
Andra sedang mengurus pekerjaannya bersama Pak Wang, dia sedang melihat salah satu mall
milik perusahaanya, melakukan sidak mendadak lagi.
Di saat itu di atrium mall sendang ada pertunjukan, alunan piano menyambut Andra saat dia memasuki mall itu, suara piano itu dengan indah memainkan melodi dari Love
story-beethoven, Andra terdiam, lagu ini lagu kesukaan Yosa. Dia tanpa sadar
berjalan menuju asal suara, menerobos pengunjung yang ada di sana, serasa ada
magnet yang menyuruhnya untuk pergi kesana.
Andra berhenti di barisan paling depan, menatap dengan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Jessy sedang memainkan piano itu dengan penuh penghayatan yang dalam, semua orang
terhipnotis dengan suara alunan piano yang dia mainkan, selain nadanya yang
indah, lagu ini memang bisa menusuk hati siapapun yang mendengarnya, membuat
semua orang terhayut dalam nyeri kesedihan.
Lantunan piano itu perlahan berhenti, Jessy menyudahi permainannya, dia memberikan
penghormatan, setelah itu suara gemuruh tepuk tangan mengema membuat Andra
sadar, dia berdiri di tengah-tengah atrium hanya dia sendiri, Jessy menatap Andra,
sedikit terkejut namun lansung tersenyum manis pada Andra. Andra melihatnya
suram, lalu berbalik berjalan pergi
" Wah, pemainan anda sangat mengagumkan Nona Jessica, " kata pembawa acara itu
__ADS_1
" Terima kasih, " kata Jessy dengan ramah
" Lagu itu sungguh masuk ke hatiku, membuat aku merasakan kesakitannya, anda membawakannya sangat luar biasa, semua orang di sini pasti setuju, " kata
pembawa acara itu, dia benar, lagu itu menusuk hati Andra, dua orang yang penah
begitu dia cintai ada di lagu itu.
" Benar, lagu itu memang lagu yang sangat menyentuh, itu lagu kesukaan ku, aku pasti akan datang setiap kali mendengar lagu itu, " kata Jessy
Andra meghentikan langkahnya, terdiam, lalu berbalik menatap tidak percaya pada sosok
Jessy yang bersinar di atas panggung. Apa yang baru saja dia bicarakan? Andra
sangat kaget, sangat tercengang, wanita
itu, bagaikan percampuaran antara Ayatha dan Yosa.
Jessy turun dari panggung, melihat kearah Andra, lalu mendatanginya, dia tersenyum sangat manis.
" Aku ada pekerjaan disini, aku permisi dulu, " kata Andra menutupi rasa tercengangannya.
" Tuan Andra " kata Jessy pada Andra,
Andra menatap Jessy yang tersenyum manis, dia teringat bagaimana dulu Ayatha sering
memanggilnya dengan tuan, gadis ini, membuat semua kenangan itu bangkit lagi.
" Jaga dirimu ya, " kata Jessy lagi.
Andra hanya terdiam, menatap Jessy dengan sangat dalam, namun Andra langsung pergi.
" Cari tahu segala hal tentang Jessica, laporkan padaku," kata Andra kepada Pak Wang yang mengikutinya dari belakang
__ADS_1
" Baik"
____________________________________________
Andra terdiam di ruangannya, kepalanya penuh dengan pertanyaan, siapa sebenarnya Jessy itu? dia benar-benar seperti mengerti semua yang dilakukan oleh Ayatha dan Yosa.
Andra mengigiti bibirnya, menatap lurus, wajah Ayatha sikilas terlihat dalam
banyangannya, membuat suram hatinya.
Tak lama Pak Wang datang, dia membawa beberapa lebar kertas.
" Selamat sore Tuan Andra, ini data informasi tentang Nona Jessica, " kata Pak Wang pada Andra
Andra tersenyum lembut pada Pak Wang, dia mengambil kertas itu dari tangannya.
" Terima kasih Pak Wang, " kata Andra
lagi
" Sama-sama Tuan, " kata
Pak Wang, tanpa aba-aba dia lalu keluar dari ruangan itu, Andra memang lebih suka menyendiri sendiri.
Dia melihat lembaran-lembaran kertas itu, tak ada yang aneh dari jessica, dia baru pulang
dari luar negeri, sejak kecil dia berada di amerika, kedua orang tuanya juga
masih ada di amerika sekarang, dia hanya tinggal sendiri di sini, menyukai
musik dan seorang pianis, tapi kenapa rasanya dia sangat-sangat familiar bagi
Andra, Andra bingung, menyandarkan dirinya ke kursi, menutup matanya. Semua ini memusingkannya.
__ADS_1
Dia sudah berjanji dalam hati, tidak akan jatuh cinta lagi, tidak akan berhubungan
dengan gadis lain, di hatinya hanya ada Ayatha, dan Ayatha sudah membawa hatinya pergi ke surga.