
Andra datang ke villa tempat Ayatha, dia ingin menemuinya, ingin menjelaskan semuanya. Namun
saat dia melihat siapa yang membukakan pintu, Andra tampak suram.
Andra dan Maxi duduk di salah satu cafe di dekat villa Ayatha. dari yang Maxi lihat, Andra pun
tidak tidur semalaman, matanya terlihat lelah dan sangat merah.
" Sekarang aku sudah menemukannya, kau bilang akan menyerahkannya jika kali ini aku
menemukannya," kata Andra, ada amarah yang tersimpan di matanya.
Maxi terdiam, dia tampak tenang menanggapi kata-kata Andra.
" Andra... aku akan menepati janjiku, namun aku kali ini tidak bisa melepaskan Ayatha,
apalagi sekarang ada Andra kecil di sana, " kata Maxi dengan tenang
mencoba menjelaskan, dia tahu kalau dia juga emosi, tidak akan membuat suasana
tenang.
" Kenapa? Raphael adalah anakku, dia darah dagingku, " kata Andra menatap Maxi
" Kau memang ayahnya, dari selama 4 tahun ini aku lah yang menjaganya dari segala
apapun, aku lah yang dia lihat pertama saat dia baru lahir, aku yang mengerti
kebiasaannya, kau memang ayahnya, tapi aku mengasihinya seperti anakku sendiri,
" kata Maxi menatap mata Andra
__ADS_1
" Itu tidak akan terjadi jika dari awal kalian tidak menyembunyikannya, " kata Andra
lagi
" Atau malah jangan-jangan Andra tidak akan pernah lahir jika dari awal kami tidak
menjauhkannya darimu, " kata Maxi, Andra terdiam sejenak
" Apa maksudmu? " kata Andra
" Kau tau maksudku, ayahmu... aku tidak tahu apa salah Ayatha padanya, tapi mungkin
ini salahmu, dia tidak berhenti ingin memisahkan kalian berdua, " kata Maxi
" Ayahku sudah lama di penjara, " kata Andra lagi, kepalanya sangat berat sekarang,
hanya emosi marah yang keluar dari mulutnya, tidak bisa berpikir jernih.
" Tapi apa yang bisa diperbuat, jauh dari penjara... dia masih bisa mengandilakan
Andra terdiam, dia tahu itu, kekuasaan ayahnya tetap ada, ntah mengapa, masih bisa
mengendalikan semuanya walaupun dari balik jeruji besi.
" Apa kau ingin melihat Andra terluka, melihat Andra diculik, dipukul, atau ingin
melihat Andra koma karena kecelakaan, itu bisa terjadi jika Ayahmu tak suka
padanya, maka dari itu, tolong pikirkanlah... pikirkan apakah kau harus kembali
atau tidak? " kata Maxi dia berdiri, lalu melihat Andra yang terdiam, Maxi
__ADS_1
lalu berbalik, lalu mulai berjalan pergi meninggalkan Andra yang tampak
berpikir.
" Max! " kata Andra, Maxi berhenti
" Kau juga sekarang seorang ayah sekarang, bisakah kau berpisah dengan anakmu dengan
alasan apapun? Bisakah kau pergi meninggalkannya dan membiarkan anakmu tidak
tahu apapun tentang mu? " kata Andra lirih
Maxi tidak menjawab, benar dia sekarang seorang ayah... semua hal yang ingin dia lakukan
hanya ingin melihat anaknya bahagia, seberapa pun susah, seberapa pun
pentingnya, dia akan meninggalkannya untuk anak. Anaknya adalah yang paling
penting untuknya sekarang.
" Aku akan melakukan yang terbaik untuk anakku, " kata Maxi lagi, padahal dia
juga tahu, kalau pun dia dipisahkan dari anaknya, dia tidak akan sanggup.
Andra hanya terdiam, sebegitu mengerikannya dia? Sehingga orang yang sangat dia cintai dan
anaknya bahkan tidak boleh mendekatinya. Andra anak yang dari kecil tidak
pernah di anggap, di salahkan akan kematian ibunya, melalui masa kecil yang
keras hanya untuk di cintai...saat dia menemukan seseorang untuk di cintai dan
__ADS_1
mencintainya, dia harus meninggalkan mereka agar mereka selamat, semengerikan
itukah dia? Atau hanya hidup ini yang kejam baginya.