
Pagi ini Andra sedang mengendarai mobilnya menuju kantornya, handphonenya berdering, dari Ayatha,
Andra tersenyum manis, paginya langsung cerah karena telepon dari Ayatha.
“ Halo? “ kata Andra
“ Sedang apa?” kata Ayatha
“ Sedang menuju ke tempat kerja, ada apa? sudah sarapan?” kata Andra tersenyum
“ Sedang membuatnya, lalu teringat dengan mu,” kata Ayatha lagi
Andra tersenyum manis, hatinya juga terasa manis.
“ Baiklah, setelah ini makan lah, aku sedang berkendara, sampai disana aku akan meneleponmu,”
kata Andra
“ Ok, aku akan menunggu, jika kau tidak menelepon, aku yang akan meleponmu,” kata Ayatha
tersenyum manis, dia hanya rindu pada Andra, tapi tak ingin menganggu Andra
bekerja. jika dia katakan dia rindu, Andra bisa-bisa tidak jadi bekerja.
“ Baiklah,” kata Andra
“ Tuan Andra, hati-hati di jalan ya,” kata Ayatha
sedikit tertawa
“ Iya,” kata Andra juga ikut tertawa, Ayatha memutuskan panggilannya.
Tak lama Andra sampai di perusahaannya, dia terus tersenyum hingga semua karyawan tau kalau
hari ini Andra sedang baik moodnya.
Andra berjalan masuk ke ruangannya, sebelum dia terkejut melihat ayahnya dan Nadine
ada disana, dia sudah tahu apa yang akan terjadi, pasti salah satu rencana Nadine
lagi. Dia memberi salam yang kaku pada ayahnya
“ Andra, kau sudah sehat? ” Kata Nadine dengan wajah sumringahnya, mengatakan basa basi yang
tak perlu, bukannya dia sudah tau Andra dari kemarin sudah sehat?
“ Sudah, terimakasih atas tusukkannya, aku jadi bisa beristirahat,” kata Andra dingin, wajahnya tampak keras.
“ Kenapa denganmu ini Andra? " Kata Tuan Ray
“ Tidak ada apa-apa ayah, jika memang tidak ada yang penting, aku harus memimpin rapat “
kata Andra, memberi salam pada ayahnya, lalu pergi meninggalkan ayahnya.
“ Andra, rapatmu sudah Ayah batalkan,” kata Tuan Ray, Andra berhenti.
“ Bukannya tidak baik membatalkan rapat sepihak ayah? “ Kata Andra dingin
“ Aku pulang karena ingin membicarakan pernikahan mu dan Nadine, sudah 2 tahun bertunangan,
sekarang waktunya memikirkan untuk pernikahan,” kata Tuan Ray.
Andra sudah tahu soal ini, dia hanya bersikap tenang, Nadine tampak sumringah.
“ Pernikahan? Aku rasa tidak akan ada pernikahan Ayah,” kata Andra, Tuan Ray
kaget... Wajahnya mengeras, wajah Nadine pun jadi masam.
“ Apa yang kau bicarakan?” Kata Tuan Ray dengan suara meninggi, jika dulu Andra akan
gugup.. sekarang dia bahkan sangat tenang.
“ Aku ingin membatalkan pertunangan.” kata Andra dingin
“ Andra, apa yang kau bicarakan?” Kata Tuan Ray tampak marah, Andra hanya tersenyum dingin,
akhirnya sifat asli ayahnya kembali lagi, bodohnya dulu dia sempat tertipu.
“ Aku sudah bicara dengan jelas, aku membatalkan dan menolak pertunangan ini,” kata Andra
“ Kau? Apa kau gila, perTuangan ini akan sangat menolongmu,” kata Tuan Ray.
“ Menolong ku dengan apa? pertunangan ini hanya menolongmu ayah, lagi pula kerja sama mu
dengan paman william sudah berjalan 2 tahun, bisnismu dengan nya sangat stabil,
jika pertungan ini batal apa yang kau inginkan dari paman sudah kau dapatkan...
seharusnya kau sudah bisa melepaskan ku, aku sudah cukup membantumu ayah” kata Andra
ketus
“ Andra, kau anak yang tidak tahu di untung, aku menyesal memberikanmu kedudukan ini” kata Tuan
Ray marah
“ Nadine... Aku bukan pewaris sah keluarga tadder, wayren lah pewarisnya, aku hanya anak
haram hasil perselingkuhan, ayahku menjodohkanku padamu agar memperkukuh
statusku, jadi kau masih mau hidup denganku? Seorang anak haram,” kata Andra
mengakui statusnya, Nadine tampak kaget, Andra juga menatap ayahnya dengan dingin,
wajah keras Tuan Ray tampak menahan emosi.
“ Aku yakin jika keluargamu tahu status ku, mereka juga akan membatalkan pertunangan ini,
keluarga bangsawan tidak akan menikahi seorang dengan status sepertiku, tapi
__ADS_1
jika kau siap di hapus dari daftar silsilah dan warisan keluarga, silahkan
saja, tapi ingat, aku juga bukan pewaris sah keluarga tadder, semua ini tidak
akan menjadi milikku, aku hanya seorang anak pemilik penginapan,” kata Andra
menatap Nadine, Nadine masih terdiam, wajahnya kaget... Namun yang dikatakan Andra
benar, jika memang status Andra adalah anak haram... Menikah dengannya sama
saja keluar dari keluarganya, membuat malu ayah dan ibunya. Sekarang Nadine
yang merasa bimbang.
Nadine telihat kesal, pergi begitu saja setelah melihat Tuan Ray dan Andra,
meninggalkan Andra dan Tuan Ray yang saling tatap bagaikan perang dingin.
“ Apa maumu?” Kata Tuan Ray
“ Aku sudah bilang, aku ingin membatalkan pertungan,” kata Andra
Tuan Ray tersenyum sinis
“ Kalau begitu, kau pergilah, tempat ini bukan milikmu, mulai sekarang kau bukan bagian
keluarga ini,” kata Tuan Ray tak menatap Andra, Andra sudah tahu akhirnya akan
begini, namun dia sudah siap, dia melepaskan cincin pengenal dan cincin
pertunangannya, meletakkannya di atas meja, lalu berjalan keluar.
Asisten Wang yang menunggu diluar langsung mengikuti Andra, Andra behenti, melihat kearah
asisten Wang, asisten Wang sudah sangat berjasa, dia selalu ada untuk Andra.
Sekarang dia bukan lagi tadder, maka asisten Wang bukan lagi asistennya.
“ Aku bukan lagi seorang Tadder, maafkan aku jika kau kehilangan pekerjaanmu,” kata Andra
pada asisten Wang
Dia melihat jari Andra, cincin pengenalnya sudah tidak ada... Asisten Wang tampak sedih,
walaupun saat bersama Andra, Andra lebih banyak diam dan dingin, tapi Andra
selalu memperlakukannya dengan baik.
“ Tuan, aku akan ikut Tuan,” kata asisten Wang
“ Tinggallah,mungkin kau bisa menjadi asisten pribadi wayren, aku sudah tidak
punya pekerjaan, bahkan tempat tinggal aku saja tidak punya, aku tidak akan bisa
menggajimu,” kata Andra
“ Tidak apa-apa Tuan, saya akan setia bersama Tuan, saya akan bantu Anda untuk pindah,”
Handphone Andra berdering, dia melihat nama Ayatha terpampang.
“ Halo,” kata Andra
“ Halo, sedang bekerja? ” tanya Ayatha
Andra mengigit bibirnya...
“ Ehm... Iya, sedikit sibuk, nanti aku akan meneleponmu ya,” kata Andra berbohong, pasti
Ayatha akan sangat khawatir dan merasa bersalah jika dia tahu Andra tak punya
apa-apa.
Andra juga tidak akan menemuinya dengan keadaan seperti ini, bagaimanapun sekarang status Ayatha
adalah keluarga medison. Jika dia datang tanpa pekerjaan yang jelas, harga
dirinya tidak mengizinkannya. Dia juga tidak mungkin menghadapi maxi dengan
keadaan seperti ini. Dia takut maxi akan melarang Ayatha untuk mendekatinya.
Andra jadi bimbang...
“ Baiklah, jangan lupa makan ya?” kata Ayatha.
“ Baiklah” kata Andra memutuskan panggilannya.
Andra berjalan keluar, biasanya selalu ada mobil yang sudah siap untuk mengantarnya
kemana saja, sekarang dia jadi bingung harus bagaimana, tiba-tiba sebuah mobil
berhenti di depan Andra.
“ Tuan, naiklah,” kata asisten Wang, asisten Wang baru berumur 30 tahunan namun dia
sangat kebapakkan, dia membukakan pintu belakang mobilnya
“ Jangan duduk di belakang, aku akan duduk di depan bersamamu,” kata Andra, asisten Wang
tersenyum, Andra masuk di sebelah kursi supir.
Andra dan Asisten Wang pergi ke apartemen Andra, dia tidak bisa lagi tinggal di apartemen
itu, dia mengemasi beberapa barangnya, tidak banyak hanya surat-surat penting,
beberapa barang dan pakaian hanya itu yang di bawa oleh Andra.
Asisten Wang dengan sabar menolong Andra,setelah keluar dari sana asisten Wang bertanya.
“ Anda akan tinggal di mana? “ Kata asisten Wang lagi
__ADS_1
“ Aku belum memikirkannya, mungkin akan pulang ke villa ibuku,” kata Andra
“ Tapi di sana jauh dari kota, akan susah jika Anda ingin bekerja lagi,” kata asisten Wang
Andra berpikir, yang dikatakan Tuan Wang itu benar, jika ingin bekerja, akan sangat
susah jika tinggal disana.
“ Tinggalah bersamaku, rumahku memang tak besar Tuan, namun cukup nyaman untuk di tinggal,” kata asisten Wang, Andra menatap asisten
Wang, wajahnya sangat tulus.
“ Baiklah, merepotkan Anda,” kata Andra
“ Jangan sungkan Tuan,” kata asisten Wang
“ Panggil saja Andra, aku bukan Tuan Muda lagi,” kata Andra tersenyum kecut
“ Anda tetap Tuan muda bagi saya,” kata asisten Wang
Asisten Wang langsung melajukan mobilnya menuju kerumahnya. Rumah asisten Wang ada di daerah
punggiran, daerah yang padat, tapi tidak terlalu jauh dari kota, rumahnya tidak
terlalu besar, hanya 2 kamar, namun Andra merasa nyaman.
“ Anda bisa tidur di sana,” kata asisten Wang, Andra baru tahu bahwa asisten Wang tinggal
sendiri.
Setelah mandi, Andra keluar, melihat asisten Wang sudah menyiapkan beberapa makanan di
meja makan yang ada di ruang tengah.
“ Tuan mari makan, tidak mewah, semoga Anda suka,” kata asisten Wang
“ Terima kasih banyak,” kata Andra
Dia lalu makan bersama asisten Wang.
“ Ehm... apakah Anda belum berkeluarga?” Kata Andra
Asisten Wang berhenti makan, melihat ekspresi sedih di wajah asisten Wang, Andra jadi
sungkan, dia salah bertanya.
“ Dulu saya punya 2 anak dan seorang istri, selalu sibuk dengan pekerjaan, tidak punya
waktu untuk mereka, dan mereka meninggal 5 tahun yang lalu dalam sebuah
kecelakaan, jadi bagi saya pekerjaan hanya sebatas bertahan hidup, jadi Tuan
tidak perlu merasa sungkan jika saya berhenti bekerja,” kata asisten Wang
menjelaskan, Andra benar-benar salah bertanya
“ Maafkan saya,” kata Andra
“ Tidak apa-apa Tuan, mari lanjut makan,” kata asisten Wang.
Andra menatap asisten Wang, ternyata walaupun mereka dulu selalu bersama, Andra sama
sekali tidak mengenal asisten Wang.
Andra berbaring di kamar, kamar itu bisa di bilang sempit, bahkan dapur apartementnya
dulu lebih besar, namun disinilah Andra sekarang, teleponnya kembali berdering,
melihat nama Ayatha hatinya sedikit sedih.
“ Halo?” kata Andra
“ Halo, begitu sibuk? Sampai lupa menghubungi ku?” kata Ayatha
“ Maafkan aku, banyak sekali perkerjaan, kau tahu aku sudah libur terlalu lama kan?” Kata
Andra lembut
“ Oh, baiklah... Besok bisa bertemu?” tanya Ayatha.
“ Ayatha...” Kata Andra tercekat
“ Ya?”
“ Tengah malam nanti aku akan pergi dinas keluar negeri, aku akan sibuk beberapa hari
atau minggu, aku belum bisa menentukannya, aku akan menghubungimu jika aku
sudah selesai ya, tolong tunggu aku sampai aku selesai,” kata Andra
Ayatha terdiam, entah kenapa perasaannya mengatakan bahwa ada yang tidak beres.
“ Baiklah.. aku akan menunggu,” kata Ayatha
“ aku mencintaimu, akan merindukanmu,” kata Andra
“ Aku juga mencintaimu, baiklah selamat bekerja, hati-hati ya,” kata Ayatha
“ Baiklah,” kata Andra menutup teleponnya
Ayatha mencoba menepis rasa ragunya, mencoba untuk percaya.
Andra menutup matanya, dia tidak ingin Ayatha melihat dirinya seperti ini, seluruh
tabungan atas namanya di bekukan, bahkan simpanan pribadinya pun dibekukan oleh
ayahnya. Dia hanya punya uang cash yang bisa di gunakannya untuk sebulan, Andra
bangun....dia harus mencari kerja mulai sekarang. Dia membuka laptop, membuat
__ADS_1
sebuah lamaran dan cv, mengirimnya pada beberapa perusahaan yang membutuhkan.