Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Gunung Er.


__ADS_3

Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah gunung Er di ikuti oleh Le Din Yin yang sudah berkelebat cepat mengejarnya.


"Lei Lei tunggu sebentar",kata Le Din Yin mengejar adiknya yang sudah berkelebat cepat ke gunung Er.


"Koko kau kembalilah kepada kekasihmu yang lebih membutuhkan mu daripada aku",kata Chen Si Lei mempercepat larinya mendaki gunung Er.


"Kau marah ya?",tanya Le Din Yin segera meraih tangan Chen Si Lei untuk bicara dengannya.


"Aku tidak marah kepada mu Koko",jawab Chen Si Lei tersenyum lembut sekali.


"Ah kau pasti kesal karena aku tidak menolong mu di penjara bawah tanah dalam danau barat karena aku lebih menolong Sheng Li Na daripada kamu",kata Le Din Yin merasa bersalah kepada Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepadanya.


"Koko Din Yin aku sama sekali tidak marah atau kesal kepadamu, aku justru akan marah jika kamu tidak melindungi wanita mu yang sedang mengandung anak mu, yaitu keponakan ku",jawab Chen Si Lei dengan wajah yang sangat baik hati sekali terhadap kakaknya.


"Hmm baiklah aku ucapkan terima kasih atas kebaikan mu kepada ku",kata Le Din Yin seraya melepaskan tangannya dari tangan Chen Si Lei yang memberinya sebuah senyuman yang penuh kasih sayang terhadap dirinya sebagai kakak kembar nya Chen Si Lei.


"Ya sudah kembalilah kau kepada Sheng Li Na untuk kau bisa menjaga Sheng Li Na dan kandungannya.Aku bisa menangani masalah ku sendiri",kata Chen Si Lei.


"Aku tetap akan ikut bersama mu untuk membantu mu karena kau adalah Kaisar ku dan aku prajurit mu",kata Le Din Yin berkelebat cepat melewati Chen Si Lei.


"Ahh seterah kau lah.Aku sudah memberi mu nasehat yang baik untuk mu",Chen Si Lei tersenyum lembut sekali sejenak untuk Le Din Yin sebelum berkelebat cepat untuk mengikuti langkah Le Din Yin yang sudah cepat sekali darinya.


Tetapi belum lama Chen Si Lei menyusul larinya Le Din Yin.Chen Si Lei melihat Le Din Yin berhenti di tengah jalan karena ada beberapa orang sakti yang telah berdiri di hadapan Le Din Yin dan menghadang mereka berdua.


"Siapa kalian semua telah berani mengganggu jalan kami?!",hardik Le Din Yin.


"Kami penghuni gunung Er",jawab lima belas orang musuh sakti yang telah berani menghadang jalan mereka berdua.


"Oh baiklah,aku tidak akan segan untuk bunuh kalian semua",


Le Din Yin berkelebat cepat membabat habis lima belas orang penghadang jalan mereka berdua menuju ke puncak gunung Er.


"Wah kau hebat sekali Pendekar Naga Sungai Li",puji seorang gadis perkasa yang telah datang ke tengah jalan menuju puncak gunung Er.


"Eh bukankah kau Putri Zhao Ying adik kandung dari Raja Han di kota Zhao?",


"Iya aku Putri Zhao Ying adik kandung dari Raja Han di kota Zhao",jawab gadis itu tersenyum ramah pada Le Din Yin.


Le Din Yin rupanya mengenal gadis yang baru datang ini,Chen Si Lei hanya diam saja dan menunggu kelanjutan kisah mereka berdua yang mungkin saja sangat menarik untuk dibahas sesuai dengan cerita cinta Le Din Yin yang lainnya,tetapi ternyata tidak ada pembahasan apa-apa.


"Iya terimakasih aku harus melakukan tugas ku dahulu.Selamat tinggal",kata Le Din Yin segera berkelebat cepat meninggalkan gadis yang tertegun menatap Le Din Yin pergi darinya.


Chen Si Lei pun berkelebat cepat mengikuti Le Din Yin tanpa perlu menyapa gadis asing itu.Tetapi ternyata Putri Zhao Ying berkelebat cepat mengejar mereka dan terlebih lagi ingin mengejar Le Din Yin yang sudah hampir tiba di persimpangan jalan menuju puncak gunung Er.


"Pendekar Le Din Yin tunggu sebentar.Disana banyak sekali racun tidak berwarna yang tersebar luas di sekitar jalan menuju puncak gunung Er", kata Putri Zhao Ying yang segera mencegah Le Din Yin melangkah semakin jauh ke lima jalur ke arah puncak gunung Er.


"Beritahu aku jalur mana yang paling aman?",tanya Chen Si Lei memikirkan Wu Sin Hao, Zhang Xun Pendekar Awan Sakti dan Xiao Ming yang sudah jauh lebih dahulu pergi ke puncak gunung Er daripada mereka berdua.


"Aku juga tidak tahu karena aku baru tiba di tengah jalan tadi",jawab Putri Zhao Ying yang lebih fokus menatap Le Din Yin yang sedang sibuk memikirkan cara dan jalan menuju ke arah yang benar ke puncak gunung Er.


"Kita coba saja jalur pertama dan beri tanda centang di setiap jalan yang kita lalui ,maka kita tidak akan tersesat di tempat yang akan kita lewati",kata Chen Si Lei di sisi lain Le Din Yin.


"Ya baik kita coba ide mu",kata Le Din Yin yang sudah berjalan di depan Chen Si Lei dan Putri Zhao Ying yang segera berada di tengah di antara mereka berdua.


Mereka tiba di sebuah lokasi awal datang ,yaitu kaki gunung Er dan di sana ada beberapa orang sedang bertarung melawan para kelompok lain yang berpakaian ala suku Hui.


"Para prajurit Raja Liang sedang bertarung melawan para pasukan suku Hui",kata Putri Zhao Ying memberitahu mereka mengenai dua kelompok yang sedang sibuk bertarung di tempat jalur pertama menuju ke puncak gunung Er.


"Jenderal Meng..Mereka masih belum menyerah kepada kita",kata salah seorang dari anggota kelompok Suku Hui kepada seorang pria gagah perkasa yang duduk di atas punggung kuda yang mirip dengan kudanya Chen Si Lei.


"Yu Dan kau harus membunuh Jenderal Suku Liang jika kita ingin hancurkan suku mereka", perintah seorang gadis berpakaian suku Hui.


"Zhi Ling kau jangan ikut campur urusan pria",kata Jenderal Meng.


"Aku harus ikut campur tangan karena masalah mu adalah masalah ku yang jadi pelayan dari Putri Qing Yi yang di tawan di puncak gunung Er",kata Nona Zhi Ling yang terlihat sudah ingin sekali membasmi para musuhnya.


"Gadis liar kau pikir kami takut kepada suku mu!!",hardik para kaum suku Liang.


"Ayo ku habisi kalian!!",hardik Nona Zhi Ling dari kaum suku Hui yang sudah keluarkan pedang melengkung tipis yang indah.


"Ayo siapa takut menghadapi kalian semua!!", hardik seorang wanita cantik jelita yang sangat sadis berkelebat cepat untuk membunuh gadis suku Hui itu dengan ilmu pedang mukjizat sesat yang segera di ketahui oleh Chen Si Lei.


"Mereka telah di adu domba oleh wanita sesat dari Sekte Sesat Cobra Darah dari kota Zhao",kata Putri Zhao Ying yang mengetahui tentang wanita sesat itu.


"Kita harus segera menolong mereka dan kita harus mencegah mereka agar tidak terjadi perang antar suku",kata Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal kepala musuh sakti sesat itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Gadis suku Hui terkejut sekali karena pada saat dia akan di bunuh oleh seorang wanita cantik jelita dari suku Liang tahu-tahu wanita yang ingin membunuhnya itu tewas dalam keadaan yang mengerikan oleh seorang pria bertopeng rajawali emas sakti yang sekali terjang sudah membunuh orang secara cepat sekali.


"Siapakah kau yang sudah menolong ku?",tanya gadis itu menatap Chen Si Lei di depannya,tetapi Chen Si Lei fokus terhadap kedua orang jenderal yang sedang berhadapan untuk bersiap untuk berperang satu sama lain.


"Berhenti kalian !!Aku larang kalian berperang satu sama lain!!",perintah Chen Si Lei tegas kepada kedua orang Jenderal kedua suku yang sedang bersiap untuk bertarung itu.


"Kau siapakah yang sudah berani mencegah kami berperang???",tanya Meng Yu Dan jenderal suku Hui.


"Siapakah kau yang sudah berani mengganggu urusan kami??",tanya Zhao Lun Nu jenderal suku Liang.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Beliau adalah Pendekar Rajawali Emas Sakti", ucap Le Din Yin sudah berkelebat cepat untuk membantu Chen Si Lei.


"Ahh Pendekar Rajawali Emas Sakti!!",teriak para pasukan suku Hui yang segera sujud hormat kepada Chen Si Lei yang sudah di pimpin oleh Jenderal Meng Yu Dan .


"Hormat kami kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",ucap Jenderal Zhao Lun Nu yang sudah bersujud hormat kepada Chen Si Lei di ikuti oleh para pasukan suku Liang.


"Ada apa ini dan kenapa kalian semua bersitegang satu sama lain?",tanya Chen Si Lei memandang mereka yang sedang bersujud kepadanya.


"Raja dan Putri suku Hui kami telah di tawan oleh Ratu suku Liang dan di kurung di atas puncak gunung Er",jawab Jenderal Meng Yu Dan dari suku Hui.


"Kau jangan fitnah Ratu kami karena Ratu kami tidak pernah mengganggu kalian dan juga Raja kalian",kata Jenderal suku Liang membantah tuduhan tersebut.


"Kau jangan bohong kepada kami buktinya Tuan Putri kami hilang di kota Hang dan tahu-tahu di kurung di kuil Cin oleh pihak kalian",kata Nona Zhi Ling.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Kalian semua telah di tipu daya oleh ibuku yang sudah mengkhianati ayah dan suku kami karena ibu berhubungan gelap dengan adik Ratu Han Yi.Mereka telah mengurung banyak kaum persilatan bersih dan juga menangkap ayah ku serta menangkap Raja dan Putri suku Hui kalian yang kemudian melakukan fitnahan kepada Raja Liang untuk membalaskan dendam atas kematian keluarga kandung dari ibuku yang sudah di bunuh oleh Raja Liang dengan tuduhan pencucian uang palsu di dalam pasar kota Zhao,tetapi tuduhan tersebut adalah kebenaran karena kakak ku Raja Han sendiri yang menyelidiki kasus itu,maka ibuku di masukkan ke dalam penjara oleh Raja Han untuk di hukum sesuai dengan perbuatannya,tapi ia kabur dari penjara dengan bantuan adik Ratu Han Yi dan melarikan diri ke kuil Cin di puncak gunung Er untuk menghadapi Raja Liang yang menjadi musuh mereka ",Putri Zhao Ying segera turun serta dia menceritakan tentang kebenaran yang terjadi di kedua suku itu.


"Putri Zhao Ying apakah kamu benar-benar menceritakan tentang kebenarannya atau kau hanya bicara hal kosong belaka kepada kami?", kedua orang Jenderal itu masih meragukan alibi yang di jelaskan oleh Putri Zhao Ying yang di ketahui oleh kedua belah pihak sebagai anak perempuan dari Selir Raja Han terdahulu yang menjadi kekasih gelap Pangeran Muda Han Te dari Ratu Han Yi yang sebenarnya adalah ibu tiri dari Raja Han Junior yang berkhianat terhadap Raja Han Tua.


"Aku ada buktinya untuk membuktikan bahwa ucapan ku adalah kenyataannya ,ini aku berikan surat bukti yang mereka tulis sendiri untuk saling membantu dan saling tukar menukar informasi tentang rencana mereka untuk menghancurkan Raja Liang dan Raja Han sekaligus menaklukkan suku Hui kalian dan kemudian menghadapi Kaisar Tang Agung yang menjadi penghalang mereka untuk kuasai Tionggoan",kata Putri Zhao Ying memberikan bukti kuat dari alibi nya kepada dua orang Jenderal itu.


Kedua Jenderal membaca surat bukti kebenaran tersebut,kini mereka semua pun berdamai kembali.


"Kita harus tetap bersatu untuk menghadapi mereka semua yang berada di atas puncak gunung Er lalu menyelamatkan semua orang yang telah di tawan oleh mereka",kata Chen Si Lei mendamaikan kedua belah pihak ini.


"Baik Paduka kita harus bersama -sama ke puncak gunung Er untuk menghadapi musuh kita dan juga menyelamatkan Raja dan Putri suku Hui kami serta semua kawan-kawan kita",kata Le Din Yin yang sudah berkelebat kembali ke jalan utama menuju ke arah puncak gunung Er.


Chen Si Lei dan yang lainnya berjalan bersama -sama sampai di jalan utama dan jumpa Le Din Yin dan Putri Zhao Ying yang menunjukkan jalan kedua untuk tiba ke puncak gunung Er.Mereka tetap bertemu dengan arah yang salah karena jalur kedua adalah danau barat.


"Kita kembali ke jalur utama dan masuk jalur tiga kata Chen Si Lei yang kini jadi petunjuk jalan bagi mereka semua dan jalur ketiga inilah jalur yang benar.


Dan jalur ini banyak sekali racun tidak berwarna dan tidak berbau sehingga jalur ini adalah jalan yang sangat berbahaya bagi keselamatan mereka semua dan di sana mereka melihat banyak sekali orang tewas oleh hawa racun itu dan yang paling mengejutkan adalah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Zhang Xun Pendekar Awan Sakti dan Xiao Ming tergeletak pingsan di tengah jalan tersebut.


"Celaka kita harus segera menolong mereka bertiga",kata Chen Si Lei yang sudah mengerahkan ilmu mukjizat bersih untuk membuyarkan racun berbahaya itu.


"Tutup semua indera penciuman kalian",kata Le Din Yin beritahu yang lain untuk menjaga secara keamanan dan keselamatan mereka masing - masing.


"Iyaaa",jawab Putri Zhao Ying yang merasa sesak napas dan berusaha untuk bisa tetap berdiri tegak di tempatnya.


Brukkk!!


Para pasukan suku Hui dan suku Liang tergeletak pingsan termasuk kedua orang jenderal itu dan Nona Zhi Ling di belakang Le Din Yin yang sedang berusaha melindungi mereka semua dengan ilmu mukjizat nya.


"Putri Zhao Ying kau harus bertahan",kata Le Din Yin meraih gadis itu supaya tak jatuh pingsan juga seperti yang lainnya.


Di saat itu pula angin kencang menerpa mereka semua dari sebuah ilmu mukjizat sesat yang di mainkan oleh seorang sakti melalui alunan musik sesat dari kecapi yang terdengar jelas oleh Chen Si Lei dan Le Din Yin.


Tetapi sebuah acara musik alunan bersih melawan alunan musik sesat tersebut di arah yang berlawanan dengan musik sesat dan kedua alunan musik tersebut di dengar dan mengurung Chen Si Lei dan Le Din Yin yang berada di tengah -tengah permainan alunan musik yang berbeda dan di lakukan oleh dua orang sakti yang berbeda aliran pula.


"Kalian berdua fokus saja untuk melindungi teman -teman kalian",seorang gadis melayang turun ke arah mereka berdua dan gadis ini menyalurkan tenaga sakti untuk membantu Chen Si Lei membuyarkan racun tidak berwarna dan tidak bisa ter cium aroma racun nya oleh Chen Si Lei dan Le Din Yin.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak matahari sangat hebat dan kuat yang dengan cepat membuyarkan racun tersebut dan gadis yang datang untuk membantu Chen Si Lei terkejut sekali karena ilmu mukjizat Chen Si Lei jauh lebih tinggi daripada gadis itu sendiri.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Chen Si Lei berhasil membuyarkan racun tidak berwarna dan tidak berbau di jalan menuju ke puncak gunung Er.


Le Din Yin mengerahkan ilmu mukjizat sakti untuk menolong semua orang yang pingsan di tengah jalan itu.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti Buddha bersih untuk bantu orang sakti di pihak ilmu bersih yang sedang bertarung melawan orang sakti di pihak ilmu sesat.


Dan Chen Si Lei segera mengetahui orang sakti sesat yang memainkan alunan musik sesat dengan kecapi berada di bagian timur dari sisi kanan nya,maka Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat untuk membunuh orang sakti sesat itu dengan pukulan jarak jauh.


Wuttttt !!


Dessssssss !!


Bruakkk !!


Chen Si Lei berhasil membunuh orang sakti sesat itu terjungkal ke jurang yang di belakang pria yang di dengar oleh Chen Si Lei adalah Ketua Sekte Sesat Gunung Er.


"Kau sungguh hebat sekali",puji gadis yang mengatakan bahwa dia adalah putri dari orang sakti kaum bersih yang menolong mereka dan berjuluk Pendekar Raja Pedang di gunung Guo.


"Terimakasih",kata Chen Si Lei singkat sambil mengobati Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Zhang Xun Pendekar Awan Sakti dan Xiao Ming bersamaan.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Seorang pria gagah perkasa telah berada di dekat Le Din Yin lalu membantu Le Din Yin menolong orang -orang suku Hui dan suku Liang serta menolong Putri Zhao Ying.


"Terimakasih banyak atas bantuan mu Pendekar Raja Pedang Hu Tong",kata Le Din Yin menjura hormat kepada pria gagah perkasa itu.


"Sama-sama Pendekar Naga Sungai Li ", kata Pendekar Raja Pedang Hu Tong.


Mereka berhasil menyelamatkan nyawa sejumlah orang suku Hui dan suku Liang termasuk berhasil menyelamatkan nyawa Putri Zhao Ying dari hawa racun sesat dari Ketua Sekte Sesat Gunung Er.


"Terimakasih banyak atas pertolongan kalian kepada ku",Putri Zhao Ying menjura hormat untuk mengucapkan terima kasih kepada Pendekar Raja Pedang Hu Tong dan Le Din Yin.


"Sama-sama Tuan Putri Zhao Ying",kata Pendekar Raja Pedang Hu Tong dengan nada ramah kepada Putri Zhao Ying yang menoleh ke arah Le Din Yin.


Le Din Yin berjalan ke arah Chen Si Lei untuk membantu Chen Si Lei yang sedang mengobati Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Zhang Xun Pendekar Awan Sakti dan Xiao Ming.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti selain menggunakan ilmu mukjizat mu untuk bisa menolong mereka.Kau juga harus memiliki obat penawar nya juga",kata Nona Hu Mei Niang yang bersimpuh di dekat Chen Si Lei.


"Obat penawar nya apa?",tanya Le Din Yin yang ingin sekali membantu adiknya ini.


"Bunga ungu yang berada di dinding tebing puncak gunung Er",jawab gadis itu.


"Aku akan pergi untuk mengambil bunga ungu itu",kata Le Din Yin berkelebat ke arah tebing puncak gunung Er dengan kecepatan tinggi.


Brrrrrrrrrrrrr !!


"Pendekar Le Din Yin tunggu aku",kata Putri Zhao Ying berkelebat cepat mengejar Le Din Yin.

__ADS_1


Chen Si Lei mendengar Le Din Yin berkelebat cepat membabat habis kepala orang yang menghadang jalannya untuk mengambil bunga ungu yang berada di dinding tebing gunung Er,Le Din Yin di bantu oleh Putri Zhao Ying dan para pasukan dari suku Hui dan suku Liang beserta Pendekar Raja Pedang Hu Tong yang bertarung melawan seseorang yang sangat hebat sekali di puncak gunung Er.


"Ayah sedang bertarung melawan adik Ratu Han Yi sedangkan Putri Zhao Ying bertarung melawan ibunya sendiri dan para pasukan suku Hui dan para prajurit suku Liang bertarung melawan semua pasukan kedua orang musuh sakti itu,dan seorang pria gagah perkasa sedang berusaha untuk membuka pintu kuil Cin",kata Nona Hu Mei Niang menceritakan jalannya peperangan di atas puncak gunung Er kepada Chen Si Lei yang sedang sibuk mengobati ketiga orang kawan nya di sisi jalan gunung Er.


"Kau bantulah orang gagah itu",kata Chen Si Lei.


"Aku di perintah oleh ayahku untuk menjaga mu di sini",ucap gadis itu.


"Ah aku tidak perlu di jaga oleh mu Nona",kata Chen Si Lei halus pada gadis itu.


"Aku tidak bisa membantah perintah ayahku Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata Nona Hu Mei Niang yang duduk di rumput sambil memandangi wajah Zhang Xun Pendekar Awan Sakti yang sangat tampan juga bila di perhatikan dengan jelas.


"Dia Zhang Xun Pendekar Awan Sakti namanya", kata Chen Si Lei tersenyum tulus mengetahui putri Pendekar Raja Pedang sedang terpesona dengan ketampanan Zhang Xun Pendekar Awan Sakti.


"Apakah dia sudah menikah?",tanya Nona Hu Mei Niang ingin tahu riwayat Zhang Xun Pendekar Awan Sakti yang telah membuat gadis itu jatuh cinta pada pandangan pertama.


"Belum",jawab Chen Si Lei tersenyum ramah pada gadis sakti itu.


"Hmm terima kasih informasinya",sahut Hu Mei Niang senang sekali.


"Ada kesempatan emas untuk mu dapatkan Zhang Xun Pendekar Awan Sakti ku ini",kata Chen Si Lei mempromosikan sahabatnya itu.


"Iya terimakasih",sahut gadis itu gembira sekali mendapat dukungan dari Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan pil embun Himalaya sakti yang sangat hebat sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Zhang Xun Pendekar Awan Sakti dan Xiao Ming pun berhasil di sembuhkan oleh Chen Si Lei yang segera meminta mereka untuk tetap berada di tempat itu untuk memulihkan kondisi mereka dengan baik.


"Aku harus menyelesaikan masalah yang telah terjadi di atas puncak gunung Er",kata Chen Si Lei melayang cepat ke arah puncak gunung Er.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei langsung membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat begitu ia tiba di puncak gunung Er.


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei mengejutkan hati para musuh sakti yang langsung gentar dan takut kepada Chen Si Lei.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong jangan hukum mati kami!!",jerit para musuh sakti sesat ketakutan sekali karena sepak terjang Chen Si Lei sungguh jauh lebih ganas daripada mereka.


"Enak saja kalian minta pengampunan kepada ku setelah kalian berbuat banyak sekali kejahatan yang tidak manusiawi terhadap sesama manusia. Huh jangan pernah berharap ya?!!",hardik Chen Si Lei berkelebat cepat memenggal habis para musuh sakti itu.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menangkis serangan maut dari adik Ratu Han Yi yang sudah membunuh Pendekar Raja Pedang Hu Tong dengan sadis sekali sampai Nona Hu Mei Niang menangis menjerit -jerit.


"Ayah. ..!!",jerit tangis Hu Mei Niang yang ingin membalas dendam atas kematian ayahnya kepada adik Ratu Han Yi terhalang oleh Zhang Xun PendekarAwan Sakti yang sudah di perintah oleh Chen Si Lei untuk menjaga gadis itu dengan baik.


"Aku harus bunuh orang itu",jerit gadis itu yang segera diam ketika Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menotok gadis itu hingga pingsan dan di peluk erat oleh Zhang Xun Pendekar Awan Sakti tercengang kaget dengan cara Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengatasi gadis yang mengalami histeris karena ayahnya terbunuh dalam serangan maut dari pihak musuhnya di depan matanya.


"Pendekar Naga Sungai Li aku datang untuk membantu mu",kata Putri Zhao Ying berkelebat turun ke dinding tebing untuk bantu Le Din Yin yang sedang memetik bunga ungu untuk mengobati racun Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Zhang Xun Pendekar Awan Sakti dan Xiao Ming untuk Chen Si Lei.


"Eh jangan !!",cegah Le Din Yin tetapi terlambat karena gadis itu sudah jatuh dan menubruk tubuhnya dengan cepat.


"Aghhhhhh ...!!",jerit gadis itu tergelincir jatuh ke jurang bersama Le Din Yin yang sudah berhasil memetik bunga ungu tetapi tubuh gadis itu menimpanya sehingga mereka berdua terjatuh ke dasar lembah jurang gunung Er.


"Celaka! ! ",teriak Chen Si Lei secara cepat membabat habis kepala musuhnya dan dia langsung terjun bebas untuk menolong Le Din Yin dan Putri Zhao Ying.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei jauh lebih dahulu tiba di dasar jurang gunung Er daripada Le Din Yin dan Putri Zhao Ying.


Chen Si Lei segera menangkap tubuh Le Din Yin yang segera melompat ke atas tebing gunung Er sambil membantu Putri Zhao Ying yang segera di lemparkan kembali ke atas tebing gunung Er oleh Chen Si Lei yang sudah ingin berkelebat naik ke atas gunung Er.


Tetapi,ada sebuah tangan menarik kaki kirinya sehingga Chen Si Lei tergelincir turun kembali ke dasar jurang puncak gunung Er.


"Chen Si Lei. ..!!",teriak Le Din Yin terkejut sekali melihat Chen Si Lei lenyap dari pandangannya terserap oleh tanah hidup yang di tarik kencang oleh seseorang di dalam tanah tersebut.


"Paduka. ..!!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah menukik tajam ke bawah jurang dan berusaha untuk mencari dan menemukan Chen Si Lei di dalam tanah itu.


"Pasti ada jalan untuk masuk ke dalam tanah hidup ini",kata Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti yang sudah datang untuk membantu mereka dengan cepat dan ia datang bersama Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih yang sudah cepat menggunakan pedang membabat tanah.


Crakkkkkk !!


Crashhh !!!


"Le Din Yin kenapa kau diam saja dan tidak membantu kami?!!",ucap Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao marah sekali kepada Le Din Yin yang selalu menyusahkan Chen Si Lei tetapi selalu lambat dalam menolong Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Blaarrrr !!


Sebuah lubang besar terbuka lebar untuk mereka semua turun masuk ke dalam lubang itu.


"Ayo kita masuk ke dalam lubang besar dan kita selamatkan Paduka",kata Le Din Yin yang sudah cepat masuk ke dalam lubang besar itu di ikuti oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan- kawan nya.


"Tunggu sebentar kau tak minum obat penawar racun dari bunga ungu yang ku dapatkan ini?", tanya Le Din Yin heran karena Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah terlihat segar dan sehat.


"Aku, Zhang Xun dan Xiao Ming di sembuhkan oleh Paduka dengan pil embun Himalaya sakti ",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao seraya berkelebat cepat ke arah selatan dari lubang besar di dasar jurang gunung Er.


"Ah lalu untuk apa aku susah payah memetik bunga ungu ini?",tanya Le Din Yin di belakang Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao seraya menunjukkan bunga ungu kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Kau makan saja sendiri",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kasar dan galak.


"Kau sungguh bodoh Le Din Yin",kata Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih yang sudah melewati Le Din Yin mengikuti Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berjalan di depan mereka.


"Eii ...!!",teriak Le Din Yin kesal juga di bentak terus menerus oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan ditambah di maki oleh Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih.


"Sudah kau pasrah saja karena memang salah mu yang terlalu ceroboh sehingga Paduka kita hilang sekarang karena dirimu",kata Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti menyeret Le Din Yin untuk berjalan bersamanya.


Mereka mengikuti Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menyelusuri ruang bawah tanah yang sangat gelap dan berliku -liku tetapi melalui pendengaran mereka yang telah terlatih dengan baik membuat mereka bisa segera menemukan suara berisik dari dalam pintu tertutup lainnya.


"Buka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat dan hebat membabat habis pintu besi itu.


Wuttttt !!


Klang !!!


Mereka segera masuk ke dalam sebuah ruangan yang persis seperti ruangan di dalam kuil manapun yang pernah mereka singgah dan kunjungi selama di dalam perjalanan misi mereka untuk membantu Chen Si Lei selesaikan misinya dengan baik dan aman.


Di ruangan ini,mereka melihat Chen Si Lei sedang bertarung melawan para musuh yang ber kuncir kuda dan kepala botak,lalu di ruangan itu juga ada seorang pria tergeletak pingsan dalam keadaan terluka parah seluruh tubuh di jaga oleh gadis cantik jelita yang menangisi nasib pria itu.


"Ayah bangun...Ayah bangunlah",gadis itu menangis sedih sekali mengguncang tubuh ayahnya yang sedang krisis itu.


"Paduka",panggil Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya terdengar sangat bahagia sekali melihat Chen Si Lei dalam keadaan sehat dan selamat.


"Aku baik - baik saja sahabatku, aku akan membunuh mereka semua untuk balas dendam atas perbuatan mereka terhadap kita semua terutama kepada Raja suku Hui dan Nona Teng Bi Li yang sedang dalam keadaan kritis",kata Chen Si Lei.


"Mereka semua adalah lawan ku",kata Le Din Yin berkelebat cepat untuk melawan beberapa orang yang sedang mengeroyok Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Le Din Yin menerjang hebat membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan hebat sehingga pihak musuh sakti terkejut sekali melihat kehadiran Le Din Yin sangat hebat sekali.


Wuttttt !!!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah musuh sakti tewas terbunuh oleh Chen Si Lei.


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengamuk ganas menghadapi musuh sakti yang sangat hebat dan ganas tapi Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berhasil membabat beberapa orang musuh sakti itu.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!!


Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang sedang mengurung seorang pria sakti kaum bersih yang sudah terluka di pundaknya.


Crakkkkkk !!


"Li Wei mundurlah, biar aku hadapi mereka",kata Xiao Nai mengenal pria sakti itu sebagai salah seorang teman kaum bersih nya juga.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang ular emas sakti secara cepat dan hebat.


Wuttttt !!


Syuutttttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menyambar cepat menggerakkan pedang membabat sejumlah orang musuh sakti yang sangat hebat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!!

__ADS_1


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!:


Le Din Yin menerjang hebat membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan hebat sehingga sejumlah musuh sakti tewas oleh Le Din Yin.


Syuutttttttt !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok secara cepat membabat habis sejumlah besar musuh sakti yang sedang bertarung sengit melawan pria gagah perkasa yang akhirnya tewas terbunuh oleh pihak musuh.


"Kakak. ...!!",jerit tangis seorang pemuda tampan yang sedang bertarung sengit melawan sejumlah orang musuh sakti lainnya.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


"Chang Yi....!!",jerit gadis berusia enam belas tahun berkelebat cepat untuk dapat menolong pemuda yang tertusuk pedang sesat dari pihak musuh.


Trangggggg !!!


Cranggg !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat menangkis serangan maut dari musuh sakti yang sudah membunuh banyak orang sakti kaum bersih sehingga Chen Si Lei marah sekali kepada pihak musuh,maka Chen Si Lei cepat menggerakkan pedang membabat habis sejumlah besar musuh sakti.


Syutttttttttt !!


Trangggggg !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


"Yu Yan..!!",teriak seorang pemuda yang segera bertarung melawan seorang sakti yang sudah membunuh gadis cantik jelita yang ternyata adalah adiknya dari pria muda yang bernama Chang Yi.


Chen Si Lei menggunakan pedang membabat habis kepala musuh sakti untuk ia bisa menolong pemuda remaja tersebut dari serangan maut dari musuh sakti di belakang pria itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti hamba serahkan pusaka kami kepada anda dan tolong jaga putra hamba dengan baik",pesan terakhir dari seorang pria tua ketua Sekte kaum bersih.


"Ya thaihap aku pasti akan menjaga putra mu dengan baik",kata Chen Si Lei yang segera mengucapkan janjinya kepada ketua Sekte Burung Elang Sakti.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggerakkan pedang melawan serangan maut dari musuh sakti yang sangat hebat dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei harus gunakan ilmu pedang rajawali emas sakti di sertai ilmu mukjizat piramida sakti untuk Chen Si Lei bisa membunuh musuh sakti yang berjuluk Setan Tanah Gunung Er.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menerjang hebat ke arah seorang gadis sakti yang sangat ganas dan kejam yang ternyata adalah istri muda dari adik Ratu Han Yi, maka Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga gadis sadis berhasil di bunuh oleh Chen Si Lei.


Dessssssss !!


Jlebbbb !!


Jlebbbb !!


Chen Si Lei sudah menghabisi para musuhnya yang berada di dalam kuil Cin,dan sekarang Chen Si Lei dengan cepat menolong Raja Suku Hui dengan cepat.


"Paduka jangan cemas aku pasti akan menolong mu",kata Chen Si Lei memeriksa denyut nadi dan jantung Raja Hui yang ternyata tidak bisa terselamatkan lagi.


"Tolong jaga putri hamba dengan baik dan mulai saat ini tidak ada lagi Raja Hui tetapi Adipati Hui",kata Raja Hui sebelum meninggal dunia.


"Ayah ", panggil Putri Qing Yi menangis untuk kepergian ayahnya untuk selama -lamanya.


Le Din Yin sudah mengobati luka pada pundak pemuda bernama Chang Yi yang segera memerah malu dengan Le Din Yin yang cepat melepaskan tangannya dari pundak pemuda itu.


"Kau tipe pria yang suka dengan sejenis,ya?",tanya Le Din Yin merasa jijik sekali terhadap Chang Yi.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah mengambil semua pusaka kaum bersih dan pil hati ular hijau untuk menolong Nona Yao Ying yang berada di dalam rumah Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih.


"Ayo kita keluar dari kuil Cin",kata Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti yang sudah menolong kekasihnya yaitu Nona Teng Bi Li.


"Ya ayo kita pergi dari sini",kata Chen Si Lei meraih jemari putri Qing Yi yang ingin ayahnya di makamkan secara layak di suku Hui.


"Paduka tolong bantu untuk memakamkan ayah hamba di desa hamba",Qing Yi memohon kepada Chen Si Lei.


"Baiklah aku bantu", kata Chen Si Lei yang sudah memerintahkan Xiao Nai yang menggendong jasad Raja Hui dan mengikuti mereka keluar dari kuil Cin.


Wuttttt !!


Bruakkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pintu kuil Cin terbuka dan mereka bisa keluar dari kuil Cin dengan aman.


"Le Din Yin",sambut Putri Zhao Ying memeluk Le Din Yin dengan perasaan senang sekali bahwa Le Din Yin dalam keadaan sehat dan selamat.


"Paduka",panggil Xiao Ming yang sudah meminta pil hati ular hijau untuk Nona Yao Ying kepada Chen Si Lei yang memberi isyarat untuk Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memberikan pil hati ular hijau pada Xiao Ming yang sudah cepat menyimpannya di dalam saku baju nya dengan cepat dan aman.


Zhang Xun Pendekar Awan Sakti sudah datang bersama Nona Hu Mei Niang ke hadapan Chen Si Lei yang tersenyum ramah sekali kepada mereka berdua.


"Kalian semua mulai dari saat ini adalah sahabat ku",kata Chen Si Lei kepada dua orang Jenderal kedua suku yang sekarang ini bersahabat satu sama lain.


"Paduka kami harus segera kembali ke desa kami dan hamba yang akan bantu untuk memakamkan kepala suku di desa kami karena Tuan Putri kami harus ikut dengan Paduka untuk selamanya",kata Jenderal Meng Yu Dan jenderal suku Hui yang sedang bergandengan tangan dengan Nona Zhi Ling.


"Baik kau benar sekali",kata Chen Si Lei.


Jenderal itu segera menggendong jasad kepala suku Hui dan pamit kepada Putri Qing Yi untuk kembali ke desanya bersama para pasukannya dan di tatap penuh rasa hormat oleh Putri Qing Yi yang berurai airmata untuk mengantarkan mereka ke desa nya terdahulu.


"Paduka, kami akan segera melakukan pemberantasan terhadap kaum sesat di kota Zhao",kata Jenderal suku Liang.


"Baiklah lakukan tugas mu dengan benar dan aku minta tolong kepada kamu untuk mencari dan menemukan Pendekar Kelelawar Emas Sakti Chu Man Tian dan istrinya di kota Zhao,lalu beritahu mereka berdua bahwa adik mereka sudah aku selamatkan dan sekarang aman bersama Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti",ucap Chen Si Lei.


"Iya baik akan hamba laksanakan tugas hamba dengan baik",jawab Jenderal dari Suku Liang dan sesudah itu rombongan dari suku Liang pergi dari gunung Er.


Chen Si Lei memerintahkan Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih merapikan semua jasad semua orang yang berada di atas puncak gunung Er untuk segera di makamkan secara baik dan benar.


"Ayo kita kembali ke rumah Xiao Nai setelah Xiao Nai membersihkan tempat ini dengan baik",kata Chen Si Lei seraya memberikan sumbangan dana untuk biaya renovasi kuil Cin kepada pihak kepala kuil Cin.


"Terimakasih banyak Paduka atas kebaikan Paduka kepada kami para penghuni di kuil Cin", kata para penghuni kuil Cin berterimakasih kepada Chen Si Lei.


Chen Si Lei menjura hormat kepada para biksu kuil Cin, lalu Chen Si Lei pergi dari kuil Cin di ikuti oleh Le Din Yin yang berjalan bersama Putri Zhao Ying,Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Zhang Xun Pendekar Awan Sakti yang berjalan bersama Nona Hu Mei Niang, Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti yang berjalan bersama Nona Teng Bi Li ,Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih yang berjalan bersama Xiao Ming.


Mereka berkelebat cepat untuk turun dari puncak gunung Er untuk segera sampai di rumah Xiao Nai,dan setibanya mereka di dalam rumah itu.


Chen Si Lei segera memberikan pil hati ular hijau kepada Nona Yao Ying di bantu oleh Xiao Ming yang menjaga Nona itu sampai tersadar kembali bahkan sampai Nona Yao Ying sehat kembali seperti semula pada hari berikutnya.


"Paduka terimakasih atas pertolongan Anda kepada hamba",kata Nona Yao Ying sujud kepada Chen Si Lei sesudah gadis ini sudah benar-benar sehat dan segar.


"Sama-sama Nona Yao Ying",kata Chen Si Lei ramah pada gadis itu.


Dan,beberapa hari kemudian,mereka menyambut kelahiran anak keempat dari Xiao Nai dengan istri keduanya di dalam rumah itu dengan perayaan sederhana tetapi penuh keakraban satu sama lainnya.


"Baiklah Xiao Nai,aku tunggu kau bekerja sebagai Menteri Ekonomi di Ibukota Kekaisaran Tang Agung usai masa nifas istri kedua mu ",perintah Chen Si Lei.


"Siap Paduka",jawab Xiao Nai berjuluk Pendekar Bintang Putih patuh pada Chen Si Lei.


"Shu Luo kau juga harus segera bekerja sebagai menteri kebudayaan di Ibukota Kekaisaran Tang Agung",perintah Chen Si Lei.


"Baik Paduka",jawab Shu Luo Pendekar Ular Emas Sakti patuh kepada Chen Si Lei .


"Zhang Xun kau pun harus segera bekerja sebagai menteri lingkungan hidup di Ibukota Kekaisaran Tang Agung",perintah Chen Si Lei.


"Baik Paduka",jawab Zhang Xun Pendekar Awan Sakti patuh kepada Chen Si Lei.


"Xiao Ming kau akan menjadi menteri sosial dan mulailah bekerja di Ibukota juga bersama mereka dan jagalah rakyat di seluruh Tionggoan dengan cinta kasih dan ketulusan hati dalam membahagiakan mereka seperti membahagiakan keluarga pribadi kalian",perintah Chen Si Lei.


"Baik Paduka", jawab Xiao Ming patuh kepada Chen Si Lei.


Lalu,Chen Si Lei pun memerintahkan Le Din Yin untuk segera menikah dengan Sheng Li Na dan pergi bersama para sahabat mereka ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung dan menjalankan tugas mereka semua dengan baik.


"Baik Paduka",jawab Le Din Yin patuh kepada Chen Si Lei.


"Paduka bagaimana dengan hamba?",tanya Putri Zhao Ying yang ingin bersama Le Din Yin.


"Tanyakan kepada Le Din Yin,apakah dia mau kau menjadi Selir nya?",ucap Chen Si Lei menoleh ke arah Putri Qiu Chao, Nona Li San San dan Putri Qing Yi yang di sampingnya.


"Kami bertiga bersedia untuk menjadi pengawal pribadi Paduka",jawab ketiganya bersujud hormat kepada Chen Si Lei.


"Aku tidak bisa menerima mu sebagai Selir ku Putri Zhao Ying",kata Le Din Yin.


"Aku mau menjadi budak mu pun,aku bersedia", kata Putri Zhao Ying memeluk Le Din Yin yang sudah cepat menghindari gadis itu.


"Aku tetap tidak bisa menerima mu di sisi ku",kata Le Din Yin tegas sekali.


"Aku bunuh diri di hadapan mu jika kau menolak ku",kata Putri Zhao Ying keras.


"Silakan saja kau bunuh diri,aku tidak peduli",kata Le Din Yin yang sudah berjalan keluar dari ruangan itu.


"Hei kau jahat sekali kepada ku",kata Putri Zhao Ying berlari mengejar Le Din Yin dan Sheng Li Na yang tersenyum ramah sekali kepada Zhao Ying.


Chen Si Lei memerintahkan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk bersiap berkemas karena mereka akan segera melanjutkan perjalanan mereka menuju ke kota Zhao pada keesokan harinya.


"Baiklah Paduka hamba siapkan",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat untuk melaksanakan tugasnya dengan baik.


"Untuk kalian bertiga tolong berdandan ala pendekar suku Han",perintah Chen Si Lei kepada ketiga pengawal pribadi wanitanya.


"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab mereka bertiga serentak.


Keesokan harinya,Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berpisah dengan Le Din Yin dan kedua orang istrinya yang pergi ke arah Ibukota Kekaisaran Tang Agung lebih dahulu dari ke empat orang menteri Chen Si Lei yang akan berangkat ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung pada awal bulan ke sepuluh atau pada satu bulan setelah kelahiran anak keempat dari Xiao Nai.

__ADS_1


Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berjalan bersama menuju ke arah kota Zhao yang tidak terlalu jauh dari kota Hang,karena itu mereka berdua segera tiba di pintu masuk ke dalam kota Zhao.


__ADS_2