
" Tapi tes DNA itu? " kata tuan ray
" Maafkan ibu Andra, ibu menukar tes DNA mu saat bayi dengan milik Wayren," kata
Nyonya Renata menatap Andra, Andra hanya terdiam, masih pusing dengan kejadian ini, sekarang Wayren pun bingung.
" Jadi aku bukan anaknya?, " kata Wayren menatap ibunya.
" bukan, ayahmu bernama Alexander Tadder, " kata Nyonya Renata tersenyum, Wayren tertegun, Tuan Ray juga.
" Aku menukar tes DNA kalian, karena aku tahu, kalau kau tahu Wayren bukan anakmu, kau akan memperlakukannya lebih parah dari pada Andra, karena dia bukan siapa-siapa, anak dari Alexander dan aku, jika kau mengetahui bahwa Andra adalah anak Alexander, setidaknya ibunya adalah orang yang kau cintai, kau pasti masih memberinya kesempatan untuk Andra, " kata Nyonya Renata menatap Tuan Ray dengan penuh kekesalan.
" Renata, teganya kau...," kata Tuan Ray.
" Tahu apa kau tentang tega?, Orang sepertimu tidak pantas mengatakan tega, " kata Nyonya Renata begitu emosi.
" Apa maumu?" kata Tuan ray
__ADS_1
" Keadilan buat Xander!!, Selama ini yang kau perlakukan buruk, yang kau sakiti, yang coba untuk hancurkan adalah anakmu sendiri, dan kau memberikan semuanya pada anak orang lain, bagaimana rasanya Ray?, " kata Nyonya Renata terasa puas, tersenyum sinis yang baru kali ini terlihat di wajahnya.
" Bagaimana bisa? Mereka sudah menikah, " kata Tuan Ray tidak percaya.
" Yang seharusnya aku nikahi itu Xander, aku dan dia mengenal dari kecil, dia pria yang sangat baik, tapi saat umurnya 15 tahun, ayahnya meninggal, membuat ayahmu mengantikan ayahnya menjadi pewaris, seluruh perusahaan ini seharusnya miliknya, namun dia berbesar hati memberikannya pada keluargamu dan menjadi seorang tentara, saat itu aku hanya ingin menikah dengannya,kau bilang kau akan membiarkan aku menikahinya, dan kau akan menikahi Hara, tapi karena terancam tidak akan mendapat warisan, kau malah setuju menikahiku, aku terpaksa menikah denganmu, membuat Hara dan Xander patah hati. Untungnya kau menepati janjimu untuk tidak menyentuhku, kau tetap berhubungan dengan Hara, dan aku tetap bisa Bersama Xander. Namun kami tidak bisa Bersama, sebagai tentara dia tidak mungkin menikahiku karena aku sudah bersuami" kata Nyonya Renata sedih.
" Lalu? "
" Saat kau berhubungan dengan Hara, dia hamil, dia hamil Andra, namun dia takut pada keluargamu, jika keluargamu tahu, pasti dia di paksa untuk mengugurkan Andra, Hara mengatakan itu pada Xander, Xander yang merasa di minta untuk melindunginya, mencoba melindunginya, satu-satunya cara adalah dengan menikahi Hara, hatiku sakit…namun mereka bilang ini hanya untuk menutupi itu semua, lagi pula aku juga tidak bisa apapun, aku hanya setuju dengan rencana mereka, Hara mengatakan untuk tidak memberitahu padamu, karena jika kau tahu, kau pasti akan berontak dan keluargamu akan lebih marah padanya, dia ingin mengatakannya langsung padamu, tapi karena terlalu patah hati dan merasa di khianati, kau tidak ingin bertemu dengan Hara lagi, kau juga membuat Xander harus bertugas ke medan perang, hingga dia tidak pernah lagi kembali" kata Nyonya Renata hampir meneteskan air mata,
Semua yang ada disana hanya terdiam, mendengarkan dengan seksama apa yang di ceritakan oleh Nyonya Renata.
" Jadi kau yang merencanakan semua ini, tidak memberitahuku begitu lama, " kata Tuan Ray tidak percaya Renata yang begitu lembut itu punya sisi gelap yang mengerikan baginya.
" Awalnya aku ingin membalas dendam padamu, kau sudah membunuh orang yang paling aku cintai, ayah dari anakku, aku ingin kau tahu rasanya sudah membuat semua orang yang kau cintai menderita, tapi saat melihat Andra, aku benar-benar merasa menyesal, maka dari itu sebisa mungkin aku membesarkannya lebih dari anakku, Andra, maafkan aku, " kata Nyonya Renata menatap Andra, Andra menatap ibunya…wanita yang selama ini membesarkannya dengan kelembutannya ternyata adalah orang yang menghancurkan hidupnya.
Wayren menatap Tuan Ray dengan amarah, kebencian yang dalam ada di matanya. Dia lalu mendekati Tuan Ray, menarik kerah bajunya, hingga membuat Tuan Ray kaget menatap Wayren yang penuh emosi. Membuat semua orang disana kaget.
__ADS_1
" Dimana ayahku?, " kata Wayren emosi.
" Wayren lepaskan dia," kata Andra mencoba melerai Tuan Ray dan Wayren.
" Aku tidak akan melepaskannya, dia membunuh ayahku, jangan menghalangiku Andra, kau ingin membelanya sekarang karena dia ayahmu?, " kata Wayren mentap Andra juga dengan emosi.
" Aku bukan membelanya, aku hanya kasihan memikirkan jika Risa dan Nathan nantinya akan kau tinggalkan karena kau membunuhnya," kata Andra menenangkan Wayren.
Tuan Ray menatap Andra dengan tatapan nanar, mata mereka bertemu, namun Andra langsung membuang tatapannya kearah Wayren, Tuan Ray meringis kesakitan, memengangi dada kirinya, Wayren dan Andra yang melihat itu kaget, Wayren melepaskan kerah baju Tuan Ray, Tuan Ray rubuh sambil memegangi dadanya. Andra memegangi ayahnya agar jangan sampai jatuh.
" Panggil ambulans sekarang!" teriak Wayren, Risa yang menangkap itu langsung menghubungi ambulans.
" Aku tidak ingin dia mati, dia harus mempertanggung jawabkan semuanya, kematian itu hukuman yang sangat ringan baginya, " kata Wayren menatap Tuan Ray dengan sangat benci, Andra hanya memegangi ayahnya, dia paham, kalaupun sekarang dia ada di posisi Wayren, dia akan sama bencinya dengan Wayren.
" Andra.." kata Tuan Ray lemah.
" Ya ?, " kata Andra, bagaimana pun Tuan Ray adalah ayahnya.
__ADS_1
" Raphael, ada di lantai dua, di kamar ibumu, " kata Tuan Ray terbata-bata.