Meadow

Meadow
Aku akan pergi


__ADS_3

Pagi ini Andra sedang mengendarai mobilnya menuju kantornya, handphonenya berdering, dari Ayatha,


Andra tersenyum manis, paginya langsung cerah karena telepon dari Ayatha.


“ Halo? “ kata Andra


“ Sedang apa?” kata Ayatha


“ Sedang menuju ke tempat kerja, ada apa? sudah sarapan?” kata Andra tersenyum


“ Sedang membuatnya, lalu teringat dengan mu,” kata Ayatha lagi


Andra tersenyum manis, hatinya juga terasa manis.


“ Baiklah, setelah ini makan lah, aku sedang berkendara, sampai disana aku akan meneleponmu,”


kata Andra


“ Ok, aku akan menunggu, jika kau tidak menelepon, aku yang akan meleponmu,” kata Ayatha


tersenyum manis, dia hanya rindu pada Andra, tapi tak ingin menganggu Andra


bekerja. jika dia katakan dia rindu, Andra bisa-bisa tidak jadi bekerja.


“ Baiklah,” kata Andra


“ Tuan Andra, hati-hati di jalan ya,”  kata Ayatha


sedikit tertawa


“ Iya,”  kata Andra juga ikut tertawa, Ayatha memutuskan panggilannya.


Tak lama Andra sampai di perusahaannya, dia terus tersenyum hingga semua karyawan tau kalau


hari ini Andra sedang baik moodnya.


Andra berjalan masuk ke ruangannya, sebelum dia terkejut melihat ayahnya dan Nadine


ada disana, dia sudah tahu apa yang akan terjadi, pasti salah satu rencana Nadine


lagi. Dia memberi salam yang kaku pada ayahnya


“ Andra, kau sudah sehat? ” Kata Nadine dengan wajah sumringahnya, mengatakan basa basi yang


tak perlu, bukannya dia sudah tau Andra dari kemarin sudah sehat?


“ Sudah, terimakasih atas tusukkannya, aku jadi bisa beristirahat,”  kata Andra dingin, wajahnya tampak keras.


“ Kenapa denganmu ini Andra? "  Kata Tuan Ray


“ Tidak ada apa-apa ayah, jika memang tidak ada yang penting, aku harus memimpin rapat “


kata Andra, memberi salam pada ayahnya, lalu pergi meninggalkan ayahnya.


“ Andra, rapatmu sudah Ayah batalkan,” kata Tuan Ray, Andra berhenti.


“ Bukannya tidak baik membatalkan rapat sepihak ayah? “ Kata Andra dingin


“ Aku pulang karena ingin membicarakan pernikahan mu dan Nadine, sudah 2 tahun bertunangan,


sekarang waktunya memikirkan untuk pernikahan,” kata Tuan Ray.


Andra sudah tahu soal ini, dia hanya bersikap tenang, Nadine tampak sumringah.


“ Pernikahan? Aku rasa tidak akan ada pernikahan Ayah,” kata Andra, Tuan Ray


kaget... Wajahnya mengeras, wajah Nadine pun jadi masam.


“ Apa yang kau bicarakan?” Kata Tuan Ray dengan suara meninggi, jika dulu Andra akan


gugup.. sekarang dia bahkan sangat tenang.


“ Aku ingin membatalkan pertunangan.” kata Andra dingin


“ Andra, apa yang kau bicarakan?” Kata Tuan Ray tampak marah, Andra hanya tersenyum dingin,


akhirnya sifat asli ayahnya kembali lagi, bodohnya dulu dia sempat tertipu.


“ Aku sudah bicara dengan jelas, aku membatalkan dan menolak pertunangan ini,” kata Andra


“ Kau? Apa kau gila, perTuangan ini akan sangat menolongmu,” kata Tuan Ray.


“ Menolong ku dengan apa? pertunangan ini hanya menolongmu ayah, lagi pula kerja sama mu


dengan paman william sudah berjalan 2 tahun, bisnismu dengan nya sangat stabil,


jika pertungan ini batal apa yang kau inginkan dari paman sudah kau dapatkan...


seharusnya kau sudah bisa melepaskan ku, aku sudah cukup membantumu ayah” kata Andra


ketus


“ Andra, kau anak yang tidak tahu di untung, aku menyesal memberikanmu kedudukan ini” kata Tuan


Ray marah


“ Nadine... Aku bukan pewaris sah keluarga tadder, wayren lah pewarisnya, aku hanya anak


haram hasil perselingkuhan, ayahku menjodohkanku padamu agar memperkukuh


statusku, jadi kau masih mau hidup denganku? Seorang anak haram,” kata Andra


mengakui statusnya, Nadine tampak kaget, Andra juga menatap ayahnya dengan dingin,


wajah keras Tuan Ray tampak menahan emosi.


“ Aku yakin jika keluargamu tahu status ku, mereka juga akan membatalkan pertunangan ini,


keluarga bangsawan tidak akan menikahi seorang dengan status sepertiku, tapi

__ADS_1


jika kau siap di hapus dari daftar silsilah dan warisan keluarga, silahkan


saja, tapi ingat, aku juga bukan pewaris sah keluarga tadder, semua ini tidak


akan menjadi milikku, aku hanya seorang anak pemilik penginapan,” kata Andra


menatap Nadine, Nadine masih terdiam, wajahnya kaget... Namun yang dikatakan Andra


benar, jika memang status Andra adalah anak haram... Menikah dengannya sama


saja keluar dari keluarganya, membuat malu ayah dan ibunya. Sekarang Nadine


yang merasa bimbang.


Nadine telihat kesal, pergi begitu saja setelah melihat Tuan Ray dan Andra,


meninggalkan Andra dan Tuan Ray yang saling tatap bagaikan perang dingin.


“ Apa maumu?” Kata Tuan Ray


“ Aku sudah bilang, aku ingin membatalkan pertungan,” kata Andra


Tuan Ray tersenyum sinis


“ Kalau begitu, kau pergilah, tempat ini bukan milikmu, mulai sekarang kau bukan bagian


keluarga ini,” kata Tuan Ray tak menatap Andra, Andra sudah tahu akhirnya akan


begini, namun dia sudah siap, dia melepaskan cincin pengenal dan cincin


pertunangannya, meletakkannya di atas meja, lalu berjalan keluar.


Asisten Wang yang menunggu diluar langsung mengikuti Andra, Andra behenti, melihat kearah


asisten Wang, asisten Wang sudah sangat berjasa, dia selalu ada untuk Andra.


Sekarang dia bukan lagi tadder, maka asisten Wang bukan lagi asistennya.


“ Aku bukan lagi seorang Tadder, maafkan aku jika kau kehilangan pekerjaanmu,” kata Andra


pada asisten Wang


Dia melihat jari Andra, cincin pengenalnya sudah tidak ada... Asisten Wang tampak sedih,


walaupun saat bersama Andra, Andra lebih banyak diam dan dingin, tapi Andra


selalu memperlakukannya dengan baik.


“ Tuan, aku akan ikut Tuan,” kata asisten Wang


“ Tinggallah,mungkin kau bisa menjadi asisten pribadi wayren, aku sudah tidak


punya pekerjaan, bahkan tempat tinggal aku saja tidak punya, aku tidak akan bisa


menggajimu,” kata Andra


“ Tidak apa-apa Tuan, saya akan setia bersama Tuan, saya akan bantu Anda untuk pindah,”


Handphone Andra berdering, dia melihat nama Ayatha terpampang.


“ Halo,” kata Andra


“ Halo, sedang bekerja? ” tanya Ayatha


Andra mengigit bibirnya...


“ Ehm... Iya, sedikit sibuk, nanti aku akan meneleponmu ya,” kata Andra berbohong, pasti


Ayatha akan sangat khawatir dan merasa bersalah jika dia tahu Andra tak punya


apa-apa.


Andra juga tidak akan menemuinya dengan keadaan seperti ini, bagaimanapun sekarang status Ayatha


adalah keluarga medison. Jika dia datang tanpa pekerjaan yang jelas, harga


dirinya tidak mengizinkannya. Dia juga tidak mungkin menghadapi maxi dengan


keadaan seperti ini. Dia takut maxi akan melarang Ayatha untuk mendekatinya.


Andra jadi bimbang...


“ Baiklah, jangan lupa makan ya?” kata Ayatha.


“ Baiklah” kata Andra memutuskan panggilannya.


Andra berjalan keluar, biasanya selalu ada mobil yang sudah siap untuk mengantarnya


kemana saja, sekarang dia jadi bingung harus bagaimana, tiba-tiba sebuah mobil


berhenti di depan Andra.


“ Tuan, naiklah,” kata asisten Wang, asisten Wang baru berumur 30 tahunan namun dia


sangat kebapakkan, dia membukakan pintu belakang mobilnya


“ Jangan duduk di belakang, aku akan duduk di depan bersamamu,” kata Andra, asisten Wang


tersenyum, Andra masuk di sebelah kursi supir.


Andra dan Asisten Wang pergi ke apartemen Andra, dia tidak bisa lagi tinggal di apartemen


itu, dia mengemasi beberapa barangnya, tidak banyak hanya surat-surat penting,


beberapa barang dan pakaian hanya itu yang di bawa oleh Andra.


Asisten Wang dengan sabar menolong Andra,setelah keluar dari sana asisten Wang bertanya.


“ Anda akan tinggal di mana? “ Kata asisten Wang lagi

__ADS_1


“ Aku belum memikirkannya, mungkin akan pulang ke villa ibuku,” kata Andra


“ Tapi di sana jauh dari kota, akan susah jika Anda ingin bekerja lagi,” kata asisten Wang


Andra berpikir, yang dikatakan Tuan Wang itu benar, jika ingin bekerja, akan sangat


susah jika tinggal disana.


“ Tinggalah bersamaku, rumahku memang tak besar Tuan, namun cukup nyaman untuk di tinggal,”  kata asisten Wang, Andra menatap asisten


Wang, wajahnya sangat tulus.


“ Baiklah, merepotkan Anda,” kata Andra


“ Jangan sungkan Tuan,” kata asisten Wang


“ Panggil saja Andra, aku bukan Tuan Muda lagi,” kata Andra tersenyum kecut


“ Anda tetap Tuan muda bagi saya,” kata asisten Wang


Asisten Wang langsung melajukan mobilnya menuju kerumahnya. Rumah asisten Wang ada di daerah


punggiran, daerah yang padat, tapi tidak terlalu jauh dari kota, rumahnya tidak


terlalu besar, hanya 2 kamar, namun Andra merasa nyaman.


“ Anda bisa tidur di sana,” kata asisten Wang, Andra baru tahu bahwa asisten Wang tinggal


sendiri.


Setelah mandi, Andra keluar, melihat asisten Wang sudah menyiapkan beberapa makanan di


meja makan yang ada di ruang tengah.


“ Tuan mari makan, tidak mewah, semoga Anda suka,” kata asisten Wang


“ Terima kasih banyak,” kata Andra


Dia lalu makan bersama asisten Wang.


“ Ehm... apakah Anda belum berkeluarga?” Kata Andra


Asisten Wang berhenti makan, melihat ekspresi sedih di wajah asisten Wang, Andra jadi


sungkan, dia salah bertanya.


“ Dulu saya punya 2 anak dan seorang istri, selalu sibuk dengan pekerjaan, tidak punya


waktu untuk mereka, dan mereka meninggal 5 tahun yang lalu dalam sebuah


kecelakaan, jadi bagi saya pekerjaan hanya sebatas bertahan hidup, jadi Tuan


tidak perlu merasa sungkan jika saya berhenti bekerja,” kata asisten Wang


menjelaskan, Andra benar-benar salah bertanya


“ Maafkan saya,” kata Andra


“ Tidak apa-apa Tuan, mari lanjut makan,” kata asisten Wang.


Andra menatap asisten Wang, ternyata walaupun mereka dulu selalu bersama, Andra sama


sekali tidak mengenal asisten Wang.


Andra berbaring di kamar, kamar itu bisa di bilang sempit, bahkan dapur apartementnya


dulu lebih besar, namun disinilah Andra sekarang, teleponnya kembali berdering,


melihat nama Ayatha hatinya sedikit sedih.


“ Halo?” kata Andra


“ Halo, begitu sibuk? Sampai lupa menghubungi ku?” kata Ayatha


“ Maafkan aku, banyak sekali perkerjaan, kau tahu aku sudah libur terlalu lama kan?” Kata


Andra lembut


“ Oh, baiklah... Besok bisa bertemu?” tanya Ayatha.


“ Ayatha...” Kata Andra tercekat


“ Ya?”


“ Tengah malam nanti aku akan pergi dinas keluar negeri, aku akan sibuk beberapa hari


atau minggu, aku belum bisa menentukannya, aku akan menghubungimu jika aku


sudah selesai ya, tolong tunggu aku sampai aku selesai,” kata Andra


Ayatha terdiam, entah kenapa perasaannya mengatakan bahwa ada yang tidak beres.


“ Baiklah.. aku akan menunggu,” kata Ayatha


“ aku mencintaimu, akan merindukanmu,” kata Andra


“ Aku juga mencintaimu, baiklah selamat bekerja, hati-hati ya,” kata Ayatha


“ Baiklah,” kata Andra menutup teleponnya


Ayatha mencoba menepis rasa ragunya, mencoba untuk percaya.


Andra menutup matanya, dia tidak ingin Ayatha melihat dirinya seperti ini, seluruh


tabungan atas namanya di bekukan, bahkan simpanan pribadinya pun dibekukan oleh


ayahnya. Dia hanya punya uang cash yang bisa di gunakannya untuk sebulan, Andra


bangun....dia harus mencari kerja mulai sekarang. Dia membuka laptop, membuat

__ADS_1


sebuah lamaran dan cv, mengirimnya pada beberapa perusahaan yang membutuhkan.


__ADS_2