Meadow

Meadow
Aku berubah pikiran


__ADS_3

Andra terduduk di launge pribadi di bandara, dia hanya sendiri ditemani oleh pelayan yang siap menyiapkan semuanya baginya. Dia sudah berpakaian rapi, jas dan celana cream, membuatnya dia sangat tampan. Namun wajahnya sangat suram.


 


 


Dia ingat perkataan Ayatha, setiap kata dia ingat, semakin sakit hatinya, dia juga ingat raut wajah Ayatha yang seakan mengejeknya. Wanita itu, gampang sekali mencampakkannya seperti itu, dia tidak tahu apa yang telah terjadi padanya? Dia sudah di buat gila oleh Ayatha, dan dengan mudahnya dia juga pergi begitu saja, Ayatha harus bertanggung jawab padanya, pikir Andra sambil mengenggam gelas sangat erat.


 


 


Namun saat itu muncul pula bayangan keluguan Ayatha selama ini, tangisnya saat momo meninggal, senyumnya saat dia tersipu? Bisa kah orang memalsukan hal itu, kalau memang bisa Ayatha aktris yang hebat,  Lalu dia bertanya pada dirinya, pernahkah Ayatha mengodanya? Tidak rasanya tidak, . Tapi apa tujuannya seperti itu? Kenapa dia berusaha menjauh darinya? Apa yang sekarang di simpan oleh Ayatha? Semua ada di kepalanya,


 


 


" Selamat pagi Tuan, pesawat anda sudah siap " kata Asisten Wang


 


 


" Asisten Wang, pernahkah kau menyukai seseorang? " tanya Andra menatap Asisten Wang dengan nanar, Asisten Wang sedikit gugup.


 


 


" Tentu Tuan, " kata Asisten Wang


 


 


" Jika orang yang kau suka mengatakan dia hanya mengodamu untuk mendapatkan sesuatu dari mu? apa yang kau lakukan?" tanya Andra lagi


 


 


" Kalau aku menyukainya, aku akan mengodanya kembali untuk mendapatkannya, aku bukan orang yang peduli akan alasan seseorang Tuan, selama aku menyukainya, aku akan izinkan dia terus mengodaku, dan bukannya itu akan menyenangkan jika dia terus mengoda kita," kata Tuan wang


 


 


Andra terdiam...


 


 


" Jika itu hanya alasannya untuk membuatmu pergi?" kata Andra lagi


 


 


" Aku tidak akan pergi, tidak peduli seberapa keras dia ingin menjauh, sebisa mungkin aku akan tetap mendekat, " kata Asisten Wang


 


 


Andra tidak langsung menjawab, dia seperti berpikir lagi,


 


 


" Terima kasih Asisten Wang, aku berubah pikiran, aku ingin pergi ke Singapur, aku ingin menemui seseorang besok, tolong buat janji, " kata Andra


 


 


" Baik Tuan, " kata Asisten Wang tidak bisa menolak


 


 


Andra berjalan, keluar dari lounge itu di ikuti oleh Asisten Wang yang segera menyiapkan segala keperluan Andra.


 


 


, , , , , , , , , , , .


 


 


Hari ini Ayatha sudah diperbolehkan untuk pulang, setelah itu Maxi mengantarkan Ayatha dan risa kembali ke rumah persembunyian risa, namun Maxi hanya bisa mengantar, karena dia masih ada urusan yang harus di lakukan.


 


 


" Wah, sudah lama sekali ya kau tidak ke sini? Apa kau merindukannya?" kata risa menyambut Ayatha


 


 


" Iya sudah lama sekali, tidak ada yang berubah ya," kata Ayatha tersenyum


 


 


" Iya, kau tidur di kamar ku saja, biar aku bisa menjagamu, kau tidak boleh menolaknya, " kata risa lagi mendorong Ayatha yang masih menggunakan kursi roda.


 


 


" Iya baiklah, " kata Ayatha lagi


 


 


Sesampainya di kamar, risa menolong Ayatha untuk naik keranjangnya. Ayatha hanya tersenyum


 


 


" Terima kasih, " kata Ayatha


 


 


" Ah, kita kan sahabat, tidak perlu berkata seperti itu, " kata risa lagi dengan gaya khasnya


 


 


" Iya, iya," kata Ayatha tertawa


 


 


" Jadi, kau akan menikah Ayatha, aku rasa ini semua terlalu cepat, kenapa sekarang aku tidak rela kau menikah?" kata risa


 


 


" Yah, tapi ini lah yang terbaik. " kata Ayatha suram sambil membuang mukanya.


 


 


Risa yang melihat itu langsung merasa sebenarnya Ayatha terpaksa dengan pernikahan ini.


 


 


" Kau tahu kak Andra dimana sekarang?" kata risa lagi


 


 

__ADS_1


Ayatha yang mendengar nama Andra langsung sakit hatinya


 


 


" Tidak. " kata Ayatha sekedarnya


 


 


" Kata wayren dia ke Belanda, tapi sampai sekarang tidak ada yang bisa menghubunginya, " kata risa lagi


 


 


Ayatha terdiam, Andra tidak bisa dihubungi? Apa jangan-jangan terjadi sesuatu padanya? Kenapa sekarang dia malah cemas?


 


 


" Apa dia baik-baik saja? " kata Ayatha, melihat sinar kepedulian di mata Ayatha, risa mengerti, dia sangat mencintai Andra.


 


 


" Tidak ada yang tahu, Ayatha, kalau kau begitu peduli dengan Andra, kenapa harus bertingkah seperti ini?" kata risa lagi, Ayatha memandang sahabatnya dalam-dalam


 


 


" Andra pewaris utama keluarga Tadder, dia juga akan bertunangan dengan seorang wanita, menurutmu kalau aku terus saja mencintainya, apakah hubungan kami akan berjalan lancar? " kata Ayatha tersenyum kecut


 


 


Risa yang mendengar itu hanya terdiam,


 


 


" Aku bukan siapa-siapa Risa, aku hanya anak yatim piatu yang bekerja sebagai pelayan, menurutmu apakah orang tua Andra akan menyetujui anaknya bersama ku? Aku akan membuat masa depan Andra suram, Lagi pula orang-orang yang aku sayangi..semuanya pergi meninggalkan aku, aku tidak mau hal itu terjadi pada Andra, tidak..." kata Ayatha mulai menangis lagi.


 


 


Melihat tangisan Ayatha yang pilu, risa tersentuh,  benar,ternyata banyak hal yang menghalangi Andra dan Ayatha, temboknya terlalu tinggi untuk di tembus oleh Ayatha yang kecil dan lemah. Hidup kadang tak adil, status seseorang adalah hal yang paling penting sekarang dan cinta bukan apa-apa.


 


 


" Baiklah, aku janji tidak akan mengatakan apa-apa pada Kak Andra dan tidak akan menyingung apapun tentangnya, sekarang keputusanmu adalah keputusanku. " kata risa menenangkan Ayatha.


 


 


" Terima kasih." kata Ayatha lagi.


 


 


Setelah itu mereka banyak mengobrol ntah tentang apa saja, hal ini bisa membuat Ayatha melupakan sedikit masalahnya.


 


 


, , , , , , , , , ..


 


 


Siang itu Andra duduk disebuah restauran bintang 5, di sana hanya ada dia sendiri, di pintu masuk restauran itu berdiri 4 bodyguardnya, Asisten Wang juga menunggu di sana.


 


 


 


 


" Selamat siang Nona Christine, mari saya antarkan," kata Asisten Wang menunjukkan arah ke meja Andra.


 


 


" Tuan, Nona Christine sudah datang, " kata Asisten Wang


 


 


" Baiklah, " kata Andra


 


 


Andra segera berdiri menyambut Christine dengan senyuman, Christine yang di temani oleh managernya tersenyum.


 


 


" Bisa kah kita bicara berdua Nona Christine?" kata Andra sopan


 


 


" Panggil saja aku Chris, kau boleh menunggu di luar," kata Christine sopan, lalu menyuruh managernya pergi


 


 


" Silahkan duduk Nona, " kata Andra menarik kursi di depannya, agar chirstine bisa duduk.


 


 


" Terima kasih, " kata Christine


 


 


Andra lalu duduk di depan Christine, pelayan menuangkan wine pada gelas Christine.


 


 


" So, Tuan Andra?" kata Christine


 


 


" Tadder, Andra Tadder " kata Andra tersenyum mempesona


 


 


" Wah, keluarga Tadder ternyata, tidak aku sangka keluarga punya putra yang begitu mengoda, " kata Christine lagi


 


 


" Terima kasih "


 


 


" Jadi apa yang ingin kau bicarakan denganku?, hingga harus mengoda managerku untuk meyisihkan waktu, " kata Christine lagi

__ADS_1


 


 


" Baiklah, aku tidak akan basa basi lagi, aku tahu kau juga orang yang sibuk, jadi, aku ingin tahu tentang Maxi, " kata Andra,


 


 


Mendengar nama Maxi, wajah Christine yang tadi ramah berubah sedikit kesal.


 


 


" Aku tidak ingin campur kalau soal persaingan bisnis kalian, aku tahu keluarga Tadder dan Medison saling bersaing sengit, jadi kalau soal itu, maaf aku tidak tertarik berbicara apapun, " kata Chirstine meminum winenya


 


 


" Tidak,  tenang saja, apa kau tahu kalau Maxi akan menikah?" kata Andra lagi


 


 


Christine terdiam,


 


 


" Oh, dia akan menikah? Hahaha, akhirnya... " kata christin acuh


 


 


" Benar,  maka dari itu aku ingin mengetahui hubungan mu dengannya, karena aku dengar bukannya kalian dulu bertunangan"


 


 


" Itu masa lalu, akhirnya dia menikah juga dengan siapa itu... Hanna?" kata Christine mengingat-ingat nama.


 


 


Dahi Andra berkerut, kenapa Hanna?


 


 


" Bukan,  dia tidak akan menikah dengan Hanna, " kata Andra jadi penasaran.


 


 


" Oh, jadi bukan dengannya? " kata Christine sedikit terkejut


 


 


" Apa hubungannya dengan Hanna, bukannya Hanna adik tirinya? " kata Andra lagi


 


 


" Adik tiri? Cih..." kata Christine tersenyum sinis.


 


 


" Dia akan menikah dengan orang yang aku cintai, kalau kau mau, tolong bantu aku menghentikan pernikahan ini." kata Andra mencoba tenang


 


 


" Dengan siapa dia akan menikah?" kata Christine lagi


 


 


" Ayatha. " kata Andra, ada sedikit rasa sakit ketika dia menyebutkan namanya.


 


 


" Ayatha? Kau serius? Bagaimana bisa?" kata Christine kaget


 


 


" Kau mengenal Ayatha?" kata Andra lagi tambah penasaran


 


 


" Tidak secara personal, aku tidak pernah bertemu dengannya, aku hanya tahu kalau selama ini Maxi membiayainya dan... " kata chirstine lagi


 


 


" Lalu?" kata Andra


 


 


" Kau tahu, kenapa aku putus dengan Maxi?"


 


 


" Tidak "


 


 


" Karena dia mencintai Hanna, kau tahu perasaanku saat mengetahuinya? Aku sangat hancur.. sekarang, aku akan membantumu "


 


 


" Baiklah, " kata Andra tidak percaya, namun dia mencoba tenang


 


 


" Apa yang ingin kau ketahui ?" kata Christine


 


 


" Tentang hubungan Maxi dan Ayatha, " kata Andra


 


 


" Baiklah aku akan menceritakan semuanya padamu, " kata Christine,


 


 


Andra mendengarkan semua penjelasan Christine, wajahnya tampak kaget, ternyata seperti itu...


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2