Meadow

Meadow
Seperti sudah kehilangan akal


__ADS_3

" Selamat pagi Tuan, Nyonya Renata ingin menemui Anda, " kata asisten Ed memberitahu Maxi, Maxi mengerutkan dahinya, Nyonya Renata? Ada apa dia kesini?


Nyonya Renata duduk dengan sangat gugup di ruang tunggu yang di sediakan oleh Maxi, dia memainkan jarinya, wajahnya yang biasanya terlihat tenang, sekarang sangat


cemas.


Maxi datang segera mungkin untuk menemui Nyonya Renata, entah kenapa dia merasa ada yang tidak beres dengan hal ini.


" Selamat pagi Nyonya Renata, " kata Maxi mencoba sopan, dia bisa melihat kegugupan


di diri Nyonya Renata, Maxi mengerutkan dahinya.


" Selamat pagi Tuan Maxi," kata Nyonya Renata


" Panggil saja aku Maxi, ada apa anda ingin bertemu dengan saya? " kata Maxi


" Bisakah kita bicara berdua, " kata Nyonya Renata menatap asisten Ed, Maxi makin


penasaran, mengeluarkan gestur agar asisten Ed keluar, asisten Ed mengerti lalu


keluar dari ruang kerjanya.


" Ada apa Nyonya? " kata Maxi mulai serius


Nyonya Renata masih kelihatan ragu-ragu, namun dia mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Sebuah handphone... Maxi sedikit bingung.


" Di dalamnya ada sebuah video, aku sengaja merekamnya, aku rasa itu bisa jadi bukti


yang kuat untukmu, " kata Nyonya Renata.


Maxi mengambil handphone itu, melihat video yang di maksud oleh Nyonya Renata,


didalam video itu ada percakapan antara dia dan Tuan Ray, Nyonya Renata


menanyakan tentang keadaan Ayatha dan apa yang terjadi pada Ayatha, Tuan Ray

__ADS_1


mengatakan bahwa dia telah menculiknya, dia harus menghilangkan rintangan


terbesar agar Andra kembali ke rumah, dia sangat marah mengetahui bahwa Andra


bekerja di perusahaan Maxi, dan beberapa hal lagi.


Maxi menatap Nyonya Renata setelah dia menonton video itu, bagaimana bisa Nyonya Renata menyerahkan video itu pada Maxi, hal ini akan membuat suaminya di tahan.


" Nyonya, apa yang membuat anda berubah pikiran dan menyerahkan rekaman ini pada saya? " kata Maxi penasaran


" Maxi, waktuku tidak banyak, tapi tolonglah, suami sudah merencakan akan membunuh Ayatha, karena dia mengetahui bahwa Andra masih mencari cara untuk bertemu dengan Ayatha, aku menyayangi Ayatha, tidak tega jika terjadi apa-apa padanya, dan tolong,


hentikan suamiku, dia seperti sudah kehilangan akalnya, " kata Nyonya Renata


menangis, tubuhnya mengigil.


Maxi kaget dengan apa yang diutarakan oleh Nyonya Renata, dia lansung mengambil


handphonenya, menelepon seseorang.


Nyonya Renata terlihat lebih lega, dia tidak terlalu gemetar


" Nyonya, aku rasa kau pun dalam bahaya jika suamimu tahu kau mendatangiku,  " kata Maxi melihat Nyonya Renata


" Dia tidak akan mungkin membunuhku," kata Nyonya Renata


" Kau yakin? Aku bisa memberikan mu perlindungan, " kata Maxi


" Maxi, suamiku sangat jahat, dia punya banyak orang di kepolisian, bahkan yang


menculik Ayatha pun dari pasukan khusus, maka dari itu kalian sangat sulit


untuk melacaknya, Maxi, berhati-hatilah, " kata Nyonya Renata


" Terima kasih nasehatnya, " kata Maxi

__ADS_1


" Akuharus segera pergi, beberapa menit lagi, aku yakin dia akan mengetahui


keberadaanku, " kata Nyonya Renata


" Baiklah, terima kasih sekali lagi atas informasinya, " kata Maxi


" Tolong jaga Ayatha, " kata Nyonya Renata lagi


" Pasti"


Nyonya Renata lebih terlihat tenang, dia lalu dengan buru-buru keluar dan segera pergi dari


perusahaan itu.


Maxi lalu menelepon petinggi polisi itu.


" Halo, aku sudah mendapatkan 1 bukti, " kata Maxi serius


“ Baiklah, kami juga sudah mendapatkan posisi di mana para penculik Ayatha, akan ku kabari jika sudah tertangkap, ” kata petinggi polisi itu


" Baik, terima kasih, " kata Maxi segera menutup teleponnya


Dia melihat ke arah jendela, pikirannya jauh melayang ke Ayatha, gadis itu, kenapa Tuan Ray sangat membencinya?


" Edward, tolong batalkan semua jadwalku hari ini, " kata Maxi


Asisten Ed kaget, Maxi tak pernah membatalkan jadwal apapun, dia selalu bekerja sesuai jadwal, bahkan sangat marah jika ada yang tidak sesuai dengan jadwal, namun kenapa dia membatalkan jadwalnya hari ini. Namun asisten Ed tidak bisa apa-apa.


" Baik, Tuan" kata asisten Ed


" Siapkan mobil, aku ingin pulang sekarang, " kata Maxi


" Baik, Tuan "


Maxi lalu berjalan keluar menuju tempat mobilnya terparkir.

__ADS_1


__ADS_2