
Ayatha sedang mengiris sayur, sudah 2 hari sejak kejadian itu, Ayatha melewatinya
dengan sangat berat, mungkin dia bisa tertawa, tapi di matanya hanya ada
kekosongan dan kesuraman, suka terdiam.. terkadang hanya termenung seharian.
Tiba-tiba jarinya terasa rasa nyeri...
" Aduh, " kata Ayatha, melihat jarinya teriris, Randi ada di dekatnya langsung
mendatanginnya dengan cepat.
" Ada apa? " kata Randi
" Tak sengaja mengiris tangan sendiri," kata Ayatha berusaha tersenyum, Randi
memperhatikan Ayatha, dia bukan orang yang sering begini.
Memang dari awal kesuraman di matanya selalu ada, namun beberapa hari ini Randi dapat
melihat kesuraman itu lebih dari biasanya.
" Lain kali harus berhati-hati yah, " kata Randi lembut, mengambilkan tissue
untuk Ayatha, mengelap darah yang ada di tangannya, Ayatha menatap Randi. Namun
tidak ada perasaan apapun yang muncul... tiba-tiba dia membayangkan Andra,
hatinya sakit. Randi mengambilkan plester yang ada di di dekat sana, lalu
menaruhnya di jari Ayatha
" Ada apa denganmu? "kata Randi
" Tidak apa-apa, " kata Ayatha
" Sejak kau bertemu Wayren, kau jadi aneh, " kata Randi lagi
" Itu hanya perasaanmu saja, " kata Ayatha mulai mengeris lagi
Randi tidak melanjutkan, ingin banyak bertanya, namun tak ingin membuat Ayatha merasa tidak
nyaman. Suasana menjadi canggung...
Tiba-tiba terdengar suara kendaraan yang mengerem mendadak, Ayatha kaget, Randi pun
begitu, entah kenapa Ayatha merasa ada yang tidak beres, dia segera
meninggalkan pekerjaannya, lalu berdiri ke depan.
Banyak orang sudah berkerumun di depan villanya, villa itu memang memiliki taman yang luas,
namun setelah itu langsung mengarah ke jalan raya yang banyak di mobil berlalu
__ADS_1
lalang. Ayatha mencari Andra, dia tadi bermain disini bersama pengasuhnya,
kenapa tidak ada?
Ayatha segera menerobos kerumunan itu, badannya lansung lemas melihat apa yang
terjadi. Andra tertabrak mobil, banyak darah di sana, pengasuhnya sepertinya
juga ingin menolong Raphael dia juga tergeletak di jalan itu
" Andra, Andra, ini Ibu sayang, " kata Ayatha memeluk Raphael, Raphael tidak
sadarkan diri, darahnya mengucur dari kepalanya, tangan Ayatha penuh dengan
darah anaknya, dia menatap Randi, Randi langsung membawa Andra meletakkannya
kedalam mobil, beberapa orang juga membantu membawa penjaga Raphael, lalu
mereka pergi menuju kerumah sakit.
Ayatha tak berhenti menangis pilu, memeluk Raphael dalam dekapannya, bajunya yang putih
penuh dengan noda darah.
" Andra jangan tinggalkan Ibu sendiri," kata Ayatha lirih dan pilu
Ayatha gemetaran, sangat cemas, air matanya terus mengalir, tidak lama mereka langsung
menunggunya cemas, bajunya yang kotor dan penuh darah tidak di hiraukannya, dia
bisa gila jika begini, beberapa kali merasa dunianya gelap, namun di tahannya,
dia tidak boleh pingsan saat seperti ini, Andra membutuhkannya.
Randi memeluk Ayatha, tapi Ayatha tetap tidak bisa tenang, dia tetap saja gemetar,
matanya terus-terusan basah. Dia akan mati jika terjadi apapun terhadap Andra.
Kali ini dia akan mati...
Andra sedang berjalan menuju ke pesawat pribadinya, hari ini dia akan pulang. Wajahnya
dingin, sejak saat itu dia memang tidak lagi ingin mengingat Ayatha, kali ini
dia memutuskan untuk hidup sendiri.
Andra naik ke pesawat pribadinya, baru saja dia duduk, Pak Wang menatapnya dengan cemas.
" Ada apa?"kata Andra dingin
" Tuan, Tuan Muda Raphael kecelakaan, " kata Pak Wang
Andra kaget, bagaimana bisa? Dia langsung berdiri dan segera keluar dari pesawat itu lagi. wajahnya
__ADS_1
cemas.
" Batalkan penerbangannya, siapkan aku mobil sekarang." kata Andra sedikit dengan
nada tinggi, Pak Wang hanya mengangguk
Andra kembali ke bandara, setelah itu dia segera naik ke m obil, melaju dan pergi ke
rumah sakit.
Ayatha masih tidak bisa diam, dia sangat gelisah menunggu Raphael, mengapa begitu lama
dokter menangani Raphael
Tak lama dokter keluar, dia menatap Ayatha.
" Keluarga anak bernama Andra? " kata dokter itu
" Saya Ibunya, " kata Ayatha
" Andra kehilangan banyak darah, jadi butuh darah secepatnya, tapi darah Andra sangat
langka, bank darah kami tidak memiliki stok darahnya " kata dokter itu
menjelaskan
" Pakai saja darahku, " kata Ayatha tidak bisa menutupi kecemasannya
" Apa golongan darah Anda? " kata dokter itu
" A negetif, " kata Ayatha
" Maaf, tapi darah Andra AB negatif, rhesus negatif sangat langka di Indonesia, "
kata dokter itu
Ayatha terdiam, bagaimana ini?
" Bagaimana dengan ayahnya? "kata dokter itu lagi
Ayatha terdiam, Randi bukan ayah kandung Andra, namun Ayatha masih mencoba
keberuntungannya dengan menatap Randi, berharap andai saja darah mereka cocok.
" Darahku A, tidak cocok, " kata Randi dengan lembut
kepala Ayatha pusing, dia sudah tidak melihat Andra untuk 2 hari ini, mungkin dia sudah
pulang sekarang, dia juga tak punya kontaknya, bagaimana harus mencari darah
untuk Raphael?
" Aku Ayahnya! "
__ADS_1