Meadow

Meadow
Akhirnya menikah juga


__ADS_3

Setelah mereka makan, Andra dan Ayatha berpamitan pada Nyonya Renata, juga pada Raphael, awalnya Raphael ingin ikut, namum setelah di berikan pengertian oleh Ayah dan Ibunya,, Raphael dengan patuh mengikutinya.


Di perjalanan ke sana, Andra dan Ayatha tampak tegang, saat pandangan mereka bertemu, mereka malah tertawa, seperti mimpi saja, akhirnya mereka akan menikah juga. Tangan Ayatha terus digenggam oleh Andra, tak lama mereka sampai juga.


Pak Wang sudah ada di sana, semua urusan sudah selesai, mereka mendaftarkan diri, setelah itu di lakukan Ayatha melakukan pemeriksaan pranikah, Andra menunggunya di ruang tunggu.


Semua mata menatapnya, mereka pikir mungkin Andra adalah seorang artis, sangat tampan, pria tampan seperti ini sayang sekali sudah akan menikah hari ini. Beberapa pasangan di sana juga terkesima, ada juga yang pasangannya sampai cemburu karena wanita mereka menatap Andra terus menerus.


Setelah Ayatha selesai dengan pemeriksaan dia keluar, giliran para pria yang sekarang terpaku, wah, hari ini sangat beruntung bisa melihat wanita cantik begini, namun tatapan mereka berubah kecewa melihat Ayatha yang mendekati Andra, wanita cantik ini ternyata pasangan pria tampan itu, membuat semua orang iri. Wah betapa beruntungnya punya suami dan istri begitu?. Pasti kisah cinta mereka sangat indah, pikir mereka.


" Sudah? " Kata Andra tersenyum sangat manis membuat wanita-wanita di sana langsung terpana.


" Sudah," kata Ayatha lagi.


" Baiklah, Tuan Andra dan pasangan silahkan mengambil foto untuk akta pernikahan kalian, " kata Petugas di sana.


" Baiklah, ayo, " kata Andra memeluk pinggang kecil Ayatha, semua orang menatap iri, bagaimana rasanya memiliki suami begitu perhatian plus begitu tampan.


Andra dan Ayatha masuk, mereka duduk berdampingan. Andra menggenggam tangan Ayatha dengan erat, aura ke bahagian terpancar, bahkan senyum tidak bisa lepas dari wajah mereka.


" Baiklah, pengantin harus tersenyum ceria, 1,2,3! " Petugas itu memfoto mereka, setelah itu mereka di minta menunggu, tak lama akhirnya akta pernikahan mereka selesai diantarkan langsung oleh pimpinan kantor itu.


" Senang sekali membantu pernikahan anda Tuan Tadder , sekali lagi saya ucapkan selamat atas pernikahan Anda Tuan, " kata Pimpinan itu meyerahkan tangannya.


" Terima kasih," kata Andra menyambut tangan pimpinan tersebut.


Andra melihat Ayatha, akhirnya dia bisa menikah juga dengannya, wanita yang sudah di perjuangannya 6 tahun ini akhirnya menjadi istrinya, rona bahagia tak bisa dia sembunyikan.


Ayatha pun begitu, melihat kearah Andra, dia melihat akta pernikahannya dengan Andra, di sana yang tulis adalah nama Selena, karna memang seluruh bukti identitas Ayatha sudah atas nama Selena, di foto mereka sangat bahagia, benar-benar tersenyum bebas.


" Tidak bisa mengunakan nama Ayatha, karena di sini kau sudah dinyatakan meninggal," kata Andra menatap Ayatha


" Tidak apa-apa, Selena juga namaku, " kata Ayatha.


" Ini, kau yang simpan saja, " kata Andra


" Baiklah, suami, " kata Ayatha


Andra tertawa, dia suka Ayatha memanggilnya suami, dia mengenggam tangan Ayatha, lalu membawanya kembali ke mobil.


" Ayatha, ingin rumah yang bagaimana? " Kata Andra dalam perjalanan pulang.


" Ehm... aku kira kita akan tinggal dengan Ibu? " Kata Ayatha menatap suaminya.

__ADS_1


" Bukannya kau pernah bilang, setelah menikah akan membiarkanku membelikan sebuah rumah untukmu? Masih ingat? " Kata Andra lembut.


Ayatha tersenyum lebar, Andra masih ingat apa yang di katakannya dulu, padahal saat itu dia hanya mencoba menengkan Andra agar dia di izinkan tinggal di rumah white piony.


" Rumah bagaimana pun aku suka kok asal tinggal bersamamu dan anak kita," kata Ayatha lagi.


" Kau mencoba mengodaku ya? " Kata Andra sumringah.


" Haha..tidak, belikan aku rumah yang kau suka, aku akan suka, " kata Ayatha.


" Sebenarnya aku sudah membelikannya."


Ayatha diam menatap suaminya, lalu untuk apa bertanya lagi?


" Aku hanya ingin tahu apakah rumahnya akan sesuai dengan yang kau inginkan atau


tidak? Jika tidak kita beli yang lain,"   kata Andra menatap Ayatha dalam.


" Tenang saja, aku akan suka bagaimana pun rumah yang kau beli."


" Baiklah, ayo kita lihat rumah kita."


" Iya."


" Hari ini hari pernikahan kita, begini bahagia mana bisa tidur, " kata Ayatha lagi menantap suaminya, namun kepalanya tetap saja di sandarkan di bahu Andra. Andra mencium dahi Ayatha, kebahagiannya sempurna sekarang.


Ayatha akhirnya tertidur juga karena memang sebenarnya dia tidak bisa tidur karena gugup memikirkan dia akan menikah besok pagi, Andra memperhatikan wajah istrinya yang tertidur, dia hanya senyum-senyum sendiri.


Setelah menempuh perjalan yang lumayan lama, akhirnya mereka sampai, Ayatha terbangun ketika mobil berhenti, dia memperhatikan sekitar.


" Sudah bangun? Apakah pusing? " Kata Andra.


" Ehm... tidak, aku tertidur pulas sekali ya? " Kata Ayatha.


" Tak apa, ayo masuk, itu rumah kita, " kata Andra.


Ayatha sedikit tercengang, rumah itu indah sekali, halamannya sangat luas dengan rumput hijau yang membentang seperti karpet hijau, pohon palem terlihat menghiasi beberapa bagian, jalan menuju rumah adalah jalan setapak dengan beberapa anak tangga, rumah itu luas, bertingkat 2, saat masuk ruang keluarganya sangat luas, di lantai 2, balkon rumahnya sangat luas sampai di sana Ayatha baru sadar kalau rumah ini ada di atas bukit.


" Pemandangannya lebih indah jika malam hari, " kata Andra memeluk Ayatha dari belakang, melihat Ayatha yang terkesima dengan pemandangan yang ada di depan matanya.


" Iya pasti indah sekali, " kata Ayatha tak berkedip melihat pemandangan kota itu dari atas.


" Kau suka? " kata Andra hampir seperti berbisik pada Ayatha.

__ADS_1


" Iya, kapan kau membeli rumah ini? " kata Ayatha, memutar badannya lalu memandang suaminya dalam.


" Sebenarnya aku merancangnya sendiri, kira-kira 3 tahun yang lalu, membuat rumah ini untuk kita berdua, " kata Andra.


" Kau membuat rumah ini bahkan sebelum bertemu denganku? "


" Iya."


" Bagaimana jika ternyata aku waktu itu sudah menikah atau dengan suatu kondisi tidak bisa bersamamu? "


" Sebenarnya walaupun kau sudah menikah, atau tak ingin menikah dengan ku, aku akan menunggu hingga aku bisa mendapatkan mu lagi, sudah ku bilang aku akan ada menjaga mu, menerima kabarmu setiap saat, in case kau sudah menikah, aku akan menunggu bercerai atau menjadi janda," kata Andra tersenyum penuh arti.


Semua kata-kata Andra menghangatkan hatinya, pria ini benar-benar mencintainya, terkadang memang beginilah cinta, jika diantara sepasang kekasih kata-kata itu sangat manis dan menghangatkan, namun jika orang lain mendengar pasti akan sangat terasa gombal.


" Baiklah," kata Ayatha tersenyum.


" Kita akan buat beberapa pelindung di kolam berenang dan di pinggir bukit, aku tidak memperkirakan akan memiliki Raphael, jadi tidak membuat rumah ini aman untuk anak, " kata Andra lagi menatap dalam ke mata Ayatha, Ayatha sangat beruntung, Andra suami yang baik juga ayah yang begitu pengertian.


" Iya, nanti kita buat pelindungnya, " kata Ayatha mengiyakan saja


" Baiklah, mau lihat kamar utamanya, " kata Andra tersenyum lebar, melihat tingkah laku suaminya, Ayatha hanya tertawa, tidak mengiyakan namun Andra sudah menariknya menuju ke kamar utama, Andra membuka kamar utamanya, kamar itu sangat luas, ranjangnya juga luas.


" Wah kamarnya luas sekali, " kata Ayatha.


" Yah tak seluas kamar di rumah Maxi mungkin, " kata Andra.


" Haha, jangan membandingkan, " kata Ayatha.


" Pemandangnya akan sangat bagus saat malam hari, makanya aku memilih tempat ini sebagai kamar utama, kita akan menatapnya tiap malam berdua, " kata Andra, dia memperhatikan Ayatha yang sedang melihat kearah luar, mendekat lalu mengendong Ayatha.


" Hei apa yang kau lakukan, nanti jatuh, " kata Ayatha kaget.


" Ini hari pernikahan kita, ayo lakukan seperti suami istri, " kata Andra.


" Sekarang? " Kata Ayatha.


" Ya, jika di rumah, sudah terlalu banyak orang, tidak leluasa kan? " Kata Andra meletakkan istrinya di ranjang.


" Kamu ini ya... " Kata Ayatha.


Andra langsung mencium Ayatha, memberhentikan ucapan Ayatha, Andra menciumnya lembut sangat lembut, dia melihat Ayatha dalam, sangat lembut membuat Ayatha terperangkap.


" Baiklah, ayo lakukan, " kata Ayatha lagi, Andra tersenyum manis dan kembali mencium Ayatha dan mereka melakukan seperti yang di lakukan suami istri pada umumnya.

__ADS_1


__ADS_2