Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Gunung Bunga Champa Merah Muda.


__ADS_3

Chen Si Lei menerima surat tantangan untuk menghadapi tantangan dari Ketua Sekte sesat burung hitam cabang sembilan yang sebenarnya adalah seorang Ketua Sekte Sesat Cobra Merah untuk mengalihkan perhatian Chen Si Lei dengan niat untuk menghancurkan desa besar bunga Champa Merah Muda yang di jaga ketat oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti, dan Chen Si Lei terkejut sekali mendengar suara ledakan yang sangat besar dan hebat sekali sehingga gunung bergetar.


"Laknat mereka !!", teriak Chen Si Lei murka sekali mendengar teriakan kesakitan dan kematian semua orang di desa besar bunga Champa Merah Muda.


"Aku harus kembali untuk menolong mereka",kata Chen Si Lei berkelebat cepat kembali ke desa besar bunga Champa Merah Muda,tetapi sekelompok orang dari berbagai penjuru arah gunung bunga Champa Merah Muda berdatangan dan mengurung dirinya dengan sikap garang sekali serta tatapan mata tajam yang mengandung hawa sesat berbahaya bagi keselamatan dirinya.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau tak akan bisa menolong mereka karena kau sendiri pun akan mati oleh kami Sekte Sesat Cobra Merah !!", hardik pria tua sadis yang menjadi Ketua Sekte Sesat Cobra Merah dengan menggunakan tombak ular cobra warna merah api.


"Laknat kalian semua! ! Aku tidak takut kepada kalian! ! Majulah! ! ",hardik Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata tajam para musuh sakti .


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


"Umm Rasakan ini Ilmu sakti kami !!", hardik pria tua sadis sekali menyerang Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti sesat yang sangat ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


"Hebat juga kau!!",hardik pria tua sadis itu menggunakan pedang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis pedang milik pria tua sadis itu.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Kakek Ketua Sekte sesat cobra merah menyerang Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang sesat dan ganas sekali sehingga Chen Si Lei menggunakan kipas sakti menghantam serangan pedang mukjizat sesat dari pria tua sadis itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Wuttttt !!


Cranggg !!


Cranggg !!


"Ahh!!",teriak Ketua Sekte sesat cobra merah merasa tangannya kebas oleh Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti yang di sertai ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pria tua sadis itu terkejut dan terdesak oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh sakti sesat tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei yang gunakan ilmu ginkang rajawali emas sakti yang hebat sekali.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


Dessssssss !!


Kakek Ketua Sekte sesat cobra merah muntah darah menghadapi serangan maut dari Chen Si Lei yang segera menggunakan ilmu pedang Gunung Ling membabat habis pria ganas itu.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan senjata rahasia milik dari Sekte Sesat Cobra Merah yang marah sekali atas kematian ketua mereka yang di bunuh oleh Chen Si Lei secara ganas sekali.


Wuttttt!!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam beberapa orang musuh sakti sesat di sekitar dirinya dengan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh!!",teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan kipas dengan lompatan sangat cepat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat rajawali emas sakti menghantam hancur Mustika Naga.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei bila sudah marah sekali bisa jauh lebih ganas sekali daripada musuh sakti sesat yang paling kejam sekali pun, Chen Si Lei sanggup menghantam para musuh sakti sesat secara luar biasa ganas sekali bagai seekor naga langit yang mengguncang ekor sanggup menghantam bumi.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh ilmu naga langit menerkam matahari dari Chen Si Lei yang sudah mempelajari ilmu mukjizat tingkat tinggi di dalam dunia kangouw tingkat manusia setengah Dewa.


Chen Si Lei mempelajari ilmu -ilmu itu di Pulau Persik sejak berusia tiga tahun di ajarkan oleh Si Rambut Emas Sakti Wen Li Sa serta Kakek Dewa Bumi Laut Timur yang pernah terdampar di Pulau Persik dan tidak sengaja jumpa Chen Si Lei yang sedang berenang untuk mengambil Mustika naga laut timur untuk ujian dari Wen Li Sa.


"Xiao Lei kau harus ambil Mustika naga dalam waktu tiga detik kalau gagal, maka kau tak bisa makan selama tujuh hari",kata Wen Li Sa pada saat itu.


"Bibi Wen Li Sa aku hanya anak kecil usia tiga tahun",kata Chen Si Lei membantah wanita sakti itu.


"Bukan anak kecil tapi kau sudah tiga tahun",kata Wen Li Sa galak sekali kepada Chen Si Lei.


"Bibi. ..",kata Chen Si Lei yang di ceburkan ke laut samudera lepas oleh Wen Li Sa yang menguji kemampuan fisik dan mental Chen Si Lei.


Chen Si Lei berhasil menemukan Mustika naga yang sebenarnya mainan anak kecil yang di buang oleh Wen Li Sa untuk ujian fisik Chen Si Lei.


"Minum arak persik itu ", kata Wen Li Sa memaksa Chen Si Lei minum arak usia empat tahun untuk ujian darah panas dalam tubuh Chen Si Lei.


Chen Si Lei sejak bayi di mandikan arak persik oleh Wen Li Sa untuk menyerap hawa murni dari bumi pulau persik sedangkan menyelam di lautan timur sebagai menyerap hawa langit pulau persik yang berkulitivasi tahap tinggi.


Maka usia enam tahun Chen Si Lei sudah bisa menguasai ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik milik Wen Li Sa serta ilmu lainnya yang di luar ilmu pulau persik.


"Bocah aku akan mengajarkan mu ilmu gravitasi bumi dan langit",kata Kakek tua yang terdampar di pulau persik saat Chen Si Lei berusia lima tahun, dan Chen Si Lei mempelajari ilmu mukjizat Dewa Bumi Timur selama tiga bulan saja, Chen Si Lei berhasil menguasai ilmu mukjizat kakek itu.


"Kau sungguh anak ajaib bocah",kata Kakek itu mengagumi Chen Si Lei.


"Apakah kau reinkarnasi Kaisar Langit yang turun ke Bumi untuk menyelamatkan manusia ?", tanya Kakek tua itu lagi kepada Chen Si Lei.


"Aku tidak tahu, aku hanya Chen Si Lei",jawab Chen Si Lei jujur sekali.


"Kau bisa melihat hewan di atas langit kita itu apa ?", tanya kakek tua itu.


"Naga Langit Emas peliharaan Dewi Kuan Im yang melindungi ku",jawab Chen Si Lei.


"Apa kau sungguh bisa melihat naga di langit ?", tanya Kakek tua itu takjub sekali kepada Chen Si Lei.


"Ya aku bisa lihat dan aku bisa mencium aroma lain yang berbeda dengan pulau persik",jawab Chen Si Lei polos dan jujur sekali.


"Kau sungguh menakjubkan bocah langit yang reinkarnasi untuk membantu para manusia di dunia bisa hidup bahagia",kata kakek Dewa Bumi Timur.


"Aku hanya anak kecil biasa saja Locianpwe",kata Chen Si Lei menggunakan satu jari telunjuk untuk mengeluarkan ilmu mukjizat angin beliung yang sangat besar sekali untuk membunuh beberapa bajak laut yang ingin mendekati pulau persik.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para bajak laut tewas dalam serangan maut dari Chen Si Lei yang baru berusia lima tahun.


"Kau kurang kejam ", kata Wen Li Sa bila Chen Si Lei mengampuni seorang yang tidak sengaja mengganggu Wen Li Sa yang sedang asyik melamun di pulau yang berdekatan dengan pulau persik.


"Bibi Wen Li Sa kita harus bisa memaafkan orang yang sudah minta maaf kepada kita",kata Chen Si Lei.


"Jika kau terlalu lemah bagaimana kau bisa menjadi manusia hebat di dunia ini Xiao Lei",ucap Wen Li Sa memukul kepala Chen Si Lei dengan kemoceng yang menjadi senjata hebat wanita itu.


"Ya bibi ", kata Chen Si Lei patuh kepada Wen Li Sa yang kadang baik sekali juga kadang kejam sekali kepada Chen Si Lei.


Dan kini Chen Si Lei yang sudah berusia dua puluh dua tahun menjadi seorang pemimpin tunggal di Tionggoan yang sangat terkenal di dunia kangouw sebagai seorang Pendekar Rajawali Emas Sakti yang sangat hebat sekali sehingga para musuh takut terhadap Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis para musuh sakti sesat dengan berkelebatan di sekitar para musuhnya.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Paduka hamba datang ", kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu golok sakti.


Crakkkkkk !!


"Wu Sin Hao bagaimana yang lain ?",tanya Chen Si Lei seraya membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


"Banyak yang tewas termasuk teman -teman kita",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membabat habis kepala musuh sakti dengan cepat dan ganas sekali.


Crakkkkkk !!


"Musnahkan mereka !!", teriak Chen Si Lei menggerakkan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terkejut sekali melihat perubahan ilmu mukjizat Chen Si Lei yang semakin kejam sekali kepada para musuhnya.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Gadis Laknat !!Ku habisi kau!!",hardik Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala gadis sesat itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggerakkan golok membunuh orang sakti sesat secara cepat dan ganas sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.

__ADS_1


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau sungguh kejam sekali kepada kami!!Lihat aku akan membunuh mu !!!", hardik pria sadis sambil mengayunkan pedang untuk memotong leher Chen Si Lei yang segera mengelak dengan cepat dan menangkis serangan pedang mukjizat sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga Chen Si Lei berhasil menolong dirinya sendiri.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Trangggggg !!


"Lancang !!Ku bunuh kau !!", hardik Chen Si Lei yang segera menggunakan ilmu pedang Gunung Ling membabat habis pria ganas itu.


Wuttttt !!!!


Crakkkkkk !!!!


Chen Si Lei menggunakan gerakan kilat menyambar membabat habis kepala pria ganas yang menjadi wakil ketua Sekte Sesat Cobra Merah dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk! !


Crakkkkkk !!!


Chen Si Lei menggerakkan kipas memotong leher pria yang sangat jahat sekali dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo yang sangat hebat sekali.


Crakkkkkk !!


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sungguh sangat hebat sekali sehingga para musuh terdesak hebat oleh ilmu mukjizat golok sakti Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Wuttttt !!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!


Trangggggg !!!


"Hyatttttttttttttt !!", teriak Chen Si Lei melompat cepat mengerahkan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat pedang Gunung Ling membabat habis pria ganas yang ingin membunuh dirinya dengan sangat ganas sekali sehingga pria itu berhasil di babat habis oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sejumlah besar musuh sakti sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei menggunakan gerakan angin ****** beliung yang sangat besar dan ganas sekali membasmi sejumlah orang yang memiliki hawa sesat berbahaya bagi keselamatan dirinya dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Wuttttt !!!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala musuh sakti dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali dengan ilmu gravitasi bumi menghantam hancur para musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali.


Wuttttt !!


Bressssss !!


"Aghhhhhh !!", teriak para musuh tewas hancur oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Plakkkkkk !!


"Rasakan ilmu mukjizat telapak sakti Mustika naga laut timur ku!!Aku senantiasa bahagia berjumpa dengan mu lagi Kakek Ketua Sekte Sesat Lintah Timur!!",hardik Chen Si Lei yang sudah mengetahui musuhnya yang sudah di ketahui sejak Chen Si Lei usia tujuh tahun.


"Kau bocah yang tinggal di pulau kecil yang bernama pulau burung putih?",tanya kakek tua itu terkejut sekali karena teringat dengan Chen Si Lei adalah bocah dulu yang sudah membunuh banyak muridnya di pulau Ekor Sapi.


"Betul sekali Locianpwe ganas !!", hardik Chen Si Lei menggunakan kipas dengan ilmu pedang rajawali emas sakti membabat habis kepala ketua Sekte Sesat lintah timur.


Crakkkkkk !!!


Crakkkkkk !!!


Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis sisa musuh sakti sesat secara cepat dan ganas sekali menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


Crakkkkkk !!


"Paduka ", panggil Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kelelahan bertarung melawan para musuh sakti sesat yang sudah di habisi oleh Chen Si Lei secara hebat sekali sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kagum dengan kehebatan ilmu sakti Sang Pendekar Rajawali Emas Sakti.


"Wu Sin Hao kau minumlah air madu agar kau tak lelah",kata Chen Si Lei berikan air madu dari botol minuman khusus untuk Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Paduka anda baik sekali kepada hamba",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang berkaca -kaca terharu dengan kebaikan hati Kaisar Tang Agung kepadanya.


"Kau tunggu di sini. Aku harus membunuh pria yang berada di puncak gunung Bunga Champa Merah Muda yang sudah membunuh banyak orang di desa besar bunga Champa Merah Muda ", kata Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Iya Paduka hati - hati",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berpesan agar Chen Si Lei berhati -hati dalam menghadapi lawan tangguh nya.


"Ya terimakasih Wu Sin Hao",kata Chen Si Lei menepuk bahu Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk meyakinkan pria sahabatnya itu bahwa Chen Si Lei akan aman.


Brrrrrrrrrrrrr !!


Chen Si Lei berkelebat cepat ke gunung bunga Champa Merah Muda dengan ilmu ginkang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga pria lawannya terkejut sekali melihat kelihaian ilmu mukjizat ginkang Chen Si Lei yang sangat hebat sekali.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti aku senang sekali bisa bertemu dengan mu",kata pria gagah perkasa dari Sekte Sesat Beruang Merah yang berwajah tampan dan ganas sekali.


"Aku juga sangat senang sekali bisa bertemu dengan mu kakak Ji yang sudah aku kenal sejak aku usia lima tahun pada saat aku sedang mencari batu merah untuk menghimpun hawa mukjizat api untuk guru ku",kata Chen Si Lei tersenyum dingin sekali terhadap pria ganas itu.


"Oh kau bocah pulau yang suka mengganggu urusan kami dengan orang lain di sekitar kepulauan timur Tionggoan",kata Ketua Sekte Sesat Beruang Merah ingat kepada Chen Si Lei.


"Ya aku suka sekali menolong orang dalam kesulitan yang di sebabkan oleh para anak buah mu",kata Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan maut dari pria ganas itu yang menyerang Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat sesat yang sangat berbahaya bagi keselamatan Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Bressssss !!


Ketua Sekte Sesat Beruang Merah berkelebat cepat menghindari serangan maut dari Chen Si Lei yang sangat terkenal sebagai Pendekar Rajawali Emas Sakti di Tionggoan.


Wuttttt !!


Syuutttttttt !!


Plakkkk !!


Dessssssss !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga pria ganas itu terkejut sekali karena Chen Si Lei sungguh sangat hebat sekali mengetahui ilmu mukjizat sesat yang berada di tangan kanannya.


Singggggg!!


Cranggg !!


Chen Si Lei menggunakan kipas menangkis serangan pedang mukjizat sesat dari pria ganas sekte sesat beruang merah dengan ilmu pedang rajawali emas sakti yang sangat hebat sekali sehingga ketua Sekte Sesat beruang merah terdesak hebat oleh Chen Si Lei.


Wuttttt !!


Trangggggg !!


Ketua Sekte Sesat Beruang Merah menggunakan ilmu pedang sesat beruang api racun yang berbahaya bagi keselamatan Chen Si Lei yang segera menangkis pedang milik Ketua Sekte sesat beruang merah dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Trangggggg !!


Trangggggg !!


Chen Si Lei menggunakan ilmu pedang rajawali emas sakti menangkis serangan pedang mukjizat sesat Ketua Sekte Sesat Beruang Merah yang sangat kejam sekali sejak Chen Si Lei masih kecil dan sekarang Chen Si Lei berjumpa kembali dengan pria ganas itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Trangggggg !!


Ketua Sekte Sesat Beruang Merah merasa kesal sekali karena Chen Si Lei sangat hebat sekali sehingga dia terdesak hebat oleh ilmu mukjizat bocah pulau itu.


Wuttttt !!


"Matilah kau bocah pulau Laknat !!", hardik pria sadis itu menggunakan pedang untuk memotong leher Chen Si Lei yang segera menangkis pedang milik Ketua Sekte Sesat Beruang Merah dengan ilmu pedang mukjizat Gunung Guo sehingga Chen Si Lei berhasil membabat habis kepala pria ganas itu dengan kecepatan kilat.


Crakkkkkk !!


"Kau yang mati oleh ku kakak Ji",kata Chen Si Lei tersenyum dingin sekali kepada musuhnya itu.


"Bocah laknat kau membunuh saudara ku!!!Aku bunuh kau !!", hardik gadis cantik jelita sekali yang menggunakan ilmu pedang sesat untuk menghadapi Chen Si Lei yang segera menangkis serangan pedang mukjizat sesat dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.

__ADS_1


Trangggggg !!


"Kau Nona Li Li yang dulu suka mengganggu para pemuda di sekitar kepulauan timur Tionggoan ", kata Chen Si Lei menggunakan kipas membabat habis kepala gadis sesat itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.


Crakkkkkk !!


"Kau jahat sekali Xiao Lei",kata seorang gadis remaja berusia lima belas tahun yang amat cantik jelita sekali yang sudah di ketahui oleh Chen Si Lei sejak Chen Si Lei masih kecil sekali.


"Miya kau ingat kepada ku sahabat kecil mu",kata Chen Si Lei mengenali gadis itu adalah teman masa kecil Chen Si Lei.


"Tentu saja aku masih mengenali mu tapi sekarang kau sudah berbeda dengan yang dulu.Kau sangat kejam",kata Miya gadis pulau bunga Lily yang dekat sekali dengan pulau persik yang menjadi tempat tinggal Chen Si Lei.


"Karena mereka adalah kaum sesat, maka aku harus basmi mereka",kata Chen Si Lei tegas sekali dalam suku kata yang diucapkan oleh Chen Si Lei sehingga Miya tak bisa membantah ucapan Chen Si Lei.


"Lei Lei ", kata Miya berlari masuk ke dalam pelukan Chen Si Lei.


"Miya aku tahu bahwa kau adalah gadis yang sangat baik hati dan kaum bersih yang sangat lihai sekali sejak kita masih kecil",kata Chen Si Lei membelai lembut rambut panjang gadis amat cantik jelita sekali memakai pakaian serba putih itu.


"Semua keluarga ku sudah hancur oleh para pasukan Sekte Sesat burung hitam cabang delapan, dan kini aku tidak memiliki siapa -siapa lagi. Aku sebatang kara, Lei Lei ", kata Miya menangis di pelukan Chen Si Lei.


"Kini kau tak sebatang kara lagi karena kau sudah bertemu dengan ku.Aku akan menemani mu seumur hidup ku sebagai kakak dan sahabat mu",kata Chen Si Lei menghibur gadis yang menangis di pelukan nya.


"Aku tidak mau menjadi adik dan sahabat mu.Aku mau menjadi istri mu sesuai dengan janji kita saat kita masih kecil",kata Miya menatap Chen Si Lei.


"Aku dulu belum tahu akan masa depan ku sekarang ini adalah Seorang Kaisar Tang Agung yang memiliki banyak wanita yang menjadi istri ku yang bergelar aneka macam gelar. Kau masih lima belas tahun dan kau masih bisa mencari dan menemukan pria yang jauh lebih baik daripada aku. Dulu aku masih usia dua belas tahun saat aku bicara untuk menikahi mu saat kamu masih berusia tujuh tahun.Anggaplah ucapan ku dahulu adalah ucapan anak kecil",kata Chen Si Lei.


"Aku tidak peduli aku harus menikah dengan mu karena aku sudah bersumpah bahwa setelah aku dewasa. Aku mau menikah dengan mu.Kau kan Kaisar Tang Agung. Tambah satu istri yaitu aku..Tidak ada masalah bagi mu..Ayolah Lei Lei terima aku sebagai seorang wanita mu",kata Miya menarik kerah baju Chen Si Lei untuk membuat pria itu menunduk kepadanya.


"Akan ku pikirkan kembali",kata Chen Si Lei menarik gadis itu untuk menjauh dari nya.


"Koko Lei Lei",kata Miya berlari mengejar Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat kembali ke kaki gunung bunga Champa Merah Muda.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menunggu Chen Si Lei dengan sabar di kaki gunung bunga Champa Merah Muda, kini Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao terkejut melihat Chen Si Lei telah kembali ke tempatnya di ikuti oleh seorang gadis remaja berusia lima belas tahun yang amat cantik jelita sekali memakai pakaian serba putih dan hebat sekali sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengagumi kecantikan wajah gadis yang mengikuti Chen Si Lei.


"Paduka anda sudah berhasil menghabisi musuh anda dengan waktu hanya dua hari hamba menunggu sampai anda kembali ke tempat hamba berada di kaki gunung bunga Champa Merah Muda",ucap Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kagum dengan kehebatan dari Sang Penguasa Tunggal Tionggoan.


"Ya aku sudah menghabisi mereka yang sudah membunuh rakyat ku",kata Chen Si Lei berada di dekat Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao yang menjura hormat kepada Miya yang menggandeng tangan Chen Si Lei.


"Hormat hamba Wu Sin Hao kepada Nona ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Putri Miya calon selir ke tujuh Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Miya tegas dan keras kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Baik Hormat hamba Wu Sin Hao kepada Putri Miya",ulang Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menyapa hormat kepada gadis yang menggandeng tangan Kaisar Tang Agung.


"Hmm Miya tolong jaga jarak dengan ku",kata Chen Si Lei melepaskan diri dari gadis itu.


"Koko Lei Lei bagaimana kau ini kita kan sudah pernah berciuman waktu kita di pulau burung putih?",tanya Putri Miya membuka rahasia masa lalu mereka.


"Ahh!!",teriak Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kaget sekali mendengar ucapan gadis itu.


"Jangan dengarkan dia ,gadis ini memang sedikit sinting",kata Chen Si Lei.


"Aku tidak sinting. Aku jujur ", kata Putri Miya mengejar Chen Si Lei berjalan terus menerus kembali ke desa besar bunga Champa Merah Muda.


"Jika kau tak sinting, jangan bicara hal itu di muka umum. Apakah kau tidak ada rasa malu sebagai seorang gadis remaja ?!", ucap Chen Si Lei memerah marah.


"Ah ya aku minta maaf, lain kali aku akan jaga rahasia kita berdua",kata Miya.


Chen Si Lei menjitak kepala Putri Miya dengan gemas sekali terhadap gadis yang menjadi sahabat kecil Chen Si Lei.


"Paduka kami sudah menyelesaikan tugas kami dengan baik",lapor para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti begitu Chen Si Lei sudah tiba di desa besar bunga Champa Merah Muda bersama Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan gadis asing .


"Pendekar Rajawali Emas Sakti ", panggil Xiao Li Ya menggendong bayi laki-laki adopsi Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao tersenyum senang sekali melihat Chen Si Lei dalam keadaan sehat dan selamat usai menghadapi tantangan dari Ketua Sekte sesat burung hitam cabang sembilan yang ternyata adalah manipulasi belaka untuk menghancurkan desa besar bunga Champa Merah Muda yang di jaga ketat oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Tujuan utama mereka adalah aku tidak mampu menjaga rakyat ku dan mereka yang berada di Istana Kekaisaran Tang Agung bisa menggulingkan kekuasaan ku ,maka teman -teman seperjuangan mereka di luar Istana Kekaisaran Tang Agung bisa merajalela menguasai Tionggoan.Aku harus menemukan mereka yang ada di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung yang menjadi musuh dalam selimut dan mengkhianati ku",kata Chen Si Lei mengepalkan tinju nya dengan marah sekali.


"Paduka anda sungguh benar sekali, karena itu kita harus selidiki siapa saja yang terlibat dalam kasus di desa besar bunga Champa Merah Muda yang berada di dalam rumah anda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menggendong bayi laki-laki adopsi nya dari Xiao Li Ya yang sudah melakukan tugas lain sesuai perintah Chen Si Lei, yaitu berkemas untuk keperluan perjalanan mereka keluar dari desa besar bunga Champa Merah Muda.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah memutuskan untuk mengantarkan bayi itu ke rumahnya di Ibukota Kekaisaran Tang Agung dengan menitipkan Wu Long Sin ke salah satu dari anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang di perintah oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Xu Kai tolong kau antarkan Wu Long Sin ke rumah ku agar kedua orang istri ku yang akan merawatnya di rumah kami",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Ya Tuan Besar Wu ", kata Xu Kai anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Sementara itu Putri Miya mencari cara untuk bisa dekat dengan Chen Si Lei yang sedang sibuk membuat pangsit kuah untuk rakyat desa besar bunga Champa Merah Muda yang masih hidup dan selamat dari ledakan tersebut.


"Mereka adalah rakyat yang berhasil di selamatkan oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti saat perang berlangsung, mereka berada di luar desa besar bunga Champa Merah Muda, maka mereka terselamatkan dari kematian tak wajar",kata Chen Si Lei membungkus daging cincang halus dalam kulit pangsit.


"Kau sungguh pintar sekali membuat pangsit kuah",kata Putri Miya kagum sekali dengan bakat masak dari Chen Si Lei.


"Dulu aku harus hidup mandiri sejak aku bayi oleh bibi ku,maka aku bisa masak untuk diriku sendiri",kata Chen Si Lei mengkukus pangsit di wajan yang tertutup.


"Aku tahu kau hidup mu saat itu sangat menderita, tapi sekarang kau sudah kaya raya dengan hidup mewah di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung",kata Putri Miya membantu Chen Si Lei membuat api untuk masak pangsit kuah .


"Kita harus cari bawang putih untuk membuat kuah pangsit",kata Chen Si Lei.


"Pendekar Rajawali Emas Sakti biar hamba saja yang masak untuk membantu rakyat",kata Xiao Li Ya menawarkan diri untuk membantu Chen Si Lei.


"Tidak, aku ingin membuat suatu masakan dari tangan ku sendiri untuk rakyat ku bisa merasakan kehangatan dan kasih sayang ku terhadap mereka adalah kasih sayang seorang ayah dan ibu terhadap anak -anaknya",kata Chen Si Lei tulus hati untuk rakyatnya.


"Kau sungguh menakjubkan sebagai Kaisar Tang Agung",kata Putri Miya kagumi kebaikan hati Chen Si Lei terhadap rakyat.


"Terimakasih Miya",kata Chen Si Lei berhasil membuat makanan untuk rakyatnya yang sedang mengalami musibah akibat perang.


"Aku akan membantu mu untuk memberikan makanan dan minuman yang kau buat kepada mereka yang sangat kau sayangi",kata Putri Miya.


"Kau seorang putri harus melayani masyarakat dengan cinta kasih sayang",kata Chen Si Lei.


"Aku juga harus melayani mu sebagai wanita mu",kata Putri Miya mencium bibir Chen Si Lei secara cepat sebelum Chen Si Lei marah karena di cium di depan Xiao Li Ya yang segera berbalikan tubuh untuk tidak melihat kelakuan Putri Miya yang nakal kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti.


"Kau. ..",kata Chen Si Lei kaget sekali karena di cium oleh Putri Miya.


"Kenapa kau mau lagi, ya ?",tanya Putri Miya merengkuh wajah Chen Si Lei.


"Jangan ..",kata Chen Si Lei menepis tangan gadis itu untuk menghindari ciuman gadis nakal itu kepadanya.


"Kau sungguh manis bila malu",ucap gadis itu mengikut Chen Si Lei keluar dari dapur umum yang sudah di rapikan kembali oleh Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti seperti semula.


"Kau kenapa mengikuti ku terus ?", tanya Chen Si Lei yang ingin masuk ke kamar mandi.


"Aku ingin menemani mu",jawab gadis itu berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Baik,kau tunggu di luar kamar mandi",kata Chen Si Lei masuk dan menutup pintu kamar mandi dengan cepat.


"Tenanglah aku tidak akan mengintip mu ",jawab gadis itu tersenyum senang bisa menggoda Chen Si Lei.


"Tutup telinga mu ya?!",ucap Chen Si Lei sebenarnya kabur lewat jendela kamar mandi.


"Iya ", jawab gadis itu berdiri di depan pintu kamar mandi dengan patuh.


Chen Si Lei sudah berada di dalam kamar tidur rumah salah satu penduduk desa besar bunga Champa Merah Muda yang sudah kosong oleh pemiliknya sudah meninggal dunia karena perang beberapa hari yang lalu.


"Ah kau lama sekali di kamar mandi.Aku masuk ya?!",ucap Putri Miya sudah tujuh jam menunggu Chen Si Lei di depan pintu kamar mandi umum.


"Eh Tuan Putri kenapa ada di depan pintu kamar mandi khusus pria ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao saat pria itu ingin ke belakang dan berjumpa dengan putri itu di depan pintu kamar mandi umum.


"Aku menunggu Pendekar Rajawali Emas Sakti ",jawab gadis itu dengan wajah memerah malu dengan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Ah Paduka di kamar mandi ini sejak kapan ?", tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao heran sekali.


"Sejak tadi sore setelah masak pangsit kuah",jawab Putri Miya jujur.


"Sekarang sudah jam tengah malam, mana mungkin Paduka berada di kamar mandi selama tujuh jam",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membuka pintu kamar mandi yang ternyata kosong.


"Ahh aku di tipu oleh Chen Si Lei",kata Putri Miya kesal sendiri.


"Ah hamba tidak tahu ya..sekarang hamba ingin buang air besar.Anda tidak bisa melihat hamba di sini",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menutup pintu kamar mandi di hadapan Putri Miya.


"Kurang ajar!!Siapa yang mau melihat dirimu ?!", teriak gadis itu mengetuk pintu kamar mandi dengan keras sampai Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao jengkel dengan ulah gadis liar itu.


"Tuan Putri tolong jangan ganggu hamba dahulu.Hamba sedang sibuk",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merasa terganggu saat masa bebasnya.


"Siapa yang ingin mengganggu mu ?!!Dasar laki -laki tak punya perasaan !!", teriak gadis itu berjalan meninggalkan kamar mandi dengan langkah kesal.


Putri Miya berjumpa dengan seorang pria tua dari Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang berjalan ke arah berlawanan dengannya saat gadis itu akan mencari Chen Si Lei di seluruh tempat itu.


"Eh Tuan Putri apa salah hamba kepada anda ?", tanya pria tua itu sedih sekali di bentak oleh Putri Miya.


"Eh kau jangan menangis",kata teman -temannya menghibur pria tua itu.


"Apakah kalian semua tahu dimana Pendekar Rajawali Emas Sakti?",tanya gadis itu menatap tajam mereka semua.


"Tidak tahu",jawab Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti jujur sekali.


"Ah kalian bodoh sekali !!Apakah kalian bekerja sebagai prajurit nya tapi kalian tidak tahu dia berada ?!!Apakah kalian makan gaji buta ??!", teriak gadis itu marah kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Tuan Putri ...",kata Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti merasa sedih di marahi oleh Putri Miya.


"Ah sudahlah .Aku cari sendiri!!",teriak Putri Miya berlari ke seluruh desa besar bunga Champa Merah Muda untuk mencari dan menemukan Chen Si Lei.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah keluar dari kamar mandi dan menemukan para Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti sedang bersedih hati karena teguran keras dari Putri Miya terhadap mereka.


"Jangan sedih karena ucapan Putri Miya yang sedang marah karena menunggu di depan pintu kamar mandi pria oleh Paduka selama tujuh jam",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menceritakan tentang amarah Sang Putri karena di kerjai oleh Chen Si Lei.


"Oh begitukah ??Baiklah Tuan Besar Wu",jawab Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti ceria kembali.


Xiao Li Ya memperhatikan Putri Miya yang sibuk mencari tahu keberadaan Chen Si Lei dengan mencari Pendekar Rajawali Emas Sakti ke seluruh penjuru desa besar bunga Champa Merah Muda dari rumahnya di gang kecil di bagian utara desa itu.


"Tuan Putri anda ingin pergi ke mana ?", tanya Xiao Li Ya mengejar Putri Miya.


"Aku mau ke gunung bunga Champa Merah Muda untuk mencari pria hati batu ginjal yang sudah membuat ku ingin sekali menghukumnya",jawab Putri Miya.


"Ahh berbahaya Tuan Putri, jika anda pergi seorang diri ke gunung bunga Champa Merah Muda ", kata Xiao Li Ya mengikuti langkah Putri Miya yang sudah berjalan dengan cepat ke gunung bunga Champa Merah Muda.


"Eh kedua gadis itu keluar dari desa besar bunga Champa Merah Muda untuk cari Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengamati kedua orang gadis amat cantik jelita yang berusaha keras untuk mendapatkan perhatian dari Kaisar Tang Agung.


"Tuan besar Wu di gunung bunga Champa Merah Muda sedang ada bahaya karena ada beberapa orang sakti sesat yang mengintai kita yang berada di desa besar bunga Champa Merah Muda tetapi mereka tidak berani masuk ke desa besar bunga Champa Merah Muda karena ada Paduka yang menjaga keamanan dan keselamatan rakyat desa ini,maka mereka menunggu di luar desa untuk bisa menghancurkan kita",kata Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Kedua orang gadis itu dalam bahaya besar",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Apakah yang kita lakukan untuk menyelamatkan kedua Nona itu ?", tanya Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


"Kalian tunggu di sini. Aku yang akan pergi ke gunung bunga Champa Merah Muda untuk menolong kedua Nona itu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


"Ya tuan besar Wu",kata Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao berkelebat cepat ke gunung bunga Champa Merah Muda untuk menolong kedua orang gadis yang sedang mencari keberadaan Chen Si Lei yang di duga oleh kedua gadis itu telah pergi ke gunung bunga Champa Merah Muda untuk menghindari Putri Miya.


Padahal Chen Si Lei sedang tidur pulas di dalam kamar tidur di salah satu rumah penduduk desa besar bunga Champa Merah Muda tanpa ada gangguan dari siapa pun, terutama gangguan dari Putri Miya yang selalu mengganggu waktu santai Chen Si Lei.

__ADS_1


__ADS_2