Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti

Lentera Keabadian Dan Pendekar Rajawali Emas Sakti
Ilmu Rahasia Keluarga Yuen.


__ADS_3

Pada pagi hari yang berkabut putih yang sangat indah di tambah awan -awan di langit begitu cerah dan hangat matahari pagi membuat suasana hati setiap orang menjadi tenang dan nyaman berada di desa Suku Yuen yang sangat permai dan memiliki keindahan tersendiri.


Termasuk Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menyukai desa suku Yuen karena desa ini berada di puncak anak gunung Baodingsan yang panorama alam yang memikat hati setiap orang yang berkunjung ke desa itu,maka pada hari itu di sebuah tebing yang indah.


Chen Si Lei menghirup udara segar pegunungan Baodingsan barat daya dengan senyuman damai di bibirnya yang sangat indah sekali, saat ini Chen Si Lei duduk bersila untuk menghimpun hawa mukjizat murni dari bumi dan langit pegunungan Baodingsan.


Selama tiga jam setiap pagi hari Chen Si Lei selalu berada di tempat itu untuk Chen Si Lei bisa menyerap hawa murni dari bumi dan langit pegunungan yang memiliki hawa hebat sekali untuk menambah kekuatan mukjizat di dalam tubuh Chen Si Lei.


"Paduka bisakah anda membuka sepasang mata anda untuk satu menit saja agar anda bisa melihat sesuatu yang ingin saya perlihatkan kepada anda?",tanya Kepala suku Yuen Dao pada hari itu mendatangi Chen Si Lei yang sedang duduk bersila di tebing ujung gunung Baodingsan.


" Ya paman ", jawab Chen Si Lei membuka sepasang matanya dan tersenyum .


Kepala Suku Yuen Dao memperlihatkan sebuah jubah kuno milik leluhur keluarga Yuen dan terlihatlah sebuah ilmu mukjizat rahasia milik keluarga Yuen pada jubah itu .


" Ah untuk apa kau memperlihatkan jubah kuno yang berisi gambar ilmu silat sakti milik keluarga mu kepada ku ?", tanya Chen Si Lei heran sekali.


"Untuk di berikan kepada anda sebagai seorang yang patut menerima pusaka asli leluhur keluarga Yuen ", jawab Kepala suku Yuen Dao melipat kembali jubah kuno itu dan memberikannya kepada Chen Si Lei.


"Ah tidak perlu, paman. Aku tidak bisa menerima pusaka asli dari leluhur mu",kata Chen Si Lei halus menolak untuk menerima pusaka kuno itu.


"Paduka jika anda tidak menerima pusaka leluhur hamba maka hamba akan sakit hati dan marah kepada anda. Apakah anda ingin bermusuhan dengan kami di desa suku Yuen ?",kepala suku Yuen Dao memaksa Chen Si Lei menerima pusaka asli leluhur nya.


"Baiklah aku terima pusaka keluarga mu . Terimakasih paman",kata Chen Si Lei.


"Satu lagi yang harus anda terima untuk menyatukan keluarga Yuen dengan anda ",kata kepala suku Yuen Dao duduk di atas batu dekat Chen Si Lei.


"Apa itu yang harus aku terima lagi dari paman Yuen?",tanya Chen Si Lei sopan.


"Menikah dengan cucu perempuan hamba yang terakhir dan bernama Yuen Mi Mi agar hamba tenang menyerahkan masa depan cucu hamba kepada orang yang tepat ,yaitu anda yang pantas untuk menjadi pelindung cucu hamba",Kepala suku Yuen Dao memanggil cucu perempuan nya yang sudah berada di balik pohon yang terdekat dengan mereka.


Yuen Mi Mi berjalan dengan anggun dan elegan menghampiri kakeknya yang di dekat Kaisar Tang Agung, lalu gadis itu bersujud hormat kepada Chen Si Lei dan duduk di dekat kakeknya.


"Paduka inilah cucu perempuan hamba yang bernama Yuen Mi Mi, hamba harap anda bisa menerima cucu hamba dengan baik",kata Ketua Suku Yuen Dao meraih jemari cucunya untuk di serahkan kepada Chen Si Lei.


"Mi Mi mulai hari ini kau harus menjaga dirimu dan patuh kepada Paduka Kaisar Tang Agung sebagai seorang pria,suami dan Kaisar mu ",kata Ketua Suku Yuen Dao memakaikan cucunya sebuah kalung leluhur keluarga Yuen dan cincin batu ruby kepada Chen Si Lei.


" Baik kakek,saya patuh kepada kakek",jawab Yuen Mi Mi beri hormat kepada kakeknya.


"Paduka hamba serahkan cucu hamba kepada anda tolong jaga dia dengan baik dan kasih sayang supaya hamba bisa merelakan cucu hamba kepada Paduka Kaisar Tang Agung yang hamba hormati dengan sepenuh hati hamba",kata Ketua Suku Yuen Dao bersujud hormat kepada Chen Si Lei yang segera meraih jemari kakek itu untuk berdiri di hadapannya dan sebagai gantinya Chen Si Lei yang beri hormat kepada kakek itu bersama Yuen Mi Mi .


"Saya Tang Si Lei memberi hormat kepada kakek Yuen Dao,saya berjanji akan selalu menjaga Yuen Mi Mi dengan baik seumur hidup saya dan saya berjanji untuk tidak akan pernah menyakiti dan mengecewakan hati kakek yang sangat baik kepada saya untuk menyerahkan cucu kakek kepada saya",kata Chen Si Lei memberikan hormat nya sebanyak tiga kali bersama Yuen Mi Mi kepada Ketua Suku Yuen Dao yang menangis terharu karena ketulusan hati dari Kaisar Tang Agung terhadap dirinya.


"Baiklah aku akan segera menyiapkan hari pernikahan untuk kalian berdua di desa suku Yuen ini",kata Ketua Suku Yuen Dao bersemangat sekali untuk siapkan segala sesuatu untuk pernikahan antara Chen Si Lei dengan cucunya .


"Mi Mi ayo ikut kakek untuk bersiap -siap untuk pernikahan mu ",kata kakek itu kepada cucunya.


Yuen Mi Mi mematuhi kakeknya dengan ikut kembali ke rumahnya di tengah desa suku Yuen karena kakeknya ingin segera mengumumkan berita gembira kepada semua rakyat desa suku Yuen beserta keluarga lainnya.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao merasa bahagia mengetahui berita gembira yang menyatakan bahwa Kaisar Tang Agung mengadakan pernikahan resmi kepada Yuen Mi Mi sesuai adat istiadat suku Yuen serta sesuai peraturan pernikahan ala Kekaisaran Tang Agung.


"Perintah dari Paduka Kaisar Tang Agung bahwa sejumlah besar Dewan Agung bagian pernikahan Kaisar untuk segera melakukan tugasnya untuk Kaisar Tang Agung yang akan menikah secara resmi dengan cucu perempuan kepala suku Yuen Dao ", tulis Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mengirimkan maklumat perintah Chen Si Lei ke Istana Kekaisaran Tang Agung melalui burung merpati yang kukunya di beri warna emas putih.


Kekaisaran Tang Agung menerima surat perintah tersebut dengan sigap sekali karena Ibu Suri Ling begitu bahagia mengetahui Kaisar Tang Agung akan segera menikah dengan seorang wanita dari suku Yuen, maka ia segera mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik untuk menyambut kedatangan menantu barunya dan berdoa untuk Kaisar Tang Agung segera memberikannya seorang cucu laki-laki lagi.


"Aku sungguh bahagia sekali mendengar putra ku sendiri meminta persiapan resmi untuk pernikahan nya yang akan datang. Aku sudah tidak sabar menunggu kedatangan menantu baru ku dan aku ingin di akhir tahun ini akan datang seorang cucu laki-laki baru untuk ku ",kata Ibu Suri Ling tersenyum bahagia sekali di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.


Sementara itu Li Shao Ning diam -diam menyelidiki semua orang di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung untuk membantu suaminya yang berada di luar Istana Kekaisaran Tang Agung.


"Aku harus mencari tahu tentang identitas diri semua orang yang berada di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung terutama di bagian mantan istri Kaisar Tang Yu Feng secara teliti dan cermat. Silsilah keluarga mereka serta hubungan mereka dengan para anggota parlemen lain yang berhubungan dengan kedua orang tua Koko Lei Lei",kata Li Shao Ning pada dirinya sendiri.


Saat ini Li Shao Ning berbincang dengan Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang mengunjungi dia di kediaman pribadi Li Shao Ning.


"Terimakasih atas kunjungan Paduka Selir Agung pertama Putri Lin Lin kepada ku yang hanya seorang selir ke empat biasa saja",kata Li Shao Ning ramah sekali kepada Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang bertujuan untuk mengetahui cara untuk menyingkirkan wanita yang berada di hadapannya.


"Sama-sama adik Shao Ning. Aku senang hati mengunjungi mu karena kau adalah adik madu ku apalagi kau sedang hamil yang tentunya sangat ingin sekali ada seorang yang memerhatikan mu ",kata Selir Agung pertama Putri Lin Lin nada halus dan lembut sekali kepada Li Shao Ning yang tersenyum ramah sekali.


"Iya kau benar sekali. Ayo silakan nikmati hidangan yang sudah aku siapkan untuk kakak Selir Agung pertama Putri Lin Lin ", kata Li Shao Ning menawarkan berbagai macam jenis makanan dan minuman yang tersedia di Istananya kepada Selir Agung pertama Putri Lin Lin.


"Terimakasih adikku yang manis",jawab Putri Lin Lin mencicipi makanan tersebut dengan sopan.


Lalu mereka berdua berjalan -jalan bersama di sekitar Istana bagian harem Kaisar Tang Agung dengan kehangatan persaudaraan. Li Shao Ning sama sekali tidak pernah ada rasa curiga terhadap Lin Lin yang menjadi kakak madunya yang baik dan ramah.


Tapi Putri Lin Lin memiliki perasaan iri hati dan pikiran jahat terhadap Li Shao Ning bahkan memiliki niat untuk membunuh wanita hamil ini untuk mendapatkan kembali Kaisar Tang Agung ke sisinya, maka ia mengajak Li Shao Ning berjalan -jalan di istana bagian harem Kaisar Tang Agung terdahulu tanpa di ketahui oleh Li Shao Ning.


Li Shao Ning melihat -lihat bangunan yang ada di sekitar lokasi yang di kunjungi olehnya,tapi tiba-tiba ia merasa bahwa ia tidak seharusnya berada di tempat ini karena hawa nya berbeda dengan hawa sekitar Istana Kekaisaran Tang Agung yang lainnya.


"Cici Lin Lin ini tempat apa ?", tanya Li Shao Ning mulai cemas.


"Tempat mu masuk Surga ", jawab Putri Lin Lin tersenyum licik sekali.


"Eg apa maksud mu Cici?",tanya Li Shao Ning mengerutkan kening menatap Lin Lin dengan bingung.


"Kuburan mu ",jawab Lin Lin menepuk tangannya untuk memanggil sekelompok orang dari berbagai penjuru arah istana tersebut.


Li Shao Ning terperanjat kaget sekali karena dirinya di kurung oleh para pasukan keamanan dan keselamatan Selir Agung pertama Putri Lin Lin beserta seorang pria ganas sekali yang membelai lembut Lin Lin dengan mesra sekali.

__ADS_1


"Cici siapa dia ? Siapa laki-laki itu dan kenapa kau mau saja di sentuh oleh jemari nya ?", tanya Li Shao Ning kaget sekali karena Lin Lin membiarkan pria ganas itu menyentuh wajahnya yang seharusnya terlarang bagi pria lain selain Kaisar Tang Agung sebagai suami mereka.


"Pangeran Muda Phing Cu dan dia adalah suami kedua ku",jawab Lin Lin seraya membiarkan pangeran itu menciumnya mesra di hadapan Li Shao Ning.


"Gila sekali kau berani mengkhianati kepercayaan Koko Lei Lei terhadap mu",kata Li Shao Ning marah sekali kepada Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang ternyata sangat kotor sekali.


"Jangan pernah bicara tentang kepercayaan kepada ku. Dia sendiri juga tidak pernah mencintai ku .Aku seorang wanita yang juga ingin merasakan sentuhan kasih sayang seperti yang dia berikan kepada mu .Li Shao Ning kaulah yang membuat Koko Lei Lei menjauh dari ku . Sekarang rasakan bagaimana aku bisa melenyapkan mu dan bayi mu ",kata Putri Lin Lin memberi isyarat untuk para anggotanya untuk membunuh Li Shao Ning.


Lima puluh orang mengurung Li Shao Ning dan menyerangnya dengan ganas sekali sehingga Li Shao Ning harus menggunakan ilmu meringankan tubuhnya untuk menghindari serangan maut dari para anak buah pangeran Muda Phing Cu yang menjadi kekasih gelap Selir Agung pertama Putri Lin Lin.


Wuttttt


"Wanita cantik jelita tolong jangan bertingkah laku jual mahal di hadapan ku",kata Pangeran Muda Phing Cu melompat ke belakang Li Shao Ning dengan niat untuk menangkap wanita yang mengiurkan dahaga birahi pangeran itu yang sudah bosan dengan Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang ternyata biasa saja tidak seistimewa Li Shao Ning yang benar-benar cantik jelita sekali bagaikan seorang Dewi Kahyangan yang turun ke Bumi.


"Hei kau jangan sembarangan ya ?!", hardik Li Shao Ning marah sekali kepada pria muda mesum itu.


"Phing Cu tugas mu adalah membunuhnya bukan merayu nya ", kata Lin Lin kesal karena kekasihnya centil sekali kepada Li Shao Ning.


"Ya sayang. Aku sedang berusaha untuk membunuhnya",kata Phing Cu memeluk Lin Lin dengan cepat agar wanita itu tidak cemburu dan membahayakan nyawa nya.


"Ya sana cepat bunuh dia lalu kau bisa bersenang - senang dengan ku",kata Lin Lin mencium kekasihnya kembali.


Phing Cu berkelebat cepat menggerakkan pedang mukjizat sesat yang berracun ganas sekali sehingga Li Shao Ning terkejut sekali dan terdesak hebat oleh ilmu pedang sesat Phing Cu.


Di saat yang genting inilah muncul burung rajawali emas sakti menangkis pedang milik Phing Cu dengan sayapnya yang warna keemasan sehingga Li Shao Ning berhasil di selamatkan oleh burung rajawali emas sakti yang segera membawa Li Shao Ning pergi dari tempat itu.


"Kurang ajar burung sialan itu telah menggagalkan rencana ku!!",Selir Agung pertama Putri Lin Lin marah besar terhadap burung rajawali emas sakti.


"Sayang ku bukankah itu bagus sekali untuk kita menjalankan rencana kedua kita yaitu memberitahu Ibu Suri Ling bahwa Li Shao Ning keluar dari Istana secara diam-diam karena tidak suka dengan pernikahan yang di lakukan oleh Kaisar Tang Agung dengan keluarga Yuen ", kata Phing Cu dengan licik sekali.


"Betul sekali kata mu",kata Lin Lin merangkul kekasihnya dengan wajah senang.


"Iya tentu saja aku benar, sayang.Kita bisa singkirkan Li Shao Ning di luar Istana Kekaisaran Tang Agung setelah ia di depak dari Istana Kekaisaran Tang Agung oleh Ibu Suri Ling ", jawab Phing Cu seraya memasukkan jemari nya ke tubuh Lin Lin yang terkejut sekali karena kekasihnya mulai menyentuhnya sesuka hati pria itu.


"Ei jangan sentuh aku di tempat lain karena aku tidak mau hamil anak mu",kata Lin Lin menepis tangan kekasihnya dan pergi dari tempat itu dengan cepat agar ia bisa melaporkan kabur nya Li Shao Ning kepada Ibu Suri Ling.


Ibu Suri Ling marah sekali begitu mendengar laporan tentang Li Shao Ning pergi dari Istana Kekaisaran Tang Agung tanpa izin karena cemburu.


"Wanita liar itu sungguh tidak pantas untuk menjadi istri putra ku",kata Ibu Suri Ling marah.


"Dia juga berhati sempit sebagai wanita harem Kaisar Tang Agung, maka ia harus di keluarkan dari kehidupan Kaisar Tang Agung,Paduka Ibu Suri Ling",kata Kasim kepercayaan Ibu Suri Ling.


"Aku tidak bisa mengeluarkannya dari harem Kaisar Tang Agung karena dia sedang hamil calon dua orang anak putra ku ", kata Ibu Suri Ling semakin gusar menghadapi masalah Li Shao Ning yang sangat di benci olehnya.


"Kita tidak yakin bahwa dua janin yang di kandung oleh Li Shao Ning adalah benih asli Kaisar Tang Agung karena dia dulu pernah punya pria lain sebelum Paduka Kaisar Tang Agung bahkan Paduka pernah marah dan menghukumnya dengan berat. Hal ini bisa di buktikan bahwa Li Shao Ning memang sudah tidak suci dan sudah hamil dahulu sebelum bersama Kaisar Tang Agung. Kita bisa usir dia dari kehidupan Kaisar Tang Agung untuk selamanya",kata salah seorang dari anggota kepercayaan Ibu Suri Ling.


Dengan adanya perintah Ibu Suri Ling maka Li Shao Ning tidak bisa masuk ke Istana Kekaisaran Tang Agung untuk selamanya.


Li Shao Ning juga di buru oleh para pasukan keamanan dan keselamatan Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang di bantu oleh anak buah Pangeran Muda Phing Cu yang ternyata Sekte Sesat burung hitam cabang delapan yang bersembunyi di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung dengan memanfaatkan rasa cemburu Putri Lin Lin terhadap Selir ke empat Li Shao Ning.


"Kita bisa lenyapkan Li Shao Ning yang berbahaya bagi kita karena wanita itu bisa melakukan sesuatu yang tidak bisa kita duga sama sekali.Kita juga harus bunuh Selir Agung pertama Putri Lin Lin agar dia tidak bocorkan rahasia kita pada Ibu Suri Ling yang akan memerintahkan Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti untuk menghabisi kita ", kata salah seorang dari anggota Sekte Sesat burung hitam cabang delapan kepada Pangeran Muda Phing Cu.


"Baik aku akan penuhi tugas untuk membunuh Lin Lin kepada mu saja.Aku bantu untuk membunuh Li Shao Ning ", kata Pangeran Muda Phing Cu.


Mereka membahas hal ini di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung bagian paling belakang sekali dan tersembunyi karena bagian belakang itu adalah istana yang sudah tidak terpakai kembali sejak kakek kandung Chen Si Lei berkuasa di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung sebagai Kaisar Tang generasi kedua.


Lin Lin terkejut sekali saat ia terbangun dalam tidurnya pada suatu malam hari itu ,yaitu di hari ke tujuh Li Shao Ning di usir dari Istana Kekaisaran Tang Agung oleh Ibu Suri Ling.


Lin Lin di serang oleh seorang pria bercadar hitam memukul kepalanya hingga remuk dan akhirnya ia tewas di tempat tidurnya sendiri, dan berita meninggalnya Selir Agung pertama Putri Lin Lin di isukan sebagai perbuatan keji Li Shao Ning yang ingin melenyapkan semua orang yang di cintai oleh Kaisar Tang Agung.


"Bunuh Li Shao Ning atas pembunuhan terhadap Selir Agung pertama Putri Lin Lin yang dilakukan nya ", perintah Ibu Suri Ling kepada para pengikutnya.


"Tulis pesan kepada Kaisar Tang Agung untuk memberi perintah untuk kita bisa membunuh Selir ke empat Li Shao Ning ", kata Raja Iblis Barat yang menolak untuk menjalankan perintah Ibu Suri Ling.


"Keterlaluan kau Raja Iblis Barat berani menolak untuk menjalankan perintah ku untuk membunuh Li Shao Ning ", kata Ibu Suri Ling marah.


"Kecuali ada buktinya maka aku bisa melakukan perintah anda ", jawab Raja Iblis Barat yang mempercayai Li Shao Ning daripada yang lainnya.


"Saksi nya ada yaitu Selir Agung pertama Putri Lin Lin tetapi beliau di bunuh oleh Selir ke empat Li Shao Ning ", kata dayang istana Li Shao Ning yang berkhianat terhadap Li Shao Ning demi cinta terhubung pengawal pribadi Pangeran Muda Phing Cu.


"Lihat mereka menyatakan bahwa mereka adalah orang -orang istana Li Shao Ning sendiri yang menyampaikan langsung keterangan tentang pembunuhan yang di lakukan oleh Li Shao Ning terhadap Selir Agung pertama Putri Lin Lin untuk mendapatkan gelar Selir Agung pertama bila Selir Agung pertama Putri Lin Lin sudah di singkirkan olehnya ", kata Putri Yehonala menegaskan bahwa Li Shao Ning bersalah dan harus di hukum mati.


"Saksi bisa saja bohong..pokoknya hamba tidak bisa melaksanakan perintah Ibu Suri Ling bila tidak ada buktinya yang sangat kuat",kata Raja Iblis Barat dan para Laskar Kumbang Rajawali Emas Sakti yang mempercayai Li Shao Ning.


"Kalau kamu tidak mau melaksanakan perintah Ibu Suri Ling berarti kamu juga seorang pengkhianat terhadap Kekaisaran Tang Agung begitu juga kalian semua ,maka kalian harus mati sebagai pengkhianat ", kata Putri Yehonala tegas.


"Putri Yehonala anda tidak bisa menilai kami sebagai pengkhianat terhadap Kekaisaran Tang Agung ", kata Perdana Menteri Lauw Yi Chen menatap langsung ke Putri Yehonala yang terkejut sekali karena Lauw Yi Chen berani menentangnya .


" Jika kalian tidak mau di nilai sebagai seorang pengkhianat, maka kalian harus melaksanakan perintah Ibu Suri Ling yaitu hukum mati Li Shao Ning ", kata Putri Yehonala lebih tegas lagi.


"Tapi...?"tanya Lauw Yi Chen tidak bisa menerima perintah yang tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Li Shao Ning sebagai pembunuh Selir Agung pertama Putri Lin Lin.


"Baik biar hamba yang melakukannya, Ibu Suri Ling ", jawab salah seorang dari anggota Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti mengajukan diri untuk menjalankan tugas untuk membunuh Li Shao Ning sesuai perintah Ibu Suri Ling.


"Guo Xiao Lung apa maksud mu?",tanya Tse Tu terkejut sekali.

__ADS_1


"Paduka Ibu Suri Ling izinkan hamba yang menjalankan perintah anda",kata Guo Xiao Lung anggota Laskar Merpati Rajawali Emas Sakti yang juga membenci Li Shao Ning.


"Baik aku serahkan tugas untuk membunuh Li Shao Ning kepada mu ,kau harus bawa pulang kepala Li Shao Ning sebagai bukti bahwa kau melaksanakan tugas mu dengan baik ", kata Putri Yehonala mewakili Ibu Suri Ling yang mengangguk setuju dengan pendapat Putri Yehonala.


"Baik hamba laksanakan ", jawab Guo Xiao Lung patuh kepada Ibu Suri Ling dan Putri Yehonala.


Maka sejak hari itu Guo Xiao Lung mencari tahu keberadaan Li Shao Ning untuk di bunuh sesuai perintah Ibu Suri Ling. Guo Xiao Lung mulai melakukan pencarian di sekitar wilayah dalam Ibukota Kekaisaran Tang Agung di bantu oleh pasukan khusus dari Ibu Suri Ling.


"Tidak ada di dalam Ibukota Kekaisaran Tang Agung, kita harus mencari wanita itu di luar Ibukota Kekaisaran Tang Agung ", kata Guo Xiao Lung kepada para pasukannya.


Kembali ke Chen Si Lei yang berada di dalam desa Suku Yuen, dimana Chen Si Lei sedang berlatih ilmu mukjizat keluarga Yuen yang di mulai dari menyerap hawa sakti gunung Baodingsan.


Lalu Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk membuat dua jari yang bergerak cepat bagai mata pedang tajam menusuk batu tebing sebagai sasaran latihannya.


Wuttttt !!


Singggg !!


Crakkkkkk!!


Dari kedua jari itulah keluar cahaya putih meluncur cepat menghantam hancur tebing gunung Baodingsan.


Chen Si Lei menggunakan gerakan tubuh yang bagai pusaran angin berputar cepat mengikuti arah angin yang ber hembus ke arah dirinya sebagai lawannya yang harus ia taklukkan dan begitu angin berhasil di raih nya .


Chen Si Lei melemparkan gerakan angin tersebut ke arah ujung tebing gunung Baodingsan dengan mengerahkan ilmu mukjizat dari dalam nadi nya.


Wushhh !!


Bressssss !!


"Wahhhhhhh hebatnya ilmu mukjizat anda semakin bertambah hebat",puji Zhao Li Na datang ke tempat latihannya.


"Masih belum apa apa -apa di bandingkan dengan ilmu silat sakti milik Pendekar Naga Emas Sakti Selatan Chen Lung Erl yang aku dengar sangat sakti", kata Chen Si Lei menerima saputangan sutra dari gadis itu, tapi saputangan itu terbang jauh tertiup angin gunung Baodingsan.


"Yaa saputangan ku ",kata Zhao Li Na terperangah melihat saputangan miliknya terbang.


"Aku ganti dengan saputangan sutera yang baru ",kata Chen Si Lei melompat ke atas pohon terdekat yang menjadi tempat menyimpan barangnya.


"Ah tidak perlu di ganti. Aku masih punya beberapa helai saputangan sutra yang lain di bungkusan ku yang ku simpan di rumah Kepala Suku Yuen Dao",kata Zhao Li Na duduk di batang pohon yang menjalar ke depan tebing.


"Aku tidak suka merugikan orang lain. Ini ambillah saputangan ku untuk mu sebagai ganti saputangan mu yang terbang di tiup angin dan hilang oleh ku",kata Chen Si Lei turun kembali dari pohon.


Tapi saat Chen Si Lei berikan saputangan miliknya kepada Zhao Li Na .


"Yaa terbang lagi ", kata Chen Si Lei terkejut sekali melihat saputangan milik nya juga terbang dan hilang.


Saat itu juga Chen Si Lei merasakan sesuatu yang membuat hatinya gelisah dan tidak mengerti apa yang mengganggu hatinya.


"Semoga tidak terjadi sesuatu kepada semua keluarga ku di Istana Kekaisaran Tang Agung ", kata Chen Si Lei dalam hatinya berdoa untuk keselamatan dan keamanan serta kesehatan keluarganya.


"Paduka. ..",panggil Zhao Li Na yang melihat Chen Si Lei melamun memandang awan -awan putih di bawah gunung Baodingsan.


"Apa Zhao Li Na ?", tanya Chen Si Lei menoleh ke gadis yang duduk di batang pohon yang berhadapan dengannya.


"Kenapa anda terlihat memikirkan sesuatu ?Apakah ada yang membuat hati anda risau ?", tanya Zhao Li Na menatap nya.


"Aku memikirkan latihan ku yang belum selesai karena kau mengganggu ku terus ", jawab Chen Si Lei menepuk pipi Zhao Li Na yang mirip bakpao.


"Aduh sakit Paduka pipi hamba ", kata Zhao Li Na mencibirkan bibir mungil nya.


Chen Si Lei tersenyum ramah sekali kepada gadis cantik jelita sekali itu sebelum ia melanjutkan latihannya di tebing gunung Baodingsan.


Latihan ini sudah di lakukan oleh Chen Si Lei selama berhari -hari sampai akhir musim semi berlalu dan menjelang awal musim panas tahun kedua Chen Si Lei berada di luar rumah nya.


Chen Si Lei akhirnya berhasil mempelajari ilmu mukjizat Dewa Bumi dan langit pegunungan Baodingsan sesuai petunjuk dari Ketua Suku Yuen Dao yang sudah memperlihatkan sebuah jubah kuno milik leluhur keluarga Yuen kepada Chen Si Lei untuk menguasai pusaka tersebut dengan sempurna untuk membantu Chen Si Lei menguasai dunia persilatan tertinggi di dunia.


Pada awal musim panas inilah Chen Si Lei melangsungkan pernikahan bersama Yuen Mi Mi cucu perempuan yang terakhir dari kepala suku Yuen Dao dengan di saksikan oleh dewan agung urusan pernikahan dan pribadi Kekaisaran Tang Agung serta rakyat dari desa suku Yuen beserta para sahabatnya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan anggota Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang baru yang terdiri dari para pasukan Raja Kerajaan Hou dan Raja Muda Kerajaan Fan serta para anggota Sekte yang berasal dari wilayah Gaomi dekat sungai Wei.


Tapi seperti biasa saat Chen Si Lei akan melakukan hubungan suami istri untuk malam pernikahannya dengan siapa pun wanitanya.Hati nurani Chen Si Lei yang lain menolak untuk menerima wanita lain sebagai pendamping hidup Chen Si Lei.


"Mungkinkah karena aku mencintai Li Shao Ning selain aku mencintai Hua Erl yang sudah meninggal dunia pada musim semi kemarin?",ucap Chen Si Lei dalam hatinya.


Yuen Mi Mi duduk di tepi tempat tidur milik Chen Si Lei dalam kamar pengantin dan bersiap untuk menjalani kehidupan yang baru bersama Kaisar Tang Agung dan menjadi menantu Ibu Suri Ling beserta keluarga besar Kekaisaran Tang Agung.


Chen Si Lei sudah bersiap untuk membuka kerudung pengantin dan pakaian pengantin wanita yang di pakai oleh Yuen Mi Mi untuk melakukan ritual malam pertama,namun Chen Si Lei tersentak kaget teringat pada Shao Ning di dalam hati kecil nya.


"Yuen Mi Mi bagaimana kalau kita tunda ritual malam pengantin kita setelah aku pulang ke rumah kita ?", tanya Chen Si Lei memakaikan kerudung dan pakaian pengantin Yuen Mi Mi.


"Ya Paduka hamba ikut keinginan Paduka ", jawab Yuen Mi Mi yang juga belum siap untuk melakukan hubungan intim dengan Kaisar Tang Agung.


"Terimakasih atas pengertian mu kepada ku ", kata Chen Si Lei menggigit jari nya sendiri untuk membuat darah di sprei sutra putih sebagai tanda mereka berdua sudah berhubungan intim untuk para dewan Agung bagian pernikahan Kaisar Tang Agung serta bagian pribadi dan sebagainya tidak ada masalah dengan mereka.


Lalu Chen Si Lei keluar dari kamar tidur pengantin dan meninggalkan Yuen Mi Mi yang sudah tidur pulas karena Chen Si Lei menotok gadis itu hingga pingsan agar Chen Si Lei bisa pergi dari desa suku Yuen untuk mencari tahu tentang perasaan gundah nya terhadap Li Shao Ning.


Pagi harinya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat surat perintah Chen Si Lei untuk membantu Yuen Mi Mi bersiap untuk pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung sebagai seorang Selir ke dua puluh tiga Yuen Mi Mi.

__ADS_1


"Antarkan Yuen Mi Mi pulang ke rumah ku sebagai Selir ke dua puluh tiga Yuen Mi Mi, ,lalu kau bisa bertemu dengan ku di kota besar Hou yang berada di dekat pintu masuk ke pegunungan Nan San. Terima kasih Wu Sin Hao",perintah surat Chen Si Lei yang di temukan di dekat bantal tidur Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.


Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao segera menjalankan perintah Chen Si Lei dengan patuh dengan sebelumnya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao pamit kepada semua orang di desa Suku Yuen sebelum mengantarkan Yuen Mi Mi pulang ke rumah Chen Si Lei dengan di kawal langsung oleh pihak rumah Chen Si Lei dan di antar oleh beberapa orang Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang baru.


__ADS_2