
Tak pernah di sadari oleh Chen Si Lei bahwa waktu cepat berlalu dan ia harus siapkan diri untuk berbagai ritual menjelang hari satu tahun mangkatnya Kaisar Tang Yu Feng, mulai dari membersihkan ruangan leluhurnya seorang diri sebagai tanda baktinya terhadap para leluhurnya.
Chen Si Lei melakukan semua itu dengan tulus hati dan perasaan bahagia sekali bisa memberikan kontribusi sebesar itu untuk leluhurnya, lalu Chen Si Lei sibuk dengan urusan pemerintahan di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung pada setiap harinya .
Seperti hari ini adalah hari ke tujuh menjelang hari satu tahun mangkatnya Kaisar Tang Yu Feng, mulai dari Chen Si Lei bangun tidur jam lima pagi, ia segera pergi ke tempat para leluhurnya dan pada jam tujuh pagi ia bekerja di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung sampai jam setengah hari sebelum ia istirahat untuk ia makan siang di Istana adiknya.
Istana Keputrian khusus untuk adik Kaisar Tang Agung.
Istana Putri Tang Hian Cheng.
Tang Hian Cheng rewel tidak mau makan seharian jika Chen Si Lei tidak kunjungi gadis kecil itu.
"Gege sudah datang untuk mengunjungi mu,ayo makan siang di temani oleh Gege ", kata Chen Si Lei menyuapi makan siang pada Tang Hian Cheng.
"Iya Gege ", jawab gadis kecil ini gembira sekali.
Setelah itu Chen Si Lei menemaninya belajar untuk mengerjakan tugas sekolah adiknya itu.
"Salah, bukan seperti itu cara menulis kata mama ",kata Chen Si Lei mengajari Tang Hian Cheng menulis dengan benar dan rapi.
"Apakah seperti ini cara menghitung jumlah ekor sapi di buku ku?",tanya Tang Hian Cheng memperlihatkan buku sekolahnya kepada Chen Si Lei.
"Iya pintar ", jawab Chen Si Lei mengajarkan matematika kepada adiknya.
"Aku sudah bisa sekarang membaca buku cerita yang kau berikan kepada ku ,Gege ", kata Tang Hian Cheng membacakan buku cerita anak -anak dengan suara riang.
"Wah hebat sekali adik Gege ", puji Chen Si Lei memeluk gadis kecil itu.
Lalu Chen Si Lei menemani gadis kecil itu tidur siang sebelum berangkat kerja lagi di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung untuk membahas tentang cara kerja peralatan pertanian yang di datangkan dari ahli pertanian yang baru untuk bantu rakyat mudah bekerja di lahan pertanian di seluruh wilayah Tionggoan.
"Aku harus lihat dahulu peralatan itu memadai atau tidak untuk keamanan dan keselamatan kerja para petani di seluruh wilayah Tionggoan ", kata Chen Si Lei.
"Siap Paduka hamba akan perlihatkan kepada anda sekarang juga",kata para peneliti bagian pertanian kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei mengamati semua peralatan pertanian yang di letakkan di meja kerja nya dan ia senang sekali mengakui cara kerja yang lebih pintar untuk membantu para petani.
"Bibit unggul dan bahan -bahan pertanian juga harus di pelajari dan di perhatikan keamanannya ", perintah Chen Si Lei kepada para staf khusus Menteri pertanian dan perkebunan serta peternakan.
"Siap Paduka kami laksanakan !!", jawab mereka semua serentak mematuhi nya.
Sampai sore hari jam lima sore, Chen Si Lei bertugas sebagai Kaisar Tang Agung di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung .
"Aku harus meninjau kembali tempat observatorium untuk membantu mereka yang bekerja di dalamnya ", kata Chen Si Lei pada sore hari itu hingga malam hari barulah ia kembali ke istananya .
Saat Chen Si Lei ingin tidur di malam hari itu, ia teringat pada pekerjaannya yang belum ia selesaikan untuk esok harinya,maka ia segera kerja kembali di kamar tidurnya.
Istana Selir Ke Empat.
Li Shao Ning terperanjat kaget sekali mendengar Chen Si Lei sudah berapa hari ini tidak tidur karena terlalu sibuk bekerja dan sebagainya.
"Aku harus menemui nya untuk dia bisa istirahat di malam hari ini",kata Li Shao Ning berjalan keluar dari istananya.
"Paduka Selir ke empat Li Shao Ning silakan anda menggunakan kereta kuda untuk membantu anda menuju ke Istana Kaisar Tang Agung ", kata Kasim Chang Sin sigap memahami Li Shao Ning yang mencemaskan kesehatan Kaisar Tang Agung.
"Ya terimakasih Kasim Chang Sin ", kata Li Shao Ning yang segera ingin sekali tiba di Istana Kaisar Tang Agung.
Istana Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei masih bekerja untuk membuat salinan dokumen yang terkait dengan dunia bisnis dan industri di dalam dan luar Tionggoan dengan cermat dan teliti sampai tidak menyadari bahwa Li Shao Ning mendatangi dirinya dengan tatapan mata memintanya untuk berhenti bekerja dan istirahat.
"Koko Lei Lei ayo tutup buku mu ",kata Li Shao Ning menutup buku kerja Chen Si Lei dan menariknya untuk berjalan bersama menuju ke arah kamar tidur Chen Si Lei.
"Shao Ning",kata Chen Si Lei berbaring di tempat tidur sesuai perintah Li Shao Ning yang memeluknya sampai ia tertidur pulas.
Chen Si Lei memeluk Li Shao Ning yang tidur bersamanya di kamarnya sendiri,ia memeriksa keadaan kesehatan kedua bayi di rahim Li Shao Ning untuk ia bisa tahu perkembangan kesehatan kedua bayinya dengan cermat, ia tersenyum usai memeriksanya.
"Syukurlah mereka sehat -sehat saja ", kata Chen Si Lei mencium perut hamil Li Shao Ning .
Li Shao Ning tersenyum juga melihat suaminya begitu menjaga segalanya secara cermat dan teliti.
"Masih belum tidur juga ?", tanya Li Shao Ning memeluk kepala Chen Si Lei yang berbaring di atas perutnya yang buncit.
"Sebentar lagi.Aku sedang bicara dengan anak -anak ku melalui ikatan batin kami bertiga ", jawab Chen Si Lei menatap Li Shao Ning penuh cinta dan kasih sayang yang sangat dalam sekali.
"Baiklah aku tidak akan mengganggu kalian ber komunikasi ",kata Li Shao Ning yang tertawa lembut merasakan kehangatan Chen Si Lei kepada kedua bayi mereka yang berada di dalam kandungannya.
Satu jam kemudian Chen Si Lei sudah tertidur pulas memeluk Li Shao Ning pada malam hari itu.
Pada pagi harinya mereka berdua terbangun bersama dan merapikan diri mereka bersama -sama sampai Chen Si Lei sarapan pagi pun bersama dan Li Shao Ning mengantarkan Chen Si Lei menuju ke ruangan leluhurnya untuk membantu Chen Si Lei merawat diagram silsilah keluarga besar Kekaisaran Tang Agung.
"Sayang ku terimakasih kau sudah menemani ku dan membantu ku merawat berbagai atribut papan nama Leluhur Kekaisaran Tang Agung kita",kata Chen Si Lei saat berjalan bersama Li Shao Ning menuju ke Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung untuk bekerja.
"Sama-sama koko sayang ",jawab Li Shao Ning mengantarkan Chen Si Lei tepat di pintu masuk ke dalam Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung di perhatikan oleh semua Dewan Agung bagian pemerintahan Kekaisaran Tang Agung yang sudah hadir di sana.
"Baiklah aku kerja dahulu,ya?Kau pulanglah ke istana mu dan tunggu aku siang hari di Istana mu untuk kita bisa makan siang bersama -sama ", kata Chen Si Lei tersenyum hangat untuk Li Shao Ning.
"Iya Koko Lei Lei selamat bekerja dan sukses selalu untuk mu dan Dinasti Tang Agung kita ", kata Li Shao Ning menggenggam erat tangan Chen Si Lei yang lalu di cium nya untuk memberikan semangat untuk Chen Si Lei.
Chen Si Lei sangat bahagia sekali mendapatkan doa dan semangat dari Li Shao Ning untuknya pada hari itu
"Hormat Kepada Paduka Kaisar Tang Agung panjang umur !!Hidup Kekaisaran Tang Agung !!",semua para Dewan Agung pemerintahan bersujud hormat kepada Chen Si Lei dan mengucapkan salam kepada Chen Si Lei dengan suara lantang.
Chen Si Lei mulai bekerja kembali di mulai dari laporan keuangan,laporan ekspor dan impor serta laporan yang lainnya yang di sampaikan oleh semua pejabat itu.
Li Shao Ning kembali ke Istananya di kawal langsung oleh semua staff khusus untuk nya yang sudah di siapkan oleh Chen Si Lei yang memilihkan orang -orang berbakat dan setia untuk menjaga keamanan dan keselamatan Li Shao Ning di mana saja di lingkungan Kekaisaran Tang Agung.
Istana Ibu Suri Ling.
Ibu Suri Ling mendapatkan laporan mengenai Li Shao Ning yang melalaikan aturan yang berlaku di lingkungan Kekaisaran Tang Agung sebagai seorang Selir ke empat Kaisar Tang Agung karena Li Shao Ning mengunjungi Kaisar Tang Agung tanpa persetujuan dari pihak Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung khusus untuk para Selir Kaisar Tang Agung.
"Dasar wanita liar tidak tahu adat istiadat dan peraturan yang berlaku di tetapkan di dalam lingkungan Kekaisaran Tang Agung ", kata Ibu Suri Ling marah sekali kepada Li Shao Ning.
"Paduka Ibu Suri Ling menurut peraturan yang berlaku di lingkungan Kekaisaran Tang Agung yang sudah di langgar oleh Selir ke empat Li Shao Ning, maka beliau harus mendapatkan hukuman yang sesuai dengan gelar beliau yaitu Selir Ke Empat Kaisar Tang Agung ", kata para Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung khusus untuk para Selir Kaisar Tang Agung yang di panggil oleh Ketua Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung pusat.
"Apakah hukuman yang sesuai dengan prosedur yang berlaku di bagian harem Kaisar Tang Agung untuk Selir ke empat Li Shao Ning ?", tanya Ibu Suri Ling yang ingin sekali memberikan peringatan keras kepada Li Shao Ning.
"Hukuman untuk seorang Selir yang melanggar etika dan norma yang berlaku di lingkungan Kekaisaran Tang Agung dengan datang ke Istana Kaisar Tang Agung tanpa di undang oleh Kaisar Tang Agung, melanggar peraturan urutan protokol khusus untuk harem Kaisar Tang Agung dan menyinggung perasaan Permaisuri para Selir Agung Kaisar Tang Agung dan Nyonya Selir Kaisar Tang Agung serta Selir Pertama, Selir Ke Dua dan Selir Ke Tiga maka Selir Ke Empat Li Shao Ning harus di hukum bersujud untuk meminta maaf kepada Permaisuri tetapi karena saat ini Permaisuri sedang kosong, maka di mulai dari Selir Agung Kedua sampai ke Selir Ke Tiga Kaisar Tang Agung dan larangan untuk mendapatkan giliran untuk bersama Paduka Kaisar Tang Agung selama satu tahun sampai beliau mengerti peraturan tersebut yaitu sesuai protokol khusus untuk harem Kaisar Tang Agung ", jawab Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung pusat tegas dan keras untuk menjalankan peraturan tersebut.
"Hanya hukuman minta maaf saja tidak cukup untuk membuatnya tahu tentang siapa dia sebenarnya, Huang ErNiang",kata Putri Yehonala ikut memanasi emosi Ibu Suri Ling yang sebenarnya sudah berkurang rasa tidak suka nya kepada Li Shao Ning kini kembali membenci menantunya yang satu itu.
"Hukum Selir Ke Empat Li Shao Ning dengan hukuman bersujud terikat rantai besi pada kedua lengan dan kakinya ,lalu ia harus berjalan kaki menuju ke Istana Selir Agung Kedua sampai Selir Ke Tiga tanpa alas kaki yang di pakai nya ", perintah Ibu Suri Ling kepada para Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung untuk Selir Kaisar Tang Agung.
"Siap Paduka Ibu Suri Ling kami laksanakan !!", sahut para Dewan Agung bagian Selir Kaisar Tang Agung.
Istana Selir Ke Empat.
Li Shao Ning baru saja sedang menyiapkan segala sesuatu untuk makan siang bersama Kaisar Tang Agung tetapi sejumlah besar Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung khusus untuk para Selir Kaisar Tang Agung mendatanginya dan memerintahkannya untuk bersujud hormat kepada maklumat Ibu Suri Ling untuknya.
__ADS_1
"Ya aku sujud ", kata Li Shao Ning mematuhi perintah Ibu Suri Ling.
"Selir Ke Empat Li Shao Ning karena anda sudah melanggar peraturan etika dan norma khusus untuk harem Kaisar Tang Agung dengan melanggar protokol yang berlaku di Kekaisaran Tang Agung pada tengah malam kemarin. Maka anda harus mendapatkan hukuman dengan bersujud hormat dan meminta maaf kepada Selir Agung Kedua sampai Ke Selir Ke tiga Kaisar Tang Agung dengan di rantai besi pada kedua lengan dan kaki anda ,lalu berjalan kaki tanpa alas kaki untuk menyatakan ketulusan hati anda kepada mereka yang berada di atas anda ",kata Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung khusus untuk para Selir Kaisar Tang Agung.
"Ah tunggu sebentar. Beliau sedang hamil besar apakah tidak akan merasa berat untuk beliau jalankan hukuman tersebut ", kata Kasim Chang Sin bersujud hormat kepada maklumat Ibu Suri Ling di samping Li Shao Ning yang di ikuti oleh semua orang di Istananya.
"Peraturan harus di tetapkan untuk menjaga keutuhan Kekaisaran Tang Agung yang di mulai dari keluarga besar Kaisar Tang Agung ", kata Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung tegas sekali.
"Tapi cuaca hari ini sangat panas ", kata Kasim Chang Sin berusaha keras untuk menyelamatkan Li Shao Ning sesuai perintah Kaisar Tang Agung untuk menjaga Selir ke empat Li Shao Ning dengan nyawanya.
"Diam kau tak berhak untuk ikut campur urusan kami sebagai Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung yang sudah hadir sejak awal berdirinya Dinasti Tang Agung pertama ", kata Ketua Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung khusus untuk para Selir Kaisar Tang Agung.
"Kasim Chang Sin jangan khawatir aku akan baik -baik saja ",kata Li Shao Ning.
"Paduka Selir ", kata Kasim Chang Sin pucat takut di hukum oleh Kaisar Tang Agung.
"Jangan takut, aku akan membela mu di hadapan Paduka Kaisar Tang Agung ,dan aku juga harus mematuhi peraturan yang berlaku untuk ku sesuai perintah Ibu Suri Ling sebagai ibu mertua ku",kata Li Shao Ning tersenyum tabah.
"Paduka Selir Ke Empat Li Shao Ning ", kata Kasim Chang Sin melihat dengan mata sedih sekali karena Li Shao Ning di ikat rantai besi pada kedua lengan dan kakinya.
Lalu Li Shao Ning mengikuti hukuman yang di berikan kepadanya sesuai petunjuk dari Ketua Kasim bagian para Selir Kaisar Tang Agung yang di perintahkan oleh Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung pusat untuk mengawasi Li Shao Ning dengan baik.
Li Shao Ning berjalan perlahan -lahan keluar dari istananya untuk menuju ke arah Istana Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin dengan berjalan kaki telanjang di bawah sinar matahari di awal musim panas serta angin yang kencang di ikuti oleh para pasukan Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung.
"Kita harus cari dan temui Paduka Kaisar Tang Agung untuk membantu Selir ke empat Li Shao Ning dari siksaan berat ini",kata salah seorang dari dayang istana Selir ke empat Li Shao Ning.
"Mau pergi ke mana kalian ?Dilarang mengganggu Kaisar Tang Agung sedang tugas di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung",kata Putri Yehonala mencegah para pelayan Istana Li Shao Ning melaporkan hal ini kepada Chen Si Lei.
Li Shao Ning berjalan menahan rasa sakit pada kedua telapak kakinya tetapi ia tetap tersenyum manis sekali di sepanjang jalan mengikuti protokol hukuman sebagai Selir yang melanggar etika dan norma yang berlaku di Kekaisaran Tang Agung.
Istana Selir Agung Kedua.
Perjalanan menuju ke Istana Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin memakai waktu satu jam lamanya barulah ia tiba dan bersujud hormat dengan susah payah kepada Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin yang segera memintanya untuk berdiri cepat.
"Iya aku maafkan,tak apa ", kata Xiao Yin merasa iba terhadap Selir ke empat Li Shao Ning yang sudah terluka pada kedua telapak kakinya.
"Terimakasih Cici Selir Agung Kedua Putri Xiao Yin ", kata Li Shao Ning tersenyum tulus.
Istana Selir Agung Ketiga.
Lalu Li Shao Ning melanjutkan langkahnya ke arah Istana Selir Agung ketiga Song Hui Lan yang menatapnya dengan angkuh dan dingin.
"Sekian lama aku tinggal di Istana Kekaisaran Tang Agung di Istana Selir Agung ketiga sebagai Selir Agung ketiga Song Hui Lan baru hari ini aku bertemu dengan mu, Li Shao Ning. Aku sudah dengar ulah mu yang sok cari perhatian dengan cara kabur dari Istana Kekaisaran Tang Agung berdalih tak mau menjadi Selir Kaisar Tang Agung, eh tahu -tahu pulang ke Istana Kekaisaran Tang Agung sudah hamil dan menjadi Selir ke empat Li Shao Ning kesayangan Kaisar Tang Agung. Ah busuk sekali kau ber siasat untuk mendapatkan perhatian dari Kaisar Tang Agung dan hari ini aku dengar kau seenaknya saja melangkahi aturan yang berlaku di Kekaisaran Tang Agung bagian harem Kaisar Tang Agung dengan cara licik sekali dan rasakan hukuman mu itu ", kata Song Hui Lan marah kepada Li Shao Ning dan menyiraminya air dingin sebanyak dua puluh kali melalui para staff khusus nya.
"Ya saya mengerti, maafkan saya Cici Selir Agung Ketiga Song Hui Lan",ucap Li Shao Ning bersujud hormat kepada Song Hui Lan yang memarahi dan hukum dia.
"Baik aku akan maafkan mu tapi jangan sampai mengadukan perbuatan ku pada Kaisar Tang Agung. Kalau sampai Kaisar Tang Agung marah kepada ku,maka aku akan berikan kamu hukuman yang lebih baik lagi daripada hukuman Ibu Suri Ling kepada mu",kata Song Hui Lan keras dan tegas.
"Iya Cici ", jawab Li Shao Ning berusaha untuk berdiri usai bersujud sebanyak dua puluh kali dan di siram air dingin, sepasang kaki terrantai dan melepuh tanpa ada seorang pun yang membantunya dalam menjalankan hukuman ini.
Li Shao Ning tersenyum setelah berjalan kembali ke arah Istana Selir Agung Ke Empat Putri Nila di ikuti para staff khusus Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung khusus untuk para Selir Kaisar Tang Agung.
Istana Selir Agung Ke Empat.
Di dalam Istana Selir Agung keempat Putri Nila menjepit sepuluh jari kedua telapak tangan Li Shao Ning dengan jepitan kayu berat.
"Aghhhhh !!", jerit Li Shao Ning merasakan kesakitan pada sepuluh jari telapak tangan nya.
"Jangan manja dasar kau, wanita tidak tahu diri !!",hardik Putri Nila menjambak rambut Li Shao Ning yang sedang berlutut di bawah sepasang sepatu indahnya.
"Aku sudah tidak tahan lagi melihat Kakak ipar Shao Ning menderita seperti ini. Aku harus memberitahukan hal ini kepada Lei Lei Gege",kata Tang Hian Cheng di belakang semua orang yang menyaksikan hukuman yang sedang di jalankan Li Shao Ning.
Gadis kecil ini berlari kencang menuju ke Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung dan mengejutkan semua orang yang berada di dalam Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung terutama para pengawal Keamanan dalam Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung .
"Hormat kami kepada Putri Tang Hian Cheng !!",sapa para pasukan keamanan dan keselamatan Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung bersujud hormat kepada Tang Hian Cheng.
"Aku ingin bertemu dengan Gege ku sekarang juga ", kata Tang Hian Cheng yang sudah berlari menaiki tangga menuju ke tempat utama istana Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.
"Tuan Putri tolong jangan lari -lari di tangga...!!",teriak para kasim dan dayang istan Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung.
Chen Si Lei sedang rapat koordinasi kesiapan arus transportasi jelang hari satu tahun mangkatnya Kaisar Tang Yu Feng di seluruh Ibukota Kekaisaran Tang Agung.
"Suara Hian Cheng ", kata Chen Si Lei mendengar suara adiknya berlarian ke arah nya.
Pintu masuk Balairung Utama Kekaisaran Tang Agung terbuka untuk Tang Hian Cheng masuk untuk menemui Chen Si Lei yang sudah berdiri untuk menyambut kedatangan adiknya.
"Hormat Kepada Putri Tang Hian Cheng ",sapa semua orang di Balairung utama Kekaisaran Tang Agung.
Chen Si Lei menghampiri Tang Hian Cheng dengan satu kali lompatan cepat dari Singasana nya tanpa di ketahui oleh semua orang di sana.
"Hian Cheng ada apa kau mencari dan menemui Gege ?", tanya Chen Si Lei yang sudah menggendong adiknya.
"Ada bahaya yang mengancam keselamatan kakak ipar Shao Ning ", jawab gadis kecil ini membuat Chen Si Lei mengangkat alisnya.
"Bahaya apa? ",tanya Chen Si Lei mendengarkan bisikan Tang Hian Cheng.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei segera berkelebat cepat menuju ke Istana bagian harem Kaisar Tang Agung khusus untuk para Nyonya Selir Kaisar Tang Agung dengan menggendong Tang Hian Cheng yang gembira sekali di ajak terbang oleh kakaknya yang sangat hebat sekali ini.
Istana Nyonya Selir Pertama.
Li Shao Ning baru saja mendatangi Istana Nyonya Selir Pertama Xue Erl yang tiba di depan pintu masuk ke dalam Istananya, dan wanita baik hati itu menyambut Li Shao Ning dengan ramah tamah.
"Adik Shao Ning ayo masuklah ke dalam ruang utama ku dan duduklah", kata Xue Erl meraih Li Shao Ning untuk di ajak masuk ke dalam ruangan utamanya.
"Nyonya Selir Pertama Xue Erl, anda tidak perlu bersikap ramah kepada Selir ke empat Li Shao Ning saat ini sedang menjalani hukumannya sebagai pelanggar etika dan norma khusus untuk para Selir Kaisar Tang Agung ,dan beliau harus sujud kepada anda untuk meminta maaf atas kesalahan nya kepada anda",kata anggota Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung.
"Ahh tapi Shao Ning sudah lelah sekali dan ia sudah terluka. Cukuplah hukuman untuknya saat ini ", kata Xue Erl melihat semua orang yang berada di sekitar Li Shao Ning dengan tatapan mata meminta mereka untuk kasihani Li Shao Ning.
"Hukuman harus di lakukan untuk tidak melakukan kesalahan lagi bagi Selir ke empat Li Shao Ning ", kata mereka tegas sekali.
"Apakah kalian semua ingin dia mati ?Kalian semua akan membunuh ketiga orang sekaligus yaitu Selir ke empat Li Shao Ning dan kedua orang bayinya yang di dalam kandungannya yang merupakan darah daging Kaisar Tang Agung",kata Xue Erl lebih tegas lagi karena ia melihat luka pada kedua tangan, kedua kaki Li Shao Ning dan basah kuyup oleh air dingin, keringat dan darah pada Li Shao Ning yang tampak sangat menyedihkan.
"Masa hanya berjalan kaki dan terikat rantai saja bisa mati. Apakah berarti dia begitu lemah?!",ucap Putri Yehonala sinis .
"Putri Yehonala apakah kamu ada masalah dengan Selir ke empat Li Shao Ning sehingga kau terdengar tidak ada rasa kasihan kepadanya?", tanya Nyonya Selir Pertama Xue Erl melihat Yehonala dengan tajam.
"Aku hanya ingin peraturan ini di tetapkan untuk keadilan bersama ", kata Putri Yehonala membela diri.
"Cici Nyonya Selir pertama Xue Erl dan adik Putri Yehonala jangan bertengkar.Aku salah. Aku akan menerima hukuman ku",kata Li Shao Ning yang sudah akan beri hormat kepada Xue Erl dalam keadaan lemah dan ia akan jatuh pingsan di lantai keramik halaman depan ruang utama istana Nyonya Selir pertama.
Namun Chen Si Lei memeluknya cepat dan menggendongnya untuk membawa Li Shao Ning ke Istana Kaisar Tang Agung.
"Ah Paduka Kaisar Tang Agung !!", teriak mereka semua ketakutan sekali karena Kaisar Tang Agung sendiri yang menyelamatkan Li Shao Ning.
Tang Hian Cheng memandang mereka semua dengan tatapan mata tajam yang berkata.
__ADS_1
"Matilah kalian semua nanti dapat hukuman oleh Paduka Kaisar Tang Agung",
"Kau yang memberitahukan kepada Gege ?",tanya Yehonala marah kepada Tang Hian Cheng.
"Ya aku.Kenapa ?!",balas gadis kecil ini berani sekali menantang Yehonala yang segera pergi dari Istana Nyonya Selir pertama Xue Erl di ikuti yang lainnya usai memberi salam untuk pamit kepada Xue Erl.
Istana Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei membaringkan Li Shao Ning di tempat tidurnya usai memeriksa Li Shao Ning dan kedua bayinya dengan cermat, ia juga merawat luka kedua tangan dan kaki Li Shao Ning dengan lembut sekali.
"Shao Ning kenapa kau begitu bodoh sekali mengikuti peraturan seperti itu yang akhirnya membuat mu menderita?",tanya Chen Si Lei memeluk Li Shao Ning.
"Paduka tabib Istana Kekaisaran Tang Agung khusus untuk Selir ke empat Li Shao Ning sudah datang ", lapor Kasim Yi .
"Panggil mereka untuk masuk dan periksa keadaan mereka bertiga dengan baik dan benar ", perintah Chen Si Lei.
"Siap Paduka hamba laksanakan ", jawab Kasim Yi.
Para tabib khusus untuk Li Shao Ning segera menjalankan tugasnya dengan baik sesuai perintahnya yang mengamati cara kerja para tabib itu dengan berada di sisi Li Shao Ning setiap saat untuk memastikan bahwa Li Shao Ning dan kedua bayinya aman.
"Paduka kami sudah memeriksa kondisi kesehatan Selir ke empat Li Shao Ning dan kedua bayi anda.Mereka bertiga baik-baik saja tetapi mereka tidak boleh terlalu lelah karena bisa berakibat fatal terhadap keselamatan mereka bertiga. Kami akan sudah memberikan vitamin untuk mereka bertiga", kata kepala tabib khusus untuk Li Shao Ning.
"Ah ya terimakasih atas pertolongan kalian kepada mereka ", kata Chen Si Lei.
Semua orang di istana Selir ke empat Li Shao Ning bersujud hormat kepada Chen Si Lei di ruang tamu di dalam Istana Kaisar Tang Agung dengan pucat ketakutan akan di hukum oleh Kaisar Tang Agung karena mereka tidak bisa melindungi Li Shao Ning dengan baik.
"Paduka hamba semua bersalah kepada anda karena hamba tidak berani untuk menentang perintah Ibu Suri Ling yang di sampaikan oleh para Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung ",kata Kasim Chang Sin sujud kepada Chen Si Lei yang menghadapi mereka dengan marah.
"Setidaknya kalian harus mencari dan memberitahu ku dengan cepat agar tidak terjadi sesuatu yang membahayakan nyawa Selir ke empat Li Shao Ning dan dua bayi ku",kata Chen Si Lei marah.
"Paduka kami di larang oleh Putri Yehonala ", jawab salah seorang dari dayang istana Selir ke empat Li Shao Ning.
Chen Si Lei menghela napas panjang sebelum berkelebat cepat ke Istana Ibu Suri Ling.
Istana Ibu Suri Ling.
Ibu Suri Ling terperanjat kaget sekali karena Chen Si Lei marah kepadanya karena Li Shao Ning.
"Huang ErNiang aku tahu bahwa peraturan ini harus dilakukan sesuai peraturan yang berlaku tetapi saat ini Li Shao Ning sedang hamil besar dan sangat fatal akibatnya bagi keselamatan dan kesehatan serta keamanan kedua orang cucu mu yang berada di dalam kandungannya",kata Chen Si Lei marah.
"Salah dia sendiri telah berani melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan Kekaisaran Tang Agung sebagai seorang Selir ke empat mu ,yaitu dia berani datang ke Istana mu di tengah malam hari tanpa izin dan protokol yang berlaku di Kekaisaran Tang Agung bagi para wanita mu yaitu tanpa izin mu dan peraturan Harem Kaisar Tang Agung",kata Ibu Suri Ling tegas sekali memberitahu Chen Si Lei tentang peraturan tersebut.
"Dia istriku tentu saja dia berhak untuk menemui ku kapan saja dia mau. Kecuali dia menemui orang lain tentu saja terlarang ", kata Chen Si Lei heran sekali.
"Dia Selir bukan Permaisuri, tentu saja berbeda peraturannya",jawab Ibu Suri Ling.
"Baiklah mulai hari ini dia adalah Permaisuri ku ,maka ia bebas untuk bertemu aku kapan saja ", kata Chen Si Lei tegas sekali kepada Ibu Suri Ling.
"Kau tidak bisa mengubah status dan kedudukan nya ", kata Ibu Suri Ling kaget.
"Aku Kaisar Tang Agung dan aku bisa melakukan hal apa saja aku mau ", kata Chen Si Lei memerintahkan para Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung yang terlibat kasus tersebut untuk mengetahui status dan kedudukan Li Shao Ning yang terbaru adalah seorang Permaisuri Li Shao Ning.
"Siap Paduka kami laksanakan !!", sahut para Dewan Agung bagian harem Kaisar Tang Agung yang baru saja di ganti oleh Chen Si Lei karena yang lama sudah di hukum mati oleh Chen Si Lei memerintahkan Laskar Bunga Rajawali Emas Sakti yang menjalankan perintahnya.
"Satu lagi aku juga hukum Yehonala melakukan hal sama yang sudah di lakukan oleh Li Shao Ning untuk memberikan hormat nya kepada semua kakak iparnya ", kata Chen Si Lei berjalan keluar dari Istana Ibu Suri Ling.
Yehonala menangis sedih sekali karena harus menjalani hukuman yang sesuai dengan prosedur resmi dari Kaisar Tang Agung sebagai seorang adik perempuan Kaisar Tang Agung untuk menghormati dan menghargai para isteri Kaisar Tang Agung sebagai kakak iparnya.
Sedangkan untuk Song Hui Lan dan Putri Nila di turunkan dari gelar Selir Agung Ketiga dan keempat menjadi Selir ke tiga puluh satu dan Selir ke tiga puluh dua, dan posisi mereka di ganti oleh Putri Miya dan Yuen Mi Mi.
"Paduka untuk gelar Selir Agung pertama siapa ?", tanya Kasim Liu Mu sudah catat perubahan tersebut.
"Shia Chu Chu ", jawab Chen Si Lei tegas sekali.
"Lalu selir ke enam dan ke tujuh?",tanya Kasim Liu Mu.
"Putri Aurora dan Putri Cleopatra ", jawab Chen Si Lei sudah membaca laporan dari pengurus dalam para putri itu.
"Nama Han mereka apa ?", tanya Kasim Liu Mu.
"Fang Yu dan Bing Bing",jawab Chen Si Lei tegas sekali.
"Selir ke dua puluh?", tanya Kasim Liu Mu gembira sekali karena Kaisar Tang Agung melengkapi harem nya.
"Putri Leona ",jawab Chen Si Lei tegas sekali.
"Selir Ke dua puluh tiga siapa ?", tanya Kasim Liu Mu.
"Putri Phang Zhi Zhi ", jawab Chen Si Lei membaca daftar nama putri yang di pilih olehnya.
"Selir Ke dua puluh enam ?", tanya Kasim Liu Mu.
"Shang Ce Lan ", jawab Chen Si Lei tegas sekali.
"Baiklah terimakasih atas kesediaan Paduka Kaisar Tang Agung melengkapi para anggota harem anda tepat waktu sebelum hari peringatan satu tahun Mangkat nya Kaisar Tang Yu Feng tiba untuk semua rakyat di Seluruh Ibukota Kekaisaran Tang Agung bisa melihatnya ", kata Kasim Liu Mu tersenyum bahagia.
"Ya sisa para putri lainnya. Aku berikan kepada para menteri ku yang belum memiliki istri dan selir sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan di Kekaisaran Tang Agung ", kata Chen Si Lei mengakhiri rapat mengenai masalah harem nya.
Ibu Suri Ling merasa sedih sekali karena Chen Si Lei menetapkan Li Shao Ning di posisi Permaisuri sedangkan Shang Ce Lan du di posisi Selir ke dua puluh enam, tapi ia tidak bisa melakukan apa -apa lagi karena Chen Si Lei menggunakan kata Kaisar Tang Yu Feng beritahukan melalui mimpinya.
"Ahh aku harus mematuhi perintah suamiku yang memasuki mimpi ku semalam di dalam tidur ku untuk aku bisa membahagiakan Lei Lei kami",kata Ibu Suri Ling pada dirinya sendiri.
"Ya ErNiang turuti saja pesan dari Huang Ama untuk mu ", kata Putri Yang Yang di taman nasional pribadi Ibu Suri Ling.
"Ya ,Yang Yang ", jawab Ibu Suri Ling yang akhirnya menerima Li Shao Ning yang menjadi Permaisuri putranya.
Sementara itu Chen Si Lei memeluk arwah Kaisar Tang Yu Feng yang membantu Chen Si Lei menghadapi Ibu Suri Ling melalui mimpi pada hari kelima sebelum hari peringatan satu tahun mangkatnya Kaisar Tang Yu Feng tiba.
"Ama terima kasih ", kata Chen Si Lei di ruang kerjanya pada malam berikutnya.
"Aku sayang kamu tentu saja aku akan membantu mu ,anakku sayang",arwah Kaisar Tang Yu Feng membalas pelukan Chen Si Lei.
"Ohya aku ingin tanya soal Pangeran Tua Yu yang merupakan adik Huang Ama, apakah kau dekat dengannya ?", tanya Chen Si Lei memperlihatkan dokumen yang berisi informasi mengenai rekomendasi pembangunan infrastruktur di atas laut selatan.
"Iya aku dekat dengan Pangeran Tua Yu karena dia adalah seorang yang sangat hebat sekali dalam melindungi Ibu Suri Ling di masa sulitnya yang tidak bisa ia ungkapkan kepada ku ",jawab arwah Kaisar Tang Yu Feng.
"Apakah terkait dengan masalah kuil Langit di kota Bei An?",tanya Chen Si Lei.
"Ya aku tahu bahwa di sana Ling Huan Cu melakukan hal rahasia tentang proses kelahiran anak ke empat kami yang di katakan olehnya telah di amankan di suatu tempat dan pada orang yang tepat karena itu aku menunggu anak ku kembali ke sisi kami tapi Ling Huan Cu tidak memberitahukan kepada ku tentang anak kami berjenis kelamin laki-laki ataukah perempuan.Ah aku harap laki-laki dan aku ingin jumpa dengan anakku ", jawab arwah Kaisar Tang Yu Feng.
"Kalau dia laki-laki, maka ia adalah Kaisar Tang Agung yang sebenarnya bukan aku ",kata Chen Si Lei membuka sepasang sepatu indahnya untuk tidur.
"Kau tetap Kaisar Tang Agung yang sesungguhnya karena aku sudah memilih mu untuk generasi penerus ku.Kalau anak ku itu biarlah ia menjadi pangeran saja ah tapi aku tak yakin bahwa ia laki-laki karena aku tidak akan pernah bisa memiliki anak laki-laki. Aku yakin bahwa anak ku perempuan juga seperti yang lainnya",
kata arwah Kaisar Tang Yu Feng membelai lembut Chen Si Lei yang menguap dan tertidur pulas di pelukan arwah Kaisar Tang Yu Feng.
"Aku harus menemui Ling Huan Cu sekali lagi untuk mengetahui jenis kelamin anak kami yang di amankan pada orang yang memiliki hubungan dengan ku juga, tapi aku tidak di beritahu olehnya. Ahh aku terima bila anak kami perempuan juga karena tetap darah daging ku",kata arwah Kaisar Tang Yu Feng usai menidurkan Chen Si Lei yang mirip dengan Ibu Suri Ling waktu muda.
__ADS_1