
Andra tidak percaya, menatap Tresna dengan dalam pula, jantung Yosa ada padanya? Lalu dia bilang kalau Yosa selalu merindukannya? Ini terasa konyol…
" Itu tidak masuk akal, " kata Andra lagi, berusaha menutupi keterkejutannya
" Kau pacarnya bukan? Kalian berpisah, setelah itu dia meninggal karena suatu penyakit, sebelum dia meninggal, dia sangat merindukanmu, tapi kau tidak pernah datang, " kata Tresna lagi menatap Andra serius.
Andra terdiam, dia tidak tahu harus berbicara apa, dulu saat Yosa meninggal, dia memang tidak bisa kembali dan menemaninya, Yosa meneleponnya malam itu, mengatakan dia merindukannya, namun Andra hanya meresponnya dengan seadanya, karena dia tidak pernah berpikir gadis itu akan pergi selamanya.
" Dia sangat merindukanmu, dia sangat mencintaimu… saat aku masuk dan melihat dirimu, jantungku berdetak sangat keras, saking kerasnya terasa sangat sesak… aku rasa Yosa benar-benar mencintaimu " kata Tresna menatap mata hitam Andra, jantungnya kembali berdetak tak beraturan, membuat dadanya nyeri. Dia lalu menekan dadanya, meringis kesakitan…
" Ada apa denganmu? " kata Andra melihat Tresna yang begitu kesakitan
" Obatku, ada di tas, " kata Tresna, dia seperti tidak bisa bernapas, Andra panik, dia lalu mengambil tasnya sesegera mungkin mencari obat, ada sebuah tempat obat, lalu dia menyerahkan pada Tresna, Tresna mengambilnya dengan tangan bergetar, Andra segera membukakan air mineral yang ada disana, membantu Tresna untuk minum.
Tresna belum menunjukkan tanda akan tenang, Andra makin bingung…
" Ini tidak apa-apa, sebentar lagi akan membaik, boleh kah aku tiduran, " kata Tresna
" Iya, ada sofa di ruang sebelah, " kata Andra
Tresna berdiri, berjalan tertatih-tatih, Andra melihat itu lansung membantunya, namun baru beberapa langkah Tresna ambruk, untunglah Andra mengangkatnya.
" Hei, bangun lah, "kata Andra mencoba menyadarkan Tresna, namun Tresna malah pingsan dan tidak siuman. Tresna juga terlihat tidak bernapas, Andra panik, tidak mungkin membiarkan gadis ini meninggal di sana, nanti akan ada masalah.
" Pak Wang, siapkan mobil, " teriak Andra, Pak Wang melihat sedikit ke dalam, melihat a
Andra yang panik mengendong Tresna yang tidak sadarkan diri. Pak Wang segera menyiapkan mobil, Andra mengendong Tresna menuju ke dalam mobil, para karyawan menatap Andra yang dengan cepat membawa tubuh Andra ke dalam mobil, dia meletakkan gadis itu di jok belakang, sedangkan Andra duduk di sebelah supir.
" Ke rumah sakit terdekat, " kata Andra.
Mobil melaju dengan cepat, Andra memperhatikan Tresna yang masih tidak sadarkan diri, Andra melihat sebuah klinik, dia lalu memerintahkan supirnya untuk masuk kedalam klinik itu, klinik itu cukup besar, ada UGDnya juga.
Andra kembali mengendong tubuh Trensa, lalu masuk kedalam UGDnya, Tresna segera di tangani, dia segera di beri oksigen.
" Dokter, dia punya masalah dengan jantungnya, sebelum pingsan dia sudah minum obatnya, " kata Andra menjelaskan
" Baiklah, kami akan menanganinya, " kata Dokter itu
__ADS_1
Andra menunggu di luar, dia sedikit cemas, bagaimana juga jika ada seorang gadis tiba-tiba pingsan di depannya, dia tidak mungkin meninggalkannya.
Tak lama dokter datang menghampiri Andra…
" Keadaannya sudah stabil, dia juga sudah sadar, dia hanya butuh oksigen, untung Anda membawanya dengan cepat, silahkan jika anda ingin melihatnya, " kata Dokter itu menjelaskan
" Terima kasih dokter, " kata Andra.
Andra masuk kedalam ruangan UGD itu, menuju ke tempat tidur Tresna, saat dia membuka gorden pembatasnya, Tresna tampak duduk di sana, masih di bantu dengan oksigen, dia langsung ceria melihat Andra.
" Kakak, maaf aku membuat mu takut ya? " kata Tresna ceria, andra merasakan hal yang familiar.
" Tidak apa-apa, " kata Andra menatap Tresna
" Jantung Yosa berdetak sangat kuat, aku sampai tidak sanggup, " kata Tresna terus tersenyum.
" Iya, begitu ya? " kata Andra tesenyum, membuat Tresna makin sesak
" Haha… Kakak, tolong jangan tersenyum, kau membuat aku tambah sesak, " kata Tresna tertawa kecil
" Baiklah, maafkan aku, " kata Andra bingung harus apa.
" Sama-sama. "
" Haha, kakak, kau memang selalu sedingin ini ya? " kata Tresna tertawa lagi, dia ingat…dulu Yosa pun selalu tertawa, mengatakan dia pria yang dingin, Andra jatuh cinta dengan tawanya, jatuh cinta dengan sifatnya yang ceria, bahkan saat sakit dia selalu saja tertawa, percis dengan Tresna.
" Jadi kau menerima jantungnya? " kata Andra
" Iya, benar, Kakak bisa mencari tahunya, aku melakukan transplantasi di rumah sakit Kejora, coba saja cari data-datanya di sana jika kakak tidak percaya padaku, " kata Tresna
" Tidak, bukan begitu, " kata Andra.
" Yah, aku yakin ini sangat susah untuk di percaya, tapi yang aku katakan ini benar, Yosa sangat merindukanmu, dia sekarang pasti sangat senang bisa bertemu denganmu, " kata Tresna lagi.
" Aku sudah menikah, " kata Andra lagi.
Tresna terdiam, tiba-tiba rasanya dia sedih, jantungnya kembali terasa nyeri, nyeri sekali…seperti orang yang baru saja di tolak mentah-mentah.
__ADS_1
" Jantungku rasanya nyeri, sepertinya Yosa sedih mendengar Kakak sudah menikah, " kata Tresna.
" Maafkan aku, " kata Andra
" Aku tidak ada masalah, hanya nyerinya saja, " kata Tresna tesenyum namun matanya berkaca-kaca, Andra melihat itu merasa tidak enak.
" Kau tidak apa-apa? " kata Andra.
Tresna tersenyum, bahkan lebih seperti tertawa, namun air matanya mengalir, dia menangis sambil tetawa, melihat itu Andra menjadi khawatir, kenapa dia bisa menangis sambil tertawa seperti itu.
" Aduh, maaf kakak, tapi rasanya sangat sedih, padahal aku tidak tahu aku menangis kenapa? Sedih kenapa? Mungkin saja Yosa yang sedih, jadi dia menangis, " kata Tresna sambil tertawa, air mata terus mengalir dari matanya, dia menghapusnya dengan keras, membuat kelopak matanya memerah, Andra tidak tega lalu dia mengambil tissue yang ada disana, menghapus air mata Tresna.
Tresna melihat Andra, Andra mengusap air matanya dengan lembut, mata hitam Andra membuat Tresna terperangkap, jantungnya kembali tenang… dia merasakan itu.
" Jangan menangis, " kata Andra lembut
" Terima kasih Kakak, aku rasa Yosa sudah tenang, " kata Tresna tesenyum
" Baguslah kalau begitu, apa ini menyiksa mu? " kata Andra
" Terrkadang, aku tidak bisa mengontrol perasaanku, terkadang dia akan berdegub dengan sangat kencang, lalu tiba-tiba aku merasakan rindu yang amat sangat, membuat aku gelisah, makanya aku bertekat untuk menemuimu, karena aku yakin, Yosa belum bisa melepaskanmu, " kata Tresna menatap Andra lekat-lekat.
Andra terdiam, tidak tahu harus bebicara apa? Yosa itu cinta pertamanya, bagaimana pun dia punya kenangan tersendiri bagi andra, walaupun sekarang orang yang sangat dia cintai adalah Ayatha, namun tak bisa dipungkiri, Yosa tetap punya tempat special di hatinya.
" Kakak, aku rasa aku sudah baikan, aku tidak ingin di rawat, aku akan pulang, " kata Tresna.
" Baiklah, akan aku antarkan, sebantar, aku ingin mengurus administrasinya, " kata Andra
" Terima kasih kakak, " kata Tresna tersenyum, setelah Andra keluar, senyuman Tresna pupus, dia memegangi daerah dada kirinya. Tenang saja, kita akan merebutnya kembali, pikir Tresna… dia akan menjadi milik kita, Yosa…ternyata Andramu begitu menarik.
" Ayo, sudah selesai, " kata Andra menghancurkan lamunan Tresna.
" Owh, baiklah kakak, " kata Tresna.
Tresna berjalan di samping Andra, supir sudah menunggu mereka, membuka kan pintu untuk Andra dan Tresna, namun saat ingin masuk kedalam, Tresna menekan dadanya, seperti menahan nyeri, Andra menghampirinya, mendekatkan dirinya sehingga jika di lihat dari posisinya, terlihat seolah-olah Andra ingin memeluknya
" Ada apa? " kata Andra lagi.
__ADS_1
" Tidak apa-apa kak, hanya sedikit nyeri " kata Tresna memandang Andra yang begitu dekat dengannya.
Andra yang mengetahui posisinya sekarang salah, langsung menjauh, dia lalu masuk ke mobil, duduk di depan, Tresna duduk di jok belakang, melihat Andra dari belakang, dia tersenyum manis.