Meadow

Meadow
Kau tidak tahu aku siapa?


__ADS_3

Pagi itu, Ayatha menyiapkan makanan Andra dan Wayren di ruang makan, dia menyiapkan semuanya


seperti biasanya, sesekali dia tersenyum kecil mengingat kejadian semalam, Ayatha


susah untuk tidur semalam karena selalu teringat wajah Andra. Benarkah dia


menyukai Andra? pertanyaan itu terus tergiang di pikirannya.


Andra berjalan keluar, menuju meja makan, disana dia bisa melihat Ayatha sedang


mempersiapkan semuanya. Ayatha segera melihat kearah Andra ketika dia datang,


pipi Ayatha terasa panas begitu dia melihat Andra.


" Selamat pagi Tuan, " kata Ayatha memberi salam seperti biasa, dia berusaha sebisa mungkin untuk bersikap biasa saja, namun ternyata susah.


" Pagi..." Kata Andra seadanya.


Andra segera duduk, sedangkan Ayatha hanya menunggu di belakangnya, seperti yang biasa


lakukan, mana tahu Andra membutuhkan sesuatu.


" Di mana Wayren? " tanya Andra pada Ayatha


" Dari pagi saya belum melihat Tuan Muda Wayren " kata Ayatha juga


penasaran, kemana Wayren, biasanya pagi-pagi sekali dia selalu sudah ada,


bahkan sebelum Ayatha menyiapkan makanan untuknya.


" Aku akan membangunkannya dulu, kalau tidak dia bisa terlambat sekolah," kata


Andra bangkit dan segera berjalan hendak meninggalkan ruang makan, namun belum


sempat keluar, bibi moi datang.


" Selamat pagi Tuan Muda," kata bibi moi memberi salam


" Selamat pagi Bibi," kata Andra tersenyum


" Saya ingin memberitahu bahwa Tuan Muda Wayren sudah pergi ke sekolah pagi-pagi sekali


tadi, dia memberi pesan untuk tidak menunggunya makan, " kata bibi moi santun.


Andra hanya terdiam sambil mengerutkan dahi, sangat aneh rasanya Wayren begitu bersemangat


pergi sekolah pagi-pagi, bahkan biasanya dia selalu terlambat. Ada apa? Pikir Andra


namun dia hanya diam.


" Oh... Baiklah," kata Andra urung keluar ruang makan, dia kembali ke mejanya dan melanjutkan untuk


sarapan.


Ayatha juga sedikit heran, kenapa Wayren tiba-tiba pergi kesekolah pagi-pagi sekali,


biasanya bagaimana pun, dia selalu setidaknya mendatangi Ayatha ke dapur untuk


menganggunya dan tidak pernah pergi tanpa sarapan.


...


Disekolah, Wayren duduk sendiri di kelasnya yang masih sepi, dia hanya diam bersandar di kursi,


perasaannya kacau memikirkan apa yang dia lihat semalam, dia sangat cemburu,


namun dia tidak bisa melakukan apapun... Bagaimana pun dia memaksakan....


Andralah orang yang selalu bisa membuat Ayatha bahagia.


Wayren memutuskan untuk berkeliling sekolahnya, sekolah Wayren adalah sekolah terbesar


yang ada di kota ini, dan sekolah ini adalah sekolah milik keluarganya. Siapa


yang tidak tahu tentangnya, seorang tadder Muda, sehingga bahkan guru pun


selalu membedakannya dengan murid yang lain.


Wayren berjalan di lorong sekolahnya yang masih sepi, sebenarnya dia sendiri tidak tahu kearah


mana dia pergi, dia hanya berjalan mengikuti hatinya. Dia terus berjalan, saat


di persimpangan lorong, tiba-tiba dia menabrak seseorang.


Wayren sedang tidak bersemangat untuk melawani ataupun untuk sekedar memperdulikan


siapa yang dia tabrak. Dia segera melanjutkan jalannya.


" Hey kau! " Suara seorang wanita erteriak kearah Wayren.


Wayren masih tidak peduli, dia hanya terus bejalan


" Hey... Kau! Yang tadi menabrakku! Apa kau tuli?" teriak wanita itu pada Wayren.


Wayren berhenti juga, siapa sih yang berani berbicara seperti itu padanya, apa wanita


itu tidak tahu dia sapa? Pikir Wayren jadi kesal, Wayren langsung melihat


kearah belakang, wanita itu tampak kesal menatap Wayren, Wayren juga memasang


wajah kesalnya, wanita itu langsung mendekati Wayren.


" Kau! Minta maaf padaku! " kata Risa itu pada Wayren


Wayren hanya diam, walau kesal dia masih tidak mau melawani wanita yang ada di depannya.

__ADS_1


" Kau... Kau juga bisu ya?! " kata Risa lagi kesal sekali melihat pria yang di depannya hanya diam seperti tidak memperdulikannya?


" Kau ini siapa? " Kata Wayren kesal, dia belum pernah melihat Risa di sekolah ini


" Aku siapa? Memang apa urusan mu? Kau belum menjawab ku," kata Risa tambah kesal


Wayren juga tambah kesal, ini wanita paling menyebalkan yang pernah dia lihat. Begitu juga Risa,


ini hari paling sial baginya karena bertemu dengan seorang pria yang sangat


menyebalkan, padahal ini hari pertamanya disekolah ini.


" Selamat pagi Tuan Tadder, anda datang cepat hari ini," kata seorang wanita setengah


baya menyapa Wayren.


Wayren hanya mengangguk sedikit dan tersenyum memberikan salam. Wanita itu tersenyum dan


segera berjalan meninggalkan mereka


Risa memandang sedikit aneh, kenapa wanita yang seperti guru itu memberi salam pada


pria menyebalkan ini? Pikir Risa sambil melirik kearah Wayren dengan tatapan


sinisnya.


" Kau masih mau meneruskan ini? " kata Wayren yang tahu lirikan sinis Risa.


" Siapa takut! " kata Risa tidak mau kalah


" Kau wanita paling mengesalkan yang aku tau," kata Wayren kesal


" Dan kau pria paling menyebalkan yang pernah aku tau, " kata Risa lagi


" Apa kau bilang! Kau benar-benar tidak tahu aku siapa? "


" Apa harus aku tahu kau siapa? "


Wayren tambah kesal, kesalnya sudah sampai ubun-ubun... Belum pernah ada orang yang


berani memanggilnya menyebalkan apapun yang dia lakukan pada mereka. Hanya gadis


gila ini saja yang berani, pikirnya.


" Sini!" kata Wayren menarik tangan Risa, Risa kaget....


Tentu saja kaget, mereka baru bertemu beberapa menit yang lalu, dia sudah berani menarik


tangan Risa, bahkan sekarang dia menarik Risa pergi. Apa maksud pria ini, pria


ini benar-benar gila, pikit Risa.


" Lepaskan tidak! " teriak Risa meronta-ronta untuk segera di lepaskan, namun karena Wayren


lebih tinggi dan besar, tenaga Risa tidak sebanding dengannya. Sehingga


" Cepat lepaskan aku! Atau kalau tidak!!! " kata Risa setengah berterik


" Kalau tidak memangnya kenapa? " kata Wayren terus menarik Risa tanpa memperdulikan Risa.


Beberapa murid dan guru yang baru datang hanya bisa melihat mereka, Risa memperhatikan


wajah mereka yang menatap aneh padanya. Risa jadi sangat malu... Ini hari pertamanya disekolah itu, tapi kenapa jadi seperti ini.


" Kalau tidak aku akan melaporkannya pada kepala sekolah," kata Risa.


Wayren berhenti menarik Risa, dia memandang Risa dengan wajah kesalnya, Risa memegang


pergelangan tangannya yang di tarik kuat oleh Wayren, tampak kemerahan. Biarkan saja, dia pasti takut karena aku akan melapor ke kepala sekolah! Pikir Risa merasa menang.


" Silahkan..." Kata Wayren kesal melihat Risa


" Maksudmu? " kata Risa sedikit bingung


" Kau mau melaporkan aku kan? Silahkan! Ini ruangan kepala sekolah," kata


Wayren sambil menujukkan pintu yang ternyata ada disebelah mereka, Risa mengerutkan dahi, dia membaca tanda yang ada di pintu, benar saja itu ruangan kepala sekolah, pria ini benar-benar gila.


" Baiklah," kata Risa sambil membuka pintunya, Wayren mengikutinya dari belakang.


Risa terdiam saat melihat siapa yang duduk, ternyata wanita setengah baya yang tadi, dia


kaget melihat Risa dan Wayren yang masuk tiba-tiba. Wanita itu langsung berdiri


melihat Wayren yang masuk.


Wayren segera maju kedepan dan segera duduk di salah satu sofa yang ada di sana,


wanita itu mengerutkan dahi, melihat Risa.


Risa hanya terdiam, dia tidak mengerti apa yang terjadi, kenapa pria gila ini tidak punya


sopan santun sekali, dia langsung duduk begitu saja, pikir rasa sambil menatap Wayren


kesal, Wayren hanya terdiam dengan wajah kesalnya.


" Silahkan duduk, " kata wanita itu menyuruh Risa duduk di salah satu sofa.


" Terima kasih," kata Risa duduk


" Ada yang bisa saya bantu Tuan Wayren," kata wanita itu tersenyum lembut pada Wayren, Wayren melirik Risa sinis.


" Tidak, dia yang punya masalah dengan Anda," kata Wayren cuek-cuek saja


" Ada masalah apa? Nona..." Kata kepala sekolah itu karena dia sepertinya tidak pernah

__ADS_1


melihat wajah Risa sebelumnya


" Risa " kata Risa tersenyum, mencoba sopan pada ibu kepala sekolahnya


" Oh... Anda murid baru kan, nona Risa Kie benar? " kata kepala sekolah


Risa hanya tersenyum


" Oh... Ternyata murid baru," kata Wayren menatap Risa, Risa membalas tatapan Wayren dengan wajah kesal.


" Sebelumnya, saya akan mengenalkan Risa dengan Tuan Wayren, dia anak pemilik sekolah ini, Wayren Tadder," kata kepala sekolah mengenalkan Wayren


" Sekarang kau sudah dengar aku siapa? Kalau begitu aku pergi saja, terima kasih kepala


sekolah, " kata Wayren bangun dan memberikan salam pada ibu kepala sekolah, lalu pergi, sebelum keluar


Wayren sempat melirik kearah Risa, Risa hanya memasang wajah masamnya, karena


merasa tidak senang.


" lalu ada masalah apa Nona Risa?" Kata ibu kepala sekolah


" Oh.. Tidak ada," kata Risa tersenyum manis, padahal didalam dia merasa sangat kesal.


" Kalau begitu, saya akan mengantarkan anda ke kelas Anda, " kata kepala sekolah pada Risa.


Risa berjalan mengikuti jalan kepala sekolahnya, sepanjang jalan dia melihat, murid-


murid wanita tampak melihat kearah Risa, dia hanya mengerutkan dahinya.


" Ini, di sini kelas Anda," kata kepala sekolah pada Risa


" Terima kasih," kata Risa sambil memberikan salam, dia menghembuskan napas panjang, lalu membuka


pintunya.


Suasana kelas sudah ramai, mereka seperti tidak menyadari kehadiran Risa, Risa sedikit


merasa minder, dia hanya memperhatikan dimana bangku yang kosong, ada sebuah


bangku kosong, di bagian kanan kelas, di baris kedua, dia langsung menuju


bangku itu dan duduk disana.


Risa melihat kesekelilingnya secara perlahan-lahan, mengamati kelasnya yang baru, sama


seperti sekolahnya yang dulu, sepertinya tidak akan mudah bergaul dengan


mereka, pikir Risa.


Dia menundukkan kepalanya, lalu mencoba melihat ke arah depan, Risa langsung kaget


karena tiba-tiba Wayren sudah sudah ada di depannya, duduk bersandar menghadapnya


dengan kedua tangan melipat, Wayren hanya memandangnya serius.


" Kau! " kata Risa sedikit keras, suasana kelas yang tadinya ramai, tiba-tiba menjadi


sepi, Risa melirik kesekeliling, mereka sedang menatap Risa.


lalu dia menatap Wayren lagi, Wayren hanya menatap Risa dengan tenang, seperti


mengatakan 'ini lah yang terjadi kalau kau menggangguku'. Risa hanya


memandangnya kesal.


" Sudah, lanjutkan saja urusan kalian, " kata Wayren pada seisi kelas,


tanpa melepaskan pandangannya pada Risa, perlahan kelas kembali ramai lagi, Wayren


hanya tersenyum sinis.


Risa hanya meliriknya, cowok brengsek yang suka pamer, kata hati Risa, sambil membereskan


tasnya, tidak ingin memperdulikan Wayren lagi.


" Jauhi aku!" bisik Wayren tiba-tiba mendekatkan diri pada Risa yang tadinya tidak perduli


lagi pada Wayren.


Risa menghentikan pekerjaanya, lalu menghembuskan napas panjangnya,mencoba menahan


rasa kesalnya.


" Kau pikir aku mau mendekati cowok segila kau, " balas Risa berbisik


" Kau ini?! " bisik Wayren lebih keras dengan wajah sangat kesal karena baru kali ini


juga ada wanita yang memanggilnya gila.


" Pergilah, jangan ganggu aku," kata Risa sambil meletakkan buku pelajarannya


di meja dengan sedikit keras.


Wayren kaget dengan apa yang di lakukan Risa, Risa segera membuka buku pelajarannya,


membacanya... Sebenarnya hanya untuk mengusir Wayren.


Wayren tampak geram, kesal, baru kali ini dia bertemu wanita yang begitu keras


kepala.


Wayren segera berbalik, dia tidak lagi memperhatikan Risa yang duduk di belakangnya, Risa


sedikit melirik Wayren sambil terus berpura-pura membaca bukunya, dasar! Cowok

__ADS_1


menyebalkan, pikir Risa.


__ADS_2