
Andra masih sibuk bekerja saat handphonenya berdering. Wayren meneleponnya.
" Halo, kau sudah sampai?" kata Andra
“ Sudah, sedang apa?” kata Wayren
" Di kantor, seperti biasa? Ada apa? " kata Andra yang tahu pasti ada maksud adiknya menelepon
“ Kau tahu panti asuhan yang dulu kita datangi, tadi mereka mengirim pesan padaku, mereka ingin aku datang ke sana, karena ada sesuatu yang penting,” kata Wayren
" Oh, iya, lalu? "
“ Aku sedang di antah berantah sekarang, bisa kah kau mengantikan ku?”
" Ok, nanti sore setelah dari kantor aku ke sana"
“ Iya, ehm..ajak Ayatha”.
Andra mengernyitkan dahi, kenapa harus ajak Ayatha?, pikirnya
" Kenapa aku harus mengajaknya?" kata Andra
“ Mereka menyuruhku begitu, sepertinya ada hubungannya dengan seorang anak bernama Momo, Momo dekat dengan Ayatha,” kata Wayren lagi.
" Oh, ok, aku akan menyuruhnya diantarkan ke sana," kata Andra
“ Baguslah, ok, aku harus ikut kegiatan, bye,” kata Wayren memutuskan pangilan.
Andra mengigit Bibirnya, dia kembali memainkan cincinnya. Mau tidak mau dia harus berjumpa dengan Ayatha lagi.
...........,..............................
Sore itu Ayatha sedang menyiram bunga, saat supir memberitahukannya bahwa Andra menyuruhnya untuk pergi. Ayatha mengernyitkan dahinya, sebenarnya dia tidak ingin, tapi itu tugasnya. Setelah berganti pakaian, dia segera masuk kedalam mobil dan pergi.
Awalnya Ayatha mengira mereka akan pergi ke kantor Andra lagi, tapi ternyata Ayatha salah, mereka malah pergi ke sebuah rumah sakit. Ayatha sedikit penasaran, kenapa dia di ajak kesini?
Dia menemui Asisten Wang yang berdiri di depan pintu masuk rumah sakit itu, Asisten Wang langsung mengajaknya kesebuah ruangan. Ayatha dengan ragu-ragu melihat kedalam.
Di dalam, Andra sedang duduk di kursi tunggu, dia juga melihat Bibi panti asuhan ada disana, wajahnya sedih. Andra yang melihat Ayatha datang langsung berdiri.
Ayatha mendekati kasur pasien, dia melihat Momo sedang di rawat, dia memakai alat bantu pernafasan, selang infus tertancap ditangan putihnya yang mungil, wajahnya pucat. Dia lebih kurus dari sebelumnya. Dia mengusap pipi anak itu, terakhir kali dia datang, Momo bisa sangat ceria tapi sekarang kenapa seperti ini? .
" Ada apa ini?" kata Ayatha pada Bibi panti, Andra berdiri di sampingnya
" Sudah hampir 2 minggu Momo tidak mau makan, seminggu yang lalu dia panas sangat tinggi, dan kejang, lalu dia tidak sadarkan diri." kata Bibi panti mengusap air matanya
" Lalu?" kata Ayatha.
" 2 hari yang lalu, dia sempat mengucapkan namamu, karena itu aku mengirim pesan pada tuan Wayren agar membawamu ke sini,sepertinya dia sangat menyangimu, " kata Bibi panti
Ayatha menatap Momo lagi, dia memegang tangannya yang mungil, dingin rasanya.
__ADS_1
Anak ini mengingatnya, padahal mereka baru pertama kali berjumpa, dia juga belum menepati janjinya untuk datang lagi kesana, sejak pertama kali, Ayatha juga sudah sangat menyayangi Momo bagaikan adiknya sendiri.
Tanpa terasa air matanya turun, melihat Momo sepeti ini...siapa yang akan tega melihat anak mungil dan cantik seperti ini...Andra yang melihat tangisan Ayatha langsung tidak tega, menarik gadis rapuh itu kedalam pelukannya, berusaha menenangkannya.
Namun bukannya tenang, Ayatha malah tambah menangis.
Ayatha seorang gadis yang sudah banyak kehilangan orang-orang yang di cintainya. Kedua orang tuanya pergi meninggalkannya saat usaianya masih sangat muda. Ketika dia sudah bisa melupakan pedihnya di tinggal orang tua, neneknya yang menjadi satu-satunya orang disayanginya harus pergi meninggalkannya. Saat dia mengira tidak akan kehilangan orang yang di cintainya lagi, sahabat terdekatnya, tempat dia menumpahkan segalanya juga harus meninggalkannya dengan cepat, apakah sekarang saat Ayatha menyayangi gadis kecil ini, apakah dia akan pergi juga? Itu yang terus terngiang dikepala Ayatha.
Salahkah dia kalau dia menyayangi seseorang hingga orang itu harus pergi...apakah semua orang yang disayanginya bernasib sama, pergi meninggalkan dunia ini. Ayatha menangis sejadinya.
Andra terus memeluk gadis itu dalam pelukannya, dia bisa merasakan kepedihan wanita itu, dia tahu bagaimana kisah Ayatha, melihat hal seperti ini tentu membuatnya terpukul.
Ayatha terduduk di depan ruangan Momo, Andra membawanya keluar sebelum dia histeris, Andra menyuruhnya duduk di depan, sementara dia mencari makanan dan minuman, karna hari sudah malam.
Ayatha menatap diding rumah sakit yang putih itu, terasa dingin, Ayatha sebenarnya tidak suka dengan rumah sakit. Banyak sekali pengalaman pahitnya di rumah sakit, membuat rumah sakti menjadi hal yang di takutinya.
Tak lama Andra datang, dia menyodorkan air putih pada Ayatha, Ayatha yang masih syok, tidak mengubris Andra.
" Minum lah, kau sudah menangis dari tadi, " kata Andra berjongkok di depan Ayatha yang terus menunduk, dia tersenyum, berusaha menghibur Ayatha, menghapus beberapa air mata yang ada di pipinya.
" Terima kasih, " kata Ayatha
" Sudah jangan menangis, toh dia masih tidak apa-apa, ayo berdoa saja agar dia cepat sembuh, " kata Andra mengelus kepala Ayatha. Ayatha menatapnya dengan nanar.
Pria ini sedang dia coba untuk hindari, tapi jika begini bagaimana? Pikir Ayatha.
Ayatha hanya membalasnya dengan senyuman.
" Iya " kata Andra lembut
" Bolehkah aku izin untuk menginap di sini malam ini?" kata Ayatha
Andra tersenyum sedikit
" Ok, aku akan izinkan, dengan syarat kau harus makan sekarang, aku tidak mau nanti kau juga sakit, " kata Andra membuka makanan yang dia bawa. Ayatha tersenyum lalu memakan makanannya.
Setelah makanan Ayatha selesai, Andra baru beranjak dari tempat duduknya.
" Aku harus pulang sekarang, kalau ada apa-apa, hubungi aku dengan handphone ini, nomorku sudah ada di sana, " kata Andra menyerahkan handphone pada Ayatha.
Ayatha terdiam, Andra menyiapkan handphone ini untuknya? dia ingat handphonenya yang lama hilang saat dia kecelakaan waktu itu.
" Tapi..." kata Ayatha
" Tidak apa-apa, peganglah, lagi pula aku butuh itu untuk menghubungimu jika aku butuh sesuatu, " kata Andra tersenyum
" Baiklah, terima kasih Tuan," kata Ayatha sambil memberi salam
" Ok, aku pulang dulu, " kata Andra tersenyum, lalu pergi dari sana, Ayatha masih melihatnya sambil Andra hilang di balik lorong.
Hatinya sedikit senang, namun di saat bersamaan meresa ragu.
__ADS_1
Andra terdiam di mobilnya, melihat kilatan cahaya di sepanjang jalan, namun pikirannya terbang, perasaannya sangat tidak menentu, sudah beberapa hari ini dia mencoba untuk menjauhi Ayatha, dia yakin akan hal itu.
Namun melihat air mata yang jatuh di wajahnya, Andra sungguh tidak bisa mengontrol perasaanya untuk membuat wanita itu tersenyum.
Sebenarnya apa yang sekarang terjadi padanya. Andra tidak mungkin menyukai Ayatha, namun sekarang dia ragu akan perasaannya. Mungkinkah?.
....…...….…......
Seharian Ayatha ada di rumah sakit, dokter mengatakan Momo terkena Meningitis, penyakit yang menyerang seput otaknya. Untuk kesempatan sembuhnya, dokter tidak bisa memastikan sama sekali.
Sepanjang hari pula Ayatha mengajak bicara Momo, dia menceritakan hari ini sedang apa, bagaimana cerahnya hari ini, indahnya taman di rumah sakit ini, namun tidak ada respon, dengan sabar Ayatha tetap melanjutkan ceritanya. Sekarang dia menyanyikan lagu indah untuk Momo
Tanpa disadarinya, Andra memandanginya dari celah pintu yang dia buka, dia tersenyum melihat Ayatha, gadis ini seperti malaikat, pikirnya.
Ayatha tanpa sengaja melihat ke arah pintu karena merasa ada yang melihatnya, dari situ dia sadar ada Andra disana. Ayatha ingin menyapanya, namun Andra langsung menaruh telunjuknya di depan Bibirnya, lalu gerak-geriknya menunjukkan agar Ayatha melanjutkannya. Setelah menyelesaikan lagunya, Ayatha berjalan keluar menemui Andra yang menunggunya di luar.
" Selamat siang Tuan," kata Ayatha menyapa Andra
" Selamat siang, panggil saja aku Andra kalau di luar, " kata Andra
" Maaf, hari ini saya tidak masuk kerja, saya belum bisa meninggalkan Momo sendirian," kata Ayatha
" Tidak apa-apa, ini jam makan siang, kau sudah makan?" kata Andra
Ayatha mengelengkan kepalanya. Andra tersenyum, dia langsung mengambil handphonenya
" Sediakan makanan ke kamar 1089, " kata Andra menelepon seseorang
Dia langsung menutup handphonenya.
" Maaf, aku tidak bisa membawamu makan di luar, itu terlalu risakan, kita makan di sini saja ya , " kata Andra
" Baik, " kata Ayatha tersenyum
" Bagiamana kabarnya?" kata Andra lagi
" Anda mau lihat?" kata Ayatha
" Baiklah, ayo masuk, " kata Andra lagi.
Ayatha berdiri disamping ranjang Momo, sedangkan Andra disisi satunya.
" Halo Momo, perkenalkan ini Ruan Andra, kau belum pernah bertemu dengannya, cepatlah sembuh akan Kakak kenalkan dengan Tuan ini, dia tuan yang sangat baik, kau pasti menyukainya, " kata Ayatha
Andra tesenyum sambil terus melihat kearah Ayatha, gadis ini tulus dan polos, itu kesan yang dapat ditangkap oleh Andra, entah kenapa dia sangat senang sekarang?. Ayatha memandang Andra, membuat Andra salah tingkah.
" Oh, iya, hay Momo, namaku Andra, kau bisa memanggilku Kakak jika ingin cepatlah sembuh, aku akan membawamu bermain bersama Kakak Ayatha," kata Andra sambil menatap Ayatha saat menyebutkan namanya, Ayatha juga memandangnya, sesaat pandangan mereka bertemu, semua terasa hening, hanya mereka berdua..
Tiba-tiba pintu terketuk, membuat mereka berdua kembali ke dunia, Asisten Wang masuk membawa cukup banyak makanan, Andra tertawa kecil mengingat momen tadi, Ayatha juga tertawa. Entah apa yang di pikirkan mereka, namun tidak seperti biasa, Andra dan Ayatha banyak mengobrol setelahnya.
__ADS_1