
Rombongan Chen Si Lei tiba di sebuah kota yang bernama kota teratai api yang di wilayah pesisir pantai sungai Yang tse dan daerah ini merupakan bagian dari wilayah lain di garis tepi batas antara wilayah barat dan utara Tionggoan dan dekat juga dengan wilayah padang gurun pasir yang menuju ke wilayah Mongolia.Chen Si Lei pun mengamati keadaan tempat itu dengan cermat dan sembari ikuti langkah Sheng Li Na dan Le Din Yin yang berjalan bersama di depan langkahnya.
"Kita bisa beristirahat di sebuah rumah makan dan penginapan di ujung sana",Le Din Yin dan Sheng Li Na sepertinya mereka sudah ingin sekali cepat beristirahat sejenak dan menikmati keindahan alam di sekitar tempat itu.
"Baiklah kita ke sana",kata Chen Si Lei juga sudah ingin sekali tidur karena Chen Si Lei merasa lelah dan mengantuk.
"Lin Mo Bai coba kau lihat ada apa di bagian kiri kita",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao melihat bagian kiri lumayan jauh dari mereka.
"Baik Tuan Besar Wu",kata Lin Mo Bai berkelebat cepat ke arah kiri.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Hu Yi Tian coba kau pesankan kita makanan dan minuman serta enam kamar di rumah makan dan penginapan itu",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah lihat Chen Si Lei sudah ingin sekali tidur.
"Baik Tuan Besar Wu",jawab Hu Yi Tian berkelebat cepat ke rumah penginapan itu dengan cepat.
"Paduka sabar ya,sebenar lagi kita sampai ke tempat tidur",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah membantu Chen Si Lei untuk bertahan sebelum Kaisar tidur di jalan.
Mereka akhirnya tiba juga di rumah makan dan penginapan itu dan mereka semua mendapatkan kamar untuk mereka istirahat sesuai pesanan mereka melalui Hu Yi Tian lakukan kepada pihak rumah makan dan penginapan tersebut dan Chen Si Lei pun segera masuk ke dalam kamar tidur dan tidur pulas.
"Paduka apakah Anda tidak ingin mandi dan rapi dulu?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao seraya menepuk pipi Chen Si Lei.
"Mau",jawab Chen Si Lei nada mengantuk.
"Siapkan air mandi dan perlengkapan mandi untuk Tuan Muda",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kepada Hu Yi Tian pesankan ke pihak rumah penginapan.
Chen Si Lei pun mandi di dalam kamar mandi dalam kamar itu dan di layani oleh pelayan Xia Ning yang bertugas untuk melayani keperluan Chen Si Lei dan usai mandi dan rapi, Chen Si Lei melanjutkan tidurnya dengan cepat dan pulas sekali tentu saja di layani oleh pelayan Xia Ning yang mengipasi dirinya agar bisa tidur nyenyak.
"Di larang melihat ku dengan tatapan mata aneh mu Xia Ning",kata Chen Si Lei.
"Hamba tidak berani menatap Paduka lagi",jawab pelayan Xia Ning patuh kepada Chen Si Lei.
"Sebaiknya kamu keluar saja dari kamar aku ",perintah Chen Si Lei gerakan tangan di belakang tubuhnya.
"Baik Paduka",jawab gadis pelayan nya segera meninggalkan kamarnya.
Chen Si Lei mendengarkan suara dua orang dari kamar sebelah kanan dan Chen Si Lei ingin tahu tentang percakapan antara tamu di kamar bagian sebelah.
"Bahasa Mongolia",gumam Chen Si Lei halus pada dirinya sendiri.
"Tuan Putri apakah Anda tidak ingin menerima lamaran dari Kerajaan Gu kepada Anda melalui Raja Te kita?",tanya suara gadis yang seperti pelayan.
"Tentu saja aku tidak akan terima lamaran Raja Gu kepada ku",jawab gadis yang di panggil tuan putri.
"Bukankah akan berbahaya bagi kerajaan kita bila kau menolak lamaran dari Raja Kerajaan Gu?", ",tanya gadis pelayan kepada tuan putrinya.
"Aku akan mencari Kakek Huang Tu untuk dapat membantu masalah ku",jawab Putri asing itu
"Tapi kita tidak tahu di mana kakek Ketua Sekte Pengemis Ayam Jantan berada saat ini dan kita juga tidak bisa menemukan Pendekar Elang Emas Sakti",kata pelayan.
"Ah ya di manakah kakak Zhang Bin berada saat ini?",Putri itu terdengar sedih.
Chen Si Lei tidak mempedulikan percakapan kedua orang gadis di kamar sebelah kanan, tetapi Chen Si Lei mendengarkan percakapan lain di jarak jauh dari kamar tidur nya saat ini.
"Ketua kita harus segera membunuh Ketua Sekte Pengemis Ayam Jantan segera untuk keamanan dan keselamatan Kerajaan Gu kita",kata seorang pria tua yang berada di bagian timur rumah penginapan Chen Si Lei menginap saat ini.
"Kita juga harus bunuh Pendekar Elang Emas Sakti Zhang Bin untuk wilayah kita aman sentosa",kata seorang pria lain lagi.
"Paduka tuan putri Te GouChin berada di sebuah penginapan di perbatasan kita bersama pelayan nya si Tu Yan yang cukup sakti itu",kata seseorang pria bersuara berat.
"Hmm tangkap Te GouChin dan bunuh pelayan nya kemudian kita habisi kerajaan Te",kata pria yang terdengar sebagai seorang Raja di kawasan itu.
"Paduka kita tidak bisa melakukannya sekarang karena aku dengar ada Pendekar Rajawali Emas Sakti bersama para pasukannya berada di sebuah penginapan yang sama dengan penginapan Putri Te GouChin dan salah seorang dari pasukan Sang Pendekar Rajawali Emas Sakti sudah turun tangan untuk membantu Pendekar Elang Emas Sakti yang beberapa jam lalu kita serang di dalam hutan buah leci dan sekarang kita tidak bisa melakukan penyerangan kembali terhadap orang itu lagi saat ini",
"Kurang ajar Pendekar Rajawali Emas Sakti selalu saja ada di mana -mana!!",pria yang di panggil Paduka itu terdengar kesal sekali kepada Chen Si Lei.
Cukuplah Chen Si Lei mendengarkan percakapan tersebut dan Chen Si Lei sudah di luar kamarnya dan memanggil Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao untuk segera tiba di puncak gurun pasir timur Mongolia.
"Hancurkan pasukan kerajaan Gu",kata Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Kami berdua di sini saja",kata Le Din Yin keluar dari kamarnya.
"Ah kau ingin melanjutkan semedhi mu dengan wanita mu,maka kau pilih untuk di penginapan ini",kata Chen Si Lei melihat tubuh atas Le Din Yin terbuka.
"Hei ber petualang cinta itu menyenangkan dan membuat muda pria..Sudah sana kau lakukan yang ingin kau lakukan",kata Le Din Yin segera masuk ke kamar lagi dan menutup pintu kamarnya kembali.
Chen Si Lei memutar sepasang bola matanya melihat kelakuan saudara kembar tak identik nya itu,lalu memanggil Hu Yi Tian dan pelayan Xia Ning.
"Berikan surat ku kepada Raja Kerajaan Te di Kerajaan Mongolia",kata Chen Si Lei untuk Hu Yi Tian dan pelayan Xia Ning.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Sesudah kedua orang pengikutnya berkelebat cepat ke arah yang dia perintahkan Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah hutan buah leci dengan kecepatan tinggi dan tiba di atas pohon buah leci yang lebat dan Chen Si Lei menggunakan waktunya untuk menikmati buah leci sesuka hatinya.
"Locianpwe kau tunggu di sini aku akan carikan tabib untuk mengobati luka mu",kata Lin Mo Bai.
"Pendekar Rase Sakti kau sungguh baik sekali kepada ku",ucap Kakek dari Sekte Pengemis Ayam Jantan kepada Lin Mo Bai.
"Aku harus baik kepada mu karena kau adalah ayah kandung dari Sanie yang sudah meninggal dunia sekitar lima belas tahun lalu",ucap Lin Mo Bai terdengar sedih saat bicarakan tentang kekasihnya yang pernah Lin Mo Bai cerita kepada Chen Si Lei sebelum pria itu memutuskan untuk menjadi seorang kasim untuk Chen Si Lei yang berarti bahwa pria itu selama nya tidak akan pernah bisa memiliki istri dan anak.
"Maafkan aku telah membuat mu menderita kehilangan Sanie tapi kau tak pernah kehilangan buah hati kalian yang titipkan kepada Raja Te untuk beliau rawat dan besarkan bersama Putri Te GouChin",kata kakek itu menceritakan tentang anak yang di miliki oleh Lin Mo Bai masih hidup.
"Tunggu kau bilang putri ku masih hidup dan bersama Putri GouChin?",tanya Lin Mo Bai terkejut sekali mendengar putrinya masih hidup.
"Ya nama putri Lin Xiao Ru atau Ya Ru sesuai keinginan Sanie sebelum dia wafat di kota rumput ungu lima belas tahun yang lalu dan Ya Ru tumbuh menjadi gadis remaja cantik jelita dan tangguh seperti mu Lin Mo Bai yang menjadi ayahnya",
"Terimakasih banyak Locianpwe atas informasi mu kepada ku",kata Lin Mo Bai.
"Sekarang kamu bisa menemui anak mu dan hiduplah bahagia bersamanya",kata Kakek Ketua Sekte Pengemis Ayam Jantan.
"Aku harus menemukan putri ku di mana",ucap Lin Mo Bai terdengar sangat ingin sekali jumpa dengan putri kandung nya yang sudah terpisah selama lima belas tahun dengannya oleh keadaan mereka di masa lalu.
"Putri mu ada di penginapan kita menginap Mo Bai",kata Chen Si Lei merasa iba.
"Paduka ", kata Lin Mo Bai terkejut melihat Chen Si Lei berada di tempat itu juga.
"Ya sana temui putri mu,aku jaga kakek ini",kata Chen Si Lei tersenyum lembut.
"Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba",kata Lin Mo Bai terharu.
"Sana cepat pergi",kata Chen Si Lei memberi semangat untuk Lin Mo Bai bahagia.
Setelah Lin Mo Bai pergi ke penginapan yang berada di perbatasan antara Tionggoan dengan Mongolia, Chen Si Lei melihat bahwa kakek itu juga sedang melihatnya dan Chen Si Lei pun tersenyum untuk kakek itu.
"Locianpwe kau sedang terluka parah, aku bisa mengobati mu",kata Chen Si Lei.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti aku akan berikan lencana perak dan pusaka dari Sekte Pengemis Ayam Jantan kepada mu jika kau bisa membunuh Raja Gu dan menikahi putri Te GouChin untuk menaklukkan kerajaan Mongolia",kata kakek itu.
"Baik aku terima tantangan mu",jawab Chen Si Lei tegas kepada kakek itu.
Chen Si Lei menggerakkan telapak tangannya untuk mengerahkan ilmu mukjizat dan mengobati luka dari kakek Ketua Sekte Pengemis Ayam Jantan,dan Chen Si Lei menggunakan ilmu sakti pukulan maut untuk menghadapi serangan maut dari musuh sakti yang melakukan penyerangan gelap terhadap mereka berdua.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
"Pendekar Rajawali Emas Sakti aku mengaku kalah darimu",kata seorang laki-laki yang tiba di tempat itu dengan cara untuk bunuh diri.
"Koko Zhang Bin",panggil seorang gadis remaja berusia enam belas tahun.
"Te GouChin kau datang",kata Pendekar Elang Emas Sakti yang sudah terluka itu.
"Kenapa kau melukai kakak Zhang Bin ku?!",hardik putri kepada Chen Si Lei yang sedang mengobati luka parah kakek Ketua Sekte Pengemis Ayam Jantan.
"Bukan dia yang telah melukai ku tetapi ayah mu yang sudah melukai hati dan isi dalam tubuhku dengan ilmu penghancur tulang",jawab Zhang Bin Pendekar Elang Emas Sakti.
"Apa??Ayah ku yang telah melukai mu??",tanya gadis itu memeluk pria itu dengan air mata sedih sekali.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Te GouChin sini kau ??!!", hardik seorang pria bertubuh tinggi besar dan ganas.
"Ayah jangan bunuh Kakak Zhang Bin",gadis itu memohon kepada ayahnya.
"Aku harus membunuhnya karena dia telah membunuh ibu mu dan keluarga mu di kerajaan kita",jawab ayahnya marah sekali kepada pria yang menjadi musuh.
"Kakak Zhang Bin benarkah kau sudah membunuh keluargaku?",tanya gadis itu.
"Iya aku sudah membunuh keluarga mu dan aku sama sekali tidak pernah cintai kamu tujuan ku mendekati mu adalah balas dendam atas kematian keluargaku oleh keluarga mu",jawab Pendekar Elang Emas Sakti dengan tatapan mata penuh dendam kepada gadis kekasihnya sendiri.
"Kau sungguh tega sekali pada ku",kata gadis itu marah kepada kekasihnya.
Jlebbbb!!
Pendekar Elang Emas Sakti di bunuh oleh Putri Te GouChin yang menusuk pisau kecil ke perut pria itu.
"GouChin kau membunuh ku",kata pria itu sebelum meninggal dunia.
Chen Si Lei sudah menyembuhkan luka dari ketua Sekte Pengemis Ayam Jantan dan kini Chen Si Lei fokus terhadap orang -orang itu dan menjentikkan jari tangan dan sejumlah Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti datang kepadanya dan Chen Si Lei memberikan kode untuk membunuh mereka semua tanpa ampun.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
__ADS_1
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
"Pendekar Rajawali Emas Sakti kau membunuh mereka semua termasuk Raja Te dan Putri Te GouChin",kata Kakek Ketua Sekte Pengemis Ayam Jantan terkejut.
"Ya aku bunuh mereka demi kelancaran dinasti ku aman dan nyaman",Chen Si Lei menghampiri jasad Raja Te dan mengambil pusaka mereka semua dengan bebas .
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Paduka hamba sudah melaksanakan tugas hamba dengan baik",lapor Hu Yi Tian dan pelayan Xia Ning sujud bersama seorang pria gagah perkasa dari kerajaan Te
"Hamba Raja Kerajaan Te yang baru menghadap Paduka",sapa pria yang merupakan Raja Te baru.
"Bagus mulai saat ini kita bersahabat dengan baik",kata Chen Si Lei ramah dan bersahabat
"Paduka hamba serahkan adik hamba Yuan Xin kepada Paduka sebagai seorang tanda persahabatan kita di mulai hari ini",kata Raja Te yang baru.
"Aku serahkan wilayah ini untuk mu jaga dengan baik",kata Chen Si Lei sepakat.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei tersenyum melihat kakek ketua Sekte Pengemis Ayam Jantan terkejut sekali melihat cara Chen Si Lei menaklukkan kedua kerajaan di sekitar gurun pasir utara dengan cara yang lebih cepat dan hebat.
"Kakek aku sudah bunuh Raja Gu sebelum aku berada di sini",kata Chen Si Lei.
Bluk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao datang melemparkan kepala Raja serta keluarganya di tanah hutan buah leci di hadapan Chen Si Lei dan Ketua Sekte Pengemis Ayam Jantan.
"Sekarang kamu bisa serahkan pusaka mu kepada ku",kata Chen Si Lei halus.
Kakek itu mengeluarkan pusaka sekte nya dan menyerahkannya kepada Chen Si Lei simpan dengan baik dan cepat.
"Kong Kong",panggil gadis putri Lin Mo Bai datang ke hutan buah leci di ikuti oleh Lin Mo Bai dan Le Din Yin dan Sheng Li Na di belakangnya.
"Paduka, setelah Lin Mo Bai kembali ke tempat penginapan kita, dia membuat kacau putri dari Mongolia yang segera datang ke sini dan bertepatan dengan pasukan kita yang sudah menghancurkan kerajaan nya dan membuat Raja nya kabur ke sini dan di bunuh oleh Paduka dengan pintar",kata Le Din Yin melaporkan kejadian di rumah penginapan hingga kerajaan Te hancur dengan detail.
"Begitu juga dengan hamba yang sudah berhasil menghancurkan kerajaan Gu dan hamba serahkan beberapa pusaka kepada Paduka",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Sudah hamba kirim ke rumah Anda",kata Lin Mo Bai tersenyum menang dari pria tua yang dulu nya adalah ayah dari kekasihnya yang telah berhasil memisahkannya dari istri dan putrinya.
"Lin Mo Bai kau sungguh hebat sekali",kata kakek itu terkalahkan oleh pria kasim itu.
"Locianpwe aku ingin kau menjadi pengikut setia ku sebagai gubernur di kota ayam jantan",kata Chen Si Lei sopan kepada kakek Huang Tu.
"Hamba sudah tua Paduka dan hamba tidak bisa menerima posisi gubernur,maaf hamba menolak kebaikan Paduka kepada hamba",kata Kakek Huang Tu.
"Hmm baiklah aku tidak akan pernah memaksa kehendak mu",kata Chen Si Lei halus.
Chen Si Lei menatap tajam putri Lin Mo Bai dan tersenyum untuk Lin Mo Bai tahu maksudnya.
"Ya Ru cepat ucapkan terima kasih kepada Paduka",kata Lin Mo Bai segera minta putrinya sujud hormat kepada Chen Si Lei.
"Lin Ya Ru aku perintahkan kau menjadi gubernur di kota ayam jantan",Chen Si Lei memberikan maklumat untuk posisi gubernur kota ayam jantan di serahkan pada Lin Ya Ru putri Lin Mo Bai.
"Hamba ucapkan terima kasih atas kebaikan Paduka kepada hamba",jawab gadis itu sujud pada Chen Si Lei menerima posisi gubernur kota ayam jantan.
"Baiklah aku ingin memindahkan hutan buah leci ke rumah ku",Chen Si Lei sudah di atas pohon buah leci lagi dan memakannya dengan santai.
Le Din Yin tertawa-tawa melihat kelakuan saudara kembar tak identik dan Lin Mo Bai panik melihat Kaisar Tang Agung duduk santai nikmati buah leci di pohon itu.
"Astaga Yang Mulia. ..!!",teriak Lin Mo Bai panik karena pakaiannya Chen Si Lei bisa rusak dan kotor.
"Kau mirip kasim Chang Sin, Lin Mo Bai",kata Chen Si Lei melemparkan buah leci ke bawah untuk semua orang bisa makan buah leci dengan gembira.
"Hu Yi Tian kumpulkan buah -buah leci untuk Hua Erl di rumahku",seru Chen Si Lei sangat nikmati buah leci di pohon hutan buah leci.
"Hutan buah leci ini milik Paduka dan hamba bisa kirimkan semua pohon buah ini ke rumah Paduka",kata Raja Kerajaan Te baru menyukai Chen Si Lei sebagai adik iparnya yang sangat menyenangkan.
"Selain buah leci ini ,aku juga ingin punya buah naga untuk Ling Long",kata Chen Si Lei berkelebat cepat ke arah hutan buah naga.
"Semua tempat ini milik Anda",kata Lin Ya Ru ikut melompat ke hutan buah naga.
Chen Si Lei memeluknya dan mencium bibir Ya Ru yang membalas ciuman Chen Si Lei dengan mesra.
"Ya Ru kau mencium ku",kata Chen Si Lei menarik gadis itu untuk lebih dekat lagi di pelukan nya.
"Ahh aku lupa bahwa kamu adalah gubernur kota ayam jantan",kata Chen Si Lei sembari dekatkan dirinya pada gadis manis ini
"Hamba juga bisa menjadi kekasih Paduka di luar Istana Anda",jawab Lin Ya Ru tulus hati bersedia untuk menjadi kekasih di luar Istana pun tak apa bagi nya asalkan dia bisa menjadi bagian dari hidup Sang Kaisar Tang Agung.
Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada Ya Ru dan mereka berciuman mesra di dalam hutan buah naga.
"Du Yi Ming keluar kau",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao pun memahami Sang Kaisar jauh dari siapapun di dunia ini.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Hamba hadir Tuan Besar Wu",jawab pria bernama Du Yi Ming sujud hormat kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Mulai hari ini kau adalah gubernur kota Ayam Jantan",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao mewakili Chen Si Lei.
"Terimakasih atas kebaikan Paduka kepada hamba",kata pria itu menerima surat pengesahan dirinya sebagai gubernur dari Chen Si Lei lemparkan kepada nya dari hutan buah naga.
"Paduka,kapan kita bisa berangkat ke lokasi berikutnya?",tanya Le Din Yin seraya makan buah leci dari pohon terdekat.
"Besok saja kita berangkat,kalian tunggu saja di hutan buah leci",jawab Chen Si Lei yang sedang sibuk dengan Ya Ru.
"Buat tenda",perintah Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao kepada Hu Yi Tian dan Lin Mo Bai yang segera mematuhi perintah nya.
Le Din Yin dan kawan-kawan nya membuat tenda dan api unggun untuk malam ini di hutan buah leci sambil makan enak ala Mongolia di jamu oleh Raja Te dan keluarganya dan seluruh sahabat nya di wilayah Mongolia lainnya.
Chen Si Lei memandang rembulan di bawah pohon buah naga di temani oleh Ya Ru yang sudah menjadi seorang selir ke dua puluh sembilan milik Chen Si Lei,dan mereka berdua sudah saling berbagi kasih sayang satu sama lain dan Lin Xiao Ru atau Ya Ru sungguh tulus mencintai Chen Si Lei seorang untuk selamanya.
"Terimakasih Ya Ru",kata Chen Si Lei mencium bibir selir baru nya ini.
"Sama-sama Paduka",jawab Ya Ru tulus hati menyerahkan dirinya dan cinta pada Chen Si Lei Sang Pendekar Rajawali Emas Sakti yang juga Kaisar Tang Agung.
"Ya Ru tunjukkan kepada ku,kenapa daerah ini di sebut sebagai kota teratai api?",ucap Chen Si Lei dengan suara yang sangat menggoda Lin Ya Ru
"Ayo ikuti hamba Paduka",jawab Ya Ru segera menggenggam tangan Chen Si Lei.
Ya Ru mengajak Chen Si Lei ke sebuah tempat yang tumbuh banyak sekali bunga teratai berwarna api keemasan yang membuat tempat ini bercahaya terang yang indah sekali apalagi saat ini malam begitu terang oleh cahaya bulan purnama di angkasa raya.
"Bunga teratai api ini bisa memberikan kekuatan yang luar biasa untuk mencapai tingkat tertinggi dalam ilmu mukjizat kaum persilatan daerah ini",kata Ya Ru.
"Aku akan mencoba untuk mendapatkan kekuatan dari bunga teratai api ini",kata Chen Si Lei ingin tahu tentang kekuatan orang -orang daerah padang gurun pasir utara ini bisa bertahan hidup di daerah liar.
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti samudera laut timur untuk ia serap kekuatan dari bunga teratai api yang ternyata bisa mrnyatu ke dalam inti sari ilmu mukjizat ciri khas asli dari pulau persik yang sudah Chen Si Lei dapatkan dari Wen Li Sa Sang Rambut Emas.
Wuttttt !!
Crashhh!!
Blaarrrr !!
Chen Si Lei menghancurkan bunga teratai api sesudah dia dapat menguasai ilmu mukjizat dari bunga teratai api .
"Paduka Anda sungguh hebat sekali",kata Lin Ya Ru melompat ke dalam pelukan Chen Si Lei yang menciumnya mesra.
Chen Si Lei menjentikkan jari tangan untuk membunuh seseorang yang mengintai mereka berdua secara diam-diam dan rahasia.
Wuttttt !!
Cringgg!!
Blashh!!
Orang itu tewas seketika itu juga oleh ilmu mukjizat teratai api yang di praktikkan oleh Chen Si Lei untuk uji coba ilmu mukjizat baru nya.
"Kurang ajar berani bunuh anak buah ku!!",hardik wanita ganas melayang ke arah Chen Si Lei dan Lin Ya Ru.
"Ya Ru pergi dari sini",kata Chen Si Lei seraya melemparkan selir nya untuk pergi jauh dari tempat itu.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga wanita sadis lawannya terlempar jatuh dan Chen Si Lei menghantam hancur wanita itu dengan ilmu sakti mukjizat piramida sakti.
Dessssssss !!
Brrrrrrrrrrrrr !!
Sejumlah orang berpakaian ala Mongolia dan sekitarnya sudah mengurung Chen Si Lei di hutan bunga teratai api.
"Bunuh Pendekar Rajawali Emas Sakti sekarang juga",suara seorang gadis cantik jelita dan kejam terdengar jelas di telinga Chen Si Lei.
"Baik Tuan Putri",jawab para pasukan dari gadis kejam itu.
Chen Si Lei menggunakan jarum bening dengan cepat dan tepat mengenai tubuh seorang pria yang merupakan Raja dari kerajaan lain wilayah itu.
Jlebbbb !!
"Kau bunuh Kaisar Bai kami!!",hardik sejumlah orang yang mengurung Chen Si Lei di hutan bunga teratai api.
__ADS_1
Suara beberapa ekor kuda dan keledai tiba di tempat itu dengan cara yang tepat untuk membuat para pasukan dari Kekaisaran Bai runtuh seketika karena mereka yang datang ke tempat ini adalah para pasukan Chen Si Lei dan para sahabatnya serta pasukan keamanan dan keselamatan Kerajaan Mongolia.
"Berhenti kalian dan menyerahlah pada kami atau kalian semua kami habisi!!",
Kekaisaran Bai runtuh seketika itu juga oleh Chen Si Lei dan kawan-kawan nya di bantu oleh kerajaan Mongolia dan sekitarnya sehingga para musuh dari suku Bai tunduk kepada Chen Si Lei secara mutlak dan tunggal.
"Bunuh anggota keluarga kerajaan Bai",perintah Chen Si Lei yang sudah berada di atas kudanya seraya membabat habis kepala musuh dari Kekaisaran Bai.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
"Berhenti!!Hamba akan serahkan pusaka dan lainnya kepada Paduka",suara Ratu suku Bai sujud memohon kepada Chen Si Lei yang sudah akan memenggal para anggota keluarganya yang lain.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Hu Yi Tian berkelebat cepat merampas semua pusaka dari seluruh suku Bai dan kembali ke kudanya dengan cepat dan tenang.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Sejumlah Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti memasang bendera Kekaisaran Tang Agung di seluruh wilayah suku Bai.
Tapi Chen Si Lei tetap memerintahkan Raja Mongolia untuk menghabisi keluarga Ratu suku Bai dan hanya di sisakan Ratu nya saja sebagai budak Raja Mongolia.
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!
Crakkkkkk !!.
"Paduka Raja Temuchin berikan yang anda miliki untuk kita dapat hubungan baik satu sama lain dalam ikatan persahabatan dan persaudaraan yang kental",kata Chen Si Lei halus pada Raja Mongolia.
"Baiklah kawasan batas gurun pasir ini adalah wilayah mu dan seberang adalah wilayah ku dan lahan pertanian serta peternak domba di wilayah padang rumput perbatasan antara kita adalah milik mu ,aku juga akan berikan lencana perak dan emas kerajaan ku kepada mu..Aku serahkan putri ku kepada mu dan aku terima sepupu mu sebagai seorang Selir ku",kata Raja Mongolia secara diplomatik.
"Terimakasih banyak Paduka Raja",jawab Chen Si Lei memberi kode ke Kasim Lin Mo Bai untuk mengambil maklumat kesepakatan tersebut
"Putri Rong Erl ku serahkan kepada mu",kata Raja Kerajaan Mongolia.
Putri Rong Erl masuk ke wilayah Chen Si Lei dan Chen Si Lei menyerahkan sepupu nya yaitu Putri Qi Lu yang merupakan putri dari Pangeran Qi di Kekaisaran Tang Agung .
"Qi Lu mulai saat ini kau bagian dari keluarga mertua ku",kata Chen Si Lei.
Putri Qi Lu memang sudah di persiapkan oleh pihak diplomat Chen Si Lei untuk di serahkan kepada Raja Kerajaan Mongolia sebagai tali persaudaraan erat dengan Mongolia dan Tionggoan menjadi lebih baik daripada sebelumnya dan tentunya Kasim Chao sudah mengetahui bahwa Chen Si Lei masuk ke wilayah Mongolia di dalam perjalanan misi dari Kaisar Tang Agung mereka yang secara tidak sengaja.
"Kita harus lindungi Kaisar kita di berbagai perbatasan dengan kerajaan lain",kata Kasim Chao di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Kirim beberapa orang untuk menjaga keamanan dan keselamatan Kaisar dalam misinya",kata Ling Long duduk di ruang kerjanya sebagai seorang Permaisuri dari Kaisar Tang Agung.
"Baik hamba laksanakan",jawab para bagian diplomatik sudah siaga setiap kali di perlukan oleh Chen Si Lei melalui Lin Mo Bai kirim pesan kepada pihak yang ada di dalam Istana Kekaisaran Tang Agung.
Maka putri Qi Lu sujud kepada Chen Si Lei untuk menyatakan bahwa dia bersedia untuk menjadi seorang yang bisa membantu Kekaisaran Tang Agung bersaudara dengan kerajaan Mongolia.
"Aku ucapkan terima kasih atas kebaikan mu Kakak Qi Lu",kata Chen Si Lei halus kepada gadis cantik jelita yang menjadi saudari sepupunya itu.
Putri Qi Lu berjalan ke wilayah Mongolia dan tersenyum iklas kepada Chen Si Lei yang harus menahan rasa sedih harus mengorbankan sepupu nya untuk dinasti mereka tetap aman dan nyaman.
"Lagipula kita sudah dapat beberapa wilayah di perbatasan dan juga hadiah dari tetangga kita",kata Le Din Yin menghibur Chen Si Lei dengan nada pelan sekali.
"Ya Putri Rong Erl aduh lupa namanya tadi",kata Chen Si Lei duduk di batu besar di hutan buah leci.
"Tidak ku sangka bahwa menjadi seorang Kaisar juga ada kesulitan nya juga",Le Din Yin merasa iba terhadap Chen Si Lei yang tetap saja harus ikuti peraturan.
"Peraturan ini di namakan peraturan khusus untuk seorang pemimpin besar ",kata Chen Si Lei pusing sendiri tetapi resiko dia sebagai seorang Kaisar Tang Agung.
Raja Te dan para sahabatnya masih menunggu Chen Si Lei untuk berpesta yang di gelar di dalam hutan buah leci.
"Ayolah kita bersenang - senang bersama dan jangan risaukan hal lain",kata Raja Kerajaan Te menarik Chen Si Lei untuk duduk bersamanya.
Chen Si Lei bersulang minum arak susu domba kepada semua orang di wilayah itu sebagai sahabat dan saudara dengan mereka semua dengan menikmati seni tari dan sebagainya dari wilayah padang gurun pasir utara,dan Chen Si Lei ramah pada Raja dan Ratu Kerajaan Mongolia.
"Wah tidak aku sangka bahwa Kaisar Tang Agung selain muda dan rupawan juga sangat menghargai dan menghormati sesama juga sangat ramah bersahabat",
"Aku juga tidak bisa mengira bahwa Anda adalah seorang Raja hebat di wilayah utara khusus padang gurun pasir utara in",kata Chen Si Lei menjura hormat pada Raja dan Ratu Kerajaan Mongolia.
"Ya sudah sekarang kita adalah saudara besar ",kata Raja Kerajaan Mongolia senang sekali bisa bersaudara dengan Kaisar Tang Agung muda ini.
"Iya bersulang!!",teriak Chen Si Lei di ikuti semua orang di sana.
Usai berpesta di malam hari itu,Chen Si Lei mabuk bersama para sahabat nya dan Raja semua daerah itu ikut bersenang - senang bersama nya dan mereka semua berjanji untuk setia seumur hidup mereka sampai tujuh keturunan mereka semua adalah saudara besar.
"Ahm ya sudah aku mau istirahat di dalam tenda ku, besok pagi aku akan lanjut ke arah lain nya ",kata Chen Si Lei dengan suara serak dan langkah mabuk arak.
"Ya terimakasih semua",kata semua Raja itu mengagumi Chen Si Lei dan Chen Si Lei juga menghormati mereka semua.
Di dalam tenda sudah ada Ya Ru dan Putri Rong Erl yang sudah siap untuk bantu Chen Si Lei mandi, ganti pakaian tidur dan tidur pulas di tempat tidur.
"Xia Ning siapkan barang -barang untuk esok pagi Baginda berangkat kembali",perintah Lin Ya Ru.
"Siap Paduka hamba laksanakan",jawab pelayan Xia Ning patuh pada kedua selir Chen Si Lei yang baru.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao pun mengumpulkan para kawan-kawan nya untuk persiapan ke wilayah lainnya yang akan di lalui oleh Chen Si Lei.
"Kita harus perhatikan setiap langkah yang kita tempuh dalam misi Paduka kita dan aku ingin kau Hu Yi Tian kirim kedua selir dan pelayan Xia Ning ke rumah",
"Siap Tuan Besar Wu",jawab Hu Yi Tian sigap dan patuh pada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Berapa lama waktu yang kita tempuh untuk bisa tiba di kota Hang?",tanya Le Din Yin halus kepada Sheng Li Na.
"Kira -kira satu atau dua bulan kita bisa tiba di kota Hang",jawab Sheng Li Na bersandar di bahu Le Din Yin.
"Lin Mo Bai kau sudah berpisah dengan ayah mertua mu?",tanya Le Din Yin seraya memainkan ujung rambut Sheng Li Na.
"Iya saya sudah berpisah dengan ayah mertua sekitar beberapa jam lalu",Lin Mo Bai menjawab sambil minum teh hangat.
"Ayah ", panggil Lin Ya Ru mendatangi ayahnya.
"Hormat kami kepada Paduka Selir Ya Ru",sapa semua orang yang berada di luar tenda itu.
"Paduka Selir ada apa memanggil hamba?",Lin Mo Bai menjura hormat pada Ya Ru.
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin memeluk ayah ku ",jawab Lin Ya Ru memeluk Lin Mo Bai penuh kasih sayang dan kerinduan seorang anak perempuan terhadap ayah.
Lin Mo Bai membalas pelukan putrinya dengan kasih sayang yang sangat besar dan luas sekali sehingga Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Le Din Yin, Sheng Li Na dan Hu Yi Tian tersentuh dan terharu melihat mereka berdua bahkan Putri Rong Erl terlihat lebih sedih daripada mereka berdua.
"Paduka Selir Rong Erl kenapa Anda bersedih hati ?", tanya pelayan Xia Ning.
"Aku tidak bersedih hati tetapi aku hanya rindu kepada orang tua ku",jawab Rong Erl melihat Chen Si Lei tertidur pulas di tempat tidur.
"Ahh aku selamanya tidak pernah bisa berjumpa dengan keluarga ku lagi dan aku harus melayani nya seumur hidup ku sebagai majikan ku,suami ku,pria ku",Rong Erl bicara sendiri dalam hatinya.
Rong Erl mendekati Chen Si Lei dan bersimpuh di tepi tempat tidur pria itu,lalu dia menyentuh wajah Chen Si Lei yang tertutup topeng rajawali emas sakti.
"Kau ingin melihat wajah ku?",tanya Chen Si Lei membuka sepasang matanya.
Rong Erl terkesiap melihat Chen Si Lei terbangun dari tidurnya dan menyadari dia sedang mencuri pandang terhadap Kaisar Tang Agung,Chen Si Lei melompat dari tempat tidur dan tahu-tahu Chen Si Lei sudah berada di luar tenda dan tidur pulas di atas pohon buah leci lagi.
Rong Erl semakin terperanjat kaget dengan sikap Chen Si Lei yang ajaib dan aneh bagi putri Raja Kerajaan Mongolia itu."Apakah dia seorang manusia?",tanya Rong Erl gentar dan takut kepada Chen Si Lei.
"Paduka sangat baik hati dan penyayang, anda tidak perlu takut kepada Paduka Kaisar Tang Agung",kata pelayan Xia Ning menenangkan hati Rong Erl.
"Paduka adalah suami yang baik dan menyayangi para wanitanya dengan baik dan penuh kasih sayang",kata Lin Ya Ru memasuki tenda kembali dan bersikap ramah kepada Putri Rong Erl.
"Sebaik apa pun dia tetap saja beliau adalah seorang penguasa besar",kata Putri Rong Erl.
"Iya kita harus ingat siapa beliau dan siapa kita",kata Lin Ya Ru sudah berbaring di tempat tidur dan tidur pulas.
Besok paginya,mereka semua sudah berkemas dan bersiap untuk memulai misi di daerah lainnya.
"Kalian tunggu aku di rumah",kata Chen Si Lei memeluk kedua orang selir dan memerintahkan pelayan Xia Ning untuk menjaga mereka selama di perjalanan ke Istana Kekaisaran Tang Agung.
"Hamba akan laksanakan perintah Paduka dengan baik",jawab pelayan Xia Ning.
Setelah para wanita naik ke kereta kuda yang sudah di siapkan oleh pihak rumah Chen Si Lei di kawal langsung oleh Hu Yi Tian dan para pasukan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti dan kereta kuda pun pergi ke arah selatan menuju ke Ibukota Kekaisaran Tang Agung.
"Baiklah kita teruskan perjalanan kita lagi",kata Chen Si Lei sudah berada di kuda dan Lin Mo Bai menuntun tali kudanya berjalan ke arah lain.
"Aku juga perlu kuda",kata Le Din Yin melihat kuda milik orang Mongolia sejenak.
"Pakai saja kuda ku",kata pria Mongolia yang menjadi sahabat baru Le Din Yin.
"Terimakasih teman",kata Le Din Yin memeluk sahabat barunya itu.
"Li Na naik",kata Le Din Yin membantu Sheng Li Na naik kuda dan pria ini duduk di belakang kekasihnya dan mengikuti jalan kudanya Chen Si Lei.
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao pamit pada semua orang di daerah ini dan mengikuti Chen Si Lei dan kawan-kawan nya dengan berkelebat cepat untuk mengejar Chen Si Lei ke arah pintu masuk ke wilayah Lan Zhou.
__ADS_1