Meadow

Meadow
Bahagiakah dia melihat kami?


__ADS_3

Mereka berjalan santai, menikmati suasana disana, walaupun matahari sudah muncul,


namun tidak terasa panas sama sekali, malah terasa sangat hangat, udaranya pun


sangat segar, Ayatha memperhatikan keadaan di sana, sangat berbeda namun juga terasa familiar.


Berjalan terus sambil melihat-lihat membuat perjalanan mereka tidak terasa, Andra


membeli bouquet bunga lili yang cukup besar, membawanya dengan tangan kanan,


sedang tangan kirinya tidak pernah lepas menggenggam tangan Ayatha.


Ayatha memandang area pemakaman itu, tidak ada yang berubah, satu-satunya tempat yang tidak akan berubah hanya pemakaman. Andra memimpin jalan, Ayatha sedikit lupa


di mana tempat peristirahatan terakhir Yosa, untunglah pergi dengan Andra, kalau dia


bersikeras pergi sendiri, dia pasti bingung.


Ayatha menatap foto Yosa yang


sangat manis itu, melihat Andra meletakkan bunga lili itu di depan batu nisannya. Andra tersenyum manis melihat cinta pertamanya. Ayatha hanya memperhatikannya.


" Maaf, sudah lama kami tidak mendatangimu, " kata Andra dengan suara beratnya.


Andra menatap Ayatha, ini pertama kalinya mereka pergi ke pusara Yosa bersama.


Andra bangkit, lalu memegang tangan Ayatha kembali.


" Yosa, sekarang aku dan Ayatha sudah menikah, terima kasih sudah menjadi penghubung kami berdua, tanpa mu aku tidak akan bertemu dengan Ayatha, seperti katamu,


kami memang cocok berdua, " kata Andra penuh arti menatap pusara Yosa, lalu


dengan dalam melihat Ayatha. Di matanya penuh dengan cinta


Hati Ayatha menghangat, dia pikir datang berdua kesini akan membuatnya canggung, namun Andra malah mengatakan hal yang membuat Ayatha bahagia.


" Tidak ingin mengatakan apapun untuk Yosa? " kata Andra melirik Ayatha


Ayatha mengeleng dengan senyuman, di dalam hatinya dia mengatakan terima kasih, dulu dia selalu bertanya, kenapa seseorang di lahirkan ke dunia, namun dengan cepat di


panggil kembali ke atas, seperti Yosa, dia bahkan belum merasakan kehidupan ini sama sekali, terlalu muda untuk meninggalkan dunia, sekarang Ayatha tahu, orang-orang seperti Yosa itu kemungkinan besar seperti

__ADS_1


malaikat, mereka lahir di dunia ini, untuk memberikan kehidupan yang baru bagi yang lain, merubah kehidupan seseorang, itulah tugas mereka.


" Di sini tempat pertama kali aku melihatmu, " kata Andra memecah keheningan tempat


itu, bau bunga kamboja tersebar dimana-mana.


" Benarkah? " kata Ayatha, dia mengira


bahwa mereka bertemu pertama kali bukannya di sekolah?


" Iya, saat kau datang, aku pun datang, tapi aku tidak mendekat, waktu itu tidak sanggup untuk mendekat, lalu aku melihat kau datang, menangis di sini, dan bibi juga datang, saat itu melihat kau menangis, aku jadi sering bermimpi tentangmu, makanya saat di


sekolah, aku membencimu, karena saat aku melihatmu, kau pasti mengingatkan ku


pada Yosa, maafkan aku, " kata Andra menjelaskan,


Ayatha tak menyangka, mereka bertemu ternyata sudah lama sekali, Ayatha menatap Andra.


" Pasti sedih sekali saat itu ya? " kata Ayatha


" Tidak sesedih saat kau pergi, " kata


Andra menatap Ayatha, hati Ayatha kembali menghangat


" Aku juga tidak akan mengizinkan kau pergi, kau sudah milikku selamanya, " kata Andra.


Ayatha dan Andra kembali menatap pusara Yosa, bahagia kah dia melihat mereka


sekarang bersatu?


Setelah itu mereka kembali, Ayatha memutuskan untuk mengambil jalan memutar.


" Ayo ke sekolah, aku ingin melihat bagaimana sekolah sekarang, " kata Ayatha


" Baiklah," kata Andra


Mereka berjalan, saling bergandengan tangan, melihat kearah sekeliling, tawa dan senyuman tidak lepas dari wajah mereka.


" Aku sedikit bersyukur, Raphael tidak


ikut, " kata Andra

__ADS_1


" Kenapa? " kata Ayatha dengan wajah berkerut


" Jadi aku bisa menikmati waktu berdua denganmu, " kata Andra


" Haha, begitu yah, " kata Ayatha tertawa, merasa kalau Andra sekarang sedang mengodanya


" Ehm..bukannya kau pernah jatuh di sini? " kata Andra


" Benarkah? "


" Yah, kau naik sepeda dan jatuh di sini, sangat ceroboh " kata Andra mencubit pipi istrinya


" Aku tidak ingat itu " kata Ayatha


pura-pura tidak ingat


" Bagaimana tidak ingat?, tangan mu


luka, bahkan begitu takutnya pada ku, kau tetap menulis ketika terluka, aku tidak habis pikir waktu itu, bagaimana kau bisa tetap menulis dan menyembunyikan kesakitanmu? " kata Andra lagi


" Saat itu kau sangat dingin, kita juga jarang berbicara, bagaimana aku tidak canggung? " kata Ayatha


" Nah, itu kau ingat, " kata Andra tertawa


" Dasar, menjebakku lagi ya, " kata Ayatha mencubit tangan suaminya


" Kalau dipikir-pikir, dulu kita lucu ya"


" iya "


Mereka terus berjalan, perjalanan begitu jauh sama sekali tidak terasa, mereka berhenti


tempat di depan sekolah mereka, sudah banyak berubah, gedungnya sudah baru,


bahkan sekolah itu sekarang bertingkat. Banyak anak-anak sekolah sedang


beraktifitas disana, sepertinya sedang istirahat.


" Ingin masuk?"kata Andra


" Tidak…kan tidak boleh masuk sembarangan, " kata Ayatha lagi

__ADS_1


Andra tersenyum, lalu menarik Ayatha mendekat kearah sekolah itu, ada satpam yang berjaga di gerbang, gerbangnya saja sekarang sudah sangat besar, bagaimana bisa sekolah yang dulunya hanya seperti sekolah umumnya di desa, sekarang sudah


terlihat sangat besar dan modern, bahkan menyewa seorang penjaga sekolah.


__ADS_2