Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Kota Kecil Dua Puluh Tiga Bunga Seruni.


__ADS_3

Chen Si Lei terbangun dalam tidurnya dengan gembira sekali karena ia bisa tidur nyenyak dengan nyaman, maka ia segera mandi dan berpakaian rapi untuk bisa ber jemur di bawah sinar matahari pagi yang cerah dan hangat, tetapi sebuah surat kabar dari Istana Kekaisaran Tang Agung telah mengejutkan hatinya.


"Ah Selamat jalan Xiao Yin",kata Chen Si Lei memejamkan matanya untuk berdoa untuk Xiao Yin bisa pergi ke alam Surga dengan tenang dan damai.


"Paduka hamba sudah menyiapkan sarapan pagi untuk anda ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dari dalam rumah judi ini.


"Ya terimakasih, Wu Sin Hao ", jawab Chen Si Lei melangkah masuk ke dalam rumah judi itu untuk sarapan pagi bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang sudah rapi dan bersiap untuk memulai perjalanan kembali.


"Paduka hamba turut berduka cita atas meninggalnya Selir Agung kedua Putri Xiao Yin anda ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.


"Iya terimakasih untuk kalian semua ", jawab Chen Si Lei bertukar pakaiannya dari warna cerah menjadi warna gelap untuk bertanda berkabung untuk menghormati Almarhumah istrinya yang bergelar Selir Agung kedua Putri Xiao Yin.


"Hujan deras di bawah sinar matahari pagi mengiringi kepergian Paduka Selir Agung kedua Putri Xiao Yin untuk selamanya ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berdoa tulus hati untuk Xiao Yin yang meninggal dunia karena sakit jantung mendadak pada pagi hari ini.


"Aku tidak akan mengganti Selir Agung kedua Putri Xiao Yin dengan yang lain", kata Chen Si Lei berjalan menuju ke arah jendela rumah judi itu untuk melihat arah Istana Kekaisaran Tang Agung yang sedang berduka cita untuk Xiao Yin.


Istana Kekaisaran Tang Agung.


Sementara, itu di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung sedang melakukan ritual pemakaman untuk Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin yang di makamkan sesuai peraturan Kekaisaran Tang Agung ,dan makam Xiao Yin berada di lingkungan makam khusus untuk anggota Keluarga Kaisar Tang Agung, di barisan khusus untuk para istri Kaisar Tang Agung yang sudah di siapkan oleh pihak Dewan Agung bagian pemakaman khusus untuk para istri Kaisar Tang Agung .


Dan kawasan ini terletak di sebuah kota khusus untuk pemakaman keluarga besar Kekaisaran Tang Agung yang masih di dalam Ibukota Kekaisaran Tang Agung, dan pintu lain yang terhubung dengan Istana Kekaisaran Tang Agung juga.


Sesudah memakamkan Xiao Yin di pemakaman khusus untuk keluar besar dari Kekaisaran Tang Agung,para anggota Keluarga Kaisar Tang Agung kembali ke Istana milik mereka masing - masing, dan jika semua orang di Istana Kekaisaran Tang Agung sedang berduka cita atas meninggalnya Selir Agung kedua Putri Xiao Yin, tapi tidak untuk Song Hui Lan dan Putri Chien Ning karena mereka berdua hanya menunjukkan wajah sedih di depan umum saja, tapi di dalam hati mereka berdua adalah mereka berdua bahagia bisa singkirkan Selir Agung pertama Shia Chu Chu dan Selir Agung kedua Putri Xiao Yin dalam waktu dekat.


Istana Selir Ke Tiga Puluh Satu.


Song Hui Lan sudah membuat rencana untuk bisa mendapatkan gelar Selir Agung kedua yang menjadi milik Xiao Yin bisa di gantikan olehnya, maka ia di istananya terus menerus memikirkan berbagai macam cara yang paling pintar dan halus dari perbuatan Putri Chien Ning yang sudah di ketahui oleh Song Hui Lan secara cerdas sekali.


"Aku harus mendekati Putri Chien Ning untuk ia bisa bekerjasama dengan ku atau aku bongkar kejahatannya terhadap Shia Chu Chu dan Xiao Yin yang meninggal dunia karena perbuatan licik wanita ular itu ", kata Song Hui Lan tersenyum licik.


Ia mengirimkan surat rahasia kepada Permaisuri Chien Ning secara rahasia dan ia berhasil membuat Chien Ning bersedia untuk bekerjasama dengannya ,maka mereka berdua menjadi teman setia untuk menyingkirkan Li Shao Ning dan Miya sekaligus untuk mereka bisa mendapatkan Kekaisaran Tang Agung.


Istana Dewan Agung Bagian Harem Kaisar Tang Agung.


Namun Ibu Suri Ling dengan penglihatannya yang tajam terhadap siasat yang sudah menjadi pengalamannya sebagai seorang istri Kaisar Tang Yu Feng, ia pun ingin putranya mendapatkan istri -istri yang baik dan teladan untuk putranya bisa bahagia.


Karena itu Ibu Suri Ling segera menemui Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung untuk membahas masalah gelar yang terbaik untuk para istri Kaisar Tang Agung.


"Aku memilih Xue Erl untuk gelar Selir Agung Kedua dan untuk Selir Agung ke empat aku pilih Melani ", kata Ibu Suri Ling sudah melihat kebaikan hati yang di miliki oleh kedua wanita itu terhadap orang -orang di dalam keluarga Kaisar Tang Agung.


"Siap Paduka Ibu Suri Ling hamba laksanakan ",jawab Kasim Liu Mu mencatat perubahan posisi para harem Kaisar Tang Agung dengan cermat.


"Posisi Nyonya Selir pertama jatuh tangan Putri Mutiara Dewi ", kata Ibu Suri Ling kepada Kasim Liu Mu mencatat perubahan posisi para harem Kaisar Tang Agung sesuai perintah Ibu Suri Ling.


"Siap Paduka Ibu Suri Ling hamba laksanakan ", jawab Kasim Liu Mu patuh pada Ibu Suri Ling.


"Posisi Selir pertama jatuh ke tangan Selir ke dua belas You You dan Posisi Selir ke dua belas jatuh ke tangan Selir Xuan Xuan",perintah Ibu Suri Ling kepada Kasim Liu Mu.


"Untuk Selir ke lima belas kosong untuk sementara waktu sampai ada yang pas untuk mengisi posisi tersebut ", kata Yang Yang datang ke Istana Kasim Liu Mu.


"Hormat hamba kepada Putri Yang Yang ", sapa Kasim Liu Mu bersujud hormat kepada Yang Yang.


"Hmm kau sedang apa datang ke Istana pengaturan harem Kaisar Tang Agung ?", tanya Ibu Suri Ling heran melihat Yang Yang mendatangi tempat itu.


"Untuk mengetahui pekerjaan baru dari Huang ErNiang ", jawab gadis remaja itu.


"Hmm dasar gadis nakal kau ini ikut campur saja urusan orang dewasa ",kata Ibu Suri Ling tersenyum lembut dan keibuan terhadap Yang Yang membalas senyum untuk Ibu Suri Ling.


"ErNiang aku sudah enam belas tahun, aku sudah harus belajar mengetahui hal -hal yang berkaitan dengan masalah dalam Istana Kekaisaran Tang Agung untuk aku bisa membantu Gege ", jawab Yang Yang meraih lengan Ibu Suri Ling untuk di papah berjalan bersama menuju keluar dari Istana Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung.


"Ya kau benar sekali. Aku juga sudah mulai mengatur untuk memilihkan mu calon suami yang ideal untuk mu seperti Yang Ying Ying yang sudah memiliki tunangan yaitu Luo Yan Zen. Aku akan membicarakan hal ini dengan Gege mu nanti usai ia kembali dari urusannya di luar Istana Kekaisaran Tang Agung ", kata Ibu Suri Ling di dalam kereta kuda.


"Aku tidak bicara soal untuk mencarikan aku calon suami. Aku bicara tentang aku ingin bekerja di lingkungan dalam Istana Kekaisaran Tang Agung",kata Putri Yang Yang turun dari kereta kuda milik Ibu Suri Ling dengan kesal.


Ibu Suri Ling tersenyum melihat tingkah laku gadis remaja yang masih belum bisa dewasa, dan ia hanya menduga bahwa Yang Yang ingin menyumbang tenaganya untuk Istana Kekaisaran Tang Agung tetapi belum waktunya untuk gadis itu bisa bergabung menjadi anggota Dewan Istana Kekaisaran Tang Agung untuk bisa membantu Chen Si Lei.


Yang Yang berjalan cepat menuju ke Istana lama milik Chen Si Lei yang waktu itu masih menjadi Pangeran Muda Si Lei. Di Istana itu ada yang ingin gadis itu cari dan berharap bisa menemukan barang yang menjadi kenangan indah mereka berdua.


Brukkk !!


"Aww ",jerit Yang Yang saat mendengar ada sesuatu yang jatuh dari atas langit -langit kamar tidur lama Chen Si Lei.


Gadis itu menemukan kembali barang yang menjadi miliknya dari Chen Si Lei .Ia membuka kotak kecil yang berdebu itu dan melihat botol keramik kecil isi madu rasa buah persik yang di ambil dari pulau persik dan juga ada buku ilmu silat sakti milik Chen Si Lei yang di bawa oleh Chen Si Lei dari pulau persik.


"Air madu buah persik ini untuk mu dan buku ilmu silat ini juga bisa kau pelajari sesuai bakat mu ",kata Chen Si Lei waktu mereka berdua bermain di dalam kamar tidur ini.


"Terimakasih Gege ", jawab Yang Yang waktu kecil bersama Chen Si Lei mengajari gadis itu ilmu silat bunga persik.


"Gerakan kaki mu kurang sesuai dengan petunjuk buku",Chen Si Lei menunjukkan cara berlatih ilmu silat.


Yang Yang berlatih gerakan kaki kuda -kuda dahulu untuk pondasi kekuatan kedua kakinya, lalu ia menggerakkan kedua tangannya memukul -mukul udara dan mengubah posisi kedua kakinya untuk menekuk dan menendang sesuai petunjuk dari Chen Si Lei.


"Kau harus menghimpun tenaga dalam dari dalam pusar mu dan tahan napas cukup satu jam sehari setiap pagi kau bangun tidur serap energi matahari dan pada malam hari sebelum kamu tidur ,kau lakukan lagi serap energi bulan",kata Chen Si Lei memberikan petunjuk pelajaran ilmu silat sakti kepada Yang Yang.


Yang Yang tersenyum sendiri menatap buku silat di dalam genggaman tangan nya.


"Aku akan mencoba untuk mempelajari ilmu mukjizat sakti bunga persik milik mu Gege ", kata Yang Yang memeluk buku ini seperti memeluk Chen Si Lei.


Mulailah sejak hari itu Yang Yang berlatih ilmu -ilmu silat sakti pulau persik sesuai petunjuk dari buku milik Chen Si Lei, serta ia mempelajari ilmu mukjizat musik dari alunan musik kecapi dan ia belajar ilmu silat tarian Dewi Rembulan yang ia dapat dari Chen Si Lei berikan kepadanya sehari sebelum Chen Si Lei pergi dari Istana Kekaisaran Tang Agung untuk melakukan tugasnya sebagai seorang Pendekar Rajawali Emas Sakti.


"Pelajarilah untuk mu bisa menjaga Istana Kekaisaran Tang Agung selama aku pergi",kata Chen Si Lei pada hari itu mendatangi Yang Yang di taman istana milik Yang Yang.


"Hanya itu saja pesan mu untuk ku?Apakah tidak ada pesan lain lagi ?",gadis itu bertanya kepada Chen Si Lei yang menghindari tatapan mata gadis itu.


"Hmm tidak ada. Aku rasa kau bisa menjaga dirimu dengan baik",jawab Chen Si Lei berbalik cepat untuk keluar dari Istana Yang Yang.

__ADS_1


"Gege. ..!!",Yang Yang mengejar Chen Si Lei yang berada di luar pintu keluar dari Istana Yang Yang.


Chen Si Lei berhenti sejenak untuk menerima pelukan hangat dari Yang Yang dari belakang.


"Yang Yang kau sudah besar dan harus menjadi seorang gadis remaja yang baik ",kata Chen Si Lei menggenggam tangan Yang Yang sejenak sebelum melepaskan diri dari pelukan gadis itu.


"Aku akan mematuhi perintah mu ,Gege ", jawab gadis itu melompat cepat untuk berhadapan dengan Chen Si Lei yang menatapnya tajam sekali tetapi Yang Yang tidak gentar untuk membalas tatapan mata tajam Chen Si Lei. Ia malah menaruh kedua lengannya untuk melingkar leher Chen Si Lei dan ia mencium bibir Chen Si Lei.


Chen Si Lei menaruh lengannya di pinggang kecil milik Yang Yang untuk semakin dekat dengannya, dan Chen Si Lei membalas ciuman Yang Yang dengan mesra sekali sampai lama sekali mereka berciuman.


"Cukup, Yang Yang jangan di teruskan lagi",kata Chen Si Lei melepaskan ciuman nya pada bibir manis Yang Yang.


"Kau mencintai ku ?",tanya Yang Yang merengkuh wajah Chen Si Lei.


"Ya aku juga mencintaimu sama seperti aku mencintai Li Shao Ning ", jawab Chen Si Lei merengkuh kembali wajah Yang Yang.


"Terimakasih atas pengakuan dari mulut mu sendiri. Aku bisa menunggu mu dan aku akan membantu Li Shao Ning untuk mu",kata Yang Yang menatap Chen Si Lei dengan cinta.


"Ya terimakasih",jawab Chen Si Lei menunduk untuk mencium kembali pada bibir manis milik Yang Yang.


Kini Yang Yang mengenang masa itu dengan menyentuh bibirnya untuk merasa dekat dengan Chen Si Lei.


Istana Selir Agung pertama .


Miya sedang melamun memikirkan Chen Si Lei yang berada jauh darinya di luar Istana Kekaisaran Tang Agung. Miya semakin lama semakin merindukan Chen Si Lei sehingga ia tidak sadar bahwa ada seorang berkelebat cepat di sekitar kamar tidurnya.


Dan sebuah pedang mukjizat sesat menyerang Miya dengan kecepatan yang luar biasa cepat sekali sehingga gadis itu terkejut sekali melihat serangan maut dari seorang berpakaian hitam dan bercadar hitam dengan sadis sekali sampai gadis itu melompat cepat untuk menghindari serangan maut itu.


Wuttttt !!


Cranggg !!


"Lancang sekali kau berani menyerang Selir Agung pertama Putri Miya !!", hardik para pasukan keamanan dan keselamatan Miya datang untuk membantu dan melindungi Miya dengan sigap sekali sehingga orang itu berkelebat cepat untuk kabur dari kepungan para pasukan keamanan dan keselamatan Selir Agung pertama.


"Paduka Selir Agung pertama Putri Miya anda tidak apa-apa ?", tanya salah satu dari dayang istana Miya.


"Aku tidak apa-apa",jawab Miya bernapas lega seraya menyentuh rahimnya untuk menenangkan janin nya yang berdenyut kencang membuatnya kram.


"Paduka silakan anda minum air hangat untuk menghilangkan rasa kaget anda", kata salah seorang dari dayang istananya .


"Iya terimakasih ", jawab Miya menerima cawan keramik air hangat dari dayang istananya .


Tetapi sebuah biji jeruk menghancurkan cawan keramik yang di pegang Miya dan pecah cawan keramik isi air hangat itu.


Prangg !!


"Agh !!", pekik Miya terkejut sekali melihat air hangat itu menghancurkan keramik lantai ia injak sebelum ia melompat cepat ke samping.


"Pintar sekali kau menghindari serangan maut dari ku",kata salah seorang dari dayang istananya yang menyerangnya dengan ganas sekali sehingga Miya harus berkelebat cepat untuk menghindari serangan maut dari dayang palsu itu.


Wuttttt !!


Cranggg !!


"Lancang sekali kau berani menyerang Selir Agung pertama Putri Miya kakak ipar ku!!",hardik Yang Yang menggerakkan pedang melawan serangan pedang sesat milik gadis sesat yang menyamar sebagai seorang dayang istana Miya.


"Gadis kecil laknat berani sekali menghalangi ku !!",hardik gadis ganas itu yang menyerang pedang Yang Yang dengan ganas sekali.


Wuttttt !!


Cranggg!!


Miya menggunakan pedang menangkis pedang milik seorang pria ganas yang sudah datang untuk membantu gadis sadis yang sedang bertarung melawan Putri Yang Yang .


Wushhh !!


Crakkkkkk !!


Sebuah payung milik Li Shao Ning membabat habis kepala gadis sesat itu dan Li Shao Ning berhasil menyelamatkan nyawa Yang Yang.


Yang Yang menggerakkan pedang membabat habis pria ganas yang di hadapi oleh Miya dengan ilmu pedang rajawali emas sakti sesuai petunjuk dari Chen Si Lei berikan kepadanya melalui buku kecil itu.


Crakkkkkk !!


"Soso Miya ayo kau istirahatlah di tempat tidur dan berbaringlah",kata Yang Yang memapah Miya untuk berbaring di tempat tidur .


"Tabib silakan periksa kesehatan Selir Agung pertama Putri Miya ", kata Li Shao Ning sudah memanggil tabib ke istana Miya.


Para pengawal khusus Li Shao Ning sudah melakukan investigasi terhadap jasad para musuh itu sesuai perintah Li Shao Ning yang memanggil tim khusus kasus penyerangan gelap terhadap Miya.


"Lapor Paduka mereka berasal dari kediaman Selir ke tiga puluh satu Song Hui Lan ", kata tim khusus investigasi kasus ini.


"Tunggu apalagi, segera hukum mati Selir ke tiga puluh satu Song Hui Lan karena kasus percobaan pembunuhan terhadap Selir Agung pertama Putri Miya dan calon bayinya", perintah Ibu Suri Ling yang sudah datang untuk menjenguk Miya setelah mendapat laporan tersebut.


"Siap Paduka Ibu Suri Ling kami laksanakan !!", sahut para pasukan keamanan dan keselamatan khusus Harem Kaisar Tang Agung.


Istana Selir Ke tiga puluh satu.


Song Hui Lan terpekik kaget sekali karena ia di tangkap oleh para pasukan Ibu Suri Ling yang ingin menghukum mati dia atas percobaan pembunuhan terhadap Miya pada malam hari itu.


"Aku tidak melakukan perbuatan jahat itu. Aku tidak tahu apa -apa !!", teriak Song Hui Lan membela diri tetapi tidak ada seorang pun mempercayainya ,maka ia pun tewas di hukum mati oleh Ibu Suri Ling melalui tim khusus pasukannya.


Istana Permaisuri Chien Ning.


Cien Ning tersenyum bahagia karena tim nya sudah bekerja dengan cepat untuk membunuh Song Hui Lan yang sudah berani mengancam dirinya, maka ia bisa melakukan misinya tanpa ada gangguan dari siapa pun lagi.

__ADS_1


"Jangan tergesa - gesa dalam melakukan tugas kita karena akan berbahaya bagi keselamatan kita. Kita tunggu sampai peristiwa ini cepat hilang barulah kita bisa bekerja kembali dengan membunuh Nyonya Selir ke lima Bei Yuan sebagai target kita selanjutnya ", kata Chien Ning kepada pihaknya yang tersenyum memuji nya sebagai seorang gadis yang amat sangat cerdas luar biasa.


Kota Kecil Dua Puluh Tiga Bunga Seruni.


Sesudah hujan deras reda, Chen Si Lei dan para sahabatnya melanjutkan kembali perjalanan mereka menuju gunung Shimen yang hanya memakan waktu sekitar tiga hari lagi.


"Hewan apa itu di balik semak belukar di balik pohon pinus itu ?", tanya Chen Si Lei ketika ia tidak sengaja melihat seekor hewan lucu berwarna putih salju di balik semak belukar.


"Rubah salju ",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan busur panah untuk memanah rubah salju itu.


"Jangan di panah .Biarkan saja ia bebas di alam liar nya ", kata Chen Si Lei yang segera mencegah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memanah rubah salju cantik itu.


"Ya Paduka hamba patuh kepada Paduka ", jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Tetapi rubah salju itu melompat ke arah Chen Si Lei dengan cepat dan Chen Si Lei pun menangkap nya lalu memeluknya erat.


"Rubah salju kecil kenapa kau melompat ke arah ku?",tanya Chen Si Lei halus.


Rubah salju kecil itu menggigil ketakutan melirik ke arah belakangnya ,Chen Si Lei melihat ada seorang pemburu liar yang menggunakan senjata tajam untuk bunuh rubah salju itu.


"Siapa kau yang telah berani mengambil hewan buruan ku?",tanya pria pemburu itu.


"Aku penolong rubah salju kecil ini",jawab Chen Si Lei dingin sekali.


"Penolong rubah salju kecil ?Ah jangan bohong kau ,bilang saja kau ingin mencuri hewan buruan ku",kata pria pemburu itu kasar sekali kepada Chen Si Lei sampai Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao memukulnya hingga tewas seketika itu juga.


Plakkkkkk !!


Tak lama kemudian muncullah beberapa orang berpakaian sama dengan pria itu berdatangan ke arah Chen Si Lei dan kawan-kawan nya.


"Ah rupanya Si Bocah laknat sombong yang sudah mengganggu kesenangan kita berburu hewan itu ", kata seorang gadis cantik jelita pemimpin rombongan itu.


"Ya lihat saja tingkah nya sudah seperti orang yang paling hebat saja ", kata pria di sisi gadis yang mengandung hawa sesat hebat sekali.


"Ya tunggu apalagi. Ayo kita habisi mereka ", kata para pasukan musuh ini.


"Sekte Sesat lancang !!", hardik Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti menerjang hebat menyerang para musuh sakti sesat itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok menyerang pria ganas yang menggunakan senjata tajam berupa busur panah otomatis yang sangat hebat sekali sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao harus gunakan ilmu golok dengan cepat.


Cranggg !!


Cringgg !!


Chen Si Lei menggerakkan kipas secara cepat menanggapi serangan pedang mukjizat sesat dari gadis sadis itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Cranggg !!


Cranggg !!


Gadis itu adalah orang dari Pangeran Tua The yang sudah menyusun rencana untuk menghabisi para istri Kaisar Tang Agung sesuai perintah Pangeran Phing Zi yang menyamar sebagai ibu asuh Putri Cien Ning yang juga keponakan dari Ibu Suri Ling.


Gadis itu tidak sengaja bertemu dengan Chen Si Lei dan kawan-kawan nya di hutan pintu keluar dari kota kecil dua puluh tiga bunga seruni, maka ia dan para sahabatnya menyerang Chen Si Lei dan kawan-kawan nya dengan harapan bisa membunuh Kaisar Tang Agung sesuai harapan Pangeran Phing Zi.


Pangeran Phing Zi sudah membunuh banyak sekali istri dan keturunan Kaisar Tang Yu Feng dengan cara licik melalui racun tanpa bisa di deteksi dini dengan bantuan orang -orangnya yang bekerjasama dengannya sejak dulu dan orang -orang nya itu pintar sekali memainkan peran mereka sebagai orang -orang baik di dalam keluarga Kaisar Tang Yu Feng yang mempercayai mereka sebagai orang yang bisa di percaya.


Di antara mereka adalah Pangeran Tua The saudara terbaik untuk Ibu Suri Ling dan Pangeran Tua Dao saudara terbaik untuk Kaisar Tang Yu Feng,karena iri hati dengan mereka berdua yang menguasai Kekaisaran Tang Agung. Dan sekarang kelompok Pangeran Phing Zi melakukan hal sama terhadap keluarga pribadi dari putra tunggal Kaisar Tang Yu Feng dengan Permaisuri Ling Huan Cu atau Ibu Suri Ling .


Chen Si Lei menggerakkan kipas sakti nya seraya melindungi rubah salju untuk menghadapi serangan pedang mukjizat sesat dari gadis sesat itu dengan ilmu mukjizat Gunung Ling sehingga gadis itu terdesak hebat oleh Chen Si Lei yang segera menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis kepala gadis itu.


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao pun bergerak cepat menggerakkan golok membabat habis kepala pria ganas itu .


Crakkkkkk !!


Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti juga berkelebatan cepat memenggal habis para musuh sakti sesat secara cepat dan hebat sekali sehingga mereka berhasil menghabisi para musuh mereka.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Rapikan mereka ", perintah Chen Si Lei kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti .


"Untuk mu bisakah kau beritahu aku jalan menuju ke gunung Shimen yang paling terdekat ?", tanya Chen Si Lei melepaskan rubah salju putih ke rumput .


Rubah salju menggangguk kepala untuk memandu Chen Si Lei dan para sahabat nya menuju ke gunung Shimen.


"Baik aku ikuti kau",kata Chen Si Lei berkelebat cepat menyusul langkah lari rubah salju itu.


"Wah menyenangkan sekali ",seru Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengikutinya .

__ADS_1


__ADS_2