
Mereka segera berangkat dari tempat itu, sejuknya udara dalam mobil membuat mata Ayatha terasa sangat berat. Dia mencoba sebisa mungkin untuk tidak tertidur lagi, namun tak lama Ayatha segera tertidur di bangku depan.
Andra hanya terdiam sambil melihat kesekitar, hayalannya terbang jauh, mengingat semua kenangan yang pernah dialaminya bersama Yosa, saat tiba-tiba lamunannya terpecah karena bunyi sesuatu mengetuk kaca mobilnya.
Dia segera melihat ke arah depan, arah di mana Ayatha sedang duduk, dia melihat kepala Ayatha yang sedang bersenderan di kaca mobil di sampingnya. Sesekali kepala Ayatha terbentur kaca mobil.
" Apakah dia tertidur? " tanya Andra pada Pria yang sedang mengendarai mobilnya
" Iya Tuan, " kata Pria itu
Andra hanya terdiam dan melihat lagi kearah Ayatha, kepalanya kembali membentur kaca pelan, bagaimana dia bisa tertidur seperti itu? Pikir Andra.
Andra segera meletakkan tangan kirinya diantara kaca dan kepala Ayatha, sehingga jika kepala Ayatha ingin membentur kaca lagi, maka kepala Ayatha terhalang tangan Andra.
" Apakah saya harus membangunkannya Tuan ? " kata Pria itu pada Andra.
" Tidak perlu, biarkan saja, " kata Andra tersenyum.
Andra terus meletakkan tangannya di antara kepala Ayatha dan kaca mobil, walaupun tangannya terasa pegal, dia tetap meletakkan tangannya disana, hingga akhirnya mereka tiba di rumah.
" Silahkan Tuan " kata Pria itu membukakan pintu untuk Andra, Andra tersenyum dan segera menarik tangannya dari kepala Ayatha.
" Terima kasih, " kata Andra pada Pria itu,
Andra segera masuk ke dalam rumah, sambil memijat tangan kirinya yang terasa pegal.
" Hey, sudah sampai? " kata Wayren tiba-tiba menegur, dia sedang duduk di ruang tengah.
" Owh, iya, thanks " kata Andra tersenyum melihat adiknya dan tetap memijit tangannya.
" Di mana Ayatha?" kata wayren lagi
" Di mobil, dia tertidur "
" Owh, kenapa tanganmu?"
" Tidak apa-apa "
" Owh "
__ADS_1
" Aku mau istrahat dulu "
Ayatha segera terbangun ketika pelayan Pria itu membangunkannya. Dia langsung terduduk dan melihat kesekitar.
" Aku tertidur lagi? " tanya Ayatha pada pelayan Pria itu.
" Iya, dan kau telah membuat tangan Tuan Muda samapi pegal, dia memegangi kepalamu agar tidak berbenturan dengan kaca di sepanjang perjalanan, " kata Pria itu menjelaskan
" Benar kah? " kata Ayatha kaget.
" Iya "
" Jadi di mana Tuan Muda?"
" Dia sudah masuk dari tadi "
Ayatha segera bangkit dan langsung menuju kedalam rumah, dia harus meminta maaf pada Andra, seharusnya dia yang melayani Tuan Mudanya, sekarang dia yang merepotkan dan malah membuat sakit tangannya.
Dengan cepat Ayatha masuk kedalam rumah, mencari di mana Andra, Namun dia tidak menemukannya, Mungkin dia sudah ada di kamar, pikir Ayatha. Dia segera menuju kamar Andra.
" Hey mau kemana? " tanya Aayren membuat Ayatha urung melangkahkan kakinya.
" Aku juga Tuan Muda, kau tidak mencariku? Kau tidak rindu dengan ku? " kata Wayren mencoba menggoda Ayatha lagi.
Ayatha terdiam mendengar pertanyaan Wayren yang aneh, bukankah mereka baru berpisah hanya 3 jam? Apa alasannya dia harus merindukan Wayren. Pikir Ayatha.
Namun dia tidak mungkin menjawabnya seperti itu, rasanya mungkin lebih baik diam, pikir Ayatha.
" Hah! Kau benar-benar tidak merindukan ku, ah... percuma aku merindukanmu sekarang, " kata Wayren dengan ekspresi yang di lebih-lebihkan membuat Wyatha tambah bingung menanggapi Wayren, dan itu dia yang di cari Wayren, wajah bingung Ayatha.
" Saya harus pergi dulu Tuan, " kata Ayatha yang langsung melarikan dari Wayren.
Wayren tersenyum melihat tingkah Ayatha, dia sungguh manis, pikirnya.
Ayatha memberanikan diri berdiri di depan pintu kamar Andra, dia terdiam... Apa yang harus dia bilang pada Andra, maaf Tuan.. Cukupkah seperti itu saja? Dia menarik tangannya dari pintu kamar Andra. Tapi dia harus, namun...
" Ketuk saja " tiba-tiba Wayren sudah ada disamping Ayatha, membuat Ayatha langsung terkejut setengah mati.
" Tuan Muda Wayren " kata Ayatha kesal.
__ADS_1
" Ketuk saja, Kakakku tidak akan memarahi mu " kata Wayren
" Tapi..."
" Memangnya apa yang sudah kau perbuat kepada Kakakku? Apa yang kalian lakukan ketika aku tidak ada? " Kata Wayren sambil menatap Ayatha curiga, Ayatha menjadi tambah gugup gara-gara pandangan Wayren.
" Aku sudah membuat tangan Tuan Muda sakit, " kata Ayatha pelan dan lirih sambil menunduk.
"Whoa.. Kau membuat tangan Kakakku sakit? Dia pasti marah sekali! Kau harus minta maaf, " kata Wayren melebih-lebihkan, membuat Ayatha tambah gugup dan kebingungan.
" Jadi apa yang harus aku lakukan?" Kata Ayatha
" Begini..."
Wayren segera mengetuk pintu kamar Andra, membuat Ayatha membelalakkan matanya melihat kelakuan Tuan Muda yang jahil ini... Aduh. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Pikir Ayatha gugup, kegugupan semakin meningkat ketika pintu terbuka sedikit demi sedikit, Andra kelihatan berdiri kebingungan melihat Wayren di depan pintunya bersama Ayatha.
" Ada apa? " Kata Andra.
" Pelayan pribadimu ingin minta maaf, dari tadi dia menunggu di sini, tapi tidak berani mengetuk pintumu, jadi aku membantunya mengetuk pintumu, " kata Wayren santai menjelaskan sedangkan Ayatha sudah kebingungan.
" Benarkah ? " Tanya Andra, dia tahu adik kecilnya sedang mencoba menggoda Ayatha.
" Tanya saja langsung, " kata Wayren sambil menunjukkan Ayatha yang berdiri di belakang.
Ayatha langsung kebingungan, sebenarnya dia belum siap berhadapan dengan Andra sekarang.
" Maaf tuan muda, tadi saya sudah merepotkan Tuan Muda" kata Ayatha sebisa mungkin menyusun kata-kata walaupun dengan suara yang bergetar dan menunduk.
" Owh, Tidak apa-apa, " kata Andra tersenyum santai.
" Tuh., kakakku tidak marah kan? Bicara begitu aja susah " kata Wayren lagi, Ayatha yang kesal sedikit meliriknya karena sudah membuatnya dia gugup setengah mati, dan sekarang dia hanya mengatakan seperti itu.
" Wayren, seharusnya kau tidak boleh begitu " kata Andra yang tau sikap adiknya.
" Well... Karna semua sudah selesai dan sebelum aku di ceramahi kakak.. Ayo Ayatha., aku mau minum teh " kata Wayren segera menarik tangan Ayatha agar dia mengikutinya.
Ayatha tidak bisa menolaknya, Ayatha hanya melihat Andra yang terdiam melihat Wayren menariknya.
Andra juga hanya bisa melihat Ayatha yang pergi dengan Wayren, dia terdiam melihat tatapan Ayatha. Dia tersenyum kecil lalu menutup pintunya
__ADS_1