Meadow

Meadow
Jangan coba-coba menyentuhnya


__ADS_3

Andra segera menelepon Ayatha setelah dia keluar dari kamar hotel Nadine.


" Halo? " kata Andra


“ Halo,” kata Maxi menjawab telepon Ayatha


" Sedang apa kau disana? Mana Ayatha? " kata Andra mengerutkan dahi, emosinya belum


juga reda, sekarang dia harus tahu bahwa Maxi bersama Ayatha.


“ Dia sedang di kamarnya, aku hanya datang berkunjung, " kata Maxi lagi


" Aku ingin bicara dengannya, " kata Andra


“ Apa tunanganmu tahu kau meneleponnya? ” kata Maxi lagi


Andra terdiam, bagaimana Maxi tahu tentang Nadine?


“ Aku hanya ingin mengatakan, aku tidak mau lagi melihat Ayatha di sakiti oleh siapapun,


kalau memang kau tidak bisa menjaga Ayatha, biar aku saja yang menjaganya, ”


kata Maxi terdengar tegas, lalu mematikan panggilan telepon Andra.


Andra tidak bisa berkata apapun, dia sangat emosi sekarang, dia hanya mengenggam


handphonenya dengan sangat erat. Sekarang bagaimanapun, dia harus segera memutuskan pertunangan ini agar dia bisa bersama Ayatha.


____________________________________________


Wayren baru saja pulang dari sekolahnya, dia melihat beberapa mobil terparkir di sana.


" Siapa lagi yang datang? " kata Wayren mengambil tasnya dari mobil


" Tuan William, Nyonya Cantika dan Nona Nadine hadir untuk makan malam di sini Tuan


" kata pelayan yang membukakan pintu Wayren


Wayren mengernyitkan dahi, Nadine? Dia sudah datang? Pikirnya, tiba-tiba Wayren jadi


sedikit khawatir, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Andra, kalau dia masih


seperti yang dulu, dia khawatir apa yang akan terjadi pada Ayatha nantinya.

__ADS_1


Dia segera masuk dari pintu samping, Wayren dari dulu memang tidak pernah mau berurusan dengan hal seperti ini, namun saat dia melewati ruang makan, ibunya


memanggilnya.


" Wayren, " kata Nyonya Renata dengan lembut, Wayren terhenti, melihat kearah ruang


makan, ayah, ibu, Andra dan juga sepertinya keluarga Nadine ada disana, mau


tidak mau dia mendatangi ruang makan itu.


" Selamat malam Ayah, Ibu, dan..." kata Wayren mencoba sopan


" Perkenalkan, ini Wayren, dia adik kembaran Andra, " kata Nyonya Renata memperkenalkan anaknya, Wayren tersenyum sedikit.


" Wah, satu lagi pewaris keluarga Tadder, " kata Tuan William berdiri menjulurkan


tangannya pada Wayren.


Wayren menyambut tangannya, dia juga bisa melihat kakaknya yang tampak sedang buruk


suasana hatinya duduk bersampingan dengan Nadine.


" Sangat tampan, sama seperti kakaknya, " kata Nyonya Cantika juga menjulurkan tangannya


" Oh, ini perkenalkan, ini anak Paman dan Tante, Nadine " kata Tuan William


memperkenalkan Nadine, Nadine langsung berdiri, memberikan senyum terbaiknya,


dengan anggun dia memberikan tangannya.


" Jadi ini dia calon kakak ipar, " kata Wayren mencoba mengoda Nadine, Nadine


langsung tersenyum sumringah karenanya, menatap Andra, namun Andra seperti


tidak peduli.


" Bagaimana sekolahmu Wayren?" kata Tuan Ray menatap Wayren


" Bagus, seperti biasa, ujian sudah selesai, " kata Wayren seadanya saja, dia bahkan


tidak ingat ayahnya ada disana.


" Bersiap lah, ikut makan bersama kami, " kata Nyonya Renata

__ADS_1


" Baiklah, aku permisi dulu, " kata Wayren dengan senyumnya, masih menatap kakaknya.


Wayren segera berjalan menuju kamarnya, setelah mandi dia segera keluar dari kamarnya, dia tidak mau membuat ayah dan ibunya memarahinya nanti karena bertingkah tidak sopan.


Di perjalanan menuju ke ruang makan, dia melihat Nadine sedang mencuci tangannya.


Dia segera mendekatinya.


" So, ini dia pemenangnya? Kau harus berterima kasih padaku, karena aku selalu


menjaga Kakakku dari godaan wanita-wanita yang lain, " kata Wayren pada Nadine


Nadine tersenyum, melihat pantulan wajah Wayren dari cermin.


" Tapi sepertinya ada seseorang yang lolos dari penjagaanmu, " kata Nadine


memandang Wayren, Wayren menekuk alisnya


" Siapa?" kata Wayren


" Ayatha... kau kenal dia? Tapi tidak apa-apa, aku sudah membereskannya, " kata Nadine


menatap Wayren dengan senyum manisnya.


" Kau apakan dia? " kata Wayren menangkap tangan Nadine yang sedang di


keringkannya, menekan tangannya dengan keras


" Apa yang kau lakukan? " kata Nadine meringis kesakitan


" Jangan coba-coba menyentuhnya, aku tidak peduli kau Kakak iparku atau tidak, tapi


kalau kau berani melukainya sedikit saja, aku akan membalasnya lebih dari yang


kau lakukan pada Ayatha, " kata Wayren dengan tatapan tajam dan emos


" Ada apa dengan kalian berdua? " kata Nadine tidak percaya bahwa Wayren juga


membela Ayatha.


" Tidak perlu tahu ada apa, ingat saja apa yang aku katakan, " kata Wayren


menghempaskan tangan Nadine yang tampak mereh, Wayren segera meninggalkan Nadine yang masih kesakitan.

__ADS_1


__ADS_2