
Ayatha segera kembali ke kamarnya, mukanya memerah karena malu, dia masuk ke kamar itu pada saat yang tidak tepat, pikirnya, dia segera mengambil minum, dan meminum sebanyak-banyaknya untuk melampiaskan rasa malunya
" Ayatha, kau di dalam? " suara Wayren dari luar Ayatha yang kaget segera bergegas membuka pintu kamarnya. Dia langsung melihat Wayren yang sudah bediri tepat di depannya.
" Iya Tuan Wayren, ada yang bisa saya bantu? "
" Bersiap-siaplah... Cepat, aku akan datang ke sini jam 6, dan kau harus sudah mandi dan bersiap-siap "
" bersiap-siap? Untuk apa Tuan? " tanya Ayatha bingung.
" Sudahlah... Sekarang kau banyak bertanya ya? Ini perintah, tugas untuk kakak enggak usah dipikirin, aku sudah minta izin, " kata Wayren segera meninggalkan Ayatha yang kebingungan berdiri di depan pintu kamarnya.
Ayatha duduk gelisah di ranjangnya, dia gelisah menunggu jam 6, apa yang akan dilakukan oleh wayren?, apakah malam ini wayren bakalan menjahilinya? Pikir Ayatha, ah...kenapa dia hanya menuruti Wayren, dia lalu teringat kata-kata Andra yang jangan mengikuti semua perintah Wayren, tapi tadi Wayren bilang dia sudah meminta izin Andra, semua pertanyaan ini membuat Ayatha bingung.
" Ayatha, kau sudah siap? " suara Aayren dari luar.
" Iya tuan, sebentar, " kata Ayatha yang segera berdiri membereskan bajunya, lalu segera membuka kan pintu pada Wayren.
Ayatha menatap Wayren yang sudah sangat rapi, dengan jas formal dan tatanan rambutnya, dia benar-benar seperti seorang aktor yang sangat tampan, Ayatha jadi melihatnya terus.
" Kau sudah siap? " kata Wayren menatap Ayatha.
" Eh, maaf tuan, iya sudah, " kata Ayatha langsung tertunduk karena sadar, Wayren menatap Ayatha yang hanya berpakaian biasa saja.
" Sudah aku duga , Ayo, " kata Wayren segera menarik tangan Ayatha, Ayatha yang kaget tidak mampu melawan saat Wayren menariknya menuju kamarnya.
" Duduklah di sana, tunggu sebentar lagi, mereka bakalan datang, " kata Wayren menyuruh Ayatha duduk di bangku meja rias, sedangkan dia duduk di sofa yang ada di kamar itu.
" Eh.. Mereka siapa Tuan Muda Wayren? " kata Ayatha yang kebingungan.
" Di depan mereka dan malam ini kau harus memanggilku Wayren, " kata Wayren.
" Tapi Tuan..." kata Ayatha yang merasa sungkan memanggil Wayren dengan namannya apa lagi di depan 'mereka' yang Ayatha sendiri tidak tahu.
" Kenapa? Kalau tidak panggil saja aku kakak," kata Wayren tersenyum jahil, kakak biasanya di panggil untuk seseorang yang memiliki hubungan khusus dengan orang lain. Tidak mungkin Ayatha memanggil Wayren kakak.. Apa yang akan di katakan orang-orang nanti. Ayatha hanya terdiam dan dia merasa telah di jahili oleh Wayren lagi.
Tidak lama suara pintu di ketuk, Wayren segera berdiri dan membuka pintu, Ayatha yang memperhatikkan dengan penasaran namun tidak dapat melihat siapa yang ada di luar.
" Mereka sudah datang, " kata Wayren tersenyum manis pada Ayatha, Ayatha hanya terdiam. Bukankah itu orang-orang yang tadi mendandani Nyonya Renata?, Ayatha hanya melihat dengan bingung. Seseorang dari mereka melihat wajah Ayatha, dan segera mengangkat dagunya.
__ADS_1
" Bagaimana? Kau bisa mengurusnya," kata Wayren.
" Bukan masalah yang susah, " kata Pria itu pada Wayren sambil tersenyum.
" Baiklah, kalau begitu silahkan... Aku akan menunggu di luar saja," kata Wayren langsung keluar, dia sempat tersenyum melihat wajah Ayatha yang bingung plus takut, yap... Ayatha takut ditinggal berempat dengan mereka, apa yang akan dilakukan mereka.
Ternyata pria ini adalah seorang ahli rias, dia langsung merias wajah Ayatha, menata rambutnya, menata alisnya, memake up wajahnya, Ayatha hanya kelihatan kebingungan dan pasrah saja papun yang dilakukan oleh pria ini, dia hanya bisa mengikuti apapun yang dikatakan pria ini, sambil bertanya- tanya kenapa Wayren melakukan ini padanya.
Wayren hanya berdiri di depan pintu kamarnya, dia sebenarnya paling tidak suka menunggu, namun dia berusaha bersabar. Dia beberapa kali tertawa membayangkan bagaimana nanti wajah Ayatha setelah dia di make over, dia benar-benar tidak sabar.
" Hey, apa yang kau lajukan di sini? " kata Andra yang kebetulan lewat kamarnya bersama Nyonya Renata.
" Owh, kalian sudah mau pergi , pergilah..aku akan menyusul, " kata Wayren tersenyum semangat.
" Baiklah " kata Andra dengan tatapan penasaran dengan kelakuan adiknya.
" Anak itu memang aneh, " kata Nyonya Renata setelah meninggalkan Wayren.
" Kenapa bu? " kata Andra yang penasaran kenapa ibunya mengatakan itu.
" Dia ingin pergi dengan syarat dia harus mengajak Ayatha, hah... Rasanya ibu sudah salah membawa Ayatha menjadi pelayanan di rumah kita, untung saja ibu menolak untuk menjadikan Ayatha sebagai pelayan pribadinya, ntah apa yang akan dilakuknnya pada gadis polos itu jika ibu mengiyakannya dulu, ibu takut malam ini Wayren akan mempermalukan gadis itu, hah... Dasar anak bodoh, " kata Nyonya Renata.
Andra terdiam... Apa yang telah direncanakan adiknya pada Ayatha?, kenapa sekarang tiba tiba dia merasa khawatir dengan Ayatha. dia bingung apa yang harus dilakukaknnya, jika benar -benar adikknya akan mempermalukan Ayatha... Dia ingin menghentikan adiknya sekarang, namun dia tidak bisa apa-apa.
Di dalam kamar Ayatha hanya terdiam melihat wajahnya di dalam cermin dia bahkan tidak mengenali bayangannya sendiri, dia tidak pernah menggunakan make up atau apapun, jadi begini wajahku jika di make up, katanya dalam hati.
" Ini, Tuan Wayren mengatakan kau harus memakai gaun ini, " kata Seorang Wanita padanya
" Wh... Iya, terima kasih, " kata Ayatha sambil mengambil paper bag dari tangan wanita itu.
" Pakailah di sana, lalu segera keluar, aku akan memanggil Tuan Wayren, " kata Pria itu menunjuk suatu ruangan .
Dia segera mengeluarkan gaun yang ada di dalam paper bag tersebut dan dia hanya memandanginya, ini gaun yang waktu itu ada di butik, yang pernah dilihatnya, apa Wayren membelikannya untuknya? Apa ini tidak salah, pakaian ini sangat mahal pikir Ayatha, Namun Ayatha segera mengunakannya karena dia ingat wayren menunggunya di ruangan yang lain.
" Apakah dia sudah siap? " tanya Wayren saat dia memasuki kamarnya.
" Tentu saja, Anda mungkin tidak akan mengenalinya, " kata Oria itu tersenyum bangga.
" Benarkah?" kata Wayren tak sabar melihat Ayatha.
__ADS_1
Ayatha berjalan perlahan, dia tak tahu bagaimana perasaannya, antara malu, canggung, takut merusak gaun semahal ini dan semuanya, dia benar- benar menjaga langkahnya saat menuju ruang dimana Wayren berada, dia benar- benar malu saat melihat Wayren, dia segera menunduk.
" Voalah... Liatlah hasi karya saya, " kata Pria itu segera mendekati Ayatha dan segera mengangkat dagu Ayatha yang terlihat sangat malu.
Wayren terdiam, takjub dan tidak percaya apa yang dilihatnya di depan, Ayatha sangat berubah, dia benar-benar berubah dari seorang upik abu menjadi seorang putri yang sangat cantik, pikirnya. Dia bahkan tidak bisa berkedip.
Sama dengan Wayren, Ayatha hanya bisa memandangi Wayren, apa yang sedang dipikirkannya, apakah dia menyukai penampilannya? Apakah dia pantas memakai gaun yang seperti ini? Pikir Ayatha.
" Bagaimana tuan?" kata Pria itu memecahkan suasana.
" Ehm... Yup, bagus, " kata Wayren segera mencoba menutupi kekagumannya.
" Sepertinya ada yang kurang dari nona ini, " kata Pria itu pada Ayatha, Ayatha kaget, karena menurutnya di sudah cukup di dandani malam ini.
" Apa? " tanya Wayren.
" Eh,.. Yah.. Sepasang sepatu, untung lah saya membawakan beberapa sepatu, duduklah kembali, " kata Pria itu pada Ayatha.
Saat Ayatha berjalan Wayren tidak bisa memalingkan wajahnya pada Ayatha, hanya saat Ayatha melihatnya Wayren segera memalingkan wajahnya.
" Ini... Saya rasa ini cocok dan cukup, " kata Pria itu.
" Sini berikan, " kata Wayren
Pria itu sedikit terkejut, begitu juga dengan Ayatha, pria itu segera memberikan sepatu itu pada Wayren, Wayren segera mendekati Ayatha, dia bersujut di depan Ayatha yang sedang duduk di bangku meja rias, Ayatha terkejut setengah mati saat awayren ingin memakaikan sepatu itu pada kakinya, sehingga dia langsung menarik kakinya, Wayren langsung menatapnya dan tersenyum manis,
" Tapi Tu..." kata Ayatha
" Tidak apa-apa ini perintah, " kata Wayren
ayatha hanya terdiam dan sungkan saat dia menyodorkan kakinya lalu Wayren memakaikan sepatunya, dia terus saja menatap Wayren dengan tidak percaya bahkan saat Wayren sudah memakaikannya dan saat Wayren mengantar 3 orang penata rias itu pergi, dia masih tidak percaya apa yang dilakukan oleh Wayren.
" Apa kau sudah siap? Atau kau mau terus memandangiku seperti itu, " kata Wayren tersenyum karena melihat tingkah Ayatha yang dari tadi memperhatikannya.
" Eh, baik Tuan, " kata Ayatha bergegas naik, namun karena tidak terbiasa menggunakan sepatu hak tinggi Ayatha segera hendak jatuh, Wayren segera bergegas menangkapnya.
" Pelan- pelan saja, biasakan dirimu, " kata Wayren saat menolong Ayatha, Ayatha kaget melihat mereka sangat dekat
" Maaf Tuan, " kata Ayatha segera bangkit.
__ADS_1
" Tidak apa-apa, ayo, mereka pasti sudah menunggu kita, " kata Wayren menyodorkan lengannya, Ayatha memandang Wayren, Wayren hanya tersenyum, Ayatha dengan ragu- rugu menyambut tangan Wayren.
Wayren hanya tersenyum manis, dan mereka segera pergi.