Meadow

Meadow
Kau serius mengajakku jalan?


__ADS_3

Andra duduk samping ayatha, Randi ada di depannya bersebelahan dengan Tresna, mereka makan dengan damai, lalu berbincang.


" Di mana Raphael?, " kata Randi mencarinya.


" Dia akan diantarkan kesini, dia sedang sekolah, " kata Ayatha.


" Aku sungguh kangen padanya, apa dia masih mengingatku?, " kata Randi memandang Ayatha lembut.


" Mungkin dia masih mengigatmu, " kata Andra menimpali agar Randi tidak terlalu terfokus oleh Ayatha, Randi tahu itu hanya tertawa kecil, Pria ini benar-benar pecemburu.


" Tresna, kau suka jalan-jalan?, "kata Ayatha menatap Tresna yang dari tadi hanya melihat mereka, pasti sangat canggung.


" Aku suka sebenarnya, tapi karena lebih fokus ke penyakit ku dulu, jadi nya aku lebih sering di rumah, tidak di izinkan pergi kemana-mana, " kata Tresna, dia sebenarnya tidak ingin menceritakan tentang dia memiliki penyakit, dia dulu sering sekali dijauhi dan di bully hanya karena penyakitnya, Randi memperhatikan Tresna.


" Pasti sangat membosankan, kalau begitu, temani saja aku jalan-jalan, kau pasti mengerti tentang kota ini kan?, " kata Randi.


Tresna menatap Randi, dia bahkan tidak menanyakan apa penyakit Tresna, malah mengajaknya jalan-jalan.


" Eh.. kau serius mengajakku jalan-jalan?"kata Tresna tidak percaya.


" Iya tentu, aku tidak mungkin mengajak Ayatha, Andra pasti tidak mengizinkannya, " kata Randi memandang Ayatha dan Andra.


" Tentu, " kata Andra sekenanya, membuat Ayatha, Randi dan Tresna tertawa, Tresna tidak tahu bahwa andra yang begitu berwibawa bisa sangat takut kehilangan Ayatha hingga membuatnya seperti kekanak-kanakan.


" See… kau bisa membantuku kan?, "kata Randi.


" Bisa, " kata Tresna


" Baiklah, bagus sekali, kalian jangan khawatir padaku, sudah ada Tresna yang menemani, " kata Randi tesenyum manis sekali pada Tresna, membuat Tresna tersipu.


" Baguslah, aku sudah menyediakan mobil dan penginapanmu selama di sini, " kata Andra menyerahkan kunci pada randi.


" Wah, tidak usah, aku bisa sendiri, " kata Randi, dia memang terbiasa bertualang, tidak perlu bantuan siapapun.


" Jangan menolak, anggap aku menjamu mu, " kata Andra sedikit menaikkan sudut bibirnya.

__ADS_1


" Haha, aku jadi tidak enak, padahal aku sendiri yang mau datang kesini, tapi malah kalian jamu, " kata Randi sedikit tertawa dengan gayanya.


" Tidak apa-apa, jika butuh sesuatu, kau bisa menghubungi kami, jagalah Tresna, awas saja aku mendengar kau 'nyuekin' dia " kata Ayatha pada Randi dengan bahasa Indonesia, Andra menatapnya dengan wajah berkerut.


" Tenang saja, aku akan menjaganya, " kata Randi lagi.


" Tadi kau bilang apa?, " kata Andra ingin tahu.


" Hahaha, tidak, aku bilang aku tidak ingin Randi menelantarkan Tresna, " kata Ayatha lucu melihat wajah cemburu suaminya, dia sangat manis jika cemburu.


" Benarkah?, " kata Andra curiga.


" Benar, sudah tenang bung, jangan cemburu terus, " kata Randi.


Tiba-tiba dari pintu masuk Randi melihat sosok Raphael, dia sudah besar, umurnya sudah 6 tahun, wajahnya semakin tampan, sosoknya yang mengunakan seragam sekolah sangat tampak berkelas, namun begitu dia melihat Randi, dia langsung tersenyum senang dan berlari kearah Randi, Randi berdiri.


" Papi!!" Teriak Raphael mendekat, Randi langsung ingin mengendong Raphael, bagaimana pun Raphael sudah di anggap anaknya sendiri.


" Wow, papi sudah tidak sanggup mengendongmu lama-lama, kau sudah bertambah besar, " kata Randi.


" Jangan bingung, Raphael anakku dan Andra, tapi dari kecil dia sudah mengenal Randi, makanya memanggil Randi dengan sebutan papi, " kata Ayatha menjelaskan agar Tresna tidak salah paham.


" Ehm... Kalian sudah punya anak? " kata Tresna yang tidak tahu itu, apa lagi anaknya sudah sebesar itu.


" Ya, ceritanya panjang, haha… lain kali aku akan menceritakannya, Raphael tinggal bersama ibu mertuaku, " kata Ayatha tertawa, melihat Tresna yang masih kebingungan, Tresna tidak tahu kalau Ayatha dan Andra sudah memiliki anak.


" Owh, baiklah, " kata Tresna, dia memperhatikan Randi yang sibuk bermain dengan Raphael, pria itu tampak akan menjadi Ayah yang baik suatu saat nanti, membuat Tresna menatapnya tanpa berkedip.


" Rapha, sudah makan?, "kata Ayatha penuh perhatian.


" Sudah ibu, Ayah… Ibu, hari ini pulang ke rumah nenek ya…. Nenek bilang dia kesepian" kata Raphael menatap Ayah dan Ibunya.


" Baiklah, hari ini kita menginap di rumah ibu" kata Andra menatap Ayatha.


" Asikk… apa Papi juga akan menginap?, rumah Nenek punya banyak sekali ruangan, " kata Raphael menatap.

__ADS_1


" Ehm…tapi malam ini papi ada kerjaan, " kata Randi.


" Menginaplah, lagi pula ini pertama kalinya kau ada disini, " kata Andra.


" Mungkin lain kali, aku benar-benar ada urusan yang harus di handle, lain kali aku akan menginap, " kata Randi lagi.


" Baiklah, aku tidak bisa memaksa, " kata Andra.


Raphael baru sadar jika ada seseorang yang tidak di kenalnya, dia menatap ayah dan ibunya.


" Rapha, ini bibi Tresna, beri salam, " kata Ayatha.


" Selamat siang Bibi, senang bertemu dengan Bibi "kata Raphael sopan.


Melihat Raphael yang begitu sopan membuat Tresna terkesima, anak ini punya kharisma dan wajah tampan perpaduan dari kedua orang tuanya.


" Selamat siang juga" kata Tresna membalas.


Setelah itu semua berjalan sangat menyenangkan, Randi banyak menghabiskan waktunya dengan Raphael, Tresna juga ikut bermain bersama. Ayatha dan Andra membiarkan mereka berdua, berharap mereka akan lebih akrab.


Setelah hari mulai sore, akhirnya Randi harus melakukan pekerjaannya, mereka akhirnya berpisah, Randi mengajak Tresna untuk pulang bersama. Awalnya Tresna merasa canggung, namun dengan kepribadian Randi yang begitu hangat, dia langsung bisa nyaman di samping randi.


Di perjalanan pulang Raphael tampak tertidur di kursi belakang, Andra melihatnya dari spion belakang.


" Dia kelelahan karena bermain dengan Randi," kata Ayatha.


" Iya, kau serius menjodohkan Tresna dengan Randi?, " kata Andra.


" Yah, Tresna gadis yang baik, dia hanya salah menyukai seseorang ," kata Ayatha melirik suaminya dengan senyuman mengejek.


" Yah, bukan salahku, ternyata aku masih bisa menarik perhatian gadis muda, " kata Andra bercanda.


" Haha, dasar, " kata Ayatha mencubit pipi suaminya, Andra mengapai tangan Ayatha, mengenggamnya erat. Perlakuan Andra ini membuat hati Ayatha hangat. Dia selalu saja tahu bagaimana meluluhkan hati Ayatha.


Sesampaiya di rumah, mereka langsung di sambut oleh Nyonya Renata, sebenarnya dia selalu melakukan itu jika Raphael pulang, dengan sabar menunggu cucu kesayangannya.

__ADS_1


__ADS_2