Meadow

Meadow
Jangan ganggu dia


__ADS_3

Sudah hampir 3 bulan, Ayatha tinggal di pesisir selatan, tempat ini sangat indah, di


kelilingi oleh banyak pantai yang indah, di sekitarnya juga banyak pulau yang


tak kalah indahnya, Ayatha suka sekali mengeksplor semua tempat di sekitarnya,


beberapa kali dia datang kesana, sekarang dia sudah biasa berjalan di pantai


atau pulau sendirian.


Sejak saat pertemuan terakhirnya dengan Andra, Ayatha cepat-cepat memutuskan untuk pindah,


Maxi hanya bisa setuju, Ayatha merasa dia akan kacau jika bertermu dengan Andra


lagi. Dia tidak ingin lagi bertemu dengan Andra, apapun yang terjadi.


Ayatha duduk di salah satu sudut restauran yang di miliki hotelnya, dia sedang sibuk dengan beberapa buku, dia disana juga belajar sebelum dia memutuskan untuk kuliah.


" Maaf Nona, ini pesanan Anda, dan beberapa sample untuk hidangan terbaru kita, "


kata pelayan meletakkan beberapa makan penutup di meja Ayatha


" Wah, terima kasih Mario, kau sudah bekerja dengan sangat baik, " kata Ayatha melempar senyum manisnya


" Sama-sama Nona Ayatha, selamat menikmati, " kata mario segera kembali.


Ayatha menatap restaurannya, ini akhir minggu, seperti biasanya hotelnya sangat ramai, semenjak Ayatha disini, Maxi bilang peningkatannya sangat signifikan, Maxi


sangat senang melihatnya, tentu Ayatha belajar menjalankan hotelnya dengan baik


untuk membalas semua hutang budinya pada Maxi.


" Bisakah kau memanggil managermu ke sini?" teriak seseorang memecah kesunyian


Ayatha yang tadi sedang mencoba beberapa hidangan langsung terusik, dia melihat kearah


sumber suara, seorang pria tampak sedang marah kepada beberapa pelayan disana, Ayatha yang merasa bertanggung jawab lalu datang dan menemui pria itu.


Badan pria itu tinggi, mengenakan jas semi formal berwarna navy blue senada dengan


celanannya, Ayatha mengerutkan dahinya, wajahnya terlihat tidak asing, pikir Ayatha.


" Maaf, ada apa ini? " kata Ayatha menengahi


" Anda siapa?" kata pria itu dengan sedikit congkak


" Saya yang bertanggung jawab disini " kata Ayatha


" Oh, jadi Anda yang bertangung jawab, coba rasakan ini," kata pria itu


mengambil gelas yang ada di meja, menuangkannya ke kepala Ayatha, Ayatha kaget, semua orang juga kaget melihat kelakuan pria ini, semua minuman itu di


tumpahkan di kepala Ayatha, dinginnya air minuman itu menyentuh kekulit Ayatha,


membuatnya kaget. Ayatha hanya bisa terdiam, beberapa pelayan langsung


mengambilkan lap untuk Ayatha.


" Apa maksud Anda seperti ini? " kata Ayatha sedikit kesal


" Minumannya tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan" kata pria itu lagi


" Seharusnya Anda tidak perlu melakukan hal seperti ini, " kata Ayatha lagi


" Lalu aku harus bagaimana?" kata pria itu menatap lekat pada Ayatha, matanya


tajam, membuat siapapun terintimidasi, tapi tidak Ayatha. Ayatha mengambil air


putih yang ada di meja itu, lalu membuangnya tepat di muka pria itu


" Sopan lah, " kata Ayatha


Pria itu mengertakan giginya, tanda dia sangat emosi.


" Kau tidak tahu aku siapa?" kata pria itu lagi


" Aku tidak perlu tahu Anda siapa, jika kelakuan Anda seperti itu, Anda tidak di


terima disini " kata Ayatha sama kerasnya


" Kau akan menyesal, Nona...."


"Ayatha, namaku Ayatha Medison " kata Ayatha


Pria itu mengerutkan dahi, Medison?, dia melihat kearah tangan Ayatha, benar, terdapat


pengenal Medison di tangannya.


" Kau seorang Medison?" tanya pria itu lagi


" Iya, dan kau siapa?" kata Ayatha


" Keenan, sedang apa kau di sini? " kata Maxi tiba-tiba datang, dia sedikit


terkejut melihat Ayatha yang basah kuyup dengan air berwarna merah, ini pasti


kelakuan Keenan.


" Ada apa denganmu, Ayatha? " kata Maxi lagi


" Tidak apa-apa Kak, hanya seorang yang tidak tahu sopan santun, " kata Ayatha


menatap Keenan dengan sangat kesal, dia mengelap minuman yang lengket di


wajahnya.

__ADS_1


" Dia siapa?" kata Keenan menatap Maxi


" Ini kelakukan mu? Kapan kau akan dewasa?" kata Maxi menatap Keenan tajam


" Minuman di sini tidak enak, jadi aku kira dia menagernya, hanya memberikan sedikit


pelajaran, " kata Keenan


" Dia adikku, jangan ganggu dia, dan cobalah jangan buat onar di sini, " kata Maxi


lagi


" Adik, sejak kapan kau punya adik seperti dia? " kata Keenan, memandang Ayatha


dengan tajam


" Akan  ku jelaskan padamu nanti, pergilah membersihkan dirimu, Ayatha kau juga harus


membersihkan diri, temui aku nanti di sini, ok, " kata Maxi memberikan


senyuman manis pada adiknya


" Baiklah, tunggu aku ya Kak, " kata Ayatha senang


" Tentu" kata Maxi lagi, menatap Ayatha yang pergi meninggalkannya.


___________________________________________


Maxi duduk di ruang khusus di restauran, pikirannya melayang...


" Hayo, kenapa Kakak termenung seperti itu? " kata Ayatha mengagetkan kakaknya


" Kau mengangetkan ku, aku sangat merindukanmu, kemari, peluk Kakakmu ini, "


kata Maxi terkesan manja pada adikny


" Baiklah, " kata Ayatha memeluk kakaknya.


" Maaf mengganggu momen kakak adik ini, " kata seseorang, ternyata Keenan, Ayatha


langsung memasang muka masamnya.


" Jangan memandang aku seperti itu, kau membuat aku seperti orang yang sangat jahat,


" kata Keenan menatap Ayatha


" Sebenarnya kau ini siapa sih? " kata Ayatha


" Sudah, sudah, Ayatha, ini Keenan, Keenan ini anak dari kakak ibu kandungku, maafkan


kalau kelakuannya sangat tidak baik, dia lahir dan besar di luar negeri, jadi


kelakukannya sedikit kurang sopan, " kata Maxi lagi


" Siapa yang kau sebut kurang sopan? " kata Keenan menatap Maxi


" Oh, pantas dia mendapat gelang itu, aku tidak pernah mengetahui kalau kau punya


adik angkat seperti dia, " kata Keenan menatap Ayatha dari atas hingga


bawah, Ayatha mengerutkan dahinya, apa sih maksudnya? Pikir Ayatha.


" Sudahlah Keenan, jangan ganggu Ayatha, atau kau akan tahu akibatnya? Lagi pula apa yang


kau lakukan di sini?" kata Maxi memandang Keenan


" Aku sedang syuting film terbaruku disini, jadi sekalian saja aku sedikit liburan di


sini, " kata Keenan


Ayatha baru ingat, iya, kenapa mukanya tidak asing, dia pernah melihat Keenan di TV


beberapa kali, ya... dia seorang artis.


" Oh, begitu, tolong jangan buat masalah di sini, " kata Maxi lagi


" Kau sangat takut aku buat masalah, tenang saja, aku juga harus menjaga reputasiku,


" kata Keenan memandang Ayatha lagi, tatapannya seperti ingin memakan Ayatha,


namun Ayatha membuang tatapannya seolah tidak memperdulikan Keenan, membuat


Keenan sedikit kesal, dia sangat terkenal, semua orang memujanya, selain


wajahnya sangat tampan, bahkan bisa di bilang kelewat tampan, matanya berwarna


coklat terang, hidungnya mancung, wajahnya terpahat sempurna, bahkan jika


kalian melihatnya sekilas, semua orang akan jatuh cinta, jika bisa dilukiskan


dia adalah mahluk tuhan paling sempurna, semua orang juga tahu bakatnya dalam


berakting, dia juga bisa bernyanyi, tapi kenapa wanita ini begitu dingin padanya.


Ayatha tidak percaya akan cinta lagi, baginya pria bukan mahluk yang dapat dipercaya,


beberapa bulan ini bukan tidak sedikit tamu yang mecoba mendekatinya, namun Ayatha


tidak pernah meresponnya, dia sangat dingin, bahkan pria banyak yang mundur bahkan sebelum mereka maju.


" Kakak, Kakak masih lama kan di sini? jangan bilang besok kakak akan


pulang?" kata Ayatha cemberut, membuat Keenan makin kesal karena merasa tidak dianggap.


" Aku harus pergi kesuatu tempat, jadi mungkin besok aku akan pulang, " kata Maxi

__ADS_1


menangkap kecewaan adiknya


" Yah, itu sangat cepat, " kata Ayatha


" Aku akan datang lagi secepatnya, aku harus bertemu Christine besok, " kata Maxi


" Benarkah? Kirim salamku kepadanya, " kata Ayatha senang,.


" Iya, akan ku sampaikan, ada apa dengan mu? " kata Maxi melihat wajah Keenan


yang bertekuk


" Tidak ada, anggap saja aku tidak ada di sini, " kata Keenan menatap Ayatha lagi,


Ayatha mengerutkan dahi, kenapa sih pria ini?


" Jangan begitu, Ayatha maaf, sepertinya aku harus mengerjakan beberapa


pekerjaan, kalian lanjutkanlah, " kata Maxi lagi sambil melihat handphonennya, dia segera bangkit dan meninggalkan Ayatha dan Keenan berdua.


Setelah Maxi pergi, Ayatha pun bangkit, lalu dia hendak pergi, tangannya langsung di tarik


oleh Keenan.


" Kau mau ke mana ?"kata Keenan tanpa melihat Ayatha


" Aku di sini ingin bersama Kakakku, dia sudah pergi, aku mau kembali ke kamar, "


kata Ayatha seadanya


" Duduk di sini, " kata Keenan lebih seperti menyuruh


" Tidak mau, ngapain aku di sini?" kata Ayatha lagi


Keenan menatap Ayatha, dia kesal, kenapa wanita ini sangat keras kepala, dia segera


menarik tangan Ayatha dengan sangat keras, membuat Ayatha hampir terjatuh.


" Apa sih mau mu? " kata Ayatha kesal


" Aku kan menyuruhmu duduk, " kata Keenan


Ayatha memasang wajah kesalnya, dia tidak mau duduk dengan pria seperti Keenan, untuk


apa dia duduk dengannya, dia hanya membuat Ayatha kesal, dia segera menarik


tangannya, mengigit lengan Keenan dengan keras, karena di gigit Ayatha Keenan


melepaskan tangannya, meringis kesakitan, melihat bekas gigitan Ayatha yang


berbekas merah, Ayatha benar-benar menggigit Keenan dengan keras. Setelah lepas Ayatha segera pergi dari sana.


Keenan hanya melihat Ayatha yang pergi dari sana tanpa memperdulikannya, wanita itu, akan aku balas, pikir Keenan.


Keenan tidak kembali ke kamarnya, dia malah ke kamar Maxi, Maxi melihat Keenan yang duduk dengan wajah kesal merasa penasaran, kenapa dia? Pikir Maxi.


" Dari mana sih kau dapat wanita seperti itu dan menjadi adikmu? " kata Keenan


masih memegang tangannya yang terasa panas.


" Ada apa? Aku sudah bilang jangan menganggunya, " kata Maxi


" Kenapa? " kata Keenan menatap Maxi, matanya yang coklat cerah memancarkan sinar


yang tajam


" Kau tidak tahu apa yang sudah dilewatinya untuk ada disini, hingga dia bisa seperti


ini, "kata Maxi menerawang jauh


" Aku dengar kau sudah menikah dan sekarang sudah bercerai? " kata Keenan,


Maxi hanya tersenyum mengingat itu...


" Di mana sekarang mantan mu itu? " kata Keenan ingin tahu


" Kau baru saja bertemu dengannya" kata Maxi tersenyum manis


" Dia? Gadis itu? " kata Keenan kaget, dia tidak menyangka Ayatha adalah mantan


istri Maxi.


" Iya, kenapa?" kata Maxi


" Apa kau sudah gila? Menjadikan mantan istrimu menjadi adik angkat? Wow, itu sangat


mindblowing, "kata Keenan dengan wajah tidak percaya


" Sudah kubilang, kau tidak tahu apa saja yang sudah di lewatinya untuk ada disini,


so...jangan ganggu dia! " kata Maxi menegaskan


" o..o... tuan mantan suami sudah marah, tenanglah... dia bukan tipeku, jadi


tidak usah khawatir, " kata Keenan


" Jangan sampai menjilat ludahmu sendiri ya, dia punya kemampuan untuk membuat pria


terjebak masuk ke dalam pesonannya," kata Maxi tersenyum


" Aku tidak seperti mu, lihatlah, dia yang akan terjebak padaku, " kata Keenan


" Keenan, aku serius, jangan ganggu dia, " kata Maxi llagi


" Ok, ok, fine, tidak akan aku ganggu, "kata Keenan lagi, dia kesal hari ini,

__ADS_1


dia keluar dan menuju ke kamarnya. Gadis itu menarik juga, pikirnya saat berbaring di ranjangnya.


__ADS_2