
2 tahun kemudian...
Ayatha menuruni tangga pesawat pribadi milik kakaknya, high heelnya menapakkan ke
beton yang basah di tanah kelahirannya, udara sedikit lembab karena baru saja hujan.
Ayatha sekarang sangat berbeda dengan yang dulu, Maxi mengirim Ayatha ke luar negeri, melanjutkan sekolahnya, 1 tahun penyesuaian dan tahun berikutnya dia berhasil menyelesaikan sekolahnya di sana. Saat Ayatha pergi dari sini, dia meninggalkan
segalanya di sini, hidupnya juga hatinya.
Ayatha sungguh berubah, dia memotong rambut panjangnya yang hitam menjadi pendek model bob sebahu, mewarnai rambutnya dengan warna abu-abu perak, membuat wajahnya bertambah cerah. Saat dia tiba di negeri orang, Ayatha sudah janji, tidak akan menangisi apapun lagi, dia berjanji akan mencintai dirinya sendiri dari pada
mencintai orang lain. Karena dia sudah tahu bagaimana sakitnya patah hati, jadi
kalau bukan dia, siapa lagi yang akan mencintai dirinya sendiri.
Waktu dapat menyembuhkan, itu benar namun waktu tidak bisa membuat bekas luka hilang, begitu juga hati Ayatha, luka hatinya memang telah sembuh, namun dia tidak akan
pernah sama seperti yang dulu lagi, sudah terlalu banyak bekas luka, membuat
hatinya mengeras, terlalu banyak luka untuk merasakan cinta lagi. Pada akhirnya
Ayatha bisa juga terbebas dari rasa sakitnya, pesta pertunangan Andra dan
nadine menjadi topik pembicaraan paling hangat selama seminggu, namun rasanya Ayatha sudah mati rasa, dia benar-benar tidak lagi menangis, cintanya sudah mati....
hilang di padang rumput saat Andra mencapakkannya dulu.
Dia menjaga dirinya dengan baik, memperlakukan dirinya juga dengan baik, menghargai dirinyasendiri dengan baik pula, makan makanan yang sehat, banyak berolah raga, sehingga sekarang badannya lebih berisi namun tetap dalam bentuk tubuh yang
ideal, sekarang semua orang akan melihatnya dua kali karena terpukau.
Selain belajar pelajaran sekolah di sana, Maxi juga menyiapkan seorang guru untuk
mengembangkan kepribadian Ayatha, dia menatap sekeliling dengan mantap, percaya
diri, jauh dari dirinya yang dulu. Ini Ayatha yang tampak lebih berkelas dan
beraura.
Dia sempat memakai make up tipis, membuat wajahnya tampak lebih segar, gayanya juga lebih casual, dengan kaos putih dan ripped jeansnya dia berjalan menuju Maxi yang
sudah menunggunya.
Maxi tersenyum sangat manis, selain dia sangat merindukan adiknya, dia juga puas
dengan perubahan Ayatha, sepertinya dia berhasil membuat Ayatha lebih dari yang
dulu.
" Selamat pagi Kakak," kata Ayatha membalas senyuman kakaknya
" Selamat datang lagi, maaf akhir-akhir ini jarang melihatmu di sana, " kata Maxi
memeluk adiknya, Ayatha membalas pelukkan kakaknya dengan erat.
" It's okay Kak, aku tahu kau pasti sangat sibuk, " kata Ayatha memandang
kakaknya
" Baiklah, ayo, kita bicarakan di perjalanan pulang, kau pasti capek sekali, " kata Maxi
membukakan pintu mobil untuk adiknya, lalu dia juga masuk saat Ayatha sudah di
dalam, mobil segera meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
" Selamat atas kelulusannya, aku turut senang atas keberhasilanmu, " kata Maxi
menatap Ayatha
" Terima kasih Kak, tanpa mu juga aku tidak bisa seperti ini, " kata Ayatha
" Oh, kapan kau mulai kuliah, sudah memutuskan ingin kuliah di mana?" kata Maxi
" Masih belum, " kata Ayatha
" Tidak apa-apa, lagi pula kau baru pulang, nikmati liburanmu dulu, " kata Maxi
" Bagaimana hotel kita di pesisir selatan? " kata Ayatha
" Berkembang pesat, namun aku jarang kesana, kenapa?" kata Maxi penasaran
" Aku rasa aku ingin ke sana, hanya mengamati dan belajar di sana," kata Ayatha
" Haha, kau baru saja pulang, sudah ingin bekerja ke sana? Kenapa tidak di sini?"
kata Maxi tertawa kecil
" Di sini sama saja seperti di tempat aku sekolah, tidak ada bedanya, pesisir
selatan banyak pantai dan pulau yang indah, aku bisa sekalian belajar dan
berlibur, bagaimana kak?" kata Ayatha lagi
" Kau ada benarnya juga, baiklah, kapan saja kau ingin ke sana, tinggal katakan saja
padaku, tapi aku minta maaf jika tidak bisa menemanimu di sana, " kata Maxi
menatap lembut kakaknya
kau memiliki semuanya namun kau sama sekali tidak menikmatinya, lihat... aku
bisa menebak, sudah beberapa hari kau tidak tidur dengan baik kan? " kata Ayatha
dengan penuh perhatian
Maxi tersenyum manis, tersentuh dengan perhatian Ayatha.
" Baiklah, sepertinya kata-katamu ada benarnya juga, aku akan mengatur waktuku untuk berlibur bersamamu di sana, bagaimana? " kata Maxi
" Tentu, aku akan menunggu kabar darimu, " kata Ayatha senang.
" Lalu, kau ingin pulang ke mana sekarang?" kata Maxi
" Aku ingin pergi berbebelanja dulu, ada yang harus aku penuhi, sudah aku rencanakan
sejak beberapa bulan lalu, " kata Ayatha
" Oh, baiklah, setelah mengantarku, kau bebas ke mana saja, aku sudah menyediakan
apartemen untukmu jika kau ingin tinggal di sana, jika kau butuh sesuatu
katakan saja padaku, " kata Maxi lagi
" Aku rasa aku ingin meminjam salah satu dari mobilmu Kak," kata Ayatha, dia
sekarang bisa menyetir mobil sendiri.
" Pilih saja yang kau inginkan, nanti aku akan membelikannya, " kata Maxi lagi
" Tidak perlu, aku juga tidak tahu sampai kapan di sini, aku pakai mobil yang ada saja,
__ADS_1
" kata Ayatha tersenyum
" Baiklah, " kata Maxi
Setelah mengantar Maxi ke kantornya, Ayatha segera pergi...
" Nona Muda, Anda ingin ke mana?" kata supir
" Aku ingin ke pusat pembelanjaan, " kata Ayatha lagi
" Baiklah, " kata supir itu patuh
" Tapi bisakah kita tidak datang ke mall milik Kakak, aku tidak ingin menarik
perhatian, " kata Ayatha
" Baik Nona, aku akan mengantarkanmu ke mall yang lain," kata supir itu
" Iya, terima kasih, "
" Sama-sama Nona muda, "
Mobil berjalan menuju ketempat yang di tuju Ayatha, dia melihat sedikit mall yang
menjulang tinggi dan megah itu. Atlantic Place, tempat yang sangat mewah.
" Ini mall baru?" kata Ayatha menanyakan supirnya
" Benar Nona, milik High Empire" kata supir itu
Ayatha terdiam, High Empire, berarti mall ini milik keluarga Tadder, tapi yah, bukan
berarti salah satu dari mereka ada di sana bukan?, lalu Ayatha segera keluar
saat supir membukakan pintu, saat ingin keluar Ayatha terkejut, melihat 2 orang
berpakaian rapi di depannya.
" Ada apa ini?" kata Ayatha lagi
" Tuan Maxi menyuruh kami untuk menjaga anda, " kata salah satu orang itu, Ayatha
menghela napas,dia tidak ingin menarik perhatian jadi tidak ke mall milik
kakaknya, tapi sekarang malah ada mereka.
" Bisa kah aku pergi sendiri?, aku sudah biasa sendiri, " kata Ayatha
" Maaf Nona, kami takut Tuan Maxi akan marah, " kata mereka lagi
" Baiklah, kalian boleh ikut aku, tapi tidak boleh masuk ke tempat yang aku tuju, nanti
mereka merasa terganggu, tunggu saja di depan, bagaimana?" kata Ayatha
lagi
Mereka berdua saling berpandangan, lalu mengangguk dengan mantap, Ayatha tersenyum, lalu mulai masuk kedalam mall. Mall itu benar-benar mewah, banyak toko-toko dengan merek terkenal di sana, dengan melihat pengunjungnya saja Ayatha tahu, mereka semua dari kalangan atas, banyak juga orang-orang asing yang terlihat
lalu lalang di sana.
Ayatha segera mencari tempat yang ingin dia tuju, toko perlengkapan anak-anak, bergitu
melihatnya dia langsung masuk kedalam, sedangkan kedua penjaganya menunggu di
luar. Dia segera mencari yang dia ingin beli.
__ADS_1