Meadow

Meadow
Dia di sana


__ADS_3

Ayatha terbangun pukul 5.30 pagi, dia memperhatikan andra yang masih tidur dengan


nyenyak, pria disampingnya itu tampak sangat tampan, bahkan saat tidur seperti


itu, ketampanannya makin bertambah.


Ayatha dengan perlahan keluar dari pelukan Andra, dia juga dengan perlahan turun dari


ranjang rawat Andra, berjalan perlahan ke arah kamar mandi, dia mencuci muka,


mengosok giginya, terlalu pagi untuk mandi.


Saat dia keluar dari kamar mandi, dia melihat perawat sudah mengantarkan sarapan untuk


Andra, meletakkannya di meja makan di ruangan itu.


Ayatha menuju keluar, melihat bodyguard dan Asisten Wang yang masih setia berdiri di


depan ruangan mereka, Ayatha merasa sedikit tersentuh melihat mereka.


" Selamat pagi nona, " kata mereka melihat Ayatha keluar


" Selamat pagi, kalian semua berjaga disini terus? " kata Ayatha


" Iya Nona, " kata Mereka hampir serempak


" Beristirahatlah, kalian bisa menjaga kami dengan saling bergantian, kalian


sudah bekerja dengan baik, " kata Ayatha lembut


Mereka saling berpandangan, mereka benar-benar belum tidur dari kemarin.


" Baiklah, kami akan bergantian menjaga Tuan dan Nona," kata Asisten Wang


" Oh, iya, bolehkan aku minta tolong sesuatu? " kata Ayatha


" Tentu Nona, " kata Asisten Wang


" Tolong berikan sup ikan untuk Andra, makanan itu baik untuknya, " kata


Ayatha tersenyum


" Baik Nona, saya akan membelikannya, sekalian saya akan membelikan sarapan untuk


Nona, apa yang ingin Anda makan? " kata Asisten Wang


" Apa saja, aku bisa makan apapun, " kata Ayatha lagi


" Baik Nona, " kata Asisten Wang


" Maaf merepotkanmu, " kata Ayatha


" Tidak apa-apa, Nona" kata Asisten Wang lagi, dia permisi lalu Ayatha masuk


kembali ke kamar


Saat dia kembali, dia melihat Andra sudah bangun dan duduk menatapnya.


" Selamat pagi, " kata Ayatha, membuka tirai jendela, matahari belum


sepenuhnya ada, namun sudah terlihat remang-remang


" Selamat pagi, " kata Andra tersenyum


" Bagaimana lukamu? " kata Ayatha


" Tidak apa-apa, tidak terlalu nyeri lagi, " kata Andra


" Baguslah kalau begitu, " kata Ayatha menatap Andra dalam-dalam


" Kenapa melihatku seperti itu?" kata Andra lagi


" Tidak apa-apa... aku sudah memesan makanan untukmu, nanti setelah mereka


membawakannya, aku baru menyuapimu yah, " kata Ayatha mengamati makanan


yang di bawa oleh perawat tadi.


" Ok, " kata Andra singkat


" Bagaimana kabar rumah? Nyonya Renata dan Wayren?, " kata Ayatha lagi


" Aku tidak tahu, aku sekarang tidak tinggal dengan mereka, aku tinggal sendiri


sekarang, " kata Andra lagi


" Benarkah? Kenapa? " kata Ayatha kaget.


" Hanya tidak ingin ada di sana, " kata Andra tampak sedikit kesuraman  di matanya


" Apa hubunganmu dengan keluargamu memburuk gara-gara aku? " kata Ayatha menatap


Andra dengan rasa bersalah


" Bukan, bukan karena mu, itu karena aku, " kata Andra menangkap rasa


bersalah Ayatha.


" Kau harus memperhatikan Nyonya Renata, dia sangat menyanyangimu, sekarang pasti dia


sangat kesepian, " kata Ayatha memegang tangan Andra, Andra tersenyum.

__ADS_1


" Setelah keluar dari sini, aku akan menemuinya, " kata Andra lagi


" Baiklah, begitu juga bagus, " kata Ayatha


Handphone Andra berdering, dia melihat nama Wayren disana , Andra mengengerutkan dahinya,


dia dan Wayren sudah hampir 2 tahun tidak berbicara, Wayren masih sangat marah


padanya, menyalahkan Andra karena kepergian Ayatha..tapi sekarang dia


meneleponnya, dia lalu mengangkatnya.


" Halo?" kata Andra


“ Halo, di mana kau sekarang? ” kata Wayren seperti terburu-buru


" Ehm..." kata Andra sebenarnya tidak ingin Wayren tahu


“ Aku harus mengatakan sesuatu padamu, penting,” kata Wayren.


" Baiklah, aku di rumah sakit Crown, " kata Andra lagi.


“ Kau sakit?” kata Wayren


" Hanya sedikit kecelakaan, " kata Andra


“ Baiklah, kirim nomor ruanganmu, aku akan kesana sekarang, ” kata Wayren


" Baiklah, " kata Andra lagi memutuskan sambungan teleponnya


" Siapa?, " tanya Ayatha penasaran


" Wayren, " kata Andra lagi


" Dia akan ke sini?, " kata Ayatha


" Iya" kata Andra sedikit tidak senang. Ayatha menangkap perubahan Andra


" Oh, baiklah, apa aku perlu pergi?," kata Ayatha pada Andra


" Tidak perlu, di sini saja, hanya Wayren, " kata Andra tersenyum


" Baiklah... aku ingin mandi dulu, nanti setelah mandi aku rasa makananmu akan


datang, " kata Ayatha


" Ok, " kata Andra singkat, Ayatha segera masuk ke kamar mandi


Tak lama, pintu kamar Andra terbuka, Asisten Wang ada disana, meletakan makanan yang di


pesan oleh Ayatha di meja makan, memberi salam pada Andra, Andra hanya


tersenyum, lalu Asisten Wang keluar dari ruang rawat Andra.


sekarang memang Andra sudah terbiasa bekerja, di mana pun, kapanpun, dia bisa


serius bekerja.


Wayren menuju kamar yang dikirimkan oleh kakaknya, setelah melihat Asisten Wang yang


ada disana bersama beberapa pengawal, Wayren segera masuk ke kamar kakaknya.


Andra langsung melihat siapa yang datang, Wayren terhenti, sudah lama sekali, tidak


bertemu dengan Andra, juga tidak berbicara dengannya, membuat Wayren dan Andra


menjadi canggung.


" Bagaimana kabarmu? " kata Wayren mencoba memecah kecanggungan


" Sudah lumayan baik, " kata Andra juga canggung bagaikan orang lain


" Aku ingin membicarakan sesuatu, ini tentang... Ayatha, " kata Wayren berat,


Andra memandang Wayren lagi, laluAandra menarik sudut bibirnya sedikit,


menampakkan senyumnya, Wayren bingung kenapa Andra malah tersenyum.


" Dia ada di sana, " kata Andra lagi


Wayren masih bingung, menatap ke arah yang di tunjuk Andra, hanya ada pintu.


" Maksudmu? " kata Wayren


" Tunggulah, " kata Andra lagi, masih ada sedikit berkas senyuman di


wajahnya


Ayatha telah selesai mandi dan memakai pakaian ganti, dia sedikit memakai pewarna bibir agar


dirinya tidak terlalu pucat, lalu dengan segera keluar dari kamar mandi, tidak


ingin membuat Andra telalu lama menunggunya, dia takut sup nya juga sudah


dingin nanti.


Saat dia membuka pintu, dia terkejut, begitu juga Wayren, dia terdiam, menatap sosok


mungil di depannya, dia hampir tidak percaya dengan matanya... Ayatha?, dia


sangat berubah, penampilannya... tapi Wayren menyukainya.

__ADS_1


Ayatha tersenyum padanya, melihat tingkah Wayren yang terkejut.


" Hai," kata Ayatha


Wayren tidak membalas, berjalan mendekat, lalu mendekap Ayatha dalam pelukan erat, rasa


rindu tidak terbendung... sangat merindukan Ayatha, 2 tahun tidak bertemu,


bagaimana tidak begitu rindu?


Ayatha membalas pelukan Wayren dengan menepuk – nepuk pundak Wayren, matanya tertuju


pada Andra yang hanya menatap mereka, tapi Andra tersenyum, Ayatha juga


membalas senyumannya.


Wayren benar-benar memeluk Ayatha sangat erat, membuat Ayatha kesulitan bernapas, dia


memeluknya lumayan lama...


" Ehm....ehm..." kata Andra memecah kesuyian itu, Wayren akhirnya sadar, lalu


perlahan melepaskan Ayatha


" Aku merindukan mu," kata Wayren menatap Ayatha lembut


" Aku juga, " kata Ayatha tersenyum


" Ayatha, aku ingin makan" kata Andra mencoba memisahkan adiknya dengan


Ayatha, dia sedikit terganggu dengan adegan drama yang ada di depannya,


walaupun Wayren adiknya, dia tahu bagaimana perasaan Wayren terhadap Ayatha,


dia harus waspada.


Wayren yang menangkap maksud Andra tersenyum kecut, melihat ke arah kakaknya, Andra hanya


tersenyum.


" Bagaimana kau ada di sini? bukannya kau ada di luar negeri ? "kata Wayren


penasaran.


" Di sana urusanku sudah selesai, makanya aku pulang, " kata Ayatha sambil


menyiapkan makanan untuk Andra


" Lalu, bagaimana kalian bisa bersama? " kata Wayren melihat kearah Andra dan


Ayatha, dia lalu duduk di sofa dekat ranjang Andra


Ayatha hanya tersenyum, Andra juga tidak menjawab, membuat Wayren tambah penasaran, terakhir


kali, bukannya mereka berpisah, kenapa sekarang bisa bersatu lagi?


" Siapa yang membuatmu sampai seperti ini?" kata Wayren memperhatikan kakaknya


" Nadine, " kata andra tidak terlalu tertarik


" Wow, tunanganmu itu ganas juga ya," kata Wayren lagi


" Lalu apa yang ingin kau katakan tentang Ayatha? " kata Andra


" Oh, aku sampai lupa, benar... siapa itu Keenan? Kenapa dia membuat pengakuan bahwa


Ayatha adalah pacarnya, " kata Wayren lagi


" Keenan itu sepupu dari kakak, dengan kata lain, sebenarnya kami juga sepupu,


" kata Ayatha


" Lalu? Kenapa dia begitu? " kata Wayren penasaran


" Entahlah, dia memang orang yang susah di tebak, " kata Ayatha


" Kau harus menjauh darinya, aku merasa dia tidak baik, " kata Wayren lagi


Ayatha hanya tersenyum, dia menyodorkan makanan pada Andra, Andra langsung memakannya.


" Apa ini sup ikan? " kata Andra


" Iya, " kata Ayatha


" Aku tidak suka sup ikan, " kata Andra seperti anak-anak yang kesusahan makan brokoli


" Tapi ini bagus untuk lukamu, " kata Ayatha menatap lembut pada Andra


" Iya, makan lah, jangan pemilih, atau kau mau aku yang memakannya, Ayatha suapi aku,


" kata Wayren sebenarnya iri melihat Ayatha menyuapi kakaknya


" Ini milikku Wayren, jangan coba-coba, " kata Andra tak mau makanannya di ambil


Wayren, lebih tepatnya dia tidak mau Ayatha menyuapi Wayren


" Baiklah, " kata Wayren


Ayatha menyuapi Andra dengan lembut dan sabar, Andra tidak menyukai sup ikan, membuatnya


lebih lama memakan makanan itu, Ayatha hanya tersenyum melihat tingkah Andra,

__ADS_1


dibalik dia yang terkadang dingin, Andra ternyata lucu juga.


__ADS_2