Meadow

Meadow
Oh, kau suka melihat aku begini


__ADS_3

" Duduklah, " kata Wayren segera setelah Ayatha menuangkan teh padanya


Ayatha mengikuti perintah Tuan Mudanya, walaupun masih sedikit kesal dengan kelakukan Tuan


Mudanya, dia mencoba untuk tidak menunjukkannya.


" Kau kesal padaku? " Kata Wayren santai sambil melihat Ayatha lembut.


" Tidak Tuan, " kata Ayatha yang kaget kenapa Wayren tahu dia kesal?.


" Kau harusnya lebih berani, tidak boleh plinplan seperti itu, " kata Wayren


" Baik, Tuan Muda Wayren, " kata Ayatha sambil menunduk


" Dan jangan selalu menunduk seperti itu, kau harus percaya diri "


" Eh iya Tuan "


" Baik lah... Jadi apa yang kalian lakukan di sana saat aku pergi? "


" Kami hanya melihat pantai "


" Oh, dia tidak melakukan sesuatu yang membuatmu sedih atau terluka? "


" Tidak "


" Bagus lah, aku hanya khawatir jika dia memperlakukan kau dengan tidak baik seperti


biasanya, tapi sepertinya hubungan kalian sudah membaik "


" Iya Tuan "


" Bagus lah... Tapi kau tetap harus menjaga jarak dengan Kakakku "


" Kenapa Tuan? " tanya Ayatha bingung


" Karena aku menyuruhmu begitu "


" Tapi Nyonya Renata menyuruh saya untuk selalu mengikuti permintaan Tuan Muda "


" Yah.. Hanya sekedar itu tidak apa-apa, yang penting yang lain jangan "


" Seperti apa?"


" Ya seperti itu... Sudah lah jangan membuat aku kesal," kata Wayren yang


tiba-tiba merasa kesal, Ayatha hanya tersenyum lucu melihat tingkah Wayren yang


seperti anak-anak.


" Kenapa kau tersenyum?"


" Tidak apa-apa Tuan, " kata Ayatha tambah tersenyum


" Ohhhh... Kau suka melihat aku seperti ini? " kata Wayren


" Tidak Tuan "


" Kau sudah berani sekarang yah "


" Tidak Tuan, " kata Ayatha tambah tersenyum lebar


" Tapi aku suka kok, Senyummu... Aku suka," kata Wayren yang seketika membuat Ayatha


terdiam, Wayren hanya melihat dalam pada Ayatha. Ayatha hanya bisa mematung,


dia terdiam, lalu dia mencoba memalingkan wajahnya, rasa malunya muncul.


Sementara itu, Andra terdiam di kamarnya, hanya memandang dari jendela melihat Wayren dan


Ayatha yang sedang berbincang. Wajahnya datar tanpa ekspresi, dia sedikit


penasaran dengan apa yang dibicarakan Wayren dan Ayatha, karena Wayren dan Ayatha


terlihat sangat akrab dan bahagia.


___________________________________________


Langit pagi ini gelap, awan hitam tergelar bagaikan karpet menutupi langit hari ini. Andra sedang menyiapkan diri, seperti biasa dia ingin berolah raga.


" Pagi Tuan Muda, " kata Bibi Moi memberikan salam pada Andra yang sedang mengikat


sepatu larinya


"Pagi Bibi, " kata Andra tersenyum


" Anda ingin berlari pagi ini? "


" Iya"


" Tapi hari ini sepertinya akan hujan Tuan Muda "


" Aku akan sebentar saja, " kata Andra segera berlari, meninggalkan Bibi Moi


yang kelihatan khawatir.


" Ayatha! Ayatha !" Teriak Bibi Moi


" Ya Bibi, " kata Ayatha yang segera datang


" Kau harus mengejar Tuan Muda Andra, pagi ini mau hujan, Tuan Andra dari kecil tidak


bisa terkena air hujan, bawa payung dan kejar Tuan Muda ya, " kata Bibi Moi


menyuruh Ayatha


" Baik Bibi, " kata Ayatha segera


Ayatha segera berlari mengambil payung, saat dia mengambil payung, tidak sengaja dia


berpapasan dengan Wayren, Ayatha hanya pergi saja.

__ADS_1


" Bibi Moi, ada apa? Kenapa Ayatha buru-buru pergi, " kata Wayren


" Pagi Tuan Muda, tadi saya menyuruh Ayatha untuk pergi mencari Tuan Muda Andra yang sedang


lari pagi. Hari sudah mau hujan, Tuan Muda Andra tidak pernah bisa terkena air


hujan," kata Bibi Moi menjelaskan


Wayren hanya terdiam tanpa bereaksi apapun.


___________________________________________


Ayatha pergi mencari-cari kemana Andra pergi, sampai akhinya dia bertemu Andra sedang berlari di dekat taman yang ada di kawasan perumahan itu.


" Tuan Muda Andra!" Teriak Ayatha memanggil Andra


Andra segera berhenti dan melihat kearah Ayatha, dia sedikit terkejut melihat Ayatha yang menuju kearahnya


" Sedang apa kau disini?" Kata Andra melihat Ayatha yang sedang mengatur nafas


karena berlari mengejar Andra tadi


" Bibi Moi menyuruh saya untuk menemani Tuan, hari sudah mau hujan, nyonya Moi bilang Tuan Muda tidak bisa terkena air hujan," kata Ayatha menjelaskan


" Aku hanya sebentar dan akan segera pulang sebelum hujan, "


" Tapi..."


" Pulang saja"


" Tapi Nyonya sudah menyuruh saya untuk mengikuti Tuan kemana saja dan nanti Bibi Moi pasti marah jika saya tidak menjaga Tuan" kata Ayatha


" Aku hanya ingin berlari disekitar sini, tidak mungkin kau mengikuti ku terus kan?


Begini aja, tunggu disini, aku akan berlari di daerah ini, begitu selesai aku akan kembali kesini, gimana? " Kata Andra


" Eh..."


" Sudah tunggu saja di sini," kata Andra menyuruh Ayatha, Andra segera melanjutkan


lari paginya, sedangkan Ayatha hanya berdiri melihati Andra yang pergi menjauh


darinya.


Hujan turun dengan lebatnya saat Andra sampai dirumahnya, Bibi Moi terlihat cemas menyambut


Andra.


" Selamat datang Tuan, Anda kehujanan?" Kata Bibi Moi cemas


" Tidak," kata Andra tersenyum


" Di mana Ayatha? Apakah Tuan bertemu dengannya?"


" Dia belum pulang?" Tanya Andra kaget


Andra mengira jika hari mulai hujan Ayatha akan segera pulang, sehingga dia berpikir


untuk tidak menemui Ayatha di taman tadi, namun jika sampai sekarang Ayatha


berkata apapun, Andra segera meninggalkan rumah. Menorobos lebatnya hujan.


" Tuan, Tuan.. Anda mau kemana?!" Teriak Bibi Moi kaget melihat Andra yang pergi


begitu saja


" Ada apa Bi?" Tanya Wayren yang mendengar teriakan Bibi Moi


" Aduh bagaimana ini Tuan Muda, Tuan Muda Andra pergi setelah mendengar bahwa Ayatha


belum pulang tanpa menggunakan apa-apa... Tuan Muda kan tidak bisa terkena air


hujan, dia pasti sakit, " kata Bibi Moi cemas


Wayren hanya terdiam, lalu dengan segera mengambil 2 payung dan segera pergi keluar tanpa


mengucapkan sepatah kata pun pada Bibi Moi yang bediri terdiam melihat kelakuan


2 Tuan Mudanya yang aneh.


Andra terus berlari menerjang hujan yang sangat lebat, seluruh badannya basah kuyup, bahkan jarak pandangan terbatas karena lebatnya hujan.


Sesampainya di taman, Andra berhenti sejenak mencari Ayatha, dimana dia? Pikirnya cemas, sesaat dia melihat sosok Ayatha yang sedang berdiri di antara rimbunya


pepohonan, berdiri sendiri dengan payungnya. Andra segera menghampirinya...


" Kenapa kau tetap di sini?" Tanya Andra dengan nada sedikit keras pada Ayatha, Ayatha tentu kaget melihat Andra yang basah kuyup, apalagi dia di tegur dengan suara Andra yang tampak marah, Ayatha segera memindahkan payungnya ke tempat Andra,


sehingga Andra tidak kehujanan lagi, namun sekarang Ayatha yang terkena hujan.


" Tuan, Anda..." Kata Ayatha tersekat.


" Aku tanya, kenapa kau tetap di sini?" kata Andra kelihatan masih kesal


" Anda menyuruh saya menunggu Anda di sini, jadi saya hanya mengikuti perintah Anda


untuk menunggu Anda di sini" kata Ayatha ketakutan


" Jadi jika aku sampai malam tidak kembali, kau tetap di sini?" Tanya Andra


" Ya, " kata Ayatha pelan dan tertunduk


Andra terdiam memAndang Ayatha yang sekarang basah kuyup terguyur hujan, emosinya hilang seketika melihat wajah takut dan tulus Ayatha. Sekarang dia yang merasa


tidak enak pada Ayatha, ya.. Dia hanya menjalankan tugasnya, dan ya...


Seharusnya Andra yang salah karena sudah menyuruh Ayatha menunggu namun tidak


kembali kesini.


Wayren mencari-cari Ayatha kemana-mana, sulit mencari seseorang dengan hujan selebat

__ADS_1


ini, setelah berkeliling beberapa kali, akhirnya dia terhenti. Dia melihat Ayatha


dan kakaknya di taman, Ayatha sedang memanyungi kakaknya, sedangkan dia sendiri


terguyur hujan.


Wayren tentu kesal, dia merasa kakaknya tidak harus seperti itu, membiarkan Ayatha yang terkena hujan... dengan segera dia langsung mendekati mereka.


Andra masih melihat Ayatha yang tertunduk, ketakutan, gemetar,.. Ntah karena takut, atau


karena dingin hujan yang membasahi tubuhnya... Ada suatu perasaan... Perasaan


ingin melindungi gadis mungil di depannya... Rasanya ingin menjaga gadis ini


agar dia tidak lagi gemetaran... Namun tubuh Andra seperti membeku, dia tak


sanggup melakukannya.


Tiba-tiba hujan tak lagi membasahi tubuh Ayatha, membuat kaget Ayatha dan Andra tentunya.


Ayatha segera melihat kebelakang, ternyata Wayren sedang memayungi Ayatha.


" Tuan Muda Wayren, " kata Ayatha dengan Bibir bergetar, kaget melihatnya ada di sana


Wayren mendekat, dia tersenyum pada Ayatha, lalu melihat kakaknya yang hanya


terdiam... Menatapnya dingin.


" Kau basah kuyup kak... Pulanglah... Aku yang akan mengurus Ayatha, " kata Wayren


menyerahkan salah satu payung pada Andra.


Wayren menatap kakaknya tajam... Dia menunjukkan bahwa dia serius dengan apa yang di


ucapkannya. Andra menangkap keseriusan adiknya. Namun dia hanya terdiam,


sedangkan Ayatha tak bisa berkata apa-apa hanya berdiri diantara kakak beradik


yang tampaknya sedang perang emosi.


" Aku pinjam pelayan pribadimu, " kata Wayren segera menarik tangan Ayatha dan


langsung membawa Ayatha pergi menjauh dari Andra, meninggalkan Andra yang


terdiam melihat Ayatha dibawa pergi oleh Wayren, sedangkan Ayatha hanya


pasrah... Dia sempat melihat wajah Andra yang dingin terdiam di belakang


mereka,  Dia sudah membuat suatu


kesalahan.. Pikir Ayatha


Ayatha terdiam terduduk di sebuah kursi cafe, Wayren entah pergi kemana, dia hanya


termenung, tatapannya kosong. dia hanya berpikir tatapan dan perasaan Andra


sekerang karena perbuatannya. Andra pasti sangat marah padanya sekarang, apa


yang harus dia lakukan sekarang?


" Hey..ini untuk mu, " kata Wayren meletakkan handuk di kepala Ayatha


" Eh.. Terima kasih Tuan, " kata Ayatha yang kaget


" Ini juga ada baju dan celana yang bisa kau pakai, " kata Wayren memberikan


kantong belanjaan pada Ayatha


" Eh... Tidak usah Tuan, kita pulang saja, saya khawatir tentang Tuan Muda Andra, Bibi Moi


bilang Tuan Andra tidak bisa terkena air hujan "


Wayren terdiam.. Dia hanya memandangi Ayatha yang terdiam di depan Wayren...


Persaannya tidak enak, bahkan di saat seperti ini, Ayatha hanya mementingkan


perasaan Andra. Namun Wayren tidak ingin membahasnya...


" Kau tidak apa-apakan? " kata Wayren


" Maksud Anda Tuan? " Kata Ayatha kebingungan dengan apa yang di tanyakan Wayren


" Kakakku memarahimu?"


" Memang aku yang salah, " kata Ayatha pelan


" Kalau kakakku memarahi, jangan di ambil pusing, dia memang seperti itu tapi


sebenarnya dia tidak bermaksud seperti itu, " kata Wayren menjelaskan


" Iya Tuan "


" Ok.. Kalau memang begitu, ayo pulang. " kata Wayren


" Iya Tuan. " kata Ayatha segera bangkit


Ayatha berjalan di belakang Wayren, hujan sudah mulai berhenti, hanya meninggalkan


rintik-rintik, Ayatha menggil menahan dinginnya angin yang berhenbus.


" Seharusnya kau menganti pakaian mu dulu, " kata Wayren yang berhenti di depan Ayatha,


membuka sweater yang dipakainya dan meletakkanya pada tubuh Ayatha. Ayatha


hanya melihat Wayren.


" Ayo... Kau harus cepat mandi, kalau tidak kau akan sakit," kata Wayren segera


berjalan.


Ayatha masih terdiam, semua perhatian Wayren membuatnya merasa nyaman.

__ADS_1


" Hey! Kau tidak mendengar ku? Cepat! " kata Wayren memecahkan lamunan Ayatha


Ayatha segera berjalan mendekati Wayren, lalu mereka berjalan pulang.


__ADS_2