Meadow

Meadow
Haruskah bertemu ayah?


__ADS_3

Saat mereka masuk kedalam ruang makan, Nanny sudah duduk di meja makan.


" Selamat pagi Ibu, " kata Nyonya Renata memberi salam


" Selamat pagi Nanny, " kata Ayatha setelahnya


" Wah, lihat-lihat makanan ini, sudah lengkap, aku lapar melihatnya, kemana kalian?, aku


menunggu untuk makan bersama kalian, " kata Nanny


" Iya, ini semua Ayatha yang membuatnya, " kata Nyonya Renata duduk di


samping Nanny


" Aku sudah tahu, aku suka sekali makanan yang di buat Ayatha, dulu saat aku bersamanya,


dia selalu memasakkan makanan yang enak, hidupku bahagia, " kata Nanny


Memang dulu saat Ayatha masih belum di ketemukan, Nanny sering sekali berkunjung, selain


ingin melihat Raphael, dia juga sangat ketagihan dengan masakan Ayatha.


" Kalau begitu ayo kita makan,"kata Nanny


tidak sabaran


" Ehm, di mana anak itu, Wayren dan Risa? " kata Nyonya Renata, karna Wayren dan Risa belum


bergabung.


" Ah, biarkan saja, namanya pengantin baru, mungkin kelelahan setelah ingin memberikanmu cucu


perempuan, " kata Nanny seenaknya saja, membuat Andra dan Ayatha jadi tertawa kecil, Nyonya Renata pun tertawa melihat tingkah mertuanya. Sifat nannynya ini benar-benar di turunkan ke Wayren.


" Ehm... ehm... Membicarakan kami lagi ya Nanny ? " kata Wayren yang masuk ke ruang makannya, mendengar kata-kata nannynya tadi.


" Ah, akhirnya kalian datang, " kata Nyonya Renata


" Selamat pagi Nanny, Ibu, " kata Risa memberi salam.


" Ayo duduk, mari kita makan, " kata Nanny tersenyum pada Risa.

__ADS_1


" Nanny seperti tidak makan selama setahun, " kata Wayren lagi


" Aku tidak bisa menahan diri jika melihat masakan Ayatha," kata Nanny lagi, Ayatha tersenyum


" Benarkah ini masakanmu? Wah..aku juga tidak sabar, " kata Risa


Ayatha tertawa kecil melihat tingkah Risa


" Benarkan, Risa saja setuju denganku," kata Nanny, Nyonya Renata mengambil makanan yang ada untuk Nanny


" Hei, kau istriku, kenapa mendukung Nanny? " kata Wayren


" Yah, tapi memang Nanny benar, masakan buatan Ayatha kan enak sekali, " kata Risa tidak mendukung suaminya


" Kau ini bagaimana sih? " kata Wayren kesal


" Sudah-sudah, pagi-pagi jangan bertengkar, mari makan, " kata Nyonya Renata, Andra dan Ayatha


hanya tertawa melihat kelakuan Risa dan Wayren, namun setelah itu mereka makan dengan damai. Setelah makan mereka mengobrol sedikit...


" Kalian sudah membuatkan ku cicit perempuan kan? " kata Nanny bertanya.


Suasana langsung berubah, Andra yang sedang minum terbatuk karena tersedak, Wayren yang


" Benar, aku sudah tua, takutnya tidak bisa melihat cucu perempuanku kalau kalian


menunda-menunda," kata Nyonya Renata dengan serius namun lembut.


Andra dan Wayren tampak bingung ingin menjawab apa, Risa dan Ayatha diam saja.


" Iya, keterunan perempuan sangat susah di keluarga kita, sudah 2 generasi rumah ini


hanya di penuhi laki-laki," kata Nanny lagi.


" Iya ibu, kami akan memberikannya setelah kami menikah,"kata Andra seadanya mencari


alasan,


" Wah, itu tidak adil, kenapa alasanmu selalu menunggu menikah? Kalian bahkan sudah punya Raphael,"kata Wayren yang duduk di samping kakaknya, menatap Andra.


" Ya, setidaknya kami sudah memberikan ibu cucu dan Nanny cicit, " kata Andra melihat adiknya

__ADS_1


" Kalian kenapa begitu curang, membuat cucu duluan, " kata Wayren, membuat Ayatha makin


malu, dia salah tingkah dan wajahnya memerah.


" Memangnya kalian tidak pernah melakukannya sebelum menikah? " kata Andra menatap Wayren serius.


Wayren terdiam, wajahnya seperti orang yang tertangkap basah, Risa dengan salah


tingkah meminum minumannya, Andra tertawa melihat mereka, Nyonya Renata dan Nanny


juga. Wayren tidak bisa menjawab perkataan kakaknya.


" Ah, anak zaman sekarang, hubungannya terlalu terbuka, aku ingin melihat cicitku dulu, " kata Nanny


bangkit


" Owh,iya, Ayatha, tinggal lah di sini, akan mudah jika mengurus pernikahan nantinya, " kata Nyonya renta tersenyum sangat lembut.


" Iya, benar, urusan pernikahan itu sangat ribet, " kata Risa menimpali, dia bangkit dan mendekati Ayatha dan Nyonya Renata


" Eh, aku harus izin dulu dengan Kakak, " kata Ayatha, dia lalu memandang Andra.


" Baiklah, nanti siang kita akan bertemu dengan Maxi, aku juga ingin memberitahukan bahwa


kita akan menikah, " kata Andra


" Ya, begitu juga boleh, ayo kita lihat Raphael,"kata Nyonya Renata mengajak kedua menantunya. Ayatha bangkit, melihat Andra sejenak, lalu pergi...


" Kau yakin Maxi akan menyetujui ini? " kata Wayren menatap kakaknya


" Aku tidak tahu, tapi aku akan mengatakannya, bagaimanapun dia akan jadi kakak iparku, " kata Andra menatap jauh


" Lalu bagaimana dengan Ayah? "kata Wayren


" Ehm, aku akan bicarakan dengan Ayatha, menurutmu aku harus menemuinya juga? " kata Andra melihat serius ke arah adiknya.


" Itu semua terserah padamu, saat aku ingin menikah dengan Risa, hanya aku yang datang, tidak ingin dia membuat masalah dengan Risa, memberitahunya tanpa meminta izinnya, tapi dia menanggapinya cukup baik, tapi kalau kau dan Ayatha... ehm...aku tidak bisa pastikan, " kata Wayren lagi


Andra tersenyum kecut pada adik, tentu dari dulu ayahnya jika berurusan dengan Wayren, dia tidak pernah mengusiknya, tapi kalau Andra...entah kenapa ayahnya selalu begitu membencinya.


" Menikah sajalah, tidak perlu memikirkannya," kata Wayren memegang pundak kakaknya.

__ADS_1


" iya," jawab Andra saja, namun dia seperti berpikir...


Akankah ada lagi rencana Ayahnnya?  Karena sekarang dia harus menjaga dua orang yang paling disayanginya, sekuat tenaga dia harus menjaga Ayatha dan Raphael, tidak akan tenang jika terjadi pada salah satunya.


__ADS_2