
Andra segera menelepon Ayatha setelah dia keluar dari kamar hotel Nadine.
" Halo? " kata Andra
“ Halo,” kata Maxi menjawab telepon Ayatha
" Sedang apa kau disana? Mana Ayatha? " kata Andra mengerutkan dahi, emosinya belum
juga reda, sekarang dia harus tahu bahwa Maxi bersama Ayatha.
“ Dia sedang di kamarnya, aku hanya datang berkunjung, " kata Maxi lagi
" Aku ingin bicara dengannya, " kata Andra
“ Apa tunanganmu tahu kau meneleponnya? ” kata Maxi lagi
Andra terdiam, bagaimana Maxi tahu tentang Nadine?
“ Aku hanya ingin mengatakan, aku tidak mau lagi melihat Ayatha di sakiti oleh siapapun,
kalau memang kau tidak bisa menjaga Ayatha, biar aku saja yang menjaganya, ”
kata Maxi terdengar tegas, lalu mematikan panggilan telepon Andra.
Andra tidak bisa berkata apapun, dia sangat emosi sekarang, dia hanya mengenggam
handphonenya dengan sangat erat. Sekarang bagaimanapun, dia harus segera memutuskan pertunangan ini agar dia bisa bersama Ayatha.
____________________________________________
Wayren baru saja pulang dari sekolahnya, dia melihat beberapa mobil terparkir di sana.
" Siapa lagi yang datang? " kata Wayren mengambil tasnya dari mobil
" Tuan William, Nyonya Cantika dan Nona Nadine hadir untuk makan malam di sini Tuan
" kata pelayan yang membukakan pintu Wayren
Wayren mengernyitkan dahi, Nadine? Dia sudah datang? Pikirnya, tiba-tiba Wayren jadi
sedikit khawatir, kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Andra, kalau dia masih
seperti yang dulu, dia khawatir apa yang akan terjadi pada Ayatha nantinya.
__ADS_1
Dia segera masuk dari pintu samping, Wayren dari dulu memang tidak pernah mau berurusan dengan hal seperti ini, namun saat dia melewati ruang makan, ibunya
memanggilnya.
" Wayren, " kata Nyonya Renata dengan lembut, Wayren terhenti, melihat kearah ruang
makan, ayah, ibu, Andra dan juga sepertinya keluarga Nadine ada disana, mau
tidak mau dia mendatangi ruang makan itu.
" Selamat malam Ayah, Ibu, dan..." kata Wayren mencoba sopan
" Perkenalkan, ini Wayren, dia adik kembaran Andra, " kata Nyonya Renata memperkenalkan anaknya, Wayren tersenyum sedikit.
" Wah, satu lagi pewaris keluarga Tadder, " kata Tuan William berdiri menjulurkan
tangannya pada Wayren.
Wayren menyambut tangannya, dia juga bisa melihat kakaknya yang tampak sedang buruk
suasana hatinya duduk bersampingan dengan Nadine.
" Sangat tampan, sama seperti kakaknya, " kata Nyonya Cantika juga menjulurkan tangannya
" Oh, ini perkenalkan, ini anak Paman dan Tante, Nadine " kata Tuan William
memperkenalkan Nadine, Nadine langsung berdiri, memberikan senyum terbaiknya,
dengan anggun dia memberikan tangannya.
" Jadi ini dia calon kakak ipar, " kata Wayren mencoba mengoda Nadine, Nadine
langsung tersenyum sumringah karenanya, menatap Andra, namun Andra seperti
tidak peduli.
" Bagaimana sekolahmu Wayren?" kata Tuan Ray menatap Wayren
" Bagus, seperti biasa, ujian sudah selesai, " kata Wayren seadanya saja, dia bahkan
tidak ingat ayahnya ada disana.
" Bersiap lah, ikut makan bersama kami, " kata Nyonya Renata
__ADS_1
" Baiklah, aku permisi dulu, " kata Wayren dengan senyumnya, masih menatap kakaknya.
Wayren segera berjalan menuju kamarnya, setelah mandi dia segera keluar dari kamarnya, dia tidak mau membuat ayah dan ibunya memarahinya nanti karena bertingkah tidak sopan.
Di perjalanan menuju ke ruang makan, dia melihat Nadine sedang mencuci tangannya.
Dia segera mendekatinya.
" So, ini dia pemenangnya? Kau harus berterima kasih padaku, karena aku selalu
menjaga Kakakku dari godaan wanita-wanita yang lain, " kata Wayren pada Nadine
Nadine tersenyum, melihat pantulan wajah Wayren dari cermin.
" Tapi sepertinya ada seseorang yang lolos dari penjagaanmu, " kata Nadine
memandang Wayren, Wayren menekuk alisnya
" Siapa?" kata Wayren
" Ayatha... kau kenal dia? Tapi tidak apa-apa, aku sudah membereskannya, " kata Nadine
menatap Wayren dengan senyum manisnya.
" Kau apakan dia? " kata Wayren menangkap tangan Nadine yang sedang di
keringkannya, menekan tangannya dengan keras
" Apa yang kau lakukan? " kata Nadine meringis kesakitan
" Jangan coba-coba menyentuhnya, aku tidak peduli kau Kakak iparku atau tidak, tapi
kalau kau berani melukainya sedikit saja, aku akan membalasnya lebih dari yang
kau lakukan pada Ayatha, " kata Wayren dengan tatapan tajam dan emos
" Ada apa dengan kalian berdua? " kata Nadine tidak percaya bahwa Wayren juga
membela Ayatha.
" Tidak perlu tahu ada apa, ingat saja apa yang aku katakan, " kata Wayren
menghempaskan tangan Nadine yang tampak mereh, Wayren segera meninggalkan Nadine yang masih kesakitan.
__ADS_1