Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Kun.


__ADS_3

Setelah Chen Si Lei duduk di kursi meja makan di rumah makan itu di ikuti oleh Le Din Yin, Xiao Kai Zhong, Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan He Xin Liang yang telah memesan makanan dan minuman khas kota itu, dan begitu pelayan datang bawa pesanan makanan dan minuman mereka di meja mereka.


"Makan di mulai",kata Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong senang sekali.


"Minum arak dulu ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mencicipi minuman.


"Nyaman hidup tanpa ada wanita tidak pusing",kata He Xin Liang menikmati lauk pauk di hadapan nya.


"Ya suara berisik mereka lebih memusingkan daripada suara lalu lalang di jalan di bawah situ",kata Chen Si Lei merasa nyaman saat ini.


"Ya kita harus nikmati petualangan seru tanpa ada gangguan dari wanita",kata Le Din Yin tertawa-tawa senang.


"Nikmati selagi masih bisa berada di luar rumah, nanti terkurung seumur hidup di rumah, aduh pusing pikirkan hal itu",kata Xiao Kai Zhong sambil makan enak.


"Karena itu aku tidak mau menikah dengan wanita manapun",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao asyik nikmati makan siang kali ini.


"Aku sudah ada keinginan untuk bangun cagar alam di rumah ku supaya aku bisa nyaman saat aku terkurung dalam rumah seumur hidup ku setelah ber petualang ku selesai",kata Chen Si Lei tersenyum senang sekali memikirkan ada satwa dan tanaman hias indah di rumahnya sendiri.


"Ya aku buatkan untuk mu rumah cagar alam dan lingkungan hidup yang sehat dan bersih agar kamu bahagia",kata He Xin Liang yang sangat suka bersama Chen Si Lei yang menarik hati ini sebagai teman.


"Terimakasih banyak perhatian mu,dia sudah ada dua ekor singa, dua ekor panda dan satu burung cantik,oia sudah ada kucing mesir dan persia yang baru datang ke rumah mu,Chen Si Lei",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao beritahu paket dari teman -temannya di luar Kekaisaran Tang Agung.


"Ah ya terimakasih informasi mu Wu Sin Hao",kata Chen Si Lei senang sekali.


"Tapi kau belum punya pohon bonsai cantik di dalam rumah mu kan ?"tanya He Xin Liang memperlihatkan tanaman hias kecil yang indah di telapak tangannya.


"Wah ya aku belum punya tanaman hias ini",jawab Chen Si Lei tertarik sekali pada pohon bonsai kecil itu.


"Boleh untuk mu jika kau suka",kata He Xin Liang memberikan tanaman hias pada Chen Si Lei.


"Tunggu sebentar kau bisa dapatkan dari Nyonya mu yang lain di rumah mu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sigap khawatir ada racun di dalam tanaman hias itu.


"Ya aku ingat Erl Hong memiliki kebun tanaman hias seperti ini di kamarnya",kata Chen Si Lei teringat selir lainnya di istana nya dan ia tahu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao waspada terhadap setiap orang di sekitarnya untuk melindungi keselamatan nya.


"Ya sudah tak apa jika kau tak suka dengan tanaman hias dari ku,aku simpan lagi untuk saudara ku yang tinggal di kota ini",kata He Xin Liang dengan nada ramah.


Sesudah mereka makan siang di rumah makan itu,mereka pun pergi ke luar jalan di kota kun ini,mereka menikmati keindahan alam dan kehidupan sosial di kota ini dengan gembira sekali seraya melihat -lihat taman kota dan sebagainya,mereka di jalan melihat sekelompok orang sedang mengerumuni seorang nenek tua yang telah kehilangan indera penglihatannya.


"Kasihan sekali nenek itu, coba kita lihat",kata Chen Si Lei menghampiri nenek tua di pinggir jalan itu.


"Nenek coba aku untuk membantu penglihatan mu bisa lebih baik lagi",kata Chen Si Lei memeriksa kedua pelupuk mata nenek itu.


Chen Si Lei menggunakan jarum bening untuk menusuk pinggir kedua mata milik nenek tua itu dan beberapa hewan kecil keluar dari bola mata nenek seperti anak -anak lalat di tempat sampah bersamaan lendir yang merupakan telur lalat yang sangat berkumpul di dalam bola mata itu.


"Ihhh kenapa bisa ada hewan menjijikkan itu di dalam sepasang mata nenek?",


"Coba lihat lendir itu,aduh kasihan sekali",


Para penduduk kota kun mengeluarkan pendapat mereka mengenai penyakit bola mata dari nenek itu.


Dan usai semua hewan itu sudah di buang oleh Chen Si Lei dari sepasang mata di pelupuk mata nenek itu,Chen Si Lei meneteskan air mata dewi menangis ke dua mata nenek yang seketika itu juga bisa melihat kembali dan semua orang takjub dengan kepandaian pria bertopeng rajawali emas sakti itu.


"Terimakasih banyak tuan karena kau sudah menyembuhkan sepasang mata aku sekarang aku bisa melihat kembali",kata nenek itu bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Nenek jangan bersujud kepada ku,aku bantu kamu sukarela",kata Chen Si Lei.


"Tuan Muda jika kau bisa menyembuhkan penyakit mata dari nenek tua,apakah kau bisa menyembuhkan penyakit ayahku yang sudah lama sekali tidak juga bisa sembuh",kata seorang pria muda memohon kepada Chen Si Lei.


"Baik aku coba untuk sembuhkan penyakit ayah mu",kata Chen Si Lei ramah pada pemuda itu.


Mereka pun datang ke rumah pemuda itu yang berada di sebuah gang kecil kota kun,disana ada beberapa rumah kecil untuk kalangan bawah,dan rumah pemuda itu sangat menyedihkan sekali sehingga Chen Si Lei merasa iba terhadap pemuda itu dan saat Chen Si Lei melihat ayah pemuda itu terbaring lemah di atas tempat tidur yang sangat kotor.


"Tuan Muda inilah ayah saya yang sedang sakit keras",kata pemuda itu.


Chen Si Lei mengangguk ramah,lalu dia duduk di tepi tempat tidur pria yang sakit keras itu dan memeriksa kondisi fisik pria itu.Chen Si Lei menggunakan ilmu sakti hawa mukjizat telapak matahari untuk membersihkan virus dalam tubuh pria tua yang sedang sakit keras ini.


"Ambil wadah untuk muntah ayah mu",kata Le Din Yin melihat bahwa pria yang di obati oleh Chen Si Lei akan mual dan muntah.


Wadah sudah ada di dekat ayah pemuda itu dan muntah yang keluar dari dalam di usus pria tua keluarkan melalui mulutnya adalah cacing pita masih hidup dan sangat banyak.


"Muntahan berikutnya adalah sarang cacing pita yang di keluarkan melalui anus pria itu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berusaha keras tidak muntah lihat hal itu.


"Paman minumlah air teh hangat ini dari ku",kata Chen Si Lei tersenyum ramah.


"Terimakasih anak muda",kata pria tua itu yang kini sudah sehat kembali.


"Paman apa pekerjaan paman sehari -hari?",tanya Chen Si Lei yang mengajak pria itu keluar dari rumahnya.


"Rapikan",kata Le Din Yin memanggil petugas kebersihan dalam kota kun.


Chen Si Lei mendengarkan cerita tentang pria tua dan putranya dengan tulus hati mendengarkan dengan senyuman ramah dan lembut.


"Aku ber marga Lin dan nama ku adalah Ti Dong dan putra ku ini Lin Xia Di,kami berdua bekerja sebagai buruh dalam peternakan babi milik keluarga Gu",jawab Lin tua itu.


"Keluarga Gu?Apakah paman maksud adalah Gu Jin Yun?",tanya He Xin Liang.


"Iya benar,daerah ini adalah rumah khusus pekerja dari peternakan Tuan Gu tapi sekarang sudah tidak ada yang merawatnya semenjak Tuan Gu meninggal dunia dan di gantikan oleh putra terbesar nya yang bernama Gu Cheng Ze dan istrinya yang bernama Nyonya Besar Gu Zi Yi",jawab Lin tua jujur.


"Ya mereka selalu memeras otak dan tenaga kami tapi tidak mempedulikan nasib kami sehingga kami tidak bisa memiliki kebutuhan hidup kami lagi apalagi sejak aku sakit keras selama tujuh tahun hingga anak ku sekarang sudah dewasa dan tidak memiliki keluarga dan juga pekerjaan untuk keperluan kami sehari -hari, tapi kami sungguh berterimakasih kepada mu yang sudah menyembuhkan penyakit ku dan merapikan rumah kami lagi",kata paman Lin dengan suara parau terharu.


"Aku bisa memberikan pekerjaan untuk putra mu,ayo ikut aku",kata Chen Si Lei.


Chen Si Lei mengajak kedua orang itu ke sebuah rumah milik keluarga Han yang di kenal sebagai saudaranya He Xin Liang yang tinggal di kota ini juga,dan Chen Si Lei meminta He Xin Liang untuk bertemu dengan keluarga besar Han di dalam kota kun.


"Tuan Muda silakan masuk ke dalam rumah kami",kata Nyonya Besar Han sopan dan hormat.


"Bibi aku ingin kau berikan anak muda ini pekerjaan di toko mu yang menjual batu permata",kata Chen Si Lei nada halus tapi memerintahkannya.


"Bisa tentu saja",kata Nyonya Besar Han segera mematuhi perintah Chen Si Lei.


"Adik Lin sekarang kau sudah punya pekerjaan yang baik",kata Chen Si Lei ramah pada pemuda yang berterimakasih kepada Chen Si Lei dan Nyonya Besar Han.


"Kau ikuti paman Lo untuk membawa mu ke toko kami",kata Nyonya Besar Han.


"Terimakasih banyak Tuan Muda dan Nyonya Besar Han",kata pemuda Lin itu.


"Paman Lin rumah mu sudah bisa di gunakan kembali",kata Le Din Yin.


"Terimakasih banyak Tuan Muda",kata paman Lin sujud kepada Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


Le Din Yin menemani paman Lin untuk melihat rumahnya yang kini sudah layak di jadikan sebagai tempat tinggal dia dan putranya bersama para penduduk sekitar tempat tinggal mereka dengan nyaman.


Chen Si Lei menyita rumah dan seluruh harta kekayaan keluarga Gu untuk di bagi ke semua warga gang kecil itu dan peternakan babi nya di bersihkan dan di beri vitamin untuk menjaga kesehatan hewan ternak dan pekerja ternak nya terjamin dengan baik.


"Tuan Muda tolong jangan hukum hamba dengan berat",kata Tuan Besar Gu.


"Kirim mereka ke perbatasan untuk bekerja sebagai buruh kasar",perintah Chen Si Lei tegas kepada pihak hukum di kota kun.


"Siap Tuan Muda",jawab petugas keamanan dan keselamatan dalam kota kun.


"Tuan Muda silakan beristirahat di kediaman kami",kata Tuan Muda Han.


"Terimakasih",kata Chen Si Lei sopan kepada Tuan Muda Han


Chen Si Lei memasuki rumah keluarga besar Han dan mengamati kehidupan dari para anggota keluarga Tuan Muda Han ini dengan baik dan cermat,He Xin Liang memperkenalkan mereka sebagai saudara dari pihak ibu He Xin Liang,dan Tuan Muda Han adalah saudara misan luarnya.

__ADS_1


"Ayah kami sudah lama meninggal dunia sejak kami masih kecil, tetapi kami tidak putus asa untuk membangun keluarga dan usaha kami dengan baik sesuai ayah kami ajarkan kepada kami yaitu tidak bertentangan dengan ajaran kebenaran dan hukum Kekaisaran Tang Agung,dan ibu kami adalah Nyonya Besar Han dan kami adalah lima bersaudara, ketiga orang kakak perempuan saya sudah punya keluarga masing - masing dan hanya saya dan adik perempuan saya yang belum berkeluarga",kata Tuan Muda Han jujur menceritakan tentang keluarganya.


"Berapa usia adik perempuan mu?",tanya Xiao Kai Zhong ingin mengetahui usia si adik perempuan nya Tuan Muda Han.


"Delapan belas tahun",jawab Tuan Muda Han jujur dan berpikir untuk menikahkan adik perempuan nya dengan salah satu dari ke empat tuan muda ini.


"Apakah adik mu sudah memiliki kekasih?",tanya Le Din Yin cengir lebar.


"Belum",jawab Tuan Muda Han ramah.


"Ah kami ada calon yang cocok untuk adik mu",kata Chen Si Lei tahu jalan pikiran para sahabatnya itu.


"Siapa calon yang cocok untuk adik ku dari ke empat tuan muda?",tanya Han Qi.


"Lin Xia Di",jawab Chen Si Lei menatap tajam tuan rumah Han yang segera patuhi maksud dari Chen Si Lei kepada nya.


"Baiklah aku bersedia untuk menikahkan adik ku kepada Lin Xia Di",kata Han Qi.


Maka tiga hari kemudian Tuan Muda Han menikahkan adiknya dengan Lin Xia Di secara kekeluargaan tapi resmi di mata masyarakat dan pemerintah kota kun di dalam kediaman keluarga besar Han,maka impian dari paman Lin tercapai dan mereka hidup bahagia bersama -sama.


"Han Qi ku berikan pohon bonsai ku ini kepada mu dan semoga kamu bisa jaga ia dengan baik",kata He Xin Liang memberikan tanaman hias kecil nya kepada Han Qi.


"Baiklah terimakasih He Xin Liang",kata Han Qi menerima hadiah itu dengan rasa senang sekali.


"He Xin Liang",panggil seorang gadis remaja cantik jelita di dalam rumah itu.


"Xia Ran",panggil He Xin Liang terlihat kaget sekali melihat gadis itu.


"Kau masih ingat kepada ku",ucap Xia Ran sepupu Han Qi.


"Tentu saja aku masih ingat dengan mu Xia Ran",kata He Xin Liang muram.


"Aku sudah tahu bahwa kau putus cinta dengan tunangan mu, tapi kau tak boleh putus asa karena masih ada gadis yang setia kepada mu",kata gadis itu lembut.


"Ya Xia Ran sangat baik,kau cobalah buka hatimu untuk Xia Ran",kata Han Qi.


"Iya He Xin Liang sepupu mu benar cobalah untuk membuka hati mu untuk gadis lain yang bisa membuat mu bahagia karena tidak semua gadis milik hati seperti mantan tunangan mu yang jahat itu",kata Chen Si Lei bijaksana.


"Baiklah aku terima Xia Ran sebagai kekasih ku yang baru",kata He Xin Liang.


"Terimakasih He Xin Liang",kata Han Qi tulus hati kepada saudara sepupunya.


"Sebaiknya kamu kembali saja ke desa mu bersama kekasih mu dan hiduplah di sana dengan bahagia",kata Chen Si Lei yang ingin He Xin Liang bahagia kembali.


"Baiklah aku akan kembali ke rumah ku di desa bunga Champa Kuning",kata He Xin Liang yang ingat juga kepada orangtuanya di desanya.


Mereka pun berpisah dengan He Xin Liang dan kekasihnya juga berpisah dengan Tuan Muda Han Qi ,paman Lin dan putra nya serta menantu dari paman Lin pada hari berikutnya di luar pintu rumah kediaman Tuan Besar Han Qi yang beri Chen Si Lei hadiah istimewa dari Tuan Muda Han Qi.


"Batu cincin permata indah",kata Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong kagum lihat kado itu.


"Kalian bertiga juga dapat hadiah dari ku",kata Tuan Muda Han.


"Wah cincin emas yang indah",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao senang sekali ia dapat hadiah juga dari Tuan Muda Han.


Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong gembira sekali mendapatkan hadiah itu, dan Chen Si Lei pun merasakan bahagia yang sangat besar dengan banyaknya sahabat di mana -mana dan keluarga yang baik hati kepada nya,dan setelah itu mereka pun pamit kepada keluarga besar Tuan Muda Han.


"Kita akan keluar dari kota kun melalui pintu gerbang nomor dua",kata Le Din Yin di depan Chen Si Lei dan Xiao Kai Zhong.


"Gerbang pintu kerbau putih",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin sudah tahu dari Lin Xia Di beberapa hari yang lalu saat meninjau lokasi tempat kerja yang baru untuk pria itu.


"Hei awas",kata Chen Si Lei menyambar tangan Xiao Kai Zhong dan Le Din Yin.


Toplak !!


Toplak !!!


Seorang gadis remaja berusia lima belas tahun menunggangi seekor kuda besar di pintu gerbang itu dengan seenaknya dan hampir menabrak mereka bertiga.


"Kau punya sepasang mata atau tidak sih?",tegur Chen Si Lei kepada gadis itu.


"Maaf aku terburu -buru untuk membeli obat untuk keluarga ku yang sakit keras",


"Biar bagaimana pun kau harus lihat orang kalau menunggang kuda agar tidak mencelakakan orang lain",kata Chen Si Lei galak.


"Hei aku sudah minta maaf jangan menegur ku terlalu keras",kata gadis itu galak.


"Oh memang sengaja untuk mencelakakan kami",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menjambak rambut gadis itu.


"Aduhhhh sakit!!!",jerit gadis liar itu.


Wuttttt !!


Seseorang menerjang hebat ke arah Chen Si Lei dan mereka melihat bahwa orang yang menerjang mereka adalah seorang pria berwajah tampan namun sadis dan membawa pedang hebat di tangannya dengan tatapan mata garang sekali pada mereka ber empat.


"Kakak Ni tolong aku",kata gadis itu meminta tolong kepada pemuda sadis itu.


"Shuai Qi ",panggil pemuda sadis kepada gadis di jambak rambutnya oleh Wu Sin Hao dengan kasar.


"Ya tolong aku",kata gadis itu ketakutan sekali akan di bunuh oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Hei lepaskan gadis itu atau kalian mati di tangan ku!!",hardik pria sadis itu.


"Kami tidak takut kepada mu orang barbar!!",hardik Le Din Yin lebih sadis lagi.


"Lancang! ! Apakah kalian tahu siapa kami?!!",hardik pria sadis itu marah sekali.


"Masa bodoh siapa kalian",kata Xiao Kai Zhong tersenyum dingin.


"Kami kepala suku Ni di luar pintu gerbang kerbau putih!!",hardik pria itu sombong sekali.


"Oh begitu, ayo ku hajar kalian",kata Xiao Kai Zhong sudah mengeluarkan pedang .


Singggggg !!


Cranggg !!:


Xiao Kai Zhong menangkis serangan pedang dari pria suku Ni yang sangat hebat sekali.


Wuttttt !!!


Trangggggg !!!


Pria suku Ni memainkan ilmu pedang mukjizat menyerang ilmu pedang Xiao Kai Zhong secara hebat sehingga mereka berdua terkejut dengan kekuatan pedang mereka masing - masing.


Cranggg !!!


Pedang Xiao Kai Zhong terlempar dari pegangan nya membuat Xiao Kai Zhong terkejut sekali dengan kelihaian ilmu pedang pria suku Ni itu.


"Xiao Kai Zhong mundur",kata Le Din Yin berkelebat cepat untuk menggantikan posisi Xiao Kai Zhong melawan pria suku Ni.


Singggggg !!!


Trangggggg !!


Pria suku Ni terkejut dengan ilmu pedang Le Din Yin yang berhasil melumpuhkan serangan maut dari pedang suku Ni itu.

__ADS_1


Wuttttt !!!


Plakkkk! !


Dessssssss !!


"Agh",keluh pria itu pingsan oleh serangan pukulan hawa sakti Le Din Yin.


"Pedang yang hebat tapi di tangan orang sesat, sungguh tidak seimbang",kata Le Din Yin mengambil pedang dan mengamati pedang dengan cermat.


"Jangan terlalu dekat dengan pedang itu,kau akan kerasukan hawa pedang Iblis milik Raja Suku Ni",kata gadis itu ingin menakuti Le Din Yin.


"Pedang Iblis Raja Suku Ni",kata Chen Si Lei mengambil pedang itu lalu Chen Si Lei sangat tertarik pada pedang mukjizat ini.


"Kalau kau tak percaya ucapan ku,ayo aku buktikan kepada kalian tentang suku kami",kata gadis itu sudah di totok oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Ayo ke suku mu",kata Chen Si Lei sudah melompat ke kuda gadis itu dan lenyap dari tempat itu.


"Wah dia bawa kabur naga putih ku",kata gadis cantik jelita itu.


"Ayo ikuti kami",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menyeret gadis itu keluar dari kota kun di ikuti oleh Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong yang membawa pria suku Ni sebagai sandera mereka.


Setibanya mereka di perkampungan suku Ni,mereka tidak melihat adanya Chen Si Lei di tempat itu sehingga mereka menjadi cemas sekali ,terutama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang sudah marah sekali karena mencemaskan keselamatan dan keamanan Sang Kaisar Tang Agung mereka cintai itu.


"Celaka di mana tuan muda kita",kata Le Din Yin bingung karena tempat itu sepi.


"Perkampungan kami sudah habis oleh pedang Iblis dan sisanya hanya kami saja dan mereka semua",kata gadis itu tersenyum licik.


Tiba-tiba sekelompok orang datang mengurung mereka bertiga dengan senjata tajam serta wajah garang sekali, terutama pria gagah perkasa yang berada di tengah kelompok itu, dan pria suku Ni yang mereka sandera menyerang mereka dengan sadis.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Pangeran. ....!!",teriak para pasukan suku Ni terkejut karena Pangeran Makhota suku Ni sudah di potong oleh Chen Si Lei.


"Kau. ....??!",hardik gadis marah sekali melihat Chen Si Lei telah berada di antara ketiga orang sahabat pria bertopeng rajawali emas sakti.


"Menyerahlah atau ku habisi kalian para penipu sesat!!",hardik Chen Si Lei.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti terima kasih banyak telah menolong kami",


Sekelompok orang lain juga sudah datang ke pemukiman itu dan mereka adalah tawanan perang dari suku Ni yang di kurung di Pagoda gunung Kehampaan,dan Chen Si Lei mengetahui hal tersebut melalui kuda putih milik seorang putri yang di kurung di Pagoda tersebut karena di anggap sebagai pemberontak suku Ni.


"Kami adalah Suku Mu yang kalah perang dari suku Wen dan suku Ni,lalu kami di kurung di bukit gunung Kehampaan sedangkan Tuan Putri kami di kurung dalam Pagoda gunung Kehampaan yang lainnya dan kuda putih dan pedang itu adalah milik Ratu suku kami yaitu Putri Mu Ding Ding",kata salah seorang dari anggota suku Ni setelah Chen Si Lei bebaskan mereka dari kurungan mereka.


Dan mereka tiba tepat di saat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Le Din Yin dan Xiao Kai Zhong di kurung oleh para pasukan inti dari suku Ni yang di pimpin oleh Raja dan Ratu suku Ni yaitu dua orang muda -mudi tadi, dan Chen Si Lei telah bunuh Raja muda suku Ni secara cepat dan tepat.


"Sekarang aku bunuh kalian semua jika tidak menyerah kepada Kekaisaran Tang Agung ku!!",perintah Chen Si Lei mengangkat pedang Ratu Mu di atas kepalanya.


Ratu suku Ni dan para pasukannya ter pucat -pucat dengan taktik perang yang di lakukan oleh Chen Si Lei sungguh di luar dugaan mereka sehingga mereka harus tunduk kepada Chen Si Lei, bila mereka semua tidak mau mati mengenaskan oleh Pendekar Rajawali Emas Sakti itu.


"Kami bersedia menyerah kepada Kekaisaran Tang Agung",kata Ratu suku Ni.


"Berikan pusaka kalian kepada ku",kata Chen Si Lei seraya beri kode kepada suku Mu untuk maju dan. ...


Crakkkkkk !!!


"Jangan bunuh kami!!",jerit para suku Ni ketakutan di hukum mati oleh Chen Si Lei yang memerintahkan suku Mu balas dendam kepada suku Ni yang sekarang tak bisa melakukan perlawanan kembali karena Raja mereka sudah mati oleh Chen Si Lei.


"Ini ambillah lambang emas putih dan pusaka giok Ni untuk Anda",kata Ratu Ni.


Chen Si Lei menyimpan dua pusaka suku Ni,tapi dia tetap memerintahkan suku Mu memenggal kepala semua anggota inti Ratu suku Ni di hadapan para rakyat suku Ni yang sudah takluk oleh pasukan inti suku mu yang di pimpin oleh Raja suku mu yang di bebaskan oleh Tuan Muda Han secara cepat dan tepat sesuai perintah Chen Si Lei kirimkan melalui burung parkit milik istri Lin Xia Di.


"Ratu siapa nama mu?",tanya Chen Si Lei menatap tajam Sang Ratu Ni.


"Ni Xiao Ru",jawab gadis itu bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Jadi lah kau sebagai pelayan ku",kata Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat di tangan kanannya untuk musnahkan ilmu silat sesat Ratu Ni termasuk ilmu sakti lainnya agar tidak memberontak terhadap nya.


"Aghhhhh!!",jerit gadis itu berguling di rumput kesakitan oleh ilmu mukjizat Chen Si Lei.


"Raja Mu kau juga mulai sekarang adalah rakyat ku",kata Chen Si Lei tegas sekali kepada Raja Mu yang bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Tolong bebaskan Ratu hamba Paduka",kata mantan Raja Mu.


"Baik aku akan menolong ratu mu tapi ada syaratnya",kata Chen Si Lei.


"Ya hamba serahkan kepala hamba kepada Paduka",kata Raja Mu.


Crakkkkkk !!


Raja Mu memotong kepalanya sendiri dengan pedang pusaka nya sendiri.


Chen Si Lei mengambil pedang pusaka suku mu termasuk stempel dan lambang suku Mu.


"Sekarang aku akan lakukan tugas ku untuk membebaskan calon dayang baru ku di Pagoda gunung Kehampaan",kata Chen Si Lei menyuruh kuda putih antar dia ke tempat gadis suku Mu di tawan.


Setibanya Chen Si Lei di Pagoda gunung Kehampaan,Chen Si Lei melihat bahwa Pagoda itu sungguh sangat indah sekali.


"Aku bisa membebaskan mu tanpa menghancurkan pagoda indah ini",kata Chen Si Lei.


Cranggg !!!


Chen Si Lei menggunakan pedang membabat pintu masuk pagoda, dan masuk ke dalam pagoda ini.Chen Si Lei melihat seorang gadis luar biasa cantik jelita sekali sedang terikat pada rantai besi di tengah danau dingin,Chen Si Lei berkelebat ke arah rantai besi gadis itu.


Trangggggg !!!


Chen Si Lei membebaskan gadis yang terjatuh ke air danau dingin dan Chen Si Lei mengangkat gadis itu di atas pundaknya dan berkelebat cepat keluar dari pagoda


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat hebat untuk membuyarkan racun sesat di tubuh gadis yang menjadi mantan Ratu suku Mu.


"Ahh dimana aku??",keluh gadis itu begitu sadar dari koma nya.


"Di atas kuda mu",jawab Chen Si Lei menaruh gadis itu di atas punggung kuda.


"Ah siapakah kau yang sudah menolong ku?",tanya gadis itu melihat pria asing di atas punggung kuda dan berada di belakang punggungnya.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Chen Si Lei memacu kudanya agar cepat di pemukiman suku Ni.


"Ahhh ",gadis itu menoleh cepat ke belakang untuk lihat Chen Si Lei.


"Di larang melihat ku",kata Chen Si Lei menegakkan kepala gadis itu agar lurus ke depan jalan.


"Aku Ratu suku Mu",kata gadis itu terhina oleh sikap kasar Chen Si Lei.


"Mantan",kata Chen Si Lei memberitahu gadis itu sekarang adalah mantan Ratu.


Gadis itu semakin terkejut ketika dia tiba di pemukiman suku Ni melihat jasad raja suku Mu beserta keluarga nya termasuk raja dan keluarga suku Ni,gadis itu sadar bahwa Kerajaan nya telah musnah bersama kerajaan Ni yang kini menjadi rakyat Kekaisaran Tang Agung.


"Kau dayang ku bersama gadis itu",kata Chen Si Lei menyuruh kedua gadis ganti pakaian dan riasan menjadi dayang suku Han.


"Panggil Aku tuan muda selama perjalanan",kata Chen Si Lei memberikan barang nya untuk di bawa oleh kedua gadis itu.


"Ah kuda putih, yuk kita jalan lagi",kata Chen Si Lei memacu kudanya pergi ke luar perkampungan suku Ni.

__ADS_1


Yang lain mengikuti lari kudanya dengan berkelebat cepat ke arah kuda yang di tunggangi oleh Chen Si Lei.


__ADS_2