
" Anda siapa ya? Ingin mencari siapa?"kata Tresna menegur Ayatha
Wanita ini bahkan bertanya dia siapa? Bukannya pertanyaan itu harusnya Ayatha yang mengatakannya? Ingin mencari siapa? Dia tidak tahu bahwa ini ruangan kerja suaminya?.
Kabut berkumpul di mata Ayatha, namun dia hanya bisa terdiam, hatinya sakit serasa teriris sembilu, badannya panas terbakar api cemburu, Andra begitu kejam, menyuruhnya datang untuk melihat simpanannya dengan leluasa di ruang kerjanya? Mengapa begitu kejam melakukan hal ini? Jika memang tidak ingin bersama lagi dengan Ayatha, kenapa tidak mengatakannya langsung?
Andra keluar dari ruang tidur kantornya, dia sedang mengancing jasnya ketika dia melihat Ayatha yang terpaku, di sana juga adaTresna yang dengan sumringah menyambutnya. Tresna menghambur mendekati Andra yang terdiam melihat Ayatha.
" Kakak, sudah selesai mandi? "kata Tresna lembut.
Andra masih bingung, dia salah tingkah, Ayatha menatapnya saja, air matanya mengalir, Andra baru mandi? Apa yang mereka lakukan dari tadi? Pantas saja beberapa minggu ini Andra sama sekali tidak menyentuhnya, dia sudah dapat kepuasan yang lain.
" Ayatha ? " kata Andra menatap istrinya, Ayatha terus tertegun, air matanya deras, Ayatha segera keluar, dia tidak sanggup terlalu lama di sana bisa-bisa dia gila. melihat Ayatha keluar, Andra ingin mengejarnya, namun Andra di tahan oleh Tressna.
" Kakak, kenapa kau malah ingin pergi? Memangnya dia siapa? " kata Treesna
" Lepaskan! Atau kau akan tahu akibatnya membuat aku marah! " kata Andra
" Kenapa kakak harus marah? Aku disini ingin menemani kakak, " kata Tresna lagi
Andra berbalik, menatap Tresna dengan matanya memerah, dia hampir saja memukul Tresna karena terlalu di kuasai amarah, kalau tidak ingat Tresna wanita, pasti dia sudah melakukannya. Tresna tampak ketakutan.
" Keluar! " kata Andra pelan menahan emosinya.
" Kakak… maafkan aku, " kata Tresna
" KELUAR! " kata Andra berteriak sangat keras, membuat Pak Wang yang ada di luar masuk melihat keadaan Tuannya, Tresna yang di bentak begitu keras jadi ketakutan, dia sedikit gemetar, menatap Andra yang wajahnya sangat menakutkan, lalu di pergi keluar.
" Maaf Tuan, " kata Pak Wang
Andra mengatur napasnya, seolah dia baru saja berlari 100 putaran, kepalanya pusing, dadanya sesak, dia tidak tahu apa yang di pikirkan oleh Ayatha sekarang.
" Siapa yang mengizinkannya masuk? " kata Andra menatap Pak Wang dengan mata merahnya.
__ADS_1
" Saya sedang mengurus keperluan rapat, hingga tidak tahu bahwa Nona Tresna ada di sini " kata Pak Wang menunduk.
" Batalkan rapat hari ini. " kata Andra
" Tapi Tuan, Client kita sudah bersiap di negaranya, " kata Pak Wang.
" Aku tidak peduli, jika dia marah, katakan saja seluruh kerja sama kita batal, " kata Andra berjalan keluar.
" Tapi tuan kita akan rugi sangat besar, " kata Pak Wang.
" Rumah tangga ku lebih penting, " kata Andra berlari.
Dia lalu menelepon supirnya, supir itu memberitahu bahwa mereka berjalan pulang. Andra dengan cepat menyusul. Namun saat sampai di rumah, Ayatha mengunci kamarnya.
" Ayatha, dengarkan penjelasanku, " kata Andra, dia mengetuk beberapa kali kamarnya, namun Ayatha tak bergeming di dalam.
" Ayatha, aku harus menjelaskannya, semua yang terlihat tidak seperti yang kau pikirkan" kata Andra.
Seluruh Pelayan di sana melihat Andra, mereka lalu bubar ketika Andra menatap mereka.
Ayatha membukakan pintunya, Andra menatapnya, wajah Ayatha tampak begitu sedih, matanya merah dan bengkak, dia pasti menangis sepanjang perjalanan. Andra masuk, dia menutup pintunya perlahan, melihat Ayatha yang meninggalkannya.
" Ayatha" kata Andra lagi
Ayatha menatap Andra, tatapannya nanar, tatapan yang beberapa hari ini di berikannya pada Andra.
" Jelaskanlah…aku sudah menunggu kau menjelaskan ini semua pada ku dari 2 hari lalu " kata ayatha menatap Andra dengan amarah
" Apa maksudmu? "
" Masih saja bertingkah seperti aku orang bodoh yang tidak tahu apa-apa, masih saja bertingkah bahwa kau tidak salah?! Andra kenapa kau begitu kejam?! " kata Ayatha
Ayatha mengambil handphonenya, menyerahkannya pada Andra, menunjukan foto dan video tentang Andra dan Tresna, Andra tampak terkejut, bagaimana Ayatha bisa mendapatkan foto dan video Andra?, dan di dalam foto itu terlihat sekali Andra yang begitu dekat dengan Tresna, pantas saja Ayatha begitu sedih, pantas saja kalau dia waktu itu pulang begitu malam, akhirnya Andra mengetahui sebabnya.
__ADS_1
" Dari mana kau dapatkan ini? " kata Andra menatap Ayatha, mata Ayatha tajam menatap Andra.
" Seseorang mengirimkan itu padaku saat aku menunggumu di café saat kau berdua dengannya dan membiarkan aku menunggu di sana " kata Ayatha penuh dengan amarah. Matanya memerah, badannya bergetar karena menahan amarahnya.
" Dia pingsan, lalu aku mengendongnya, dia punya penyakit jantung, dia tidak bernapas, makanya aku membawanya ke rumah sakit, " kata Andra menjelaskan perlahan-lahan.
" Lalu? Sebegitu pentingkah dia untukmu? Sampai kau begitu cemas dia sakit? Andra! Aku juga sakit…tapi kau lebih memilih mengantarnya ke rumah sakit dari pada bersama ku, apa semua ini karena aku tidak bisa memberimu anak lagi?! " kata Ayatha berteriak sekeras-kerasnya, untung saja kamar mereka di rancang kedap suara, hingga para pelayan tidak bisa mendengar pertengkaran ini.
" Ini tidak ada hubungannya dengan kau bisa hamil atau tidak, aku tidak peduli kau bisa hamil lagi atau tidak, aku tidak akan mengkhianatimu, dia pingsan gara-gara aku, makanya aku membawanya, " kata Andra lagi
" Lalu bagaimana dengan malam ini, dengan mata kepalaku sendiri kalian ada di ruangan bersama, dia bahkan tahu kau sedang mandi, apa yang kalian berdua lakukan? " kata Ayatha lagi
" Aku bahkan tidak tahu kalau dia di sana, aku mandi sebelum melakukan conference, aku takut terlalu lelah, makanya ingin menyegarkan badan, percayalah Ayatha, aku tidak melakukan apapun dengannya, " kata Andra lagi sebisa mungkin tidak terpancing amarah agar bisa menjelaskannya pada Ayatha.
" Siapa dia? " kata Ayatha mencoba menahan dirinya lagi.
" Namanya Tresna, dia penerima donor jantung Yosa, " kata Andra menjelaskan.
Ayatha menatap Andra, menatapnya dengan nanar sekali, sangat nanar sehingga Andra takut apa yang dipikirkan oleh Ayatha.
Akhirnya Ayatha tahu, ndra memang bukan pria yang suka bermain wanita, dia hanya lemah dengan wanita-wanita yang pernah ada di hidupnya, terutama yosa. Baginya penyesalan itu selalu ada.
Ayatha tertawa kecil, menertawakan dirinya sendiri, andra dan dia sudah bersama, sudah pula menikah, namun Andra tetap saja begitu peduli pada Yosa, yang selama ini di takutkan Ayatha ternyata jadi kenyataan, Yosa datang lagi dalam bentuk seorang wanita yang muda, yang pasti masih sangat mengoda, Ayatha rasanya ingin teriak, ingin marah pada a
Andra, mengeluarkan semua emosinya, karena sekarang bahkan ujung rambutnya terasa panas, terbakar api cemburu.
Namun Ayatha tak bisa marah, dia dia tidak bisa melampiaskan kesalnya, dia tidak bisa mengatakan apapun, hanya tubuhnya yang bergetar dan air mata saja yang bisa dikeluarkannya.
Andra memperhatikan Ayatha, melihat Ayatha yang tertawa kecewa membuat hatinya pedih dan sedih. Andra memang salah, begitu peduli kepada wanita lain, tapi dia hanya merasa kasihan, tidak ada sedikit pun berpikir untuk mendua, walaupun Ayatha bagaimana pun, dia hanya akan setia.
" Aku ingin sendiri dulu "
" Aku tidak izinkan, Ayatha… aku dan dia tidak ada hubungan apapun, aku hanya menolongnya, setelah itu dia selalu datang, aku sudah mencoba menjauhinya, aku juga tidak tahu dia melakukan hal ini padamu, kenapa tidak dari awal kau katakan padaku? "
__ADS_1
" Menolongnya? Hanya menolongnya? Lalu kenapa dia menangis dan kau memperlakukannya begitu lembut, menghapus air matanya? Kalian bahkan saling ngobrol tadi malam, apa itu hanya menolong? " kata Ayatha lirih
" Aku…" kata Andra bingung.