
"Kota kecil ayam jantan cukup menarik juga",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao ketika mereka sudah tiba di kota ini.
"Aku ingin coba kue rasa kacang merah di sana ",kata Sheng Li Na menarik Le Din Yin ke arah penjual makanan ringan di pinggir jalan.
Chen Si Lei menunggu mereka di pinggir jalan sambil mengamati para penduduk di dalam kota kecil ayam jantan.Lin Mo Bai sibuk mengipasi dan memberi minum air putih kepada Chen Si Lei yang duduk di pinggir jembatan di dalam kota kecil ini dengan santai sekali.
"Celaka kau si tua Bun sudah usia lima puluh tahun belum juga mempunyai satu orang cucu dari menantu kita yang durhaka itu",suara seorang wanita cantik jelita sibuk memarahi seorang pria tua yang menjadi suaminya.
"Istriku kau bisa diam atau tidak.Aku sudah pusing memikirkan bagaimana cara untuk menantu kita memberi kita cucu sebelum kita mati",kata si tua Bun .
"Ada cara lain yaitu mencarikan istri baru untuk putra kita",kata istrinya.
"Xu Kai tidak mau mencari istri baru karena dia sudah berjanji untuk setia seumur hidupnya dengan istrinya yang durhaka kepada kita",kata pria tua yang bernama Bun Sim.
Setelah kedua orang tua itu lewat di depan Chen Si Lei,Lin Mo Bai dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao duduk di pinggir jembatan,mereka melihat seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun bersama seorang anak perempuan melewati jembatan itu sambil menangis sedih sekali.
"Anak-anak kenapa kalian berdua menangis", tanya Chen Si Lei iba melihat anak -anak kecil itu menangis.
"Uang kami di curi oleh pengemis di jalan itu dan kami tidak bisa pulang ke rumah kami",jawab anak -anak kecil itu.
"Rumah kalian berada di mana?",tanya Chen Si Lei berjongkok untuk menghadapi anak -anak kecil itu.
"Di gang bunga putih kecil",jawab gadis kecil yang menangis lebih kencang.
"Cup,cup jangan sedih ya",kata Chen Si Lei seraya membelai lembut rambut gadis kecil.
"Mo Bai antarkan mereka berdua pulang ke rumah mereka",perintah Chen Si Lei.
"Ya tuan muda",jawab Lin Mo Bai sigap untuk laksanakan perintah Chen Si Lei.
"Ayo anak -anak paman antar kalian pulang ke rumah kalian dengan aman",Lin Mo Bai yang mengantarkan anak -anak kecil itu ke rumah mereka sesuai petunjuk dari kedua orang anak ini.
Kini Chen Si Lei dan Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao saja yang menunggu Le Din Yin dan Sheng Li Na kembali dari membeli makanan di kedai pinggir jalan area lain di kota kecil ayam jantan ini.
Tak lama kemudian seorang pengemis datang membawa tongkat bambu dengan sikap sombong dan garang sekali dan duduk di tengah jalan jembatan sehingga orang -orang susah untuk melewati jembatan ini dan seorang wanita muda dan cantik jelita menegur keras si pengemis itu.
"Kau sungguh lancang sekali duduk di tengah jalan jembatan, mau mu apa?!",
"Nyonya Muda Ao jika kamu ingin lewat jembatan ini,kau harus bertemu dengan pimpinan ku yaitu Ketua Sekte Pengemis Ayam Jantan di kuil kosong yang jadi rumah kami",jawab pengemis muda itu.
"Pengemis Huang Tu maksud mu?",tanya Nyonya Muda Ao.
"Bukan tetapi Ketua Yu Hao kami",jawab pengemis muda itu.
"Aku tidak kenal dengan Ketua Yu Hao mu",kata Nyonya Muda Ao.
"Kenal atau tidak kenal,anda harus ikut aku dulu ke rumah ketua kami",perintah Si pengemis muda terhadap Nyonya Muda Ao.
Wuttttt !!
Tuk!!
"Aduhhh!!",jerit pengemis muda di totok oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Dasar pria cabul gila rupanya yang menyamar sebagai seorang pengemis ayam jantan",kata Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao menunjukkan tanda kepala tengkorak di lengan pengemis itu.
"Nyonya Muda Ao,apakah kau mengenali aku", tanya Le Din Yin yang sudah tiba di jembatan itu bersama Sheng Li Na.
"Pendekar Le Din Yin rupanya kau",jawab Nyonya Muda Ao sopan.
"Iya aku Pendekar Naga Sungai Li Le Din Yin",kata Le Din Yin hormat.
"Pendekar Le Din Yin datang ke kota kecil ayam jantan untuk menemui suamiku di rumah kami ",tanya Nyonya Muda Ao.
"Iya aku ingin sekali bertemu dengan kakak Ao yang menjadi Suheng ku di Sekte Naga Sungai Li",jawab Le Din Yin ramah.
"Kalau begitu ayo ikut aku ke rumah kami",kata Nyonya Muda Ao ramah sekali.
Le Din Yin memberi isyarat kepada Chen Si Lei untuk mengikutinya ke rumah milik salah seorang dari anggota Sekte Naga Sungai Li yang berada di dalam kota kecil ini.
"Kau tangani sekte sesat kepala tengkorak setan itu",perintah Chen Si Lei kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Siap Tuan Muda",jawab Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao sudah berkelebat cepat ke arah markas besar Sekte sesat kepala tengkorak setan dengan menyeret pemuda pengemis gadungan itu.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei mengikuti Le Din Yin dan Sheng Li Na menuju ke rumah Suheng nya Le Din Yin yang berada di gang besar bernama gang ayam jamur putih.
"Pendekar Le silakan masuk ke dalam rumah kami",kata Nyonya Muda Ao setelah mereka tiba di rumah keluarga Ao.
"Terimakasih",jawab Le Din Yin melangkah masuk ke rumah itu di ikuti oleh Sheng Li Na dan Chen Si Lei paling belakang.
Chen Si Lei mengamati keadaan rumah ini dengan cermat dan teliti sembari ikuti langkah Sheng Li Na yang sudah mengikuti Le Din Yin masuk ke ruang tamu dari rumah keluarga Ao,dimana seorang pria muda dan seorang wanita muda lain ada di ruang tamu itu.
"Suamiku coba lihat siapa yang telah datang ke rumah kita",ucap Nyonya Muda Ao tersenyum manis kepada pria muda itu.
"Sute Le Din Yin ",sapa Tuan Muda Ao yang segera memperkenalkan Istri kedua di belakangnya.
"Hai Suheng dan kakak ipar kedua",sapa Le Din Yin sopan kepada Tuan Muda Ao dan istri keduanya.
"Oia dia siapakah?",tanya Nyonya Muda Ao kedua melihat Sheng Li Na di sisi Le Din Yin.
"Kekasihku namanya Sheng Li Na",jawab Le Din Yin memperkenalkan Sheng Li Na kepada keluarga Suheng nya.
"Aku dengar kau sudah memiliki seorang istri yang cantik jelita di Sekte kita",kata Tuan Muda Ao terlihat terpesona dengan kecantikan Sheng Li Na.
"Ya betul aku sudah memiliki istri yang bernama Su Mu Yun dan Sheng Li Na ini calon istri kedua ku",jawab Le Din Yin merasa tidak senang dengan tatapan mata Suheng nya kepada Sheng Li Na.
"Lalu bagaimana dengan Shiu Chiu tunangan mu dari suhu dan subo untuk mu?",
"Shiu Chiu berhak untuk memilih calon suaminya yang dia inginkan tetapi jika dia memilih untuk bersama ku,ya dia akan menjadi istri ke tiga ku",jawab Le Din Yin dengan nada datar.
"Lalu siapakah pemuda yang bersama mu ini?", tanya Tuan Muda Ao melihat Chen Si Lei pada akhirnya menyadari kehadiran Chen Si Lei di rumahnya.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti",jawab Le Din Yin bangga memperkenalkan Chen Si Lei kepada Suheng nya yang sangat sombong sejak dahulu sehingga kadang membuat Le Din Yin kesal dengan tingkah laku Suheng nya yang katanya adalah orang terpandang di kota kecil ayam jantan dan memiliki dua orang isteri cantik jelita dan tiga orang anak yang menyenangkan serta memiliki harta yang banyak di seluruh kota kecil ini.
"Ahh Salam hormat kepada Pendekar Rajawali Emas Sakti",sapa Tuan Muda Ao dan kedua orang istrinya bersujud hormat kepada Chen Si Lei.
Chen Si Lei mengangguk singkat untuk dapat menyatakan bahwa dia menerima hormat dari Tuan Muda Ao untuknya dan sikap Chen Si Lei yang sangat tinggi membuat Le Din Yin senang sekali bisa membuat Suheng nya takluk kepada Chen Si Lei dan Le Din Yin bisa lihat bahwa Suheng nya kalah olehnya.
"Apakah di rumah mu tidak ada hidangan yang istimewa untuk menyambut ku?",tanya Chen Si Lei nada memerintah dan menuntut pelayanan istimewa dari Tuan Muda Ao.
"Ya tentu saja ada Paduka",jawab Tuan Muda Ao segera memerintahkan kepada kedua orang istrinya untuk menghidangkan makanan dan minuman teristimewa untuk Chen Si Lei.
"Aku ingin makanan ku hangat dan lembut hmm minuman ku..Aku mau minuman segar dari buah leci",kata Chen Si Lei menuntut hidangannya lebih spesial.
"Iya Paduka hamba laksanakan",jawab Tuan Muda Ao yang segera pergi ke dapur untuk siapkan makanan dan minuman untuk Chen Si Lei perintahkan kepadanya.
Le Din Yin ucapkan terima kasih pelan kepada Chen Si Lei yang membalas Le Din Yin dengan senyuman tampan nya.
__ADS_1
"Kalian berdua sungguh jahil sekali kepada Tuan Muda Ao",kata Sheng Li Na.
"Biar dia tahu rasa bahwa di atas langit masih ada langit lagi agar dia tidak bisa sombong lagi",sahut Le Din Yin mencium Sheng Li Na dengan cepat.
Chen Si Lei terpaksa keluar dari ruang utama ini untuk memberikan ruang pribadi kepada Le Din Yin bisa mencurahkan kasih sayangnya terhadap Sheng Li Na.
Chen Si Lei melihat -lihat taman di rumah itu dengan kekaguman yang cukup baik dari tatapan mata Chen Si Lei yang sangat suka sekali dengan kehidupan alam di mana dia berada,dan Chen Si Lei memperhatikan bahwa di salah satu paviliun di dalam rumah itu.
"Wah burung parkit yang indah",kata Chen Si Lei menggunakan jemari nya sentuh bulu burung kecil di dalam sangkar di meja bundar paviliun.
"Jing Li",kata seorang gadis duduk di kursi meja bundar itu.
"Siapa yang kau panggil Nona?",tanya Chen Si Lei halus pada gadis itu.
"Burung parkit kecil itu namanya Jing Li",jawab gadis itu memberitahu Chen Si Lei nama burung parkit kecil itu.
"Nama yang bagus sesuai dengan burung kecil ini ",kata Chen Si Lei suka sekali parkit kecil yang berwarna keemasan ini.
"Anda suka pada Jing Li?",tanya gadis itu melihat Chen Si Lei begitu suka parkit.
"Ya aku suka sekali Jing Li",jawab Chen Si Lei bersinar senang pada burung parkit kecil itu.
"Baiklah hamba serahkan Jing Li kepada Anda ",kata gadis itu tersenyum ramah.
"Sungguh ??Kau berikan Jing Li kepada ku?",tanya Chen Si Lei sekali lagi untuk ia dapat memastikan ucapan gadis itu benar-benar tulus mau serahkan burung parkit kecil warna emas ini untuknya.
"Ya hamba sungguh tulus berikan Jing Li kepada Anda",jawab gadis itu jujur.
"Terimakasih",kata Chen Si Lei menerima burung parkit kecil emas dengan ceria.
Chen Si Lei sudah kembali ke ruang tamu keluarga Ao dan berkumpul bersama Le Din Yin dan Sheng Li Na serta keluarga Ao lainnya yang telah siapkan makanan dan minuman khas keluarga mereka untuk Chen Si Lei dan Le Din Yin dan Sheng Li Na.
Sesudah mereka makan siang di rumah keluarga Ao,mereka bertemu dengan Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai yang sudah berada di luar pintu rumah keluarga Ao dan memberikan laporan tentang pekerjaan mereka berdua kepada Chen Si Lei yang sudah menunggu laporan mereka.
"Lapor Paduka kedua orang anak kecil tadi adalah anak -anak dari keluarga Bu di gang kecil dan hamba sudah mengantarkan mereka ke rumah mereka kepada orangtua mereka dengan aman ",lapor Lin Mo Bai.
"Ya terimakasih Lin Mo Bai atas kerja mu yang sangat baik terhadap masyarakat kita",kata Chen Si Lei ramah pada Lin Mo Bai.
"Lapor Paduka markas cabang sekte sesat kepala tengkorak setan sudah hamba hancurkan dan ketua cabang nya sudah tewas oleh hamba",lapor Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao membawa bukti kepala para musuh yang sudah di potong oleh Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Terimakasih banyak Wu Sin Hao",kata Chen Si Lei tulus hati kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Burung parkit kecil milik siapa ini Paduka?",tanya Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Milik ku namanya Jing Li aku dapatkan dari adik Tuan Muda Ao tadi siang",jawab Chen Si Lei menaruh sangkar burung parkit emas di ruang tidur khususnya dalam rumah kosong.
"Wah gadis itu tentu jatuh cinta kepada mu ,maka ia bersedia berikan burung itu kepada mu",kata Le Din Yin berada di sudut kanan rumah kosong bersama Sheng Li Na.
"Tidak dia tidak jatuh cinta kepada ku,dia tulus hati berikan Jing Li kepada ku",
"Gadis itu sepertinya saya pernah lihat dia...Hemm dimana ya?",ucap Sheng Li Na teringat dengan gadis di rumah keluarga Ao mengingatkan dia pada seseorang di kenal nya.
"Di desa rumput ungu di tengah perjalanan kita ",kata Lin Mo Bai teringat jelas.
"Apakah dia Sekte Sesat Tujuh penyair sesat yang belum kita bunuh di desa itu?",
"Hmm ya gadis itu Mayra si penyair sesat nomor satu di antara tujuh penyair gila itu ",jawab Chen Si Lei melemparkan burung parkit kecil keluar dari rumah kosong itu.
Prakkk !!
"Aghhhhhh !!", teriak seorang wanita cantik jelita yang ternyata gadis keluarga Ao.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Serangan maut dari Chen Si Lei ter tangkis oleh Suheng nya Le Din Yin yaitu Tuan Muda Ao .
"Pendekar Rajawali Emas Sakti jangan membunuh adikku yang sudah baik pada mu",kata Tuan Muda Ao.
"Suheng kau juga sudah tersesat rupanya karena aku mencium bau darah sesat di tubuh mu saat ini",kata Le Din Yin sudah bersiap untuk bertarung melawan pria yang dulu nya adalah Suheng nya tapi sekarang adalah musuhnya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Paduka kedua orang anak kecil itu tewas telah di bunuh oleh pria jahanam ini",Lin Mo Bai sudah membawa bukti kejahatan Tuan Muda Ao kepada Chen Si Lei.
"Kurang ajar kau Iblis Ao!!",hardik Le Din Yin marah menerjang hebat ke Suheng nya.
Plakkkkkk !!!
Dessssssss !!
Tuan Muda Ao menangkis serangan maut dari Le Din Yin dengan ilmu sesat yang sangat kuat sehingga Le Din Yin terkejut sekali.
Brrrrrrrrrrrrr !!
"Tuan Muda Ao kami datang untuk membantu mu",kata istri kedua Tuan Muda Ao datang bersama sekelompok orang sesat ganas.
"Sisi kau pintar sekali membawa pasukan mu untuk basmi mereka yang sombong dan merasa hebat terutama bocah itu",kata Tuan Muda Ao mendelik ganas Chen Si Lei.
"Tuan Muda Ao kau pintar sekali berpura -pura sebagai wanita cantik berdebat dengan pria tua dan istri mu ini sebagai kakek tua di jembatan sedang berniat untuk mengambil kedua anak kecil yang di perebutkan oleh Sekte Sesat kepala tengkorak setan tetapi tidak sempat karena ada aku dan kawan-kawan ku di tempat itu maka kalian ber sandiwara di hadapan kami yang datang ke rumah kalian bersama istri pertama mu yang jujur dan bersih itu",kata Chen Si Lei membongkar siasat licik Tuan Muda Ao.
"Tapi kau dan Le Din Yin akan mati karena kami telah meracuni kalian saat kalian makan siang bersama kami di rumah ku",kata istri kedua Tuan Muda Ao.
"Aku dan Le Din Yin lebih dulu menukar makanan dan minuman beserta peralatan makan dan minum kami dengan milik kalian semua tanpa kalian ketahui",Chen Si Lei lebih peka terhadap siasat musuh yang halus dalam niat untuk habisi dia dan kawan-kawan nya.
"Kau sungguh di luar dugaan kami...!!",hardik wanita ganas itu melompat ganas ke arah Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk membunuh wanita itu dari jarak dekat sekali.
Wuttttt !!
Dessssssss !!
Chen Si Lei sudah membunuh istri kedua Tuan Muda Ao yang menjerit marah.
"Kurang ajar bocah !!",jerit Tuan Muda Ao segera menerjang Le Din Yin secara ganas .
Wushh !!
Dessssssss!!
Le Din Yin menangkis serangan maut dari Suheng nya dengan ilmu pukulan hawa sakti naga sungai Li yang jauh lebih tinggi dan bersih daripada Suheng nya yang sudah tersesat.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan Lin Mo Bai serta Sheng Li Na sudah berkelebat cepat untuk segera membunuh para anggota Sekte Sesat pimpinan Tuan Muda Ao.
Syuutttttttt !!
__ADS_1
Plakkkk !!!
Dessssssss !!
Chen Si Lei berkelebat cepat menghantam hancur perut para musuh dengan ilmu mukjizat Gunung Ling di sertai ilmu mukjizat piramida sakti.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Le Din Yin menerjang hebat dengan ilmu pedang mukjizat naga sungai Li dan Le Din Yin membabat habis Suheng nya.
"Tolongggg kami !!", teriak sejumlah orang dari kediaman Ao.
"Selamatkan mereka",perintah Chen Si Lei kepada Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei menggunakan ilmu mukjizat telapak sakti bunga persik yang dahsyat sehingga sejumlah orang musuh sakti tewas.
Dessssssss !!
Wuttttt !!
Bruakkk !!
Chen Si Lei melompat cepat menerjang pintu ruangan tertutup di dalam rumah Ao dan melihat sejumlah anak kecil di sekap di ruangan itu.
"Anak -anak ayo cepat keluar dari sini",kata Chen Si Lei memandu anak-anak kecil keluar dari rumah keluarga Ao.
"Terimakasih Pendekar Rajawali Emas Sakti",kata anak -anak kecil itu yang sudah aman di pelukan orangtua mereka masing - masing.
"Sama-sama anak -anakku", kata Chen Si Lei halus pada semua anak kecil itu.
Sekarang Chen Si Lei sudah lenyap dari tempat itu dan menolong Nyonya Muda Ao pertama yang di kurung dalam kamar yang sudah di siapkan untuk lakukan ritual sesat oleh seorang Nenek tua yang merupakan seorang ahli sesat Bunga Hitam.
Wuttttt !!
Plakkkkkk !!
Dessssssss !!
Nenek sesat itu terjungkal ke belakang oleh terjangan pukulan bunga persik milik Chen Si Lei yang sudah berkelebat cepat untuk membunuh nenek itu.
Wuttttt !!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei menggerakkan pedang secara cepat dan hebat memenggal nenek itu dengan ilmu pedang rajawali emas sakti.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti tolong selamatkan anak ku yang bernama Ye Xi yang di culik oleh kakek tujuh penyair sesat di gang satunya lagi",Nyonya Muda Ao tergeletak pingsan setelah memberitahukan tentang anaknya yang di tawan oleh salah seorang dari tujuh penyair sesat.
"Lin Mo Bai jaga Nyonya Muda Ao",perintah Chen Si Lei kepada Lin Mo Bai.
"Siap Paduka",jawab Lin Mo Bai sudah berada di dekat Nyonya Muda Ao pertama.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei sudah lenyap dari tempat itu menuju ke tempat dimana seorang anak kecil sedang di sembelih oleh seorang kakek tua sadis.
Wuttttt !!!
Crakkkkkk !!
Chen Si Lei lebih dulu membabat habis kakek sadis itu sebelum kakek sadis itu menghabisi anak kecil putra kandung Nyonya Muda Ao pertama.
"Anak kecil kau sudah aman sekarang",kata Chen Si Lei menggendong anak kecil itu berkelebat cepat pergi dari rumah ilegal itu.
"Hancurkan rumah itu",perintah Chen Si Lei tegas kepada Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao.
"Siap Paduka",sahut Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao dan kawan-kawan nya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei menyerahkan anak kecil kepada Nyonya Muda Ao yang sangat terima kasih sekali kepada Chen Si Lei atas pertolongan Chen Si Lei terhadap putranya dan dirinya.
"Sama-sama Nyonya Muda Ao",kata Chen Si Lei sopan kepada Nyonya Muda Ao.
"Pendekar Rajawali Emas Sakti saya mau berikan hadiah untuk Anda",kata putra Nyonya Muda Ao.
"Hadiah apa yang mau kau berikan kepada ku Tuan Muda Ao Junior?",tanya Chen Si Lei ramah pada anak kecil ini.
"Koin gambar ayam jantan untuk mu karena kau sungguh pejantan tangguh yang ter hebat di seluruh dunia",jawab anak kecil itu memberikan koin emas pada Chen Si Lei.
"Baiklah aku terima hadiah mu tapi aku juga punya hadiah untuk mu",kata Chen Si Lei tersenyum lembut sekali kepada anak kecil ini.
"Wah gantungan kunci gambar anak singa",kata anak kecil itu senang sekali bisa mendapatkan hadiah dari Pendekar Rajawali Emas Sakti idolanya.
"Baiklah aku harus pergi sekarang. .Dahhh",kata Chen Si Lei melambaikan tangan kepada Tuan Muda Ao Junior dan ibunya.
Brrrrrrrrrrrrr !!
Chen Si Lei sudah berada di atas punggung kudanya menuju ke arah kota besar di sepanjang sungai Yang tse di ikuti oleh Le Din Yin dan Sheng Li Na, Si Pemabuk Gila Wu Sin Hao, Lin Mo Bai dan para pasukan Laskar Harimau Rajawali Emas Sakti yang berada di berbagai tempat untuk melindunginya.
"Paduka ada surat balasan dari Raja Kerajaan Tajikistan untuk Anda",kata Hu Yi Tian sudah bergabung kembali bersama Chen Si Lei di bukit daun jahe merah.
"Terimakasih Hu Yi Tian atas kerja keras kepada ku",kata Chen Si Lei tulus hati.
"Sudah menjadi tugas hamba untuk melayani Anda, Paduka",jawab Hu Yi Tian.
Chen Si Lei membaca surat balasan dari Raja Kerajaan Tajikistan yang berisi dua belas hadiah untuk Chen Si Lei sebagai ucapan terimakasih atas bantuan Chen Si Lei terhadap rakyatnya yang di tawan oleh kaum sesat Raja Syah Tan,dan Raja Kerajaan Tajikistan ingin menjalin persahabatan dengan Chen Si Lei dengan baik dan hangat.
"Dua belas batu mutiara dari Tajikistan lebih baik daripada kirimkan wanita untuk menjadi Selir ku karena aku sudah jenuh dengan hadiah berupa wanita cantik dan menarik terus",kata Chen Si Lei jujur sekali bahwa dia mulai bosan terhadap para gadis manapun sama saja baginya.
"Ala nanti lihat gadis Mongolia, manchuria atau gadis lainnya lagi,kau akan cepat menjadikan mereka sebagai Selir mu Tuan Muda",kata Le Din Yin menggoda Chen Si Lei secara jujur dan tahu sekali sifat Chen Si Lei ini.
"Emmm kau ini tidak bisa ya membuat ku ceria sebentar saja",kata Chen Si Lei.
:Hahahaha hahahaha Hei Kaisar Tang Agung tunggu dulu jangan marah -marah tak jelas",kata Le Din Yin merangkul Chen Si Lei untuk berjalan bersamanya.
"Hei jangan sembarangan sentuh aku ya",kata Chen Si Lei menepis tangan Le Din Yin yang merangkul nya tanpa izin.
"Ei kalau berdua bila berdiri bersamaan ternyata mirip juga ya?!",ucap Sheng Li Na terkejut sekali melihat mereka berdua ada kemiripan satu sama lain.
"Siapa yang mirip dengannya?!",tukas Chen Si Lei galak sekali kepada Sheng Li Na.
"Ya kita sama sekali tidak mirip",jawab Le Din Yin cengir lebar pada Sheng Li Na.
Mereka berdua berdebat terus di sepanjang jalan sehingga membuat perjalanan ke kota selanjutnya menjadi lebih menarik dari perjalanan mereka sebelumnya.Mereka berdebat tentang banyak hal yang tidak ada hubungannya dengan perjalanan mereka dan mereka damai kembali saat benar- benar tiba di lokasi yang mereka datangi,yaitu di kota Teratai Api.
__ADS_1