Meadow

Meadow
Ingin pernikahan yang bagaimana?


__ADS_3

Andra terbangun, dia menatap kesebelahnya, namun Ayatha sudah tidak ada, dia melihat


jam, masih jam 06 lagi, kemana dia? Pikir Andra.


Dia lalu mengambil pakaiannya dan mengunakannya, setelah itu dia ke kamar mandi, mencuci


mukanya, lalu keluar dari kamar.


Dia berjalan menyusuri rumahnya, mencari Ayatha, dia menemukannya di ruang makan, Ayatha


sedang menyusun makanan untuk sarapan.


Andra tersenyum memperhatikannya, dulu, saat Ayatha masih bekerja di rumahnya, dia


suka diam-diam memperhatikan Ayatha saat Ayatha melakukan pekerjaanya di rumah


ini, dia suka melihat Ayatha yang menyambutnya setiap kali dia membuka pintu,


berdiri dengan setia, sekarang dia tidak menyangka wanita itu yang jadi ibu


anaknya.


Andra berjalan, memeluk Ayatha dari belakang, mencium pipinya, Ayatha hanya


tersenyum.


" Aku bangun dan mencarimu," kata Andra.


" Aku bangun awal, terbiasa menyediakan sarapan untuk Raphael, jadi sekalian aku


siapkan untuk kita semua," kata Ayatha.


" Beruntungnya aku mempunyai istri seperti mu," kata Andra mengetatkan


pelukannya.


" Haha, pagi begini jangan mengoda begitu, " kata Ayatha tertawa.


" Haha... Aku akan mengodamu setiap saat," kata Andra tertawa


" Baiklah, sudah selesai semuanya, bersihkan dirimu, nanti saat ibu dan yang lain


bangun, kita bisa langsung makan," kata Ayatha


" Mari membersihkan diri sama-sama," kata Andra menatap Ayatha, wajah Ayatha tiba-tiba merasa panas, kalau mereka mandi bersama, yang ada nanti Andra akan minta lagi.


" Ehm..aku mandinya nanti saja, masih ingin menyiapkan yang lain, " kata Ayatha


mencari alasan.


Andra sedikit tertawa, dia tahu Ayatha pasti menolak, cuma saja dia suka mengoda Ayatha


sekarang.

__ADS_1


" Baiklah, aku akan mandi sendiri, setelah sarapan aku akan mengantarmu pulang," kata


Andra, dia melepaskan Ayatha lalu pergi meninggalkannya, kilasan bayangan yang


terjadi tadi malam membuatnya malu.


Setelah menyiapkan semua yang ada di ruang makan, Ayatha kembali ke kamarnya, lalu


mandi. Karna tidak membawa pakaian ganti, dia harus memakai pakaian itu lagi,


dia meletakkannya di atas ranjang agar tidak basah.


Untung saja di kamar mandi itu cukup lengkap perlekapannya, Ayatha mengisi bath upnya


dengan air hangat, setelah selesai dia masuk kedalamnya, hangatnya air membuat tubuhnya lebih relax.


Dia berendam di sana lebih kurang 10 menit, setelah hampir tertidur, dia cepat-cepat


bangkit, mengelap tubuhnya, lalu keluar dengan mengunakan handuk.


" Mandinya lama sekali, " kata Andra yang duduk di sana


Ayatha kaget, kenapa tiba-tiba Andra ada disana saja.


" Kenapa ada disini? " Kata Ayatha


" Aku ke ruang makan, dan kau tidak ada, jadi aku yakin kau ada di sini, " kata Andra


" Pakai saja, kan aku juga sudah melihat semuanya, " kata Andra tenang, namun Ayatha


merasa tidak terbiasa, dia mengambil bajunya lalu ingin ke kamar mandi. Andra menarik tangannya.


" Ehm, ada apa? " Kata Ayatha lagi


Andra berdiri lalu dia mendekati Ayatha, Ayatha sedikit takut...


" Ehm.. jam segini ibu mungkin sudah bangun, tidak bisa melakukan hal itu lagi, " kata Ayatha


" Haha, aku tidak ingin mengajakmu lagi, pakai lah bajunya, aku tunggu di luar ya, " kata Andra,


Ayatha yang jantungnya sudah seperti ingin meledak, langsung memakai pakaiannya.


Dia keluar, lalu melihat Andra sedang duduk dengan laptopnya, Ayatha mendekati Andra dengan


cangung.


" Ehm, sepertinya yang lain belum bangun," kata Ayatha, Andra menatap Ayatha dengan sedikit senyuman.


" Yah, ini hari libur, mungkin agak bangun kesiangan," kata Andra


" Owh, benar juga," kata Ayatha


" Kemarilah, duduk di sebelahku" kata Andra lembut, Ayatha menurutinya.

__ADS_1


" Ada apa? " Kata Ayatha


" Kau ingin pernikahan yang bagaimana? Ingin yang meriah, atau hanya keluarga saja? " Kata Andra lembut


" Ehm... Bagaimana dengan mu? " Kata Ayatha


" Aku akan ikut dengan mu saja, aku tidak punya keinginan yang bagaimana, yang


penting menikah denganmu, " kata Andra tersenyum sangat


manis


" Baiklah, aku rasa yang sederhana saja, Raphael juga sudah besar, agak sedikit canggung jika terlalu meriah, "kata Ayatha


Andra menatap Ayatha dengan senyuman, aroma tubuh Ayatha yang wangi, membuat Andra


menghirupnya dalam-dalam. Mata mereka bertemu...saling menatap dengan sangat


dalam..


" Buatlah sedikit lebih meriah, akan sangat baik mengabarkan kepada teman dan keluarga tentang


pernikahan kalian, " kata Nyonya Renata yang baru saja datang.


" Selamat pagi Ibu, " kata Ayatha memberikan hormat


" Yah,begitu juga bagus, bagaimana menurutmu? " kata Andra


" Baiklah, aku ikut sesuai kemauan Ibu saja, " kata Ayatha


" Aku sangat senang melihat kalian bersama lagi, " kata Nyonya Renata sumringah.


" Di mana Raphael? " kata Andra


" Belum bangun, kami main hingga larut malam, dia sangat mengemaskan, dia memeluk ibu saat


tidur, ah...senangnya, " kata Nyonya Renata sangat bahagia, membuat Andra senang, Ayatha pun begitu.


" Kalau begitu biarkan dia tidur lebih lama, " kata Andra lagi


" Iya, owh, tadi Ibu ke ruang makan, semua sudah siap,"kata Nyonya Renata


" Iya, Ayatha yang menyiapkan semuanya, " kata Andra


" Benarkah? Kalau begitu aku jadi sangat ingin makan sekarang, masakan Ayatha kan sangat


enak, ayo kita sarapan, " kata Nyonya Renata tersenyum


" Baiklah, " kata Andra, dia memberikan tangannya untuk di genggam Ayatha, Ayatha lalu mengapai tangan Andra, lalu mereka berjalan bersama.


Nyonya Renata sangat suka pasangan Andra dan Ayatha, mereka bisa menunjukkan cinta mereka


dimana saja, membuat orang lain iri rasanya.

__ADS_1


__ADS_2