ,kan??",


"Ya benar sekali ", jawab Pangeran Muda Wei Yin.


Mereka berdebat tentang Nona Zhi Zhi sehingga Chen Si Lei bisa kabur lari dari mereka berdua dengan bebas.


"Zhi Zhi...!!",panggil seorang pemuda remaja yang sudah cepat ingin memeluknya .


".....",


Chen Si Lei menghindari pelukan secara halus dan pemuda itu terkejut sekali lihat gadis kesayangannya menghindarinya.


"Kenapa ??", tanya pria itu heran.


Tapi hanya bisa bertanya begitu saja kepada Chen Si Lei, karena pria itu sudah di bunuh oleh Chen Si Lei dengan tusukan jarum racun merah di telinga nya.


Chen Si Lei sudah lenyap dari tempat itu dan berada di atas punggung burung rajawali emas sakti nya dan kembali ke rumah besar Tuan Besar Dong Yue.


"Paduka ",


"Yin Shuang kau mencari ku",ucap Chen Si Lei sudah berada di dekat pintu kamar tidur nya.


"Iya karena semua orang sudah mencari Anda kemana -mana",


"Oh aku hanya mencari angin segar saja",jawab Chen Si Lei lembut kepada gadis itu.


"Paduka ", sapa Sun Yi dari arah lain.


"Sun Yi kau juga mencari ku?",tanya Chen Si Lei menoleh ke gadis yang berlari ke arah nya.


"Iya bukan hanya hamba tapi mereka semua ", kata gadis itu.


Chen Si Lei melihat Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti serta keluarga Chen dan Adipati Yun Fei serta Tuan Besar Dong Yue beserta pasukannya sudah ada di dekatnya.


"Kita bisa menghancurkan mereka besok hari tepat hari pernikahan putri ketua Sekte Delapan Kun dengan putranya Pangeran Phing Zi",kata Chen Si Lei.


"Baik hamba persiapkan segalanya dengan cepat",sahut mereka semua patuh.


Chen Si Lei merangkul lembut Selir Putri Yin Shuang untuk masuk ke dalam kamar tidur untuk beristirahat bersama.


"Ei Paduka. ..",kata Sun Yi membanting kaki kanannya.


"Sun Yi jangan ganggu Paduka lagi",kata Tuan Muda Dong Ji .


"Bukan urusan mu",jawab gadis itu galak.


Sun Yi sudah berlari ke arah kamarnya sendiri di ikuti oleh Tuan Muda Dong Ji di belakangnya.


"Jangan ikuti aku lagi ", kata gadis itu yang sudah ingin masuk ke dalam kamar.


"Aku tidak akan mengganggu mu ,aku hanya ingin bilang bahwa kau bisa luapkan kesedihan mu kepada ku ,itu saja",kata Tuan Muda Dong Ji .


"Aku tahu kau sangat baik tapi aku tak bisa membalas kebaikan mu dengan cinta yang kau inginkan dari ku, karena aku mencintai Paduka Kaisar",kata Sun Yi.


"Aku cinta kamu, kamu cinta Paduka tapi Paduka tidak pernah ada rasa kepada mu bahkan tidak pernah melihat mu sebagai seorang wanita",kata Dong Ji .


"Saat ini ya ,suatu saat nanti Paduka akan mencintai ku. Kau lihat saja nanti",


Brakkkk !!


Pintu kamar tertutup di hadapan Tuan Muda Dong Ji yang sudah marah sekali atas sikap Sun Yi terhadap nya sejak kehadiran Kaisar Tang itu ke dalam rumah besar keluarga nya.


"Aku marah kepada Paduka tapi aku tidak berani marah kepada Paduka",katanya sebelum pergi dari area kamar Sun Yi.


Keesokan harinya, Chen Si Lei keluar dari kamarnya dan menuju ke tempat yang sudah di janjikan untuk menghadapi musuh sesuai peta dan strategi yang sudah di persiapkan sebaik mungkin, dan pasukannya sudah bersiap untuk menuju ke arah gunung Kun.


"Paduka. ..!!",


"Aku akan kembali dalam keadaan sehat dan selamat",jawab Chen Si Lei tenang untuk Selir nya yang sudah mengantarkannya ke pintu gerbang rumah keluarga besar Dong Yue.


"Paduka. .!!",teriak Kasim Chang Sin di sisi Selir Putri Yin Shuang.


"Jaga dia dengan baik",perintah Chen Si Lei pada Kasim Chang Sin.


"Iya Paduka hamba laksanakan ", sahut Kasim Chang Sin memberi hormat.


Chen Si Lei pun pergi ke gunung Kun bersama para pasukannya yang sudah di siapkan oleh Tuan Besar Dong Yue dan Adipati Yun Fei yang juga ikut dalam misi ke gunung Kun.


Seekor kuda putih besar mengejar mereka semua dan Chen Si Lei melihat bahwa Sun Yi mengikuti mereka ke gunung Kun.


"Kembali ke rumah",perintah Chen Si Lei tegas kepada gadis itu.


"Hamba ingin ikut bersama Anda untuk membantu Anda",jawab gadis itu sujud kepada Chen Si Lei.


"Aku larang kau ikut serta dengan ku",perintah Chen Si Lei sangat tegas.


Sehingga gadis itu terpaksa harus kembali ke rumah dengan kudanya sambil air mata mengalir sedih sekali.


"Kau tidak bisa ikut kan?",sindir Tuan Muda Dong Ji saat gadis itu kembali lagi ke rumah.


Gadis itu tidak menghiraukan Tuan Muda Dong Ji melainkan melewatinya dan dia menjadi semakin marah.


"Sun Yi. ..kau sungguh keterlaluan ", kata Tuan Muda Dong Ji menarik gadis itu.


"Jangan sentuh aku ", kata gadis itu berusaha untuk melepaskan diri dari pria itu.


"Dong Ji...Sun Yi. .Ada apa dengan kalian berdua ?", tanya Nyonya Besar Dong.


"Tidak ada apa-apa ", jawab gadis itu berlari ke dalam rumah.


"Ibu aku mau melamar Sun Yi sebagai istri ku",kata Dong Ji bicara langsung pada ibunya.

__ADS_1


"Bagus sekali, kami memang ingin menikahkan kalian berdua setelah ayah kalian kembali dari misi nya",jawab ibunya tersenyum bahagia.


"Terimakasih banyak ibu",kata Tuan Muda Dong Ji tersenyum bahagia juga.


__ADS_2