Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Ning Bo 2.


__ADS_3

Chen Si Lei tiba di pusat kota Ning Bo dan terbelalak kaget melihat banyaknya para musuh sakti sesat yang membabat habis para penduduk kota Ning Bo dan beberapa orang dari kediaman Adipati Bo Bei yang bertarung melawan para pria ganas yang menjadi wakil ketua Sekte Sesat Cobra Merah cabang delapan.


Chen Si Lei mengetahui dari lambang pada jari tengah para musuh sakti sesat yang bertarung melawan para petugas keamanan dan keselamatan kota Ning Bo yang sangat berani sekali dalam melindungi kota Ning Bo dari pihak musuh yang ingin menghancurkan kota itu.


Chen Si Lei segera turun tangan untuk menghadapi para musuh sakti sesat yang sudah merajalela di dalam pusat kota Ning Bo yang sudah di hampir hancur oleh pihak musuh secara kejam sekali terhadap semua orang yang berada di dalam kota Ning Bo.


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan pedang mukjizat sesat dari gadis sadis sekali sampai Chen Si Lei harus menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti untuk melindungi dirinya sendiri dari serangan maut dari pihak musuh yang sangat kejam sekali.


Trangggggg !!


"Gadis Laknat !!Ku siksa kau!!",hardik Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis daun telinga gadis sadis itu yang menjerit kesakitan.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat daun telinga kiri gadis yang sedang bertarung sengit melawan dirinya dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga gadis itu menangis kesakitan pada kedua telinga nya yang di potong oleh Chen Si Lei.


Crakkkkkk !!


"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu ketakutan sekali karena Chen Si Lei menggunakan kipas membabat tangan kanan gadis itu yang menyerang Chen Si Lei dengan pedang ganas nya yang langsung di hancurkan oleh Chen Si Lei yang sudah menggerakkan kipas untuk membuyarkan racun hawa sesat dari pedang sesat itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Blaarrrr !!


"Aghhhhhh !!", teriak gadis itu karena Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kedua kaki gadis yang ternyata putri kandung dari Pangeran Tua Wei yang menyusup masuk ke dalam keluarga Adipati Bo Bei untuk menghancurkan kota Ning Bo untuk menggulingkan kekuasaan Chen Si Lei yang tentunya akan di nilai oleh rakyat dengan nilai tidak mampu melindungi rakyatnya.


Gadis itu mempelajari ilmu mukjizat sesat yang sangat ganas sekali untuk gadis itu bisa membantu saudari nya yang menjadi istri dari Bo Lang adik kandung dari Adipati Bo Bei yang diam -diam mengumpulkan orang -orang Sekte Sesat burung hitam cabang delapan dari kota Qing untuk membantu pergerakan mereka dalam menjalankan misi mereka atas perintah Pangeran tua Wei.


Tapi belum sempat menjalankan misi tersebut, perkumpulan mereka telah di lihat dan di ketahui oleh Chen Si Lei yang tidak sengaja melihat -lihat isi kota Ning Bo dan Chen Si Lei mengetahui aroma sesat dari markas cabang sekte sesat burung hitam cabang delapan yang di pimpin oleh Pangeran Muda Li Dong yang sudah di habisi oleh Chen Si Lei.


Maka mereka pun melancarkan serangan maut ke seluruh kota Ning Bo dengan cepat agar mereka bisa segera lari dari pembalasan dendam Sang Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sangat terkenal sangat kejam sekali terhadap para musuhnya.


Gadis kejam itu terkejut sekali melihat kehadiran Chen Si Lei yang menghadapi nya dan membabat habis organ tubuhnya sedikit demi sedikit, kini Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis bola mata gadis itu juga hidung dan mulut gadis itu di babat habis oleh Chen Si Lei.


Crakkkkkk !!


"Rasakan kematian mu",kata Chen Si Lei tersenyum dingin sekali kepada gadis itu yang di babat habis tubuhnya oleh Chen Si Lei.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei meninggalkan jasad hancur musuhnya, kini Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis para musuh lainnya dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu pedang rajawali emas sakti Chen Si Lei.


Crakkkkkk !!


"Gawat Pendekar Rajawali Emas Sakti mengamuk ganas sekali !!",teriak sejumlah besar anggota Sekte Sesat burung hitam cabang delapan yang ketakutan kepada Chen Si Lei yang membabat habis teman -teman seperjuangan mereka tanpa ada rasa iba sedikit pun.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong leher pria ganas yang sudah berani menyerang anggota keluarga Adipati Bo Bei yang kini hanya beberapa orang saja yang selamat dari musibah tersebut.


Crakkkkkk !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti rasakan serangan dari ku!!Ilmu pedang burung hitam !!", hardik pria sadis menggunakan ilmu pedang sesat burung hitam untuk menyerang kipas sakti milik Chen Si Lei yang sangat hebat sekali sehingga pria ganas itu terdesak hebat oleh ilmu mukjizat kipas sakti Chen Si Lei.


Cranggg !!


"Aghhhhhh !!",teriak pria ganas itu terkejut sekali karena pedangnya hancur oleh Chen Si Lei yang segera menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga pria ganas itu tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei melihat ada seorang gadis remaja cantik jelita yang ingin membunuh Adipati Bo Bei yang sudah terluka parah seluruh tubuhnya demi melindungi putra bungsu nya dari serangan maut dari pihak musuh yang mengeroyok mereka yang berada di pusat kota Ning Bo.


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat menangkis pedang hawa sesat dari gadis sadis itu yang mengejutkan Chen Si Lei karena pedang gadis sadis itu adalah pedang mukjizat sesat yang sangat kuno dan ganas sekali dalam tingkat sesat nya.


"Aghhhhhh !!", teriak sejumlah orang yang tewas oleh hawa sesat pedang pusaka sesat milik gadis cantik jelita yang ternyata saudari kandung Adipati Bo Bei yang berkelompok dengan kaum sesat.


Trangggggg !!


"Laknat sekali kau Nona Bo!!",hardik Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala gadis sesat itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


"Agh kepala ku sakit",kata Chen Si Lei merasakan hawa sesat pedang pusaka itu menyerang dirinya sehingga Chen Si Lei merasakan kesedihan yang mendalam yang menyebabkan hawa sesat masuk ke organ tubuh secara perlahan tetapi Chen Si Lei masih sanggup menghadapi para musuh sakti sesat yang mengurung dirinya.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


"Paduka ", panggil Putri Xiao Li Na yang sudah datang untuk membantu Chen Si Lei yang merasa pusing akibat hawa sesat dari pedang kuno sesat yang baru saja di hancurkan oleh Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang matahari sakti yang sangat hebat sekali.


Trangggggg !!


Putri Xiao Li Na menangkis serangan senjata tajam para musuh dari berbagai penjuru arah kota Ning Bo yang ingin membunuh Chen Si Lei yang sudah alami keracunan hawa sesat.


"Paduka ", panggil Putri Xiao Li Na memeluk Chen Si Lei yang jatuh pingsan di pelukan gadis itu yang sibuk bertarung melawan para musuh sakti sesat yang mengurung mereka berdua.

__ADS_1


"Kita bisa membunuhnya sekarang !!", teriak para musuh sakti sesat bersorak gembira melihat Chen Si Lei jatuh pingsan di tengah pertempuran yang sedang berlangsung di pusat kota Ning Bo.


"Minggir kalian saudara -saudari ku,biar aku yang akan membunuh bocah laknat pembawa sial itu !!", teriak seorang pria tua yang ternyata adalah Pangeran Tua Wei yang menyusup ke dalam kota Ning Bo sebagai seorang anggota keluarga Adipati Bo Bei.


Pangeran Tua Wei datang bersama Xiao Li Ya yang mengantarkannya masuk ke kota Ning Bo melalui jalur yang sama dengan jalur Chen Si Lei gunakan, maka pangeran itu menggunakan kesempatan emas ini untuk membunuh musuh sakti nya, yaitu Kaisar Tang Agung.


Pangeran Tua Wei sudah mengangkat pedang mukjizat sesat untuk membunuh Chen Si Lei yang pingsan karena keracunan hawa sesat berbahaya dari pedang sesat milik gadis saudari Adipati Bo Bei yang sudah tewas oleh Chen Si Lei.


"Matilah kau bocah laknat !!", hardik pria tua sadis itu menggunakan pedangnya yang di arahkan ke leher Chen Si Lei tetapi Putri Xiao Li Na menangkis pedang milik pangeran tua Wei dengan cepat sekali sehingga gadis itu terlempar jauh dari Chen Si Lei yang tergeletak pingsan di tengah jalan pusat kota Ning Bo.


"Ku bunuh dia dulu baru kau putri cantik jelita",kata Pangeran Tua Wei mendesis sadis sekali.


Wuttttt !!


Cranggg !!


"Aghhhhhh !!", teriak Pangeran Tua Wei terkejut sekali melihat seorang gadis amat cantik jelita sekali memakai pakaian serba ungu menangkis pedangnya sehingga Chen Si Lei berhasil di selamatkan oleh Selir ke dua puluh empat Putri Melani.


"Pangeran Tua bau tanah berani sekali kau melukai Kaisar Tang Agung!!",hardik Selir ke dua puluh empat Putri Melani yang menggunakan ilmu pedang mukjizat kerajaan Persia menghadapi pedang sakti mukjizat sesat milik Pangeran Tua Wei yang harus gunakan ilmu kepandaian nya dalam menghadapi selir ke dua puluh empat Putri Melani yang sangat terkenal sebagai Pendekar kaum bersih tingkat tinggi dari Kerajaan Persia.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Putri Xiao Li Na yang dalam keadaan berbahaya karena gadis itu di serang oleh pasukan keamanan dan keselamatan Pangeran Tua Wei yang di pimpin oleh Xiao Li Ya yang menggunakan senjata tajam mirip jarum jahit untuk membunuhnya, tapi Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu mukjizat harpa sakti untuk membunuh sejumlah orang itu begitu Chen Si Lei tersadar kembali dari pingsan nya.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


"Melani kau harus bunuh dia ", kata Chen Si Lei sebelum pingsan kembali ke jalan itu.


"Koko Lei Lei ", panggil Selir ke dua puluh empat Putri Melani cemas dan khawatir terhadap keselamatan Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Cranggg !!


"Ku bunuh kau !!", hardik Putri Melani menggerakkan pedang membabat habis kepala Pangeran Tua Wei yang pedangnya di hancurkan oleh Putri Melani yang gunakan ilmu mukjizat pasir laut Persia yang sangat hebat sekali.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Koko Lei Lei ", panggil Selir ke dua puluh empat Putri Melani memeluk Chen Si Lei dengan perasaan cemas dan sedih sekali.


"Ya Nyonya kedua Bo",kata Selir ke dua puluh empat Putri Melani yang di bantu oleh salah seorang dari anggota Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti yang di perintah oleh Ibu Suri Ling untuk melindungi Chen Si Lei yang di laporkan hilang dari perlindungan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan lima belas anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti di kota kecil Kerbau Putih.


Selir ke dua puluh empat Putri Melani menawarkan diri untuk mencari keberadaan Chen Si Lei yang tentunya masih berada di kota kecil Kerbau Putih, dan Melani berhasil menyelidiki kasus Pangeran Tua Wei dengan bantuan Raja Iblis Barat yang sangat hebat sekali dalam memberi bantuan terhadap Kaisar Tang Agung.


"Paduka Selir ke dua puluh empat Putri Melani coba lihat di sini ada lubang besar yang memiliki akses ke sebuah kota yang bernama kota Ning Bo",kata Raja Iblis Barat yang ikut serta dalam misi mencari Chen Si Lei atas perintah Ibu Suri Ling Huan Cu.


"Ayo kita masuk ke dalam lubang itu",kata Putri Melani yang menduga bahwa ada kemungkinan besar Chen Si Lei menyelusuri lorong bawah tanah dan masuk ke kota Ning Bo tanpa sengaja.


Maka Melani dan Raja Iblis Barat berhasil masuk ke kota Ning Bo di saat yang tepat yaitu pada saat Pangeran Tua Wei ingin membunuh Chen Si Lei yang sudah terluka oleh racun sesat dari pedang pusaka sesat milik saudari Adipati Bo Bei yang sudah tewas oleh Chen Si Lei.


Melani berhasil membunuh Pangeran Tua Wei beserta anak buahnya, dan Raja Iblis Barat segera kirim maklumat untuk para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti untuk membasmi keluarga besar Pangeran tua Wei yang berada di dalam Ibukota Kekaisaran Tang Agung.


"Hukum mati seluruh keluarga besar Pangeran Tua Wei karena melakukan penyerangan dan percobaan pembunuhan terhadap Kaisar Tang Agung",perintah Raja Iblis Barat yang menjadi penasihat Kaisar Tang Agung.


Chen Si Lei berbaring di atas tempat tidur dalam kediaman Adipati Bo Bei yang sudah di rapikan kembali oleh pihak rumah Adipati Bo Bei yang sedang berduka cita atas meninggalnya Adipati Bo Bei, istri pertama nya, istri ketiga nya, orang tua nya serta keempat putranya.


Kini Adipati Bo Bei hanya memiliki istri kedua yang sedang mengandung anak ke lima nya yang akhirnya menjadi pemilik seluruh harta kekayaan Adipati Bo Bei ,dan seluruh harta Adipati Bo Bei di gunakan untuk merapikan kembali kota Ning Bo sesuai perintah Ibu Suri Ling yang mewakili Kaisar Tang Agung.


"Kita harus cari obat Untuk menolong Paduka",kata Raja Iblis Barat yang gunakan ilmu mukjizat murni nya untuk menyembuhkan Chen Si Lei.


"Obat apa yang bisa menolong Koko Lei Lei ?", tanya Selir ke dua puluh empat Putri Melani yang selalu menemani Chen Si Lei yang berbaring tidur dalam keadaan lemah.


"Pil Emas Sakti yang berada di dalam tubuh Paduka melindungi beliau, Beliau akan aman tetapi kita harus membuatnya bangun dari tidur panjangnya",jawab Raja Iblis Barat membelai lembut rambut panjang Chen Si Lei seperti membelai cucunya sendiri.


"Siapakah yang bisa membangunkan Paduka?",tanya Selir ke dua puluh empat Putri Melani dengan nada sedih sekali memeluk Chen Si Lei .


"Selir ke empat Li Shao Ning",jawab Raja Iblis Barat.


"Ya sudah kita panggil Selir ke empat Li Shao Ning ke rumah Adipati Bo Bei",kata Selir ke dua puluh empat Putri Melani.


"Iya anda benar",kata Raja Iblis Barat menulis surat kepada Ibu Suri Ling untuk beri izin Selir ke empat Li Shao Ning keluar Istana Kekaisaran Tang Agung untuk berjumpa dengan Kaisar Tang Agung demi membantu Kaisar Tang Agung bisa bangun dari koma nya.


"Tak perlu izin bila anakku memerlukan istrinya",tulis Ibu Suri Ling dari Istana Kekaisaran Tang Agung melalui burung Cinderawasih yang menjadi pengantar pos Ibu Suri Ling Huan Cu.


Selir ke empat Li Shao Ning yang mendapat kabar tersebut segera berangkat ke Kota Ning Bo bersama burung rajawali emas sakti yang mengantarkannya ke rumah Adipati Bo Bei, dan tiba di kamar tidur Chen Si Lei.


"Koko Lei Lei aku datang kepada mu",kata Li Shao Ning memeluk Chen Si Lei yang tertidur pulas karena sakit akibat hawa sesat dari pedang sesat yang sudah di bersihkan dengan hawa murni milik Chen Si Lei, dan kini Chen Si Lei hanya dirinya kelelahan saja.


Maka Chen Si Lei tidur terus menerus karena Chen Si Lei sedang bermimpi indah bersama Hua Erl di sebuah ilusi yang membuatnya ingin tidur terus, tapi suara Li Shao Ning membuyarkan mimpinya dan Chen Si Lei harus berpisah dengan Hua Erl untuk selamanya, lalu Chen Si Lei terbangun dalam tidurnya dan melihat ada Li Shao Ning di sisinya.


"Shao Ning ", panggil Chen Si Lei melihat Li Shao Ning tersenyum manis sekali kepada Chen Si Lei yang membelai lembut bibir lembut Li Shao Ning.


"Koko Lei Lei apakah kamu bisa merasakan kehadiran ku ?",tanya Li Shao Ning.

__ADS_1


Chen Si Lei menggangguk kepala untuk menjawab Li Shao Ning yang menangis karena takut kehilangan Chen Si Lei yang sangat berarti bagi kehidupannya.


"Shao Ning jangan menangis",kata Chen Si Lei bangun dan memeluk Li Shao Ning dengan halus sekali.


"Koko Lei Lei jangan membuat ku takut lagi",kata Li Shao Ning menangis keras.


"Kau takut apa ?Aku ada di sini bersama mu",jawab Chen Si Lei halus kepada Li Shao Ning yang memukul dada bidang Chen Si Lei dengan marah sekali kepada Chen Si Lei.


"Aku takut kehilangan mu jika kau berani tidur lama lagi. Aku akan marah kepada mu ",kata Li Shao Ning yang tangannya di genggam oleh Chen Si Lei.


"Ya aku tahu, jangan marah lagi kepada ku tak baik untuk kesehatan mu dan bayi kita di rahim mu",kata Chen Si Lei membelai lembut bawah perut Li Shao Ning.


Li Shao Ning di tarik oleh Chen Si Lei untuk berbaring di dada Chen Si Lei yang menghirup aroma manis dari rambut dan tubuh Li Shao Ning yang sangat hangat dan membuat Chen Si Lei sangat nyaman sekali berada di pelukan Li Shao Ning yang segera bangkit dari Chen Si Lei.


"Melani. ..",panggil Li Shao Ning untuk Selir ke dua puluh empat Putri Melani bisa mendekati Chen Si Lei.


Chen Si Lei baru sadar bahwa di kamar tidur itu ada Selir ke dua puluh empat Putri Melani yang menangis tersedu -sedu sambil memegang tiang tempat tidur Chen Si Lei tetapi Putri Melani tidak berani mengganggu Chen Si Lei dan Li Shao Ning yang sedang berpelukan mesra di hadapan Melani.


"Melani kemarilah dan mendekatlah kepada ku",kata Chen Si Lei merasa tidak enak hati terhadap selir ke dua puluh empat Putri Melani yang di abaikan oleh Chen Si Lei sudah cukup lama sekali padahal Melani lebih dahulu masuk ke dalam kehidupan Chen Si Lei daripada Li Shao Ning.


Melani berjalan dengan anggun mendekat kepada Chen Si Lei yang menariknya untuk duduk di tepi tempat tidur Chen Si Lei, maka Chen Si Lei membelai lembut wajah gadis Persia itu yang sudah bergelar selir ke dua puluh empat Putri Melani tetapi belum pernah di sentuh oleh Chen Si Lei secara lahir dan batin.


"Melani maaf aku belum pernah melakukan hubungan suami istri dengan mu.Aku ingin kau bersabar dan menunggu waktu yang tepat untuk ku bisa melakukan hubungan suami istri dengan mu",kata Chen Si Lei halus kepada Selir ke dua puluh empat Putri Melani yang menggangguk patuh kepada Chen Si Lei.


"Ya Paduka ", jawab Melani memeluk Chen Si Lei yang membelai lembut gadis itu.


"Locianpwe terimakasih atas kebaikan mu kepada ku",kata Chen Si Lei melihat ada Raja Iblis Barat yang datang ke kamarnya bersama Putri Xiao Li Na dan Putri Ji Yi Tong serta Yo Yo di ikuti oleh Nyonya Muda Bo kedua sebagai tuan rumah Adipati Bo Bei.


"Paduka hamba beri salam kepada Paduka",kata mereka semua bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Nyonya Muda Bo aku ucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Adipati Bo Bei dan keluarga mu yang lain",kata Chen Si Lei.


"Ya Paduka terimakasih",jawab Nyonya Muda Bo .


"Aku juga ucapkan terima kasih atas kebaikan kalian bertiga kepada ku",Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada kedua orang gadis asing dan anak kecil itu.


"Paduka kami juga minta tolong kepada anda untuk membantu keluarga kami yang mendapat musibah",kata Putri Xiao Li Na.


"Ya tenang saja aku pasti akan menolong kalian",jawab Chen Si Lei.


"Yo Yo aku juga terimakasih atas bantuan mu kepada ku maka aku bisa hukum mati penjahat yang sudah merusak kota mu",kata Chen Si Lei.


"Paduka hamba ucapkan terima kasih atas kebaikan Paduka kepada hamba dan kota kecil Kerbau Putih hamba sudah lebih baik dari pada sebelumnya karena Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sudah membangun kembali kota kecil Kerbau Putih hamba",kata Yo Yo gembira sekali.


"Sama-sama Yo Yo.Aku akan memberikan mu beasiswa sekolah di Ibukota Kekaisaran Tang Agung agar setelah kau dewasa kau bisa menjadi walikota untuk Kota Kecil Kerbau Putih",kata Chen Si Lei memberikan hadiah untuk Yo Yo.


"Terimakasih Paduka",jawab Yo Yo bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Baiklah aku ingin istirahat dahulu besok pagi aku akan berangkat ke tempat lainnya ", kata Chen Si Lei menguap mengantuk.


"Baik selamat tidur Paduka",jawab mereka semua yang segera keluar dari kamar tidur Chen Si Lei.


"Koko Lei Lei kalau malam kau boleh tidur tetapi paginya kau harus bangun",kata Li Shao Ning duduk di tepi tempat tidur Chen Si Lei.


"Ya istriku",jawab Chen Si Lei berbaring di atas tempat tidur dan tidur pulas lagi.


"Cepat sekali kau tidur",kata Li Shao Ning membelai lembut hidung mancung pria gagah perkasa itu.


"Jangan ganggu aku tidur ", kata Chen Si Lei menarik gadis itu untuk berbaring di dada bidang nya.


"Aku tidak mengganggu mu tapi anak mu yang ingin di manja oleh mu",kata Li Shao Ning tersenyum.


"Ahh ibunya juga mau di manja juga oleh ayahnya",kata Chen Si Lei tertawa.


Selir ke dua puluh empat Putri Melani sudah kembali ke Istana Kekaisaran Tang Agung bersama Raja Iblis Barat ,maka Chen Si Lei bisa bersama Li Shao Ning di malam hari itu.


"Huang Ama jangan nakal ya",kata Li Shao Ning merajuk manja sekali kepada Chen Si Lei yang tertawa-tawa melihat istrinya kewalahan melayaninya .


"Huang ErNiang sayang jangan khawatir Huang Ama tidak nakal kok",jawab Chen Si Lei menggigit Li Shao Ning yang harus menerima apa saja yang di berikan oleh Chen Si Lei kepadanya.


"Ah cinta memang unik",kata Li Shao Ning melihat Chen Si Lei tidur pulas di dalam pelukan nya.


Chen Si Lei bermimpi ada seorang anak laki-laki kecil memeluknya hangat dan ada seekor naga yang sangat indah sekali menghampirinya untuk di belai lembut olehnya.


"Apakah kau diriku yang dulu?",tanya Chen Si Lei kepada anak kecil itu.


"Iya aku dirimu yang hidup di atas langit",jawab anak kecil laki-laki itu.


"Lalu siapakah naga indah ini?",tanya Chen Si Lei.


"Peliharaan ku ",jawab anak kecil itu tersenyum lembut sekali kepada Chen Si Lei yang tersenyum bahagia melihat dirinya yang masa lampau sekali.


"Hei ada burung phoenix ",kata Chen Si Lei melihat burung phoenix yang di atas punggung nya ada seorang gadis kecil yang memeluk anak laki-laki itu.


"Ah pasangan masa lampau ku kah?",tanya Chen Si Lei kepada gadis kecil itu.


"Ya dia Permaisuri mu",jawab anak kecil masa lampau Chen Si Lei.


"Siapa nama gadis kecil yang menjadi Permaisuri ku di langit?",tanya Chen Si Lei yang merasa nyaman sekali bersama gadis kecil ini.


"Hong Ning yang artinya cahaya surgawi",jawab gadis kecil itu yang lalu berubah menjadi Li Shao Ning yang berada di tempat tidur Chen Si Lei di pagi hari, yaitu di bumi.


"Eh sekian miliar tahun aku jumpa lagi dengan mu ",kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada wanita yang tidur bersamanya itu.

__ADS_1


Chen Si Lei memandangi Li Shao Ning dengan bahagia sekali bisa bertemu gadis kekasihnya yang miliar tahun lamanya tidak pernah berjumpa ,kini di kehidupan yang baru ,mereka berjumpa kembali dan menjadi suami dan istri yang unik sekali dan inilah jodoh dan takdir yang sudah di tentukan oleh Tuhan untuk manusia.


__ADS_2