Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Kecil Kerbau Putih 2.


__ADS_3

Chen Si Lei sedang sedih sekali karena Hua Erl telah meninggal dunia di malam perayaan hari raya kelima belas awal musim semi tahun ke dua Chen Si Lei ada di luar Istana Kekaisaran Tang Agung, meskipun Chen Si Lei mendapatkan hadiah istimewa yaitu kelahiran putri ketiganya yang belum waktunya lahir tetapi harus lahir.


"Xin Hua Erl putri ku yang baik serta cantik jelita bagai bunga hati Huang Ama akan selalu menjadi pelindung mu",kata Chen Si Lei memejamkan matanya untuk berdoa dari hatinya yang ter dalam untuk putri ketiganya.


Chen Si Lei bicara sendiri ke langit malam untuk memberi doa untuk Hua Erl juga nama untuk putri ke tiga nya yang baru saja di lahirkan oleh istrinya yang tercinta ,dan Chen Si Lei merasakan kesedihan yang mendalam di malam hari ini, tetapi ia sama sekali tidak pernah menitikkan air mata sedikit pun.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tidak bisa memberikan hiburan kepada Chen Si Lei, maka ia hanya bisa berdoa untuk Kaisar Tang Agung kuat dalam menghadapi segala rintangan dan tantangan di dalam kehidupannya di dunia ini, karena Chen Si Lei memiliki tugas yang sangat besar dan hebat sekali, yaitu membahagiakan rakyat Tionggoan.


"Aku harus mencari tahu siapa saja yang terlibat dalam kasus Kasim Liu karena aku belum ada bukti yang bisa ku lakukan untuk menghukum mati Pangeran Tua Wei dan keluarganya",kata Chen Si Lei berjalan di tepi sungai kecil yang melintasi jalan di kota kecil Kerbau Putih yang saat ini di hias lentera warna -warni yang di hias oleh para penduduk kota kecil Kerbau Putih.


Sebuah cahaya keunguan melintas angkasa di malam hari itu, Chen Si Lei segera memerintahkan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti untuk melindungi rakyat dari serangan maut dari pihak musuh yang sudah datang untuk menghabisi kota kecil Kerbau Putih di malam perayaan hari raya kelima belas awal musim semi.


"Cepat kalian semua pergi dari sini !!", perintah Chen Si Lei kepada para rakyat di kota kecil Kerbau Putih.


Wuttttt !!


Blaarrrr !!


"Aghhhhhh !!", teriak para penduduk kota kecil Kerbau Putih tewas hancur oleh serangan senjata rahasia milik musuh sakti sesat yang berada di hadapan Chen Si Lei.


"Laknat kalian semua !!Majulah !!", hardik Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kami akan melenyapkan mu!!",hardik para kaum sekte sesat cobra merah cabang sembilan belas menyerang Chen Si Lei dan para sahabatnya.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


"Ketua Sekte camar merah kau pikir aku tidak pernah tahu kau yang sudah berani menghancurkan keluarga ku di pulau bunga Lily !!", hardik Putri Miya mengenali musuhnya.


"Miya lupakah kau dengan ku?Aku kakek mu juga guru mu?",tanya pria tua sadis itu kepada Putri Miya.


"Tentu saja aku tahu tapi aku juga tahu bahwa kau pengkhianat terhadap orang tua dan keluarga ku!!",hardik Putri Miya menggunakan ilmu pedang bunga Lily menangkis serangan tombak panjang berukir camar merah dari kakek tua itu.


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan pedang mukjizat sesat dari pria ganas sekte sesat cobra merah cabang sembilan belas dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Trangggggg !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berkelebat cepat untuk menolong rakyat dari serangan maut dari pihak musuh yang mengurung kota kecil Kerbau Putih dengan sangat ganas sekali sehingga Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti harus berhati - hati dalam menghadapi musuh mereka.


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti sebaiknya kamu menyerah saja kepada kami dan bunuh diri mu agar kami tidak mengganggu keluarga mu!!",hardik pria sadis yang menyerang Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang mukjizat sesat yang berracun ganas sekali.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


"Huh kalian pikir aku takut kepada kalian !!Aku dan keluarga ku tak kan pernah takut kepada kalian !!", hardik Chen Si Lei ganas sekali membasmi para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis para musuh sakti sesat dengan ilmu golok sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


"Tolongggg !!", teriak Xiao Li Ya yang di serang oleh pihak musuh secara kejam dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal sejumlah para musuh sakti sesat yang berani menyerang Xiao Li Ya.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Xiao Li Ya. ...!!",pekik Chen Si Lei terkejut sekali melihat Xiao Li Ya di bunuh oleh musuh sakti sesat dengan pedang pusaka sesat yang sangat berbisa.


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis pedang mukjizat sesat berbisa yang di mainkan oleh seorang putri cantik jelita sekali tetapi ganas sekali ,maka Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali untuk memusnahkan hawa sesat berbahaya dari pedang sesat itu.


Wuttttt !!


Cranggg !!


"Aghhhhhh !!", teriak gadis cantik jelita itu terkejut sekali karena pedang sesat nya hancur oleh Chen Si Lei yang segera menggunakan ilmu pedang Gunung Ling membabat habis kepala gadis sesat itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei tidak memberikan ampunan kepada pihak musuhnya yang ganas dan kejam sekali itu, Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga para musuh sakti sesat tewas dalam keadaan yang sangat mengerikan oleh Chen Si Lei.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terkejut sekali melihat kelihaian ilmu pedang sesat di tangan gadis ganas yang menjadi lawannya yang sangat tangguh sekali, maka Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat dan ganas sekali dan membabat habis kepala gadis sesat itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berhasil menyelamatkan rakyat kota kecil Kerbau Putih dari serangan maut dari pihak musuh yang mengurung kota kecil Kerbau Putih untuk menghabisi Chen Si Lei dan para sahabatnya.


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan pedang mukjizat sesat dari pria ganas sekte sesat cobra merah cabang sembilan belas dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei membuat para musuh sakti sesat terkejut sekali melihat kelihaian nya.


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti yang di sertai ilmu pedang awan naga timur laut sakti yang sangat hebat sekali menangkis pedang hebat dari seorang wanita cantik jelita yang sangat sadis sekali sampai Chen Si Lei menggunakan gerakan yang sangat hebat sekali untuk melindungi dirinya dari serangan maut itu.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu ginkang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh Chen Si Lei .


Trangggggg !!


"Kau sungguh hebat sekali bocah laknat pembawa sial!!",hardik pria sadis yang menyerang Chen Si Lei menggunakan pedang pusaka sesat yang sangat ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan pedang itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei harus menggunakan metode awan naga menggulung angin musim semi membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Laknat sekali kau! ! ",hardik pria sadis itu terkejut sekali melihat kelihaian Chen Si Lei membabat habis anggotanya dengan sangat cepat sekali juga sangat kejam sekali.


"Jangan khawatir aku akan mengirim mu berkumpul bersama anggota mu",kata Chen Si Lei dingin sekali dengan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat pria itu dengan sadis sekali.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk!!


Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah kota kecil Kerbau Putih yang mengurung Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Ling.


Wuttttt !!

__ADS_1


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


"Wu Sin Hao bertahanlah !!", teriak Chen Si Lei melihat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kewalahan menghadapi serangan maut dari pihak musuh yang semakin lama semakin banyak jumlahnya.


"Aghhhhhh !!", teriak salah seorang dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti tewas oleh serangan maut dari pihak musuh secara kejam sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala musuh sakti sesat yang sudah membunuh salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang Gunung Ling membabat habis pria ganas yang ingin membunuh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah terluka oleh anak panah milik musuh sakti dari jarak jauh melalui pintu keluar dari kota kecil Kerbau Putih.


Wuttttt !!


Jlebbbb !!


"Wu Sin Hao. ..!!",teriak Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala musuh sakti sesat yang melukai Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Crakkkkkk !!


Putri Miya menggunakan ilmu pedang bunga Lily menghantam hancur para pria ganas yang ingin membunuh Chen Si Lei yang sedang sibuk melindunginya dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao serta sisa anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang kini menjadi lima belas orang saja yang selamat.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu mukjizat Putri Miya.


"Miya kau gunakan ilmu mukjizat murni burung putih",kata Chen Si Lei .


"Iyaaa aku tahu ", jawab gadis itu menggunakan gerakan burung putih yang ingin terbang menggunakan sayap membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali sehingga para musuh habis oleh gadis sakti itu.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh serangan maut dari Putri Miya.


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong leher pria ganas yang menjadi wakil ketua Sekte Sesat Cobra Merah cabang sembilan belas.


Crakkkkkk !!


"Wu Sin Hao kita sudah menghabisi musuh kita",kata Chen Si Lei menggendong Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk di bawa ke rumah kosong terdekat agar Chen Si Lei bisa segera mengobati luka racun sesat di dalam tubuh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao di baringkan di atas tempat tidur dalam kamar tidur di rumah kosong oleh Chen Si Lei yang segera menggunakan ilmu mukjizat sakti matahari untuk membersihkan hawa sesat berbahaya bagi keselamatan nyawa Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Miya tolong jaga lima belas orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang berada di luar kamar tidur ini dan berikan mereka pil embun Himalaya sakti untuk bersihkan hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka",kata Chen Si Lei.


"Iyaaa ", jawab Putri Miya segera menjalankan perintah Chen Si Lei.


Lima belas anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti berbaring di ruang tamu dalam rumah kosong dalam keadaan tidak aman karena keracunan hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mereka dari pihak musuh tadi dan tugas Putri Miya adalah memberikan pil embun Himalaya sakti untuk lima belas anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti itu.


"Aku harus membuat makanan dan minuman untuk Chen Si Lei dan mereka",kata Putri Miya.


Putri Miya menjalankan tugasnya sebagai seorang Pendekar kaum bersih tingkat tinggi timur untuk menolong Chen Si Lei dan para sahabat pria gagah perkasa itu yang sangat di cintai oleh Putri Miya sejak gadis itu berusia tujuh tahun, dan kini gadis itu sudah berusia lima belas tahun.


"Aku mencintaimu Chen Si Lei, aku akan membantu mu",kata Putri Miya halus.


Putri Miya membuatkan makan malam untuk Chen Si Lei dan kawan-kawan nya sehingga Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti terharu dengan kebaikan hati dan ketulusan cinta dari gadis sakti itu kepada Kaisar Tang Agung.


"Lei Lei kau harus makan malam dahulu agar kamu bisa menolong mereka",kata Putri Miya membawakan makanan dan minuman untuk makan malam Chen Si Lei di dalam kamar tidur Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sedang sakit keras akibat racun sesat oleh pihak musuh mereka yang sudah tewas oleh Chen Si Lei.


"Ya terimakasih Miya",jawab Chen Si Lei yang segera makan malam untuk Chen Si Lei bisa menghargai kerja keras dari sahabat kecilnya itu.


"Aku akan membantu mu untuk merapikan kembali kota kecil Kerbau Putih dan aku akan memakamkan Xiao Li Ya dan kawan-kawan mu dengan layak,jadi kau bisa fokus untuk mengobati mereka yang hidup",kata Putri Miya halus sekali.


"Iya terimakasih ", jawab Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada gadis cantik jelita sekali memakai pakaian serba putih itu.


"Jangan berterimakasih terus kepada ku.Aku wanita mu wajib bagi ku untuk aku bisa membantu mu",kata Putri Miya mendekati Chen Si Lei dan mencium pipi kanan Chen Si Lei dengan lembut sekali.


"Iya Miya",jawab Chen Si Lei menggunakan jemari nya untuk membersihkan debu di wajah cantik Miya.


Putri Miya tersenyum senang sekali melihat Chen Si Lei menyentuh wajahnya dan gadis itu menatap Chen Si Lei dengan penuh cinta yang tulus sekali, tetapi Chen Si Lei menghindari tatapan mata gadis itu karena Chen Si Lei masih bersedih hati atas meninggalnya Permaisuri Hua Erl kesayangannya.


"Aku mengerti, aku akan sabar untuk aku bisa menggantikan posisi Hua Erl yang berada di hatimu",kata Putri Miya tersenyum sabar terhadap Chen Si Lei.


Lalu gadis itu pergi keluar dari rumah kosong untuk melakukan tugasnya sebagai seorang Pendekar kaum bersih tingkat tinggi, yaitu merapikan kembali seluruh kota kecil Kerbau Putih agar rakyat bisa menjalankan aktivitas seperti semula.


Seekor burung hitam menyerang Putri Miya yang sedang sibuk merapikan kota kecil Kerbau Putih di jalanan, dan Putri itu kaget sekali karena burung hitam yang mengandung hawa sesat berbahaya menyerangnya dengan ganas sekali.


"Ahhhhhh!!",jerit gadis itu ketakutan sekali karena burung hitam ganas sekali itu.


Tetapi Chen Si Lei segera datang untuk melindunginya dari serangan burung yang sangat ganas sekali itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis kepala burung hitam itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Lei Lei aku takut sekali...!!",jerit gadis itu memeluk Chen Si Lei yang tersenyum.


"Jangan takut ada aku",kata Chen Si Lei .


"Ah terima kasih atas pertolongan mu kepada ku",kata Putri Miya melanjutkan tugas dengan baik sesuai hatinya sebagai Pendekar kaum bersih tingkat tinggi timur.


"Ah aku bantu kau",kata Chen Si Lei.


Dengan mereka berdua bekerjasama dalam merapikan kembali kota kecil Kerbau Putih, maka pekerjaan tersebut menjadi lebih cepat dan rakyat pun bisa aktivitas kembali seperti semula sesuai keinginan rakyat kota kecil Kerbau Putih yang semuanya adalah pedagang daging sapi.


"Kita bisa makan sate kerbau",kata Putri Miya mendapatkan makanan khas kota kecil Kerbau Putih dari rakyat.


"Hmm kita bisa mencoba arak putih rasa buah kiwi",kata Chen Si Lei tersenyum.


"Ayolah", jawab gadis lincah dan nakal itu.


Mereka berdua menikmati makanan dan minuman khas kota kecil Kerbau Putih di malam hari itu untuk mengusir rasa sakit dan sedih mereka masing - masing.


"Miya bisakah kau membantu ku untuk suatu hal yang ku perlu bantuan dari mu ? ",tanya Chen Si Lei.


"Apa yang ingin kau minta tolong dari ku?",tanya Putri Miya bersandar pada bahu Chen Si Lei.


"Mencari keberadaan Dewa Naga Langit Timur untuk ku",jawab Chen Si Lei yang memandang langit malam yang sudah akan menjadi fajar menyingsing untuk matahari pagi datang ke langit untuk menggantikan rembulan di malam hari.


"Ya aku bisa membantu mu",ucap Putri Miya menoleh ke arah Chen Si Lei.


"Kau sungguh sahabatku yang terbaik",kata Chen Si Lei menunduk menatap mata gadis cantik jelita sekali itu.


"Aku pasti berhasil dalam tugas ku untuk mu",kata Putri Miya mendekatkan diri kepada Chen Si Lei, lalu gadis itu membuka topeng rajawali emas sakti Chen Si Lei dan menatap wajah amat luar biasa tampan sekali dan manis sekali serta gagah perkasa yang memiliki sepasang mata tajam sekali bagai mata naga langit yang sangat hebat sekali.


"Kau sungguh tampan sekali Lei Lei",puji gadis mencium bibir dan mulut Chen Si Lei dengan lembut sekali.


"Hmm ",gumam Chen Si Lei menerima ciuman gadis itu dengan sopan sekali.


"Cium aku",kata gadis itu merangkul Chen Si Lei untuk pria ini membalas ciuman nya.


"Hua Erl ", kata Chen Si Lei melihat gadis yang menciumnya ini sebagai Hua Erl nya.


"Aku merindukan mu Lei Lei",kata Putri Miya membaringkan Chen Si Lei di atas rumput di tepi sungai kecil.


Cahaya matahari pagi menyilaukan mereka berdua begitu sadar bahwa mereka berada di tepi sungai kecil, dan Chen Si Lei terbangun dalam tidurnya dengan melihat Putri Miya yang berbaring bersamanya di atas rumput di tepi sungai kecil dalam pakaiannya berantakan.


"Miya ..",panggil Chen Si Lei merapikan pakaiannya dan pakaian gadis itu, lalu Chen Si Lei menggendong gadis itu untuk di pindahkan ke dalam kamar tidur di rumah kosong.


Putri Miya masih tidur pulas saat di pindahkan ke tempat tidur oleh Chen Si Lei yang kini sedang membantu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk sarapan pagi bersama Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah sembuh dari sakit akibat racun sesat oleh pihak musuh.


"Paduka biar hamba saja melakukannya sendiri",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tidak nyaman di layani oleh Chen Si Lei yang membawakan sarapan paginya ke kamarnya.


"Wu Sin Hao kau sedang sakit dan aku sahabat mu .Aku wajib membantu mu sebagai teman mu",kata Chen Si Lei ramah sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Paduka hamba akan selalu setia kepada anda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terharu dengan kebaikan hati Kaisar Tang Agung.


"Ya sama-sama, sekarang kau sarapan pagi yang benar",kata Chen Si Lei .


"Lei Lei kau ada di mana ?", tanya Putri Miya terbangun dari tidurnya terkejut ada di tempat tidur.


"Aku di sini",jawab Chen Si Lei dari ruang tamu untuk menyediakan sarapan pagi untuk Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang segera bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Paduka tolong jangan melayani kami seperti ini lagi. Kami tidak pantas untuk menerima layanan dari Paduka",kata Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Hmm kalian semua sudah berkorban banyak untuk ku.Aku hanya membalas kebaikan kalian kepada ku ", jawab Chen Si Lei tulus hati kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Ya kami tahu .Ya kami terima kasih atas kebaikan Paduka kepada kami",Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti serentak beri hormat kepada Chen Si Lei.

__ADS_1


"Ahhhh !!", jerit Putri Miya dari kamar tidur di sebelah kamar tidur Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Paduka anda jenguk saja Tuan Putri",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kepada Chen Si Lei untuk membantu Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sujud hormat kepada Chen Si Lei berulang kali tanpa berani mengangkat kepala dan wajah mereka dari lantai ruang tamu.


"Emm baik",kata Chen Si Lei berjalan ke kamar tidur Putri Miya dan menutup pintu kamar.


"Aduh ", kata gadis itu terguling jatuh dari tempat tidur karena sakit bagian bawah tubuhnya.


Chen Si Lei mengangkat gadis itu dengan lembut sekali, lalu membaringkannya ke atas tempat tidur kembali.


"Kau jangan bergerak dahulu karena kau baru saja ku jadikan sebagai seorang wanita ku",kata Chen Si Lei membelai lembut wajah gadis yang berbaring di atas tempat tidur .


"Ah aku sungguh sudah menjadi milik mu?",tanya Putri Miya tersenyum bahagia untuk hidupnya yang baru.


"Iya",jawab Chen Si Lei menaruh wajahnya di dada gadis yang tertawa-tawa riang gembira karena sikap manja Chen Si Lei.


"Koko Lei Lei kau lucu sekali",kata Putri Miya mencium aroma rambut Chen Si Lei yang aroma mint persik segar.


"Apakah kau tidak marah kepada ku?",tanya Chen Si Lei masih teringat Hua Erl.


"Tidak aku tidak akan pernah bisa marah kepada mu",jawab Putri Miya merasa sedih sekali karena Chen Si Lei memanggilnya dengan sebutan Hua Erl.


"Ah Miya maafkan aku",kata Chen Si Lei sadar bahwa ia telah salah menyebut nama gadis itu dengan nama Hua Erl.


"Hmm tidak apa-apa. Aku mengerti karena kau hanya cinta kepada Hua Erl",kata Putri Miya tersenyum pengertian kepada Chen Si Lei.


"Aku beri kamu gelar Selir ke tujuh ku",kata Chen Si Lei memberikan tusuk konde burung Hong giok sebagai tanda selir nya kepada Putri Miya.


"Aku ingin menjadi Permaisuri mu",kata Putri Miya dalam hatinya tetapi gadis itu menjawab lembut kepada Chen Si Lei.


"Terimakasih sayang",kata Putri Miya menerima tusuk konde burung Hong giok dengan perasaan cemburu terhadap Hua Erl.


Meskipun wanita itu sudah meninggal dunia tetap berada di hati Chen Si Lei yang seharusnya menjadi milik Putri Miya seorang, hati wanita bagai virus yang sangat berbahaya bagi keselamatan dan keamanan para pria yang tidak mengenal dan mengerti kaum wanita.


"Koko Lei Lei aku akan segera berkemas untuk aku bisa membantu mu untuk mencari dan menemukan Dewa Naga Langit Timur",kata Putri Miya.


"Ya terimakasih Miya",jawab Chen Si Lei.


"Aku istri mu kau jangan sungkan meminta apa saja kepada ku",kata Putri Miya.


"Ya Miya hati -hatilah dalam menjalankan tugas mu",kata Chen Si Lei.


"Baiklah aku pergi dahulu",kata Putri Miya berkelebat cepat ke arah timur dari kota kecil Kerbau Putih.


"Paduka apakah Anda tidak merasa cemas terhadap keselamatan dan keamanan selir ke tujuh Putri Miya ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao heran sekali.


Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sebelum menjawabnya.


"Aku percaya dengan kemampuan Miya karena dia adalah seorang pendekar kaum bersih tingkat tinggi timur.Aku tidak cemas kepada gadis itu",jawab Chen Si Lei.


"Ah baiklah Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkemas untuk keperluan perjalanan mereka keluar dari kota kecil Kerbau Putih untuk Chen Si Lei.


Tetapi setelah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkemas, Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tidak bisa menemukan Chen Si Lei di kamar tidur di sebelah kanan kamar tidur Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao karena Chen Si Lei sudah lenyap dari rumah kosong itu.


"Kalian tahukah di mana Paduka Kaisar Tang Agung pergi dari rumah ini?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Maaf Tuan Besar Wu kami tidak tahu Paduka pergi dari rumah ini",jawab Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti bersujud hormat kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Ah kalian bodoh sekali !!Pantas saja Selir ke tujuh Putri Miya menegur kalian!!",Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memarahi Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera pergi keluar melalui pintu keluar utara dari kota kecil Kerbau Putih untuk mencari dan menemukan Chen Si Lei yang sudah pergi lebih dulu daripada mereka yang menjadi pengawal pribadi dari Kaisar Tang Agung.


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti mencari tahu keberadaan Chen Si Lei keluar dari kota kecil Kerbau Putih melalui pintu keluar selatan dari kota kecil Kerbau Putih sesuai perintah dari Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Chen Si Lei sesungguhnya belum meninggalkan Kota Kecil Kerbau Putih, tetapi Chen Si Lei menyelusuri lorong bawah tanah yang berada di dalam rumah kosong itu, karena Chen Si Lei mendengar suara dari kamar tidurnya.


"Aku harus mencari tahu ada apa di bawah tempat tidur ku",kata Chen Si Lei yang segera membuka tempat tidurnya dan menemukan sebuah jalan rahasia.


Chen Si Lei melompat turun ke bawah tanah di atas tempat tidurnya yang tertutup kembali seperti semula oleh pihak musuh yang sudah mengintai dirinya secara diam-diam dengan menyamar sebagai salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah di bunuh oleh musuh itu secara diam-diam saat keluar dari rumah kosong itu untuk mencari bahan makanan untuk Chen Si Lei.


"Siapa kau? !",hardik pria tua Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sedang mencari bahan makanan di sebuah pertokoan di pasar kota kecil Kerbau Putih.


"Siapa aku ?Kau tak perlu tahu",jawab gadis remaja cantik jelita yang menotok ubun-ubun pria tua itu dengan sadis sekali sampai mati.


Tuk !!


Gadis itu menggunakan topeng kulit wajah dan pakaian yang sama dengan pria tua anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang jasadnya di kremasi oleh gadis sadis itu untuk menyembunyikan perbuatannya yang kejam terhadap pria tua anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Gadis itu adalah Xiao Li Ya yang pura - pura meninggal dunia yang di makamkan di tepi sungai kecil oleh Chen Si Lei dan Putri Miya. Xiao Li Ya gunakan ilmu sakti yang bisa membuatnya terlihat sebagai orang mati padahal gadis itu masih hidup dan gadis itu melancarkan serangan maut diam-diam untuk membunuh Chen Si Lei sesuai perintah dari Pangeran Tua Wei yang menjadi suaminya.


"Kau harus bunuh Kaisar Tang Agung untuk kita aman darinya maka aku akan memberikan mu hadiah istimewa yaitu gelar istri pertama ku untuk mu dan anak mu akan aman bersama kita",kata Pangeran Tua Wei di dalam rumah kosong di desa besar bunga Champa Merah Muda usai bertemu dan bercinta dengan Xiao Li Ya yang menjadi istri simpanan dari Pangeran Tua Wei.


"Putra kita bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang mengirim nya ke rumah nya di Ibukota Kekaisaran Tang Agung. Kau harus mengambil kembali Wei Ying darinya",kata Xiao Li Ya memeluk suami tuanya yang sangat pantas menjadi kakeknya bukan suaminya tetapi Xiao Li Ya telah melahirkan bayi laki-laki untuk masa tua Pangeran Tua Wei yang di taruh di bawah tubuh wanita yang di kira oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao adalah ibu kandung Wu Long Sin padahal anak buah Xiao Li Ya yang di bunuh oleh Xiao Li Ya karena selingkuh dengan Pangeran Tua Wei.


"Kau bunuh Pian Pian ku!!",hardik Pangeran Tua Wei mengetahui bahwa istri lain miliknya telah di bunuh oleh Xiao Li Ya yang juga istrinya juga.


"Ya karena aku tidak bisa terima kalau madu ku adalah pelayan ku sendiri",jawab Xiao Li Ya marah kepada suaminya.


"Ah ya aku minta maaf, ya sudah tak apa. Yang penting kau harus pura -pura sebagai pelayan yang baik untuk Tang Si Lei percaya bahwa kau adalah gadis baik yang berasal dari kuil Dewi Kuan Im padahal gadis yang berasal dari kuil Dewi Kuan Im adalah Zhi Zhi yang sudah kita singkirkan untuk mu bisa aman jalankan tugas mu dari ku",kata Pangeran Tua Wei.


"Baiklah aku jalankan tugas ku ,kau harus ambil putra kita untuk ku",kata Xiao Li Ya.


"Iya sayang ku",jawab Pangeran Tua Wei.


Maka Xiao Li Ya berhasil menipu Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bahkan Xiao Li Ya sudah membunuh anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang menjadi pengawal pribadi Chen Si Lei.


Xiao Li Ya menunggu sampai Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya sudah pergi dari kota kecil Kerbau Putih, maka Xiao Li Ya bisa menjalankan tugas sebagai istri kesayangan Pangeran Tua Wei, yaitu membunuh Kaisar Tang Agung secara rahasia.


Pangeran Tua Wei menjalankan pesan istrinya untuk mengambil bayi laki-laki nya yang di antarkan pulang ke rumah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dengan bantuan Xu Kai anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti, dan di tengah jalan menuju ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung.


Xu Kai di bunuh oleh Sekte Sesat burung hitam cabang baru yang di pimpin oleh Pangeran Tua Wei yang mengambil putranya untuk istrinya dan terlihat secara rahasia oleh seorang gadis remaja berusia lima belas tahun yang amat cantik jelita sekali memakai jepitan rambut berwarna biru laut.


"Siapa di sana ?",tanya Pangeran Tua Wei mencari orang yang melihatnya telah membunuh anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Anak buahnya mencari di sekitar lokasi tersebut untuk membunuh saksi mata yang melihat perbuatannya itu, tetapi anak buahnya gagal menemukan gadis itu yang bersembunyi di balik semak belukar hutan belantara dan di selamatkan oleh Putri Zhao Li Na yang berasal dari kerajaan Zhao.


Putri ini sedang mencari ginseng warna emas untuk menolong keluarganya yang sedang mengalami musibah penyakit langka, dan gadis itu tidak sengaja melihat perbuatan keji dari Pangeran Tua Wei terhadap Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang di lihat oleh Putri Ji Yi Tong dari Kerajaan Ji yang kerajaannya telah di kuasai oleh Sekte Sesat Beruang Merah baru.


"Kita harus menolong Kaisar Tang Agung yang ingin di bunuh oleh mereka",kata Putri Ji Yi Tong usai di selamatkan oleh Putri Zhao Li Na.


"Baiklah mungkin saja kita bisa minta pertolongan kepada Kaisar Tang Agung untuk menyelamatkan kerajaan kita dari musuh kita masing - masing",kata Putri Zhao Li Na.


"Ya ayo ", kata Putri Ji Yi Tong.


Mereka berdua melihat Xiao Li Ya menutup pintu ruang rahasia bawah tanah yang telah di masuki oleh Chen Si Lei melalui tempat tidur pria itu, lalu Xiao Li Ya membakar rumah kosong itu untuk melenyapkan Chen Si Lei.


"Kita harus cari cara untuk menolong Kaisar Tang Agung dari dalam sana",kata Putri Ji Yi Tong dari tempat persembunyiannya .


"Lewat sini",kata Putri Zhao Li Na melihat ada seorang anak kecil yang memberi petunjuk untuk menolong Chen Si Lei dari ruang bawah tanah yang berada di atas tempat tidur dalam rumah kosong yang sudah di bakar oleh Xiao Li Ya.


Mereka berdua mengikuti petunjuk anak kecil yang bernama Yo Yo adalah warga kota kecil Kerbau Putih yang menjadi saksi mata perbuatan Xiao Li Ya kepada Chen Si Lei.


Anak kecil itu menunjuk sebuah tempat sampah yang ada lubang rahasia yang bisa di masuki oleh manusia dewasa, dan kedua orang gadis itu berhasil masuk ke dalam bawah tanah yang sama dengan bawah tanah yang di masuki oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei juga mengetahui bahwa rumah kosong itu telah di hancurkan oleh pihak musuh untuk membunuhnya, tapi Chen Si Lei aman saja di dalam tanah, dan Chen Si Lei menyelusuri lorong bawah tanah untuk mencari tahu arah lain dari kota kecil Kerbau Putih.


"Eh tempat apa ini ?", tanya Chen Si Lei melihat sebuah kota yang sangat besar dan ramai sekali.


"Kota Ning Bo",jawab Putri Zhao Li Na dari belakang Chen Si Lei di ikuti oleh Putri Ji Yi Tong.


"Apa kota Ning Bo?Eh kalian berdua siapa ??Dan kenapa bisa berada di sini juga bersama ku?",tanya Chen Si Lei kaget sekali melihat kedua orang gadis asing ada di belakangnya.


"Hamba Putri Zhao Li Na dari Kerajaan Zhao",jawab Putri Zhao Li Na sopan dan hormat kepada Chen Si Lei.


"Hamba Putri Ji Yi Tong dari Kerajaan Ji",jawab Putri Ji Yi Tong sopan dan hormat kepada Chen Si Lei.


"Ya lalu kenapa kalian berdua bisa berada di dalam sini dan bersama ku?",tanya Chen Si Lei.


"Kami ingin menolong anda dari seorang wanita jahanam yang ingin membunuh anda atas perintah seorang Pangeran Tua yang bernama Wei Lu yang sudah membunuh pria bernama Xu Kai yang membawa bayi laki-laki yang ternyata adalah anak wanita sahabat Anda yang bernama Xiao Li Ya dengan Pangeran Tua Wei itu",jawab kedua Putri asing itu dan di benarkan oleh Yo Yo anak kecil dari warga kota kecil Kerbau Putih.


"Ya benar sekali, Aku saksi nya ", jawab anak kecil itu dengan polos dan jujur.


"Hmm wanita jahanam Xiao Li Ya itu",kata Chen Si Lei .


"Siapa kalian semua telah berani masuk ke kota Ning Bo tanpa izin ?", tanya pria lain yang ternyata petugas keamanan dan keselamatan kota Ning Bo yang sudah berada di dekat mereka ber empat.


"Hei. ...",kata Chen Si Lei


"Hei apa ?Ayo ikut kami ke tempat kerja kami di kantor pusat keamanan dan keselamatan kota Ning Bo",kata pria petugas kota Ning Bo .


"Ah kita bisa dapat masalah baru lagi",kata Putri Xiao Li Na menepuk dahinya.


"Ah ya",jawab Yo Yo geleng -geleng kepala mungil nya.

__ADS_1


"Ikuti saja dahulu dia",kata Putri Ji Yi Tong.


"Baiklah aku juga ingin lihat kota Ning Bo",kata Chen Si Lei tersenyum tenang.


__ADS_2