
Puncak Gunung Thai San.
Pada suatu malam di atas puncak gunung Thai San telah terjadi suatu peristiwa yang sangat besar dan menakjubkan sekali karena Chen Si Lei dan Sin Yue Qing telah berhasil menguasai ilmu mukjizat yang sudah mereka berdua miliki dan kini semakin meningkat pesat seiring berjalannya waktu mereka berdua berlatih dan akhirnya mereka berdua bisa keluar dari puncak gunung Thai San.
" Gege Lei Lei coba kau lihat ke arah utara Pegunungan Thai San ", kata Sin Yue Qing yang sudah melihat lebih dahulu daripada Chen Si Lei.
" Daerah yang berdekatan dengan Istana Gubernur Yunan telah terjadi sesuatu hal yang sangat membahayakan kesehatan, keamanan dan keselamatan para rakyat di sekitar Istana Gubernur Yunan ",kata Chen Si Lei sudah cepat meraih jemari Sin Yue Qing dan terjun ke bawah kaki Pegunungan Thai San.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Di Markas Besar Sekte Thai San Pai.
Sebuah acara istimewa telah di gelar pada malam hari itu untuk meresmikan hari pernikahan antara murid Sekte Thai San Pai yang bernama Yang Xiao dengan Xue Erl di saksikan oleh Lu Sin Liong dan segenap anggota Sekte Thai San Pai dengan sangat sederhana tetapi bermakna besar bagi kedua mempelai tersebut.
" Guru kami berdua mengucapkan terima kasih kepada guru yang telah memberi restu kepada kami berdua untuk mengikat janji suci pernikahan menjadi suami dan istri untuk selamanya ", kata Yang Xiao dan Xue Erl bersujud hormat kepada Lu Sin Liong Ketua Sekte Thai San Pai.
" Ya sama-sama, aku juga turut bahagia menyaksikan peristiwa yang sangat membahagiakan ini untuk kalian berdua ", jawab Lu Sin Liong tersenyum bahagia dan bijaksana.
" Guru, Kedua orang pendekar yang berada di atas puncak gunung Thai San telah pergi dan mereka berdua berpesan untuk menyampaikan rasa terimakasih yang sangat besar terhadap guru melalui murid ", lapor salah satu dari anggota Sekte Thai San Pai yang bertugas untuk membantu Pendekar Rajawali Emas Sakti dan Bandit Kecil dari Timur Laut selama berada di puncak gunung Thai San.
" Ah begitu rupanya, lalu bagaimana dengan Nona Sui Lien yang selalu bersama dengan istri Pendekar itu ?", tanya Lu Sin Liong Ketua Sekte Thai San Pai kepada muridnya itu.
" Ya Nona itu ikut pergi bersama mereka berdua karena dia kan pelayan pribadi dari Nyonya Besar Pendekar itu ", jawab muridnya jujur kepada Lu Sin Liong yang memiliki keinginan untuk bersama Sui Lien untuk selamanya.
" Kalau begitu sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh kakek Guru kalian kepada ku.Aku akan melepaskan jabatan Ketua Sekte Thai San Pai kepada Yang Xiao sebagai murid utama ku untuk menjaga keamanan dan keselamatan Sekte Thai San Pai seumur hidupnya bersama istrinya yang bernama Xue Erl atau kini mempunyai gelar sebagai Nyonya Besar Yang ", kata Lu Sin Liong memberikan pusaka Sekte Thai San Pai kepada Yang Xiao berupa tombak panjang berukiran awan putih dan langit biru.
" Ya baiklah, Guru. Murid terima keputusan Guru dan murid berjanji untuk selalu menjaga Sekte Thai San Pai dengan nyawa murid selamanya sampai ketujuh keturunan murid ", jawab Yang Xiao menerima pusaka Sekte Thai San Pai dari Lu Sin Liong untuk meneruskan tugasnya dengan baik dan benar sesuai perintah para leluhur Sekte Thai San Pai.
Setelah itu,Lu Sin Liong berkelebat cepat untuk menyusul langkah Chen Si Lei dan Sin Yue Qing yang di ikuti oleh Sui Lien menuju ke arah Istana Gubernur Yunan.
" Aku harus secepatnya sampai di Istana Gubernur Yunan untuk membantu Chen Si Lei dan Sin Yue Qing, maka aku bisa bersama Sui Lien yang sangat cantik jelita itu ", kata Lu Sin Liong mempercepat larinya bagaikan musang yang sangat cepat dan lincah sekali.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Sementara itu, Lao Gu berusaha keras untuk menyelamatkan para penghuni dari Istana Gubernur Yunan yang terkurung dalam ruang utama Istana Gubernur Yan yang kini terkunci oleh hawa sesat transparan yang sangat berbahaya bagi para penghuni Istana Gubernur Yunan itu.
" Nona Li Yun Erl kau jangan menghalangi aku untuk aku bisa menolong keluarga ku yang berada di dalam ruangan utama Istana Gubernur Yunan ", kata Wu Zijia yang sudah terluka ini berusaha keras untuk menyelamatkan keluarganya yang terkurung juga.
" Tapi, Kakak Wu Zijia kau tak akan pernah bisa masuk ke dalam ruang utama Istana Gubernur Yunan karena ada sesuatu yang tidak bisa lihat tetapi sangat berbahaya bagi keselamatan kita ", kata Li Yun Erl berusaha untuk mencegah Wu Zijia yang bertekad untuk mengorbankan dirinya demi menyelamatkan keluarga nya.
" Ayahhhhhhh.....!!",jerit tangis Nona Yan Xiao Yence bertekad untuk menerjang masuk ke dalam ruangan rumahnya sendiri tetapi justru ia mengalami luka juga seperti yang di alami oleh Wu Zijia.
" Nona Yan Xiao Yence sabarlah, kita akan mencari cara untuk menyelamatkan mereka semua termasuk ayahmu",kata Putri Yuan Chao Yue yang juga sangat mencemaskan keselamatan dan keamanan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah mendatangkan rasa cinta di hati gadis putri tunggal Adipati Yuan.
Sepasang Dewa penjaga pintu rumah Gubernur Yan dan para leluhur Keluarga Yan sudah berkumpul bersama di depan pintu masuk ke ruang utama Istana dari milik Gubernur Yan, tapi mereka tidak bisa masuk karena hawa sesat jauh lebih besar daripada kekuatan mereka.
Di tengah kekhawatiran hati para penghuni Istana Gubernur Yunan baik di dalam maupun luar Istana milik Gubernur Yan, datanglah sepasang suami istri yang di ikuti oleh seorang gadis pelayan yang sangat cantik jelita sekali dengan gerakan yang sangat cepat sekali bagai sepasang rajawali emas sakti dan rajawali putih sakti, mereka bertiga tiba di lokasi dalam waktu yang tepat.
" Lao Gu mundurlah dan lindungi saja mereka yang berada di luar Istana Gubernur Yunan, Sayang ku kau berikan mereka yang terluka pil air mata burung phoenix yang sudah aku siapkan sebelum kita datang ke rumah ini dan kau Sui Lien beri mantra pelindung untuk melindungi para roh Leluhur Keluarga Gubernur Yan dan sepasang Dewa penjaga pintu rumahnya ", perintah Chen Si Lei sigap kepada Sin Yue Qing, Lao Gu dan Sui Lien.
" Pendekar Rajawali Emas Sakti sudah datang untuk menolong kita ", kata para penghuni Istana Gubernur Yunan yang berada di luar ruangan tersebut.
" Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong anda selamatkan ayah hamba dari Sekte Sesat Naga Hitam yang di pimpin oleh Pangeran Muda Shang Bin ", kata Nona Yan Xiao Yence bersujud hormat kepada Chen Si Lei untuk meminta pertolongan.
" Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong selamatkan keluarga hamba juga dan aku bersumpah untuk menjadi seorang pelayan setia anda ", kata Wu Zijia ikut sujud hormat kepada Chen Si Lei di ikuti oleh Li Yun Erl dan semua orang di Istana itu.
" Paduka tolong selamatkan mereka yang menjadi generasi penerus kami ",kata para Leluhur Keluarga Gubernur Yan ikut bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
" Ya Paduka tolong kami juga ", kata kedua Dewa penjaga pintu rumah Gubernur Yan ikut sujud hormat kepada Chen Si Lei yang sudah di ketahui mereka sebagai Kaisar Lotus Langit Selatan yang sangat terkenal di seluruh jagat raya.
" Bangunlah kalian semua dan jangan khawatir aku pasti akan menolong kalian semua ", jawab Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada mereka semua yang bersujud hormat kepadanya.
" Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada kami ", sahut para penghuni Istana Gubernur Yunan serentak.
Lalu Chen Si Lei maju ke depan pintu ruang utama Istana Gubernur Yunan dan ia menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk membuyarkan hawa sesat berbahaya yang mengurung dan mengunci ruangan tersebut.
Wushhh !!
Blashh !!
Chen Si Lei melangkahkan sepasang sepatu indahnya menuju ke ruangan utama Istana Gubernur Yunan, dan Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik untuk menghadapi sepasang kakek dan nenek lihai di dalam ruang utama Istana Gubernur Yunan.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Sepasang kakek dan nenek itu adalah sepasang murid Sekte Sesat Naga Hitam yang turun tangan untuk membantu Pangeran Muda Shang Bin yang bertarung melawan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sangat hebat sekali sehingga pria ganas itu terdesak hebat oleh ilmu mukjizat telapak sakti halilintar bumi milik Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Wuttttt !!
Plakkkk !!
Dessssssss !!
"Aghhhhh! ! Siapa kau sudah berani mengganggu urusan kami?!",hardik Kakek tua sadis itu bersamaan dengan nenek sadis itu.
"Paduka hamba sangat senang sekali bisa bertemu dengan anda dalam keadaan sehat dan selamat ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao gembira sekali sambil ia menggerakkan golok besar untuk menangkis pedang mukjizat sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan dirinya.
Wushhh !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
__ADS_1
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
Trangggggg !!
"Wu Sin Hao aku juga sangat bahagia sekali bisa bertemu dengan mu lagi dan kau sangat hebat sekali ", kata Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao seraya menggerakkan telapak tangannya untuk ia bisa melawan serangan kedua orang musuh sakti sesat yang sangat hebat sekali.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
"Aghhhhhh !!", teriak nenek tua sadis itu terluka pada dadanya oleh ilmu mukjizat piramida sakti Chen Si Lei gunakan melalui telapak tangan kirinya.
" Istriku mundurlah dan biarkan aku yang menghadapi Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sombong ini ", kata kakek tua sadis yang berjuluk Setan Pencabut Nyawa dari utara.
" Ya suamiku, terima kasih ", jawab nenek tua itu yang segera mundur.
Tetapi Sin Yue Qing berkelebat cepat menerjangnya bagaikan angin puyuh yang sangat kuat sekali.
Wuttttt! !
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
Nenek tua itu cepat menangkis serangan maut dari Sin Yue Qing yang sudah menggerakkan sebelah kaki untuk menendang lutut kanan nenek tua itu yang juga cepat menggerakkan kaki lain untuk menyerang pundak kiri Sin Yue Qing .
Wuttttt !!
Duk !!
Sin Yue Qing mengelak sedikit untuk mengetahui gerakan lawannya yang sudah menggerakkan kaki untuk menyerang pundaknya, maka ia segera menggunakan telapak tangan kanan dan loncatan sangat indah sekali bagai seekor angsa putih menghantam hancur perut nenek tua itu dengan merendahkan dirinya sedikit saja.
Dessssssss !!
" Aghhhhhh !!", teriak nenek tua itu tewas hancur oleh serangan maut dari Sin Yue Qing.
Sin Yue Qing sudah berkelebat cepat untuk menolong Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah nyaris terluka dalam serangan maut dari Pangeran Muda Shang Bin dari arah kirinya dengan ilmu mukjizat telapak sakti sesat yang berbeda dari senjata tajam yang mengandung racun ganas sekali yang di hadapi oleh golok besar milik Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Plakkkk !!
Pangeran Muda Shang Bin tidak pernah mengira bahwa ia akan di serang oleh seorang gadis remaja yang amat sangat cantik jelita sekali yang sama sekali tidak pernah ia kenal, tapi gadis itu sanggup menyambut pukulan maut darinya yang sudah ia arahkan kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
" Permaisuri Sin Yue Qing sebaiknya anda jangan ikut campur urusan kami dan anda selamatkan saja mereka yang berada di ujung kanan ruangan ini ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengkhawatirkan keselamatan Sin Yue Qing yang ikut serta dalam pertempuran antara dirinya dengan Pangeran Muda Shang Bin yang sangat berbahaya.
" Yue Qing sayang, Wu Sin Hao benar. Kau jangan ikut campur urusan para pria, kau bantu saja Gubernur Yan dan ke empat orang yang berada di ujung kanan di dalam ruangan ini ", kata Chen Si Lei yang sedang bertarung melawan kakek tua sadis yang marah sekali kepada Sin Yue Qing yang sudah membunuh istrinya.
" Iya, Koko Lei Lei ",jawab Sin Yue Qing patuh kepada Chen Si Lei.
Brrrrrrrrrrrrr !!
" Kakek Gila, ayo hadapi aku sebagai lawan mu ",kata Chen Si Lei tenang sekali dalam menghadapi musuhnya yang menggerakkan sepasang pedang mukjizat sesat yang berracun ganas sekali sehingga Chen Si Lei bergerak cepat dan ia menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti di tangan kiri dan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo di tangan kanannya.
Wushhh !!
Cranggg !!
Cranggg !!
Kakek itu terkejut sekali karena Chen Si Lei menggunakan sepasang sumpit kayu untuk menghadapi kedua pedang mukjizat sesat miliknya ,tapi kedua pedang nya tergetar hebat sekali saat mengadu dengan kedua sumpit kayu di tangan Si Pendekar Rajawali Emas Sakti.
Namun ia tidak pernah putus asa untuk menghadapi lawannya yang masih amat sangat muda belia itu, maka ia segera berkelebat cepat untuk menggunakan ilmu pedang mukjizat Gunung Walet Hitam menerjang hebat sekali ke arah punggung Pendekar Rajawali Emas Sakti.
Wuttttt !!
Cranggg !!
Tetapi Chen Si Lei menggunakan sumpit ke belakangnya dan menangkis pedang mukjizat sesat dari musuhnya itu dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Ling di sertai ilmu mukjizat piramida sakti sehingga pedang milik musuhnya hancur oleh serangannya.
" Laknat kau berani menghancurkan pedang ku !!".hardik Kakek tua itu semakin marah kepada Chen Si Lei dan semakin mengeluarkan ilmu -ilmu mukjizat sesat melalui pedang mukjizat sesat di tangan kanan dan ilmu mukjizat sesat lainnya di tangan kiri.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Cranggg !!
"Aghhhhhh !!", teriak Kakek itu terkejut sekali karena pedangnya hancur lagi oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sudah berkelebat cepat menggunakan dua sumpit kayu ke arah tenggorokannya hingga berlubang dan tewaslah pria tua itu.
Wuttttt! !
Jlebbbb !!
Jlebbbb !!
__ADS_1
Chen Si Lei berkelebat cepat menangkis serangan pedang mukjizat sesat milik Pangeran Muda Shang Bin dengan sumpit kayu yang ia gerakan secara cepat dan hebat sekali menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti sehingga lawan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terkejut sekali dan tidak bisa mengelak lagi karena Chen Si Lei sudah membunuhnya dengan menggunakan sumpit yang menembus dadanya.
Wushhh !!
Cranggg !!
Jlebbbb !!
"Paduka terimakasih atas pertolongan Anda kepada hamba ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao bersujud hormat kepada Chen Si Lei usai dia di selamatkan oleh Chen Si Lei.
" Wu Sin Hao cepat kau minum pil embun Himalaya sakti untuk bersihkan hawa sesat berbahaya bagi keselamatan mu karena kau sudah terlalu lama berada di dalam ruangan yang mengandung hawa sesat ini ", kata Chen Si Lei memberikan pil embun Himalaya sakti kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang duduk di atas lantai ruang utama Istana Gubernur Yunan.
" Koko Lei Lei sebaiknya kita segera membawa mereka keluar dari ruangan ini ", Sin Yue Qing yang berada di ujung kanan ruangan itu memberitahu Chen Si Lei.
" Ya kau benar sekali, sayang ku ", jawab Chen Si Lei berkelebat cepat membantu Gubernur Yan keluar dari ruangan itu di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah membawa Mei Yan dan Ying serta Xiao Tong dan pemuda cilik yang berada di bawah kolong meja leluhur keluarga Gubernur Yan dan terselamatkan dari keracunan hawa sesat berbahaya yang menguasai tempat itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
" Ayahhh !!", teriak Nona Yan Xiao Yence begitu ia telah melihat ayahnya sudah di keluarkan oleh Chen Si Lei.
" Mei Yan !!Ying !!Xiao Tong !!", teriak Wu Zijia bergerak cepat untuk menyentuh keluarganya.
" Cheng Yu ...!!",teriak Li Yun Erl juga saat ia sudah melihat adiknya lagi.
Tapi Chen Si Lei mencegah mereka untuk menyentuh keluarga mereka sebelum di bersihkan dari hawa sesat melalui ilmu mukjizat telapak matahari sakti milik Chen Si Lei.
Wuttttt !!
Blashh !!
" Cepatlah kalian minum pil embun Himalaya sakti ini ",kata Sin Yue Qing sudah turun tangan untuk membantu Chen Si Lei yang sudah menghadap ruangan utama Istana Gubernur Yunan.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat harpa sakti menghantam hancur ruang utama Istana Gubernur Yunan di sertai ilmu mukjizat telapak matahari sakti untuk membuyarkan hawa sesat berbahaya dari ruangan tersebut.
Wushhh !!
Blaarrrr !!
Plashhh !!
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kami ucapkan terima kasih atas kebaikan dan pertolongan Anda kepada kami ", kata Gubernur Yan bersama putrinya di ikuti oleh Wu Zijia dan keluarganya juga seluruh para korban dari Sekte Sesat Naga Hitam yang sudah bersujud hormat kepada Chen Si Lei untuk menyatakan rasa terimakasih mereka.
" Ya sama-sama ", jawab Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada mereka.
" Pendekar Rajawali Emas Sakti hamba ingin meminta bantuan Anda untuk ayah hamba bisa memiliki istri yang baik untuk menemani masa senja beliau karena hamba suatu saat nanti juga akan memiliki keluarga pribadi",kata Nona Yan Xiao Yence meminta bantuan kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei melihat ke arah Nona Li Yun Erl yang terlihat menyukai Gubernur Yan dan Gubernur Yan juga terlihat menyukai Nona Li Yun Erl, maka ia segera jawab.
" Ya aku sudah menetapkan untuk Nona Li Yun Erl yang sangat pantas untuk menjadi istri Gubernur Yan yang baru ",jawab Chen Si Lei memberikan maklumat untuk Gubernur Yan dan Nona Li Yun Erl.
" Bagaimana dengan hamba ?", tanya Wu Zijia cepat meminta bantuan Kaisar Tang Si Lei untuk menjodohkannya dengan Mei Yan yang sangat ia cintai ini.
" Aku akan memberikan maklumat untuk Nyonya Besar Fan menikah dengan tuan besar Wu Zijia",jawab Chen Si Lei memang sudah melihat harapan dari Ying untuk memiliki seorang ayah yang sangat baik seperti Wu Zijia.
"Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba ", jawab Gubernur Yan dan Nona Li Yun Erl serta Wu Zijia dan Mei Yan serta Ying dan Xiao Tong.
"Untuk Nona Yan Xiao Yence aku ingin menjadikannya sebagai pelayan ku untuk teman Sui Lien ", kata Sin Yue Qing ikut sujud kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei mengangkat alis hitamnya dengan raut wajah senyuman tampannya atas ucapan dan sikap istrinya itu.
" Ya baiklah aku penuhi permintaan mu untuk Nona Yan Xiao Yence sebagai salah satu pelayan pribadi mu bersama Nona Sui Lien ",jawab Chen Si Lei tersenyum.
" Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba ", jawab Sin Yue Qing nada manja sekali kepada Chen Si Lei.
" Terimakasih atas kebaikan Paduka hamba, hamba bersedia untuk menjadi salah satu dari pelayan pribadi Permaisuri Sin Yue Qing ", jawab Nona Yan Xiao Yence segera bersujud hormat kepada Chen Si Lei dan Sin Yue Qing.
" Ya baiklah karena sudah larut malam sebaiknya Paduka Kaisar Tang Agung dan Permaisuri Sin Yue Qing menginap semalam di rumah hamba ", kata Gubernur Yan mengundang Chen Si Lei dan Sin Yue Qing untuk tinggal di rumahnya.
" Hmm kebetulan sekali aku ingin mandi dan berganti pakaian serta makan enak ", kata Chen Si Lei meraih jemari Sin Yue Qing untuk berjalan bersamanya menuju ke arah kamar tidur yang sudah di siapkan oleh pihak rumah Gubernur Yan.
Keesokan harinya, Chen Si Lei dan Sin Yue Qing pamit kepada Gubernur Yan dan semua penduduk daerah setempat untuk kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung untuk hadir di hari pernikahan Putri Tang Yang Mi dan Ao Hung sesuai janjinya untuk membahagiakan adiknya itu.
" Paduka silakan anda naik ke kereta kuda yang sudah hamba siapkan untuk anda berdua ", kata Gubernur Yan dengan sigap sekali melayani keperluan Kaisar Tang Agung.
" Ya terimakasih atas kebaikan mu kepada ku, Gubernur Yan ", jawab Chen Si Lei menjura hormat kepada Gubernur Yan sebelum ia membantu Sin Yue Qing naik ke kereta kuda yang di kusir oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lao Gu serta Wu Zijia yang di angkat sebagai pengawal pribadi Sin Yue Qing sedangkan Mei Yan dan Ying di angkat sebagai pelayan utama untuk kediaman pribadi Sin Yue Qing.
" Putri Yuan Chao Yue kau adalah sepupu suami ku dan aku tidak mungkin bisa menjadikan mu sebagai pelayan pribadi ku.Kau tunggu saja di rumah mu untuk mendapatkan perintah dari Ibu Suri Ling yang akan menangani masalah mu ",kata Sin Yue Qing khawatir akan kemarahan Ibu Suri Ling jika ia sampai berani mengambil keputusan untuk menerima Putri Yuan Chao Yue sebagai pelayannya seperti Yan Xiao Yence dan Sui Lien serta Xiao Tong.
"Tapi tolong izinkan hamba ikut ke Istana Kekaisaran Tang Agung untuk hamba bisa bertemu dengan Ibu Suri Ling",kata Putri Yuan Chao Yue bersikeras untuk ikut bersama rombongan dari Kaisar Tang Agung.
" Hmm baiklah aku izinkan ", kata Chen Si Lei merasa iba terhadap sepupunya itu.
" Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba ", jawab Putri Yuan Chao Yue cepat mengucapkan terima kasih kepada Chen Si Lei dengan memberikan hormat nya sebanyak sepuluh kali.
"Kau memakai kereta kuda yang di belakang di temani oleh Ying dan Xiao Tong di kawal oleh para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang berasal dari anggota pasukan keamanan dan keselamatan Gubernur Yan di pimpin oleh Cheng Yu ", Chen Si Lei sudah memberikan peraturan kepada Putri Yuan Chao Yue.
" Ya terimakasih, Paduka ", jawab Putri Yuan Chao Yue patuh kepada Chen Si Lei.
" Baiklah, Gubernur Yan. Sekarang aku akan bisa berangkat menuju ke Istana Kekaisaran Tang Agung ", kata Chen Si Lei menjura hormat kepada Gubernur Yan untuk pamit .
" Ya Paduka hamba ucapkan selamat jalan dan hamba turut berdoa untuk anda dan Permaisuri Sin Yue Qing bisa selamat dan sehat di sepanjang perjalanan ke Istana Kekaisaran Tang Agung ", jawab Gubernur Yan memberikan hormat untuk terakhir kalinya kepada Chen Si Lei dan Sin Yue Qing.
__ADS_1
Lalu kereta kuda pun berjalan menuju ke arah Ibukota Kekaisaran Tang Agung untuk mengantarkan Kaisar Tang Agung dan Permaisuri Sin Yue Qing pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung dengan pengawalan ketat dari para pasukan khusus untuk keamanan dan keselamatan Kekaisaran Tang Agung.