Meadow

Meadow
Tolong jangan dekati aku lagi


__ADS_3

Wayren duduk di bangku sekolah pagi ini, dia melihat ke sekeliling, Risa belum datang. Semalaman dia berpikir tentang Risa, bagiamana cewek aneh itu bisa sangat marah padanya? Bahkan bisa sampai menangis, selama ini setiap dia mencium wanita, mereka tidak pernah menangis, terkadang mereka malah senang di cium olehnya. Tapi kenapa malah Risa menangis? Dan ciuman toh sudah bisa bukan untuk anak seumuran dia.


 


 


Saat Wayren asik melamun, Risa datang dan langsung duduk di bangkunya, Risa hanya diam. Dia benar-benar tidak ingin berurusan dengan Wayren lagi. Laki-laki gila itu sudah sangat kelewatan.


 


 


Sekolah berjalan biasa saja, namun tidak biasa bagi Wayren, dia ingin berbicara pada Risa, tapi dia merasa sedikit canggung melakukannya, baru kali ini dia sampai bingung bagaimana menyapanya. Wayren putuskan untuk hanya diam saja.


 


 


Risa berdiri dan keluar dari kelas saat jam istirahat, dia malas terlalu dekat dengan Wayren, dan Wayren juga hanya diam saja dari tadi. Kenapa anak gila itu tidak meminta maaf padaku? pikir Risa, tapi walaupun baru kenal Risa tahu, meminta maaf bukanlah salah satu sifat Wayren.


 


 


Risa berjalan di sepanjang lorong sekolah yang bersebrangan dengan lapangan basket, dia sedang mencoba menelepon Ayatha hari ini, namun seperti bisa, nomornya tidak pernah aktif lagi.


 


 


Ayatha, kamu dimana? Aku mau ngomong banyak dengan mu... pikir Risa. Karna asik melihat handphonenya, Risa tersandung tersesuatu, hingga dia tersungkur jatuh... lututnya sakit dan berdarah, dia meringis menahan sakitnya kakinya, sambil melihat apa yang telah membuatnya jatuh.


 


 


Disana hanya berdiri Winny dan 2 orang temannya tertawa. Sedangkan siswa yang lain hanya terdiam melihat Risa, tidak 1 pun orang membantunya.


 


 


Risa segera bangkit, kakinya bergetar karena perih. Dia sungguh sial... kenapa sih mereka melakukan ini padaku? Padahal aku tidak pernah bermasalah dengan mereka, pikirnya.


 


 


" Apa sih masalahmu?" kata Risa menatap Winny yang tertawa mengejek, mendenger perkataan Risa, Winny langsung terdiam, wajahnya kelihatan garang.


 


 


" Kaulah masalahnya, " kata Winny menatap tajam Risa, Risa yang merasa tidak ada masalah tanpa takut menatap wajah Winny.


 


 


" Aku tidak pernah melakukan apapun yang membuat kalian terganggu, kenapa kalian selalu mengangguku? " kata Risa setengah berteriak, membuat semua perhatian orang yang ada disana menuju kearahnya.


 


 


Dia sangat kesal, dia melampiaskan semuanya


 


 


" Kau sangat mengangguku, beraninya kau mendekati Wayren, semua sekolah ini tahu bahwa Wayren itu milikku, " kata Winny juga kesal di teriaki oleh Risa


 


 


Risa terdiam, jadi itu alasanya, lagi-lagi karna laki-laki gila itu, semua ini memang karena dia, dia sungguh sial bisa bertemu laki-laki seperti itu.


 


 


" Aku tidak mendekati Wayren, ambil saja kalau kau mau dengan laki-laki gila itu, " kata Risa berbalik badan dan sekuat tenaga menahan perih di lututnya dan pergi dari kerumunan orang-orang, meninggalkan Winny yang bertambah kesal melihat nya.


 


 


 


 


Wayren duduk di kelasnya saja, dia duduk sambil membaca buku, Wayren bukan orang yang tidak mau bersosialisasi, hanya saja dari kecil dia terbiasa untuk sendiri.


 


 


Teman dan orang-orang yang bisa dekat dengannya sangat di atur dari kecil. Maka itu dia sebenarnya tidak memiliki teman, mereka terlalu takut dekat dengannya.


 


 


" apa kah kau dengar? Risa tadi bertengkar dengan Winny di dekat lapangan basket" kata seorang murid wanita yang berdiri tak jauh dari Wayren, membuat Wayren dapat mendengar jelas apa kata-katanya.


 


 


Wayren kaget...namun mencoba untuk tenang, toh nanti Risa akan marah-marah gak jelas padanya.


 


 


" Winny dari keluarga Harson itu? Wah, dia bisa mati dibully kalo sudah kena list Winny" kata yang lain menimpali


 


 


" Aku agak kasihan sih, lututnya sampai berdarah, nasibnya sungguh buruk, baru juga pindah ke sini, langsung kena Winny list ya," kata yang lain


 


 


Mendengar bahwa Risa terluka, Wayren tidak bisa tinggal diam lagi. Dia langsung bangkit dari tempat duduknya.


 


 


" Di mana dia?" kata Wayren menatap 3 temannya yang tadi bergosip, wajah Wayren sangat serius dan tegas, membuat mereka merasa terintimidasi.

__ADS_1


 


 


" Eh..aku lihat terakhir dia kearah kolam renang, " kata temannya


 


 


Wayren dengan cepat langsung melangkah ke arah kolam renang, dia menyusuri lorong-lorong melihat apakah Risa ada disana.


 


 


Namun Risa tidak terlihat sama sekali. Wayren langsung berlari ke tempat kolam renang.


Hari ini tidak ada ekskul renang, dan kolam renang memang tempat sepi jika sedang tidak ada kegiatan disana, Wayren membuka gedung kolam renangnya, tempat itu luas, namun Wayren dengan cepat dapat melihat Risa yang duduk sendiri di samping kolam renang. Wayren melangkah kearahnya.


 


 


" Stop, jangan dekati aku, " kata Risa tanpa melihat kearah Wayren


 


 


Wayren terhenti, jaraknya hanya tinggal beberapa langkah, namun dia menuruti apa maunya Risa, di lihatnya darah keluar dari lutut Risa yang putih, membuatnya tampak kontras, sinar mata Wayren jadi suram, namun dia tetap berdiri ditempat Risa menyuruhnya berhenti.


 


 


" Kau tahu? Apa alasan mereka membuat aku begini? " kata Risa menatap Wayren nanar.


 


 


Wayren menangkap kesedihan di tatapan Risa.


 


 


" Tidak"


 


 


" Mereka bilang, ini karena aku mendekati mu, " kata Risa tersenyum pada Wayren, namun disudut matanya terlihat air mata. Wayren terdiam, dia kaget... semua ini karena dia?


 


 


" Aku..." kata Wayren ingin mendekat


 


 


" Stop! Aku sudah bilang stop disana, bisakah kau tidak mendekati aku lagi, aku hanya ingin bersekolah dengan baik, aku pikir pindah kesekolah ini akan lebih baik, punya teman, aku hanya ingin sekolah dengan tenang, bukan jadi bahan bullyan setiap saat, aku mohon pergilah, " kata Risa tak tahan membendung air matanya.


 


 


 


 


Wayren melangkah pergi dari kolam renang itu, meninggalkan Risa yang mulai tenang.


 


 


" Halo, tolong cari Nona Winny Harson, sekarang!" kata Wayren menelepon asisten sekaligus supirnya, dia langsung menutup teleponnya tampa menunggu jawaban.


 


 


Dia melangkah terus kegedung utama sekolah, tak lama teleponnya berdering.


 


 


"Di mana dia?" tanya Wayren, rasa kesalnya sudah sampai ke ubun-ubun


 


 


" Di wing B gedung utama Tuan "  kata asistennya


 


 


Wayren langsung melangkah dengan cepat kearah wing B gedung utama sekolahnya. Saat dia sampai, dia melihat Winny sedang bercanda dengan teman-temannya. Tanpa basa basi, Wayren langsung menarik lengan Winny dengan kasar. Semua kaget, namun Winny hanya bisa mengikuti Wayren, lengannya yang di tarik Wayren terasa sangat sakit.


 


 


Wayren menarik Winny ketempat sepi di area wing B, dengan kasar dia menghempaskan tubuh Winny, untung saja dia tidak sampai terjatuh. Wayren hanya menatap Winny yang kelihatan kesakitan sambil memegangi lengannya.


 


 


" Wayren, kau kasar sekali, sakit tau, " kata Winny dengan nada sedikit kesal tapi masih manja


 


 


" Aku tidak peduli, siapa yang mengizinkanmu memakai namaku untuk melukai Risa? " kata Wayren kesal, suaranya sampai sangat keras, membuat Winny jadi ketakutan


 


 


" Apa maksudmu? Aku tidak mengerti, " kata Winny mengelak


 


 


" Jangan sampai aku kehabisan kesabaran, Winny, jawab aku! "

__ADS_1


 


 


" Ok! Baik lah, aku memang melakukannya, aku melakukannya karena dia mendekatimu, " jawab Winny


 


 


" Siapa yang memberikan kau hak untuk mengatur siapa yang boleh dan tidak boleh dekat denganku, " kata Wayren masih kesal


 


 


" Kau! Apa kau lupa? Semua orang tau, kita dekat, sebelum liburan kau sangat senang bersamaku, aku tidak mau kalau dia merebut mu dari aku ? " kata Winny juga melampiaskan kekesalannya.


 


 


Wayren terdiam, lalu tersenyum sinis.


 


 


" Kita dekat, bukan berarti aku menyukaimu, aku hanya bermain-main dengan mu," jelas Wayren


 


 


Winny terdiam, dia terkejut, jadi selama ini dia hanya mainan buat Wayren, selama ini mereka dekat.


 


 


" Kau memang brengsek, " kata Winny ingin memukul Wayren, dengan cepat Wayren menangkap tangan Winny


 


 


" Tidak ada hakmu memukul aku, ini sekolahku, dan aku tidak mau lagi melihat wajahmu di sini, aku pastikan kau tidak akan bisa masuk ke sekolah ini lagi, Winny, " kata Wayren dingin, membuat Winny ketakutan, Wayren menghempaskan tangan Winny.


 


 


" Wayren, aku minta maaf, aku mohon jangan keluarkan aku dari sekolah ini, " kata Winny memelas


 


 


" Bukan urusanku, " kata Wayren lalu meninggalkan Winny yang ketakutan sendirian. Dia lalu menelepon seseorang


 


 


" Aku mau dia di coret dari sekolah ini, tanpa pengecualian, " kata Wayren


 


 


" Baik Tuan, "  jawab dari seberang


 


 


Wayren kembali ke area kolam, tapi Risa sudah tidak ada disana, ke mana sih gadis gila ini? Pikir Wayren


 


 


Dia kembali melawati lorong-lorong, melihat ke segala arah, akhirnya dia menemukan Risa yang jalan sendiri, sepertinya menuju ke ruang kelas. Dengan sigap dia mengejarnya dan berhenti tepat di depan Risa.


 


 


" Kau! kan aku sudah bilang jangan dekat dekat aku, apa masih kurang? Nanti mereka akan menganggu aku lagi, " kata Risa kesal melihat muka Wayren


 


 


" Dia tidak akan menganggumu lagi, aku pastikan itu, " kata Wayren serius, Risa mengernyitkan dahi


 


 


" Mmangnya apa yang sudah kau perbuat? " kata Risa


 


 


" Sudah lah, itu urusan ku, yang pasti semua orang disini tidak akan ada yang berani lagi menanggumu, " kata Wayren mengeraskan suaranya, memastikan semua orang di sana mendengarnya. Risa hanya terdiam menatap Wayren tidak percaya.


 


 


" Sekarang, ayo ikut aku ke UKS, " kata Wayren


 


 


" Untuk apa? Ini cuma luka kecil, sudah tidak sakit lagi, " kata Risa


 


 


" Atau mau aku juga menyeretmu kesana ?" kata Wayren serius


 


 


" Eh… enggak... enggak… aku gak mau, aku akan ke UKS, ke sana kan? " kata Risa salah tingkah, tentu saja dia tidak mau lagi di tarik Wayren, lebih baik dia jalan ke sana. Wayren tertawa melihat tingkah Risa, dia mengikutinya dari belakang.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2