
Cahaya matahari menyilaukan mata Ayatha, bukannya dia sudah menutup jendelanya
kemarin, dia perlahan membuka matanya, waktu dia membuka matanya, samar-samar
dia melihat seseorang yang sedang memperhatikanya.
" Keenan? Apa yang kau lakukan di sini?" kata Ayatha kaget begitu menetahui
Keenan sedang menatapnya. Ayatha langsung terduduk
" Kau tidurnya seperti orang mati, bahkan tidak tahu aku masuk, " kata Keenan
lagi
" Apa yang kau lakukan di sini? lagi pula bagaimana kau bisa masuk ? " kata Ayatha
memegangi kepalanya yang pusing, mungkin karena tertidur sewaktu menangis.
" Aku sudah di sering di sini bahkan sebelum kau di sini, semua orang tahu aku siapa,
mendapatkan kunci kamarmu hal yang sangat mudah, mereka tahu kita sepupu, lagi
pula aku akan syuting di pulau kecil di sebelah selatan sana, kata orang disini
kau salah satu orang yang mengerti tentang pulau itu, " kata Keenan
" Aku tidak begitu mengerti, banyak yang lebih mengerti, aku hanya beberapa kali ke sana,
" kata Ayatha lagi
" Well itu cukup kok, ayo bangun dan mandi, aku akan menunggumu di bawah, " kata
Keenan mengendong Ayatha yang masih di tempat tidur menuju ke kamar mandi
" Keenan, turun kan aku, kau ini apa-apaan sih? " kata Ayatha kesal
" Kau sangat kurus, tubuhmu ringan sekali, " kata Keenan
" Turunkan aku sekarang!" teriak Ayatha
" Baiklah, tidak usah berteriak seperti itu, ya sudah, aku tunggu dibawah, by the way tuan
Andra itu sudah pulang tadi pagi, " kata Keenan menurunkan Ayatha
" Tidak ada hubungannya dengan ku, " kata Ayatha asal saja, selintas kejadian
kemarin muncul, Ayatha memengang bibirnya.
" Aku kira kau ingin tahu, sudah lah, cepat mandi, aku sudah telat untuk syuting,
" kata Keenan lagi lalu keluar dari kamar Ayatha
Ayatha memandangi Keenan yang keluar dari kamarnya, laki-laki itu sepertinya sudah
gila, melakukan hal seperti ini...
Setelah selesai bersiap-siap, Ayatha segera turun, lalu dia melihat Keenan yang sudah
menunggunya di lobby.
" Ayo, katanya kau sudah terlambat, " kata Ayatha
Keenan melihat kearah Ayatha, dia sedikit terpukau, Ayatha mengunakan baju dengan
model sabrina putih dan celana kulot selutut, memperlihatkan betisnya yang
indah.
" Ada apa? " kata Ayatha
" Tidak, tidak apa-apa, " kata Keenan mengambil beberapa perlengkapannya, lalu
mereka menuju ke sebuah kapal milik hotel.
Ayatha segera duduk, mengunakan topinya, Keenan hanya melihat kearah Ayatha, gadis ini manis juga, pikir Keenan.
Tak lama Ayatha melihat Andra yang berjalan menuju ke kapal itu, dia sedikit kaget.
" Bukannya kau bilang Andra sudah pulang? " tanya Ayatha pada Keenan
" Haha, aku hanya mengodamu, tapi ternyata kau tidak peduli, aku sedang bekerja
__ADS_1
untuknya, jadi dia ingin ikut melihat bagaimana aku bekerja, jadi aku pikir
kenapa tidak mengundangnya juga, " kata Keenan tertawa melihat wajah Ayatha
yang terkejut
" Apa sih mau mu? " kata Ayatha mengerutu
" Tidak ada, memangnya apa mau mu? " kata Keenan
Ayatha terdiam, dia melihat Andra semakin dekat, lalu dia menaiki kapal itu.
" Halo Bos, akhirnya kau datang juga, " kata Keenan
Andra hanya mengangguk, lalu melihat kearah Ayatha yang sedang berusaha tidak melihat
kearah Andra.
Di sepanjang perjalanan Ayatha dan Andra hanya diam saja, Keenan juga sibuk membaca naskahnya. Sinar matahari mengenai wajah Ayatha yang sedikit mendongak, merasakan hangatnya matahari yang mengenai kulit putihnya.
" Bukan kah dia lumayan cantik? " kata Keenan pada Andra
Andra lalu menatap kearah Keenan, dia sedikit tidak suka ketika Keenan mengatakan sesuatu seperti itu tentang Ayatha.
" Sayang, dia mantan istri sepupuku, hei, kelihatannya kau juga sudah bertunangan atau sudah menikah? " kata Keenan yang melihat cincin di jari manis Andra
" Tuan Keenan, Anda benar-benar tidak perlu mengerusi kehidupanku, " kata Andra
menatap Keenan dengan tajam
" Kalian berdua sama saja, sama-sama tukang marah, " kata Keenan sekenanya
Andra hanya diam, Ayatha yang sekarang memang lebih ekspresif dari yang dulu.
Tak lama, hanya 1 jam, mereka sampai di pulau kecil yang indah di bagian selatan, Keenan langsung menuju tempat kerjanya, sedangkan Ayatha lebih mengasingkan diri ke
ujung pulau. Andra bisa melihat Ayatha yang pergi menjauh, dia lalu mengikuti Ayatha,
namun dari jauh.
Ayatha suka pulau ini, dia suka berjalan di pasir putihnya yang lembut, airnya biru sekali,
tidak terlalu panas, malah cukup banyak awan di atas yang menghalangi sinar
matahari. Tapi Ayatha cukup bisa menikmati pantai itu.
Dia berjongkok di pinggir pantai, bermain dengan pasir putihnya, melihat beberapa
kulit kerang, dan bermain, Ayatha tampak menyukainya.
Andra menatapnya dari jauh namun cukup dekat untuk melihat eksperesi senang Ayatha, akhirnya dia bisa melihat senyuman Ayatha yang di kenalnya, hatinya berdetak kencang
memperhatikan Ayatha disana.
Tiba-tiba gelombang agak besar menghantam bibir pantai... Membuat Ayatha kaget dan segera berdiri menghindar, namun karena tiba-tiba Ayatha jadi kehilangan
keseimbangan.. dia terjatuh kebelakang, Andra yang melihat itu bergegas
menghampiri Ayatha dan langsung membantu Ayatha.
" Terima kasih, " kata Ayatha yang belum sadar siapa yang menolongnya
" Tidak apa-apa, hati-hati lah, " kata Andra dengan nada peduli
Ayatha langsung kaget dan menarik diri saat tahu siapa yang menolongnya. Dia lagi, Ayatha langsung menjauh, takut kejadian tadi malam terulang. dia segera berjalan
pergi.
" Bisakah kau tidak terus menghindar dari ku? " Kata Andra terdengar lirih,
namun Ayatha tak terusik
" Maaf, aku tidak menghindari Tuan, " Kata Ayatha berbalik menatap Andra
" Tapi kenapa kau seperti tak mengenalku? kenapa kau sangat berubah? " Kata Andra
lagi, Ayatha menghembuskan napas panjang.
" Tuan Andra, aku memang sudah tidak mengenalmu, kau juga merasa begitu kan? Untuk apa terlalu di paksakan? Kau jalani saja jalanmu yang kau pilih, dan aku juga, ini
sudah yang terbaik untuk kita, kita memang sudah harus berubah, " kata Ayatha
__ADS_1
dingin, bahkan di tengah pantai yang hangat, Ayatha bagaikan musim salju yang
membeku.
Andra terdiam, menatap mata Ayatha, tak ada apa-apa hanya tatapan kosong tanpa cinta.
" Ayatha, aku masih mencintaimu, " kata Andra lagi
Ayatha tersenyum dingin, dia menarik rambutnya kesela-sela telinganya, menatap lautan yang luas. Kata cinta itu sebenarnya menyesakkannya, namun tidak ingin di
tunjukan oleh nya
" Katakan Tuan Andra, kalau kau mencintaiku, kenapa kau memilih untuk bersama
wanita lain? " Kata Ayatha tajam menusuk.
Andra terdiam, menatap Ayatha dengan suram, gadis di depannya ini sudah sangat
terluka, mengubah dirinya menjadi keras dan membentengi dirinya dari cinta dan
susah sekali untuk di tembus kembali.
Suara debur ombak yang saling menghempas terdengar menganggu kali ini, hari yang berawan menjadi lebih dingin.
" Tidak bisa menjawabnya bukan, Tuan Andra? " Kata Ayatha lagi
" Itu memang kesalahanku, maafkan aku, "kata Andra
" Seandainya kata maaf bisa membuat hatiku yang hancur saat itu utuh lagi, aku
tidak akan begini, " kata Ayatha lagi
" Ayatha beri aku kesempatan sekali lagi, " kata Andra
Ayatha tertawa, tawanya menyimpan banyak rasa.
" Tuan Andra, Anda terlalu memaksa, " kata Ayatha lagi
" Bisa kah kau jangan menganggilku Tuan?" Kata Andra terpancing emosinya
" Dari awal aku juga menganggilmu Tuan, " kata ayata sekenanya saja
" Ayatha kenapa sekarang kau begitu dingin? " Kata Andra mendekati Ayatha, Ayatha
mundur beberapa langkah.
" Aku dingin, bagaimana denganmu? Apa menurutmu tindakanmu itu tidak kejam? "
Kata Ayatha juga emosi
" Aku sudah minta maaf padamu, lalu apa yang harus aku perbuat untuk menebus semuanya, " kata Andra keras
" kalau kau mau tau apa yang harus kau buat, sekarang batalkan pertunanganmu,
tinggalkan semua kehidupan mu, lalu tinggalah bersama ku tanpa mengunakan nama Tadder mu, apa kau bisa? " kata Ayatha emosi
" Baiklah, " kata Andra mantap
Ayatha menatap mata Andra, dia melihat keseriusan di matanya, tiba-tiba Ayatha merasa takut dengan apa yang baru dia katakan, kalau benar Andra melakukan itu, sama saja dia menjerumuskan Andra. Kita memang harus hati-hati berbicara kalau
sedang marah.
" Ayo, aku akan tunjukan, akan aku lakukan apa yang kau mau, " kata Andra menarik
tangan Ayatha, namun Ayatha menariknya kembali. Andra terdiam melihat Ayatha.
Dia sudah menyanggupinya kenapa sekarang Ayatha yang menolak.
" Aku tidak mau ikut, " kata Ayatha, Andra geram melihat Ayatha
" Ayatha, aku sudah menyanggupinya, tapi kau tidak mau, sekarang sebenarnya maumu
apa? " Kata Andra kesal
" Aku mau kau menjauh dari ku! " Kata Ayatha dengan nada tinggi
" Ok! Baiklah, " kata Andra dengan emosi di wajahnya
Ayatha terdiam.. Andra menatapnya dengan dingin dan tajam, lalu pergi meninggalkan Ayatha, entah kenapa Ayatha menjadi sedih, hati wanita memang susah di tebak, sesaat
ingin dia pergi, saat dia pergi.. hatinya terasa kehilangan, Ayatha pun bingung sebenarnya perasaannya dengan Andra masih kah ada atau tidak.
__ADS_1