
Besok harinya, Keenan sedang duduk membaca beberapa naskah yang harus di mainkannya, dia duduk di bawah pohon yang rimbun di dekat pantai, dia memakai kemeja putih dengan celana selutut, membuat aura bintangnya terlihat bersinar, tak jauh dari
sana berkerumun banyak wanita yang sepertinya fans Keenan, dia sudah biasa
mendengar namanya di panggil, di elu-elukan, dia menikmati semuanya.
Dari kejauhan dia melihat Ayatha yang sedang memandang lautan di ujung tumpukan batu dekat mercusuar, dia memegang janjinya hari ini untuk tidak menganggu Ayatha, lagi pula dia punya banyak pekerjaan yang penting.
Namun dia tidak bisa menolak untuk memperhatikan Ayatha yang hanya berdiri, rambutnya berterbangan, memperlihatkan lehernya yang putih, Keenan baru sadar, ternyata Ayatha
cukup manis, tubuhnya kecil, namun tampak tegar.
" Keenan, kau sudah siap ? " teriak sutradara pada Keenan
" iya, sebentar aku ke sana, " kata Keenan masih memandangi Ayatha, lalu dia
mendekat dan melakukan syutingnya.
Ayatha melihat ke sekeliling, saat matanya tertuju pada seseorang yang di kenalnya,
Keenan sedang melakukan perannya, dia tampak tersenyum, tertawa, tidak bisa di
pungkiri, Keenan benar-benar tampan, senyumnya, tawanya sangat indah, bahunya
yang bidang dan kulitnya yang bersih, sangat cocok memakai pakaian putih, dan
dia sangat berbeda dengan Keenan yang menyebalkan itu. Malaikat dan setan hanya
di bedakan bagaimana dia berakting, pikir Ayatha.
Dia berjalan menuju kembali ke hotelnya, langit hari ini kurang cerah, banyak awan yang
bergumpal, sepertinya akan turun hujan. Ayatha berjalan menyisiri pantai untuk
kembali ke hotel, pasir putih itu terasa lembut di kaki Ayatha, terkadang dia
merindukan untuk kembali ke kota, banyak hal yang ingin di lihatnya, tertutama
bertemu risa, bagaimana dengan kabarnya sekarang ya? Karena terlalu
terburu-buru untuk menghindari Andra, dia jadi lupa untuk menemui risa.
Dari jauh Keenan melihat Ayatha yang pergi menjauh dari tempatnya, dia meminum minuman yang sudah di sediakan, dia tidak tahu, tapi gadis itu punya magnet untuk
membuat perhatian Keenan jatuh padanya.
" Keenan, hari ini jangan terlalu jauh perginya yah," kata managernya
" Memangnya ada apa?" kata Keenan melihat ke arah managernya
__ADS_1
" Ada seseorang yang akan menemui kita, dia ingin memakaimu sebagai brand ambasador
beberapa hotelnya dan produknya, kalau kita dapat, ini proyek terbesar kita
" kata manager itu pada Keenan
" Oh, memangnya dia siapa? " kata Keenan agak penasaran
" Namanya Tuan Andra, dia akan kesini siang ini," kata manangernya
" Ok, siapkan saja pertemuan di hotel Crown, aku akan menunggu di sana, " kata Keenan
" Baiklah kalau begitu, kau sudah berakting dengan baik, istirahatlah, nanti malam kita
akan mulai lagi," kata managernya
" Terima kasih, tolong jauhkan para pengemar itu, aku mau kembali ke hotel, " kata
Keenan lagi
" Baiklah, " kata managernya
Keenan berjalan menyisiri pantai yang tadi di lalui Ayatha, dia kembali menuju hotel
dan beristirahat di kamarnya.
___________________________________________
kesini, terakhir kali saat peresmian hotel ini. Dia melihat sekitar hotel itu,
sudah banyak yang berubah, tiba-tiba dia teringat oleh Ayatha, dan pandangannya
kembali suram.
3 bulan ini tiba-tiba Ayatha menghilang, dia tidak tahu Ayatha ke mana, mencoba mencarinya,
namun sia-sia, dia seperti hilang ditelan bumi, Andra sedikit menyesal tidak
memata-matai Ayatha lagi.
Dia segera masuk ke dalam hotel, Asisten Wang sudah menyiapkan segala keperluan Andra di sana,
Andra menunggu di restsuran, namun dia tetap melakukan pekerjaannya.
Tak lama Keenan dan managernya datang, Andra menyambut mereka, Keenan juga bersikap dengan profesional.
" Bagaimana? Apakah Anda setuju? " kata Manager itu pada Andra, Andra mengamati Keenan. Keenan juga melihat Andra, pria ini kelihatan tegas dan perfeksionis, pikir
Keenan.
__ADS_1
" Ya, baiklah, asistenku akan mengurus seluruh kontrak dan masalah pembiayaan, semua akan aku setujui, " kata Andra dengan suara beratnya
" Baik, senang berbisnis dengan Anda, " kata menager itu tesenyum, namun Andra
hanya menarik sudut bibirnya sedikit.
" Biklah, aku harus mengerus pekerjaan yang lain, " kata Andra terkesan dingin
" Anda tidak menginap di sini? Di sini banyak hal yang menarik, mungkin Anda bisa
lebih sedikit bersantai " kata Keenan membuat Andra tidak jadi beranjak, Andra
menatap Keenan tajam.
" Katakan apa yang menarik di sini?" kata Andra dingin
" Banyak, aku lihat Anda butuh sedikit bersantai Tuan Andra, hidup tidak perlu di bawa terlalu serius, " kata Keenan tersenyum
" Anda tidak mengenal saya, jadi saya rasa tidak perlu, terima kasih atas basa basinya,
" kata Andra dia lalu berdiri, Asisten Wang langsung mengikutinya.
Keenan mengigit bibirnya, lelaki yang keras kepala, pikir Keenan lagi. Dia lalu
teringat akan Ayatha, ke mana gadis itu? Dia mencari ke sekeliling, dia melihat
Mario di sekitarnya.
" Hay, Mario, di mana pimpinanmu yang menyebalkan itu?" kata Keenan sedikit keras,
membuat Andra yang berjalan menjauh itu bisa mendengarnya dengan jelas, pria
itu arogan sekali, pikir Andra tersenyum sinis.
" Oh, Nona Ayatha setiap hari jam segini biasanya ada di kamarnya Tuan," kata mario
menjawab dengan tegas
" Oh, baiklah, " kata Keenan
Andra terhenti mendengar nama Ayatha, apa dia tidak salah dengar? Pria itu
menyebutkan nama Ayatha, benar, ini adalah hotel milik keluarga Madison, tidak
menutup kemungkinan Ayatha ada di hotel ini.
" Cari tahu tentang yang di katakan pelayan itu, dan sediakan ruangan untukku, malam
ini kita menginap di sini, " kata Andra tegas pada Asisten Wang,
__ADS_1
" Baik Tuan" kata Asisten Wang segera melaksanakan tugasnya.