
" Hei,kenapa kau pakai sepatu yang begitu tinggi? " kata Wayren memperhatikan high heels
yang dipakai Risa
" Aku pendek, ingin terlihat sedikit tinggi, " kata Risa
" Itu tidak bagus jika kau benaran hamil, nanti kau harus mengantinya, " kata Wayren.
" Iya akan ku ganti jika benaran hamil, aku rasa aku hanya sakit karena tadi malam mandi air
dingin, " kata Risa
" Kau ini? Tidak ingin hamil anakku ya? Malah bilang hanya sakit? " kata Wayren
" Aku hanya takut kau kecewa, kita baru menikah 3 minggu, seharusnya kalau hamil bukannya
baru tahu bulan depan? " kata Risa
" Ehm..tapi sebelumnya kita juga sudah melakukannya kan? " kata Wayren menatap Risa
" Owh, iya juga, " kata Risa lagi.
Wayren menatap Risa, mengapa istrinya bisa sebodoh ini sih?dia tidak habis pikir, semoga saja
anaknya nanti tidak mengikuti ibunya.
Tak lama mereka di panggil masuk, Risa diminta untuk melakukan tes pack, Wayren yang
bisa diam saja menunggu dengan cemas, dokter melakukan tes itu di depan Risa
dan Wayren. Wayren mengamati setiap eksperesi wajah dokter itu.
" Baiklah Tuan dan Nyonya, selamat… Anda akan menjadi orang tua, " kata dokter itu tersenyum bahagia,
mendengar itu Wayren masih mencerna kata-kata dokter itu.
" Apa? Jadi aku hamil? " kata Risa kaget, lalu berubah sangat senang
" Kau hamil?, dia hamil Dok? " kata Wayren masih belum percaya
" Iya, istri Anda positif hamil " kata dokter itu
Wayren menatap Risa dengan sangat senang, memeluk istrinya, mencium dahinya. Wayren
sangat menunggu saat-saat ini, apa lagi saat tahu Andra sudah memiliki Raphael, dia jadi sangat ingin memiliki anak.
" Terima kasih, Dok "kata Wayren
" Ibu, kesehatannya dijaga, tolong dibaca apa yang harus dan tidak boleh di
lakukan jika sedang hamil, untuk sementara, hubungan seksual di larang hingga kandungan
__ADS_1
nona melewati trimester pertama, agak beresiko melakukan hubungan saat di
trimester pertama, " kata Dokter itu menjelaskan
" Baiklah, " kata wayern mantap
" Apa yang harus aku lakukan sekarang? "kata Risa bingung
" Menurut hari pertama haid terakhir Anda, kemungkinan kehamilan anda baru berumur 4-6 minggu, datanglah 1 minggu lagi untuk bisa melihat perkembangan janin Andra dengan USG, makan lah obat dan susu
secara teratur ya, " kata Dokter menjelaskan
" Baiklah Dokter, " kata Wayren sangat senang.
Wayren dan Risa keluar dari ruang pemeriksaan, Wayren sangat senang hingga tak henti-hentinya
tersenyum. Risa juga merasa sangat bahagia, dia memegangi perutnya.
" Ehm, kita harus beli beberapa keperluanmu, " kata Wayren
" Keperluan apa? Aku baru hamil, tidak perlu apa-apa, vitamin dan yang lain juga
sudah di sediakan oleh dokter," kata Risa menatap suaminya yang dari tadi tidak melepaskan tangannya.
" Aku juga tidak tahu, ya sudah kita pulang saja, kau harus banyak istirahat, jangan
banyak keluar jika tidak perlu, " kata Wayren perhatian
" Bisakah kau menuruti apa kemauanku? Apa susahnya sih bilang iya, jangan
membantah," kata Wayren pada Risa, Risa langsung cemberut
" Iya," kata Risa cemberut
" Jangan cemberut, nanti bayinya juga suka cemberut "
Risa lalu tersenyum seperti di buat-buat, melihat hal itu Wayren tertawa, istrinya sangat imut seperti ini, dia lalu memeluknya.
" Terimakasih ya, sudah bersedia jadi ibu dari anakku, " kata Wayren berbisik, Risa mendengar itu sangat tersentuh, dia lalu menggangguk, membenamkan diri pada pelukan Wayren.
Saat Wayren dan Risa sampai di rumah, di ruang tengah dia melihat Andra sedang duduk memperhatikan Ayatha dan ibunya bermain dengan Raphael.
" Bagaimana? Apa sudah ke Dokter? " Kata Nyonya Renata melihat Risa yang masih menggunakan maskernya.
" Sudah, " kata Wayren lagi
" Lalu? Risa tidak apa- apa? " Kata Nyonya Renata khawatir, Ayatha dan Andra juga penasaran, Risa sakit?
" Hasilnya positif, " kata Wayren seolah cuek saja, namun tetap memegang tangan Risa.
Nyonya Renata tampak terkejut, dia menatap Wayren dan Risa tak percaya, Nyonya Renata
__ADS_1
tersenyum bahagia, melihat kearah Ayatha yang juga tersenyum bahagia, Andra yang sedikit bingung melihat reaksi ibunya.
" Risa hamil? " Kata Nyonya Renata perlahan bangkit tidak percaya akan mendapatkan cucu lagi. Risa dengan
semangat mengangguk. Nyonya Renata bahagia sekali, dia memeluk Risa, menatap
menantunya dengan senang, lalu juga menatap Wayren, tak lepas senyumnya sedetik pun
" Wah, selamat ya Risa, akhirnya Raphael akan punya sepupu, " kata Ayatha memeluk Risa.
" Terima kasih Ayatha, ehm... Tapi mualnya tidak tertahankan, apa lagi mencium bau Wayren, membuat aku sangat mual, " kata Risa manja, mengeluarkan unek-uneknya
" Aku tidak bau kok, " kata Wayren menatap istrinya.
" Haha... Itu memang begitu, jangan sampai di masukkan dalam hati, wanita hamil bisa mual karna apa saja," kata Ayatha menenangkan Wayren
" Iya, Risa kau harus makan yang bergizi dan jaga kesehatan ya," kata Nyonya Renata perhatian.
" Selamat adik kecil, akhirnya kau akan jadi ayah juga, cepat sekali prosesnya, ibu baru minta cucu, kau langsung memberikannya, " kata Andra membalas adiknya yang dari kemarin menyindirnya.
" Haha... kau mau balas dendam ya, " kata Wayren
" Haha, tidak... Kali ini aku benar mengucapkan selamat bagi kalian, " kata Andra tersenyum manis.
" Ya, terima kasih, cepatlah kalian menikah, " kata Wayren
" Pasti, " kata Andra lagi
" Paman, tante, selamat ya, dedek bayinya laki laki atau perempuan? " kata Raphael mendekati pamannya
" Terima kasih sayang, Tante belum tau, jika laki-laki semoga setampan dirimu, " kata Risa kembali mencubit
pipi Raphael
" Maafkan Paman, karna terlalu bahagia jadi lupa membelikanmu mainan, " kata Wayren mengusap kepala Raphael
" Tidak apa-apa paman, lain kali beli untuk dedek bayi saja, mainanku sudah banyak, " kata Raphael
pengertian
" Wah, Ayatha kau harus ajarkan Risa bagaimana mendidik anak seperti dia, " kata Wayren
lagi.
" Aku rasa itu sudah keturunan, " kata Andra menyela, Wayren
menatap kakaknya.
" Owh, kau ingin menyombong sekarang, kalau keturunan begitu, aku rasa jika anak ku
seperti ku juga lumayan, " kata Wayren.
__ADS_1
" Mudah-mudahan dia seperti Risa, saat kecil, Wayren nakal sekali, semua orang di rumah ini di jahili olehnya, aku sampai pusing mencari penganti pelayan di sini, karna mereka kabur semua gara-gara Wayren, " kata Nyonya Renata geleng-geleng kepala. Lalu semua tertawa.