
Ayatha segera mungkin kembali ke villanya, dia berjalan dengan sangat cepat, bahkan
lupa memakai kembali sendalnya, tajamnya bebatuan disana bukan halangan, yang
penting dia ingin membuat Raphael jauh dari jangkauan Andra.
Sesampainya di rumah, dia masih terlihat seperti orang yang terserang panik yang luar
biasa, dia tak bisa tenang, dia mondar mandir, Raphael langsung di urus oleh
susternya, Ayatha bingung dia harus apa, hatinya sakit, kepalanya sakit, semua
di tubuhnya terasa sakit sekarang. Di lalu dengan cepat mengambil handphonenya,
lalu menghubungi Maxi.
" Halo, halo, kakak, ada yang harus ku tanyakan, " kata Ayatha dengan nada panik
“ Ada apa Selena? ” kata Maxi menangkap ada yang tidak beres dari nada bicara Ayatha.
" Ini tidak mungkin, ini pasti tidak mungkin Kak, " kata Ayatha, kepalannya
terasa berat, makanya dia terus memegangi kepalanya.
" Ada yang tidak mungkin, Selena sepertinya kau terserang panik lagi, kau harus
benapas dengan tenang, ingat yang dikatakan dokter, " kata Maxi mencoba
untuk tetap tenang, jika dia ikut panik, tidak akan membuat keadaan lebih baik.
" Aku melihat Andra tadi... " kata Ayatha
" Tentu , Andra anakmu, kau pasti melihatnya, memangnya kenapa dengan Andra? Apakah dia
baik-baik saja? "kata Maxi lagi
" Kakak... Andra, benarkan Andra sudah meninggal? "kata Ayatha lagi
Maxi terdiam, dia tidak bisa menjawab, dia baru sadar yang di tanyakan Ayatha adalah Andra yang lain.
" Kakak, tolong jawab, kenapa aku bisa melihatnya, aku kira itu hanya halusinasi yang
sering terjadi padaku, tapi aku bisa menyentuhnya, aku bisa mendengar dia
bicara, bahkan dia memeluk anakku, " kata Ayatha histeris, dia menangis
sejadi-jadinya, terduduk di lantai sakin lemahnya.
Maxi masih tidak menjawab, menunggu untuk Ayatha tenang, karna dia tahu kalau Ayatha sudah
terserang panik, dia tidak bisa di ajak bicara dengan baik, hanya menunggu beberapa
saat agar dia bisa di ajak bicara lagi.
" Kakak, Andra ku sudah meninggalkan? " kata Ayatha, dari nada suaranya dia sudah
agak tenang.
" Dia masih hidup, " kata Maxi
Ayatha yang tadinya sudah berbaring di lantai sakin lemas dan lemahnya langsung terduduk,
matanya melihatkan betapa kagetnya dia, itu benar-benar seperti badai salju
__ADS_1
yang datang dengan tiba-tiba, seluruh tubuhnya dingin, dia menggigil...
bagaimana bisa? 5 tahun ini dia sudah berusaha bangkit, mencoba melupakan Andra...
perlahan-lahan namun saat dia mulai bisa terbiasa dan menerima..ternyata Andra
masih hidup. Apa ini? Kenapa Tuhan mempermainkanya seperti ini? Apa yang salah?
Dimana salahnya? Hingga semuanya jadi begini.
" Selena, aku akan kesana malam ini juga, tunggu aku, " kata Maxi lagi
Ayatha tidak menjawab, dia hanya terdiam.. memeluk lututnya..hati nya terasa tecabik-cabik,
berdarah, dan luka sangat dalam. Kepala Ayatha sangat berat, berat sekali, hingga
sekeliling terasa hitam, dia tak sadarkan diri.
Maxi datang secapat mungkin untuk menemui Ayatha, tapi dia baru bisa sampai di bali dini
hari, dia lalu menuju ke villa Ayatha.
Pengasuh Andra membukakan pintu.
" Di mana Nyonya Selena? "kata Maxi
" Nyonya ada di kamar, tadi saya menemukan Nyonya di lantai tidak sadarkan diri, saya
mencoba memindahkan Nyonya ke kamar, " kata pengasuh itu yang terlihat
juga sedih, dia sedih melihat keadaan Ayatha.
Maxi lalu langsung menuju kamar Ayatha, Ayatha up masih belum sadar, matanya kelihat
sedih, Maxi merasa sedih pula.
Maxi menunggu Ayatha untuk sadar, pukul 5 pagi, Ayatha akhirnya tersadar, di melihat
Maxi, air matanya langsung tumbah, tangisnya pecah, Maxi lalu menunjukkan
gestur untuk Ayatha jangan bersuara keras, ada Raphael yang masih tertidur, Ayatha
menahan tangisnya, lalu memeluk Maxi. Maxi mengelus kepala Ayatha.
" Kita bicarakan di luar, " kata Maxi berbisik pada Ayatha, Ayatha hanya ikut
saja, Maxi membimbing Ayatha ke ruang makan.
Maxi menyuruh pengasuh Andra untuk membuatkan minum untuk Ayatha setelah minum minuman hangat, Ayatha sedikit lebih tenang. Maxi melihat adiknya seperti itu
merasa bersalah.
" Bagaimana dia masih hidup? Tapi kalian semua mengatakan padaku kalau dia sudah meninggal,"
kata Ayatha.
Maxi menarik napas panjang, tak ingin menjelaskan namun dia harus...
" Selena... kalian berdua sudah meninggal bagi masing-masing, Andra juga
mengetahui bahwa kau sudah meninggal, dan bagi mu dia juga sudah meninggal, "
kata Maxi
__ADS_1
Ayatha memandang kakaknya dengan tidak percaya, bagaimana bisa? Membuat seperti itu
bukannya sungguh kejam?
" Kalian kejam sekali? Membiarkan aku seperti ini, membuat anakku ku asuh tanpa Ayah
yang aku kira sudah meninggal, bagaimana bisa kalian begitu kejam? "kata Ayatha
marah.
" Kami melakukan ini untuk kebaikan kalian berdua, kau akan selamat tanpa Andra, aku
sudah berulang kali mengatakan padamu, jika kau ada di dekat Andra, keselamatanmu
akan terancam, tapi kau tetap bersamanya, terjadilah kecelakaan itu, Andra koma
hampir 2 bulan, saat itu aku berpikir tidak akan pernah lagi membuatmu
berurusan dengan Andra, apapun yang terjadi, terutama ketika mengetahui kau
hamil dan melahirkan Andra, aku benar-benar ingin menjaga kalian, kau tidak tahu
apa yang bisa dilakukan oleh Tuan Ray, " kata Maxi menatap adiknya serius.
Ayatha terdiam, Maxi benar, saat bersama Andra hidupnya selalu dalam bahaya, namun dia
tetap bersamanya, karena dia sangat mencintainya. Dia tidak peduli bahaya
apapun, asalkan dia bisa bersama dengan Andra selamanya. Andra pun begitu,
melihat Andra masih mencarinya walaupun sudah 5 tahun berlalu, dia tahu pria
itu pasti sangat mencintainya, sudah hidup sangat menderita 5 tahun ini, sama
seperti dirinya. 2 orang yang saling mencitai dengan sangat dalam, harus
terpisah, sehari saja serasa sewindu, menyesakkan bukan?
" Ibu, " kata Raphael sambil melihat ibunya, dia mengosok-gosok matanya
Ayatha menatap Raphael, hatinya sakit. Air matanya kembali turun
" Ayatha, aku tidak bermaksud apapun, hanya menjagamu dan Andra, aku tidak ingin hal yang
sama terulang lagi ke dirimu, apa lagi ke Andra, aku tidak bisa membayangkannya, belum lagi kemungkinan mereka akan merebut Andra dari mu, kau tahu dia penerus keluarga Tadder bukan? Aku memang mengizinkan Nanny untuk ada bersamamu, karna aku tahu kau butuh bantuan seorang Ibu untuk menjagamu, selama
dia tidak memberitahukan keberadaanmu pada Andra, aku setuju untuk
mengizinkannya dekat denganmu, " kata Maxi
Ayatha tidak memandang Maxi, hatinya sakit sekali..sakit hingga rasanya ingin dia keluarkan
saja dari dirinya, dia mengendong Raphael, mendekapnya dengan erat... iya,
sekarang yang paling penting adalah keselamatan Raphael, hatinya, keinginannya,
cintanya..bukan lagi hal yang penting.
" Apakah Ayah membuat Ibu sedih lagi? " kata Raphael sangat polos
" Ayahmu sudah meninggal, dia bukan Ayahmu, " kata Ayatha berbisik pada Raphael ke Ayatha
menciumi anaknya denga air mata berurai. Setelah ini dia siap untuk
__ADS_1
melepaskan... benar-benar harus melepasakan...