Meadow

Meadow
Aku Ayahnya!


__ADS_3

Ayatha sedang mengiris sayur, sudah 2 hari sejak kejadian itu, Ayatha melewatinya


dengan sangat berat, mungkin dia bisa tertawa, tapi di matanya hanya ada


kekosongan dan kesuraman, suka terdiam.. terkadang hanya termenung seharian.


Tiba-tiba jarinya terasa rasa nyeri...


" Aduh, " kata Ayatha, melihat jarinya teriris, Randi ada di dekatnya langsung


mendatanginnya dengan cepat.


" Ada apa? " kata Randi


" Tak sengaja mengiris tangan sendiri," kata Ayatha berusaha tersenyum, Randi


memperhatikan Ayatha, dia bukan orang yang sering begini.


Memang dari awal kesuraman di matanya selalu ada, namun beberapa hari ini Randi dapat


melihat kesuraman itu lebih dari biasanya.


" Lain kali harus berhati-hati yah, " kata Randi lembut, mengambilkan tissue


untuk Ayatha, mengelap darah yang ada di tangannya, Ayatha menatap Randi. Namun


tidak ada perasaan apapun yang muncul... tiba-tiba dia membayangkan Andra,


hatinya sakit. Randi mengambilkan plester yang ada di di dekat sana, lalu


menaruhnya di jari Ayatha


" Ada apa denganmu? "kata Randi


" Tidak apa-apa, " kata Ayatha


" Sejak kau bertemu Wayren, kau jadi aneh, " kata Randi lagi


" Itu hanya perasaanmu saja, " kata Ayatha mulai mengeris lagi


Randi tidak melanjutkan, ingin banyak bertanya, namun tak ingin membuat Ayatha merasa tidak


nyaman. Suasana menjadi canggung...


Tiba-tiba terdengar suara kendaraan yang mengerem mendadak, Ayatha kaget, Randi pun


begitu, entah kenapa Ayatha merasa ada yang tidak beres, dia segera


meninggalkan pekerjaannya, lalu berdiri ke depan.


Banyak orang sudah berkerumun di depan villanya, villa itu memang memiliki taman yang luas,


namun setelah itu langsung mengarah ke jalan raya yang banyak di mobil berlalu

__ADS_1


lalang. Ayatha mencari Andra, dia tadi bermain disini bersama pengasuhnya,


kenapa tidak ada?


Ayatha segera menerobos kerumunan itu, badannya lansung lemas melihat apa yang


terjadi. Andra tertabrak mobil, banyak darah di sana, pengasuhnya sepertinya


juga ingin menolong Raphael dia juga tergeletak di jalan itu


" Andra, Andra, ini Ibu sayang, " kata Ayatha memeluk Raphael, Raphael tidak


sadarkan diri, darahnya mengucur dari kepalanya, tangan Ayatha penuh dengan


darah anaknya, dia menatap Randi, Randi langsung membawa Andra meletakkannya


kedalam mobil, beberapa orang juga membantu membawa penjaga Raphael, lalu


mereka pergi menuju kerumah sakit.


Ayatha tak berhenti menangis pilu, memeluk Raphael dalam dekapannya, bajunya yang putih


penuh dengan noda darah.


" Andra jangan tinggalkan Ibu sendiri," kata Ayatha lirih dan pilu


Ayatha gemetaran, sangat cemas, air matanya terus mengalir, tidak lama mereka langsung


menunggunya cemas, bajunya yang kotor dan penuh darah tidak di hiraukannya, dia


bisa gila jika begini, beberapa kali merasa dunianya gelap, namun di tahannya,


dia tidak boleh pingsan saat seperti ini, Andra membutuhkannya.


Randi memeluk Ayatha, tapi Ayatha tetap tidak bisa tenang, dia tetap saja gemetar,


matanya terus-terusan basah. Dia akan mati jika terjadi apapun terhadap Andra.


Kali ini dia akan mati...


Andra sedang berjalan menuju ke pesawat pribadinya, hari ini dia akan pulang. Wajahnya


dingin, sejak saat itu dia memang tidak lagi ingin mengingat Ayatha, kali ini


dia memutuskan untuk hidup sendiri.


Andra naik ke pesawat pribadinya, baru saja dia duduk, Pak Wang menatapnya dengan cemas.


" Ada apa?"kata Andra dingin


" Tuan, Tuan Muda Raphael kecelakaan, " kata Pak Wang


Andra kaget, bagaimana bisa? Dia langsung berdiri dan segera keluar dari pesawat itu lagi. wajahnya

__ADS_1


cemas.


" Batalkan penerbangannya, siapkan aku mobil sekarang." kata Andra sedikit dengan


nada tinggi, Pak Wang hanya mengangguk


Andra kembali ke bandara, setelah itu dia segera naik ke m obil, melaju dan pergi ke


rumah sakit.


Ayatha masih tidak bisa diam, dia sangat gelisah menunggu Raphael, mengapa begitu lama


dokter menangani Raphael


Tak lama dokter keluar, dia menatap Ayatha.


" Keluarga anak bernama Andra? " kata dokter itu


" Saya Ibunya, " kata Ayatha


" Andra kehilangan banyak darah, jadi butuh darah secepatnya, tapi darah Andra sangat


langka, bank darah kami tidak memiliki stok darahnya " kata dokter itu


menjelaskan


" Pakai saja darahku, " kata Ayatha tidak bisa menutupi kecemasannya


" Apa golongan darah Anda? " kata dokter itu


" A negetif, " kata Ayatha


" Maaf, tapi darah Andra AB negatif, rhesus negatif sangat langka di Indonesia, "


kata dokter itu


Ayatha terdiam, bagaimana ini?


" Bagaimana dengan ayahnya? "kata dokter itu lagi


Ayatha terdiam, Randi bukan ayah kandung Andra, namun Ayatha masih mencoba


keberuntungannya dengan menatap Randi, berharap andai saja darah mereka cocok.


" Darahku A, tidak cocok, " kata Randi dengan lembut


kepala Ayatha pusing, dia sudah tidak melihat Andra untuk 2 hari ini, mungkin dia sudah


pulang sekarang, dia juga tak punya kontaknya, bagaimana harus mencari darah


untuk Raphael?


" Aku Ayahnya! "

__ADS_1


__ADS_2