
Wayren keluar dari ruangan Ayatha, mengambil hanphonenya, menelepon seseorang.
" Aku mau kau melacak di mana nona Hanna medison, sekarang!!, aku tunggu 5 menit," kata Wayren dengan emosinya.
Wayren terus berjalan menuju termpat parkir mobilnya, tidak lama mobilnya berdering lagi.
" Di ruang direktur rumah sakit Crown, Tuan Muda, " kata orang di seberang
Wayren tidak membalas, langsung mematikan handphonenya dan pergi.
Dengan cepat dia melajukan mobil ke rumah sakit crown. Sesampainya disana dia langsung memarkirkan mobilnya. Dia segera menuju resepsionis.
" Aku ingin bertemu dengan Nona Muda Hanna " kata Wayren
" Apakah anda sudah memiliki janji dengan Nona Muda ?" kata resepsionis tersebut
" Tidak, ini adalah kejutan, " kata Wayren lagi
" Maaf, nama anda siapa? " kata resepsionis lagi
" Wayren, Wayren Tadder " kata Wayren tersenyum
Resepsionis tersebut langsung menatap Wayren, terpaku, entah karena memang senyuman Wayren yang sangat menawan, atau karena namanya Tadder.
" Tolong jangan beritahu Nona Hanna, aku memang ingin mengejutkannya," kata Wayren tersenyum manis lagi
" Ba..baiklah Tuan, saya akan mengantarkan anda ke ruangan Nona Hanna," kata resepsionis tersebut tersipu-sipu.
Wayren tersenyum tambah manis, membuat resepsionis itu tambah gugup. Wayren mengikutinya menuju ke ruangan paling atas dari rumah sakit tersebut.
" Di depan, anda tinggal belok kanan, disana ruangan Nona Hanna, " kata Resepsionis itu menunjukkan arah
" Terima kasih Nona, ehm.. Nona Widya, aku tidak menyangka keluarga Medison punya resepsionis secantik anda," kata Wayren lagi dengan senyumnya, membuat widya seperti ingin meleleh.
Wayren segera berjalan menuju arah yang di tunjukkan oleh Widya tadi. Dia kembali mengepalkan tangannya.
Hanna duduk sendiri diruangannya, hatinya masih panas karena adengan Andra dan Ayatha kemarin, bagaimana bisa? Dasar wanita penggoda itu. Pikir Hanna mengambil hanphonenya dengan cepat
__ADS_1
Dia langsung melihat foto di galerinya, ternyata dia sempat memfoto Andra yang sedang mengendong Ayatha. Dia tersenyum licik. Dia segera mengirimkan foto itu kepada kakaknya.
Kakak... ini kelakuan calon istrimu, aku rasa kau harus cepat-cepat menikahinya tulisnya.
Baru saja dia mengirim foto itu, tiba-tiba pintu kantornya di buka seseorang, dia kaget... menatap siapa yang datang?. Dia langsung berdiri melihat yang berdiri disana, Wayren!
" Sedang apa kau di sini?" kata Hanna nada suaranya meninggi
Wayren tidak membalas, matanya sangat tajam, tampak emosi di matanya, melihat wajah Wayren seperti itu, Hanna sedikit ketakutan. Wayren berjalan mendekatinya, melihat Hanna dengan tatapan gugupnya, namun Wayren tidak melepaskan tatapannya, membuat Hanna terintimidasi
" Aku tidak mengizinkan kau masuk, " kata Hanna hampir berteriak
" Aku tidak perduli," kata Wayren dingin
" Aku akan panggil keamanan," kata Hanna segera mengambil telepon di mejanya dengan tangan gemetar. Namun tangannya langsung di genggam oleh Wayren. Rasanya sakit...
" Kau mau apa?" kata Hanna kesal, namun juga takut.
" Bagaimana?" kata Wayren lagi karna tidak ada respon Risa
" Baik lah, " kata Hanna gemetaran
Wayren tersenyum dengan sinis... membuat Hanna merasakan dingin di sekujur tubuhnya.
" Aku sekali lagi peringatkan... aku tidak seperti Kakakku, kau harusnya tahu itu," kata Wayren
Prakkkk... Wayren memukul meja itu, kaca yang melapisi meja itu retak karnanya. Hanna sungguh ketakutan, dia tidak bisa lagi berkata apa-apa, wajah Wayren sangat menakutkan, tatapannya... membuat semua orang menciut.
Wayren berjalan keluar, meninggalkan Hanna yang terdiam berdiri, tak bergerak. Wayren segera menuju keparkiran mobilnya, saat tiba-tiba handphone berdering, dari Risa.
" Halo?" kata Wayren
" Kau di mana?" kata Risa dengan nada lemas
__ADS_1
" Di luar, kenapa?" kata Wayren mengerutkan dahi, tahu ada yang tidak beres.
" Kau tau di mana kak Andra sekarang?"
" Bukannya dia di rumah sakit denganmu dan Ayatha?" kata Wayren masuk kedalam mobilnya.
" Tadinya, tapi terjadi sesuatu, namun Kakak pergi karena kejadian itu, sepertinya dia salah paham, tolong tanyakan di mana dia?" kata Risa menjelaskan
" Kejadian apa?" kata Wayren penasaran
" Sudah nanti aja aku ceritakan, cari keberadaan kak Andra dulu, " kata Risa lagi
" Baiklah," kata Wayren mematikan sambungan handphonenya
Dia segera menghubungi nomor kakaknya, namun handphonenya sedang tidak aktif, Andra jarang sekali mematikan handphonenya, dahi Wayren berkerut. Dia lalu menghubungi asisten wang.
" Halo Asisten Wang, maaf menganggu anda, aku ingin tahu, Andra sekarang di mana?" kata Wayren
" Selamat siang Tuan Muda Wayren, Tuan muda Andra sekarang sedang di bandara, berliau akan melanjutkan pekerjaan " kata asisten wang
" Bandara?" tanya Wayren, ngapain Andra ke sana?
" Iya tuan, Tuan Muda Andra memutuskan untuk melanjutkan jadwal pekerjaan yang di tunda, dan Tuan Muda Andra juga mengatakan dia tidak ingin di ganggu dulu beberapa hari ini, " kata Asisten Wang
" Ke mana dia akan pergi ?" kata Wayren
" Belanda, untuk saat ini tujuannya seperti itu, " kata Asisten Wang
" Belanda? " kata Wayren,
" Iya tuan, maaf saya harus mengurus beberapa keperluan Tuan Muda Andra, saya izin pamit dulu Tuan Muda Wayren " kata Asisten Wang
" Ok, baiklah, terima kasih, " kata Wayren.
Wayren lalu melajukan mobilnya pergi dari sana.
__ADS_1