
Andra baru selesai rapat siang itu, dia baru saja sampai kembali di ruangannya, dia menatap layar handphonenya, masih menatap diam, hari ini Ayatha di jadwalkan untuk bertemu dokter kandungan lagi, sebenarnya Andra ingin menemaninya, namun hari ini rapatnya sangat penting sehingga dia tidak dapat membatalkannya. Andra juga sudah mengatakan pada Ayatha, dan sepertinya Ayatha juga mengerti, tapi sampai siang begini Ayatha juga belum memberikan hasilnya pada Andra.
Dia lalu menelepon Ayatha..setelah beberapa kali tanda sambung, Ayatha baru mengangkatnya.
“ Halo? " kata Ayatha, sejak mereka tahu bahwa Ayatha sedang sakit, Andra dan Ayatha tak terlalu banyak berbicara, selain Ayatha yang memilih untuk hanya diam, Andra pun takut salah berbicara pada Ayatha, dia takut kekecewaannya akan keluar.
" Halo, bagaimana hasilnya? " kata Andra
“ Ya, tidak membesar, jika setuju, minggu depan akan di jadwalkan operasi pengangkatan, tapi dokter juga bilang untuk jangan terburu-buru, harus siap mental, " kata Ayatha menjelaskan
" Baguslah kalau begitu, " kata Andra canggung
" Sudah makan? " kata Ayatha, dia
mencoba untuk biasa saja, toh minggu depan dia akan menjalani operasi dan semua
akan menjadi baik-baik saja.
" Belum, ingin makan siang Bersama? "kata Andra mulai melembut
" Boleh, akan aku tunggu di café dekat
rumah sakit, bagaimana? " kata Ayatha lagi
" Baiklah, hati-hati di jalan yah, aku segera menemuimu," kata Andra tersenyum,
rasanya hatinya mulai menghangat, semua akan baik-baik saja sekarang.
Pak Wang mendekat, Andra sudah mematikan sambungan teleponnya, dia ingin bersiap-siap untuk menemui Ayatha.
" Selamat siang Tuan Andra, saya ingin memberitahukan ada seorang gadis yang dari tadi menunggu Anda, dia sangat ingin bertemu Anda, dia sudah menunggu 3 jam, " kata Pak Wang menatap Andra, Andra tampak heran, siapa wanita yang menunggunya hingga 3 jam
" Siapa? " kata Andra lagi
" Namanya Tresna, saya sudah mengatakan Anda tidak bisa di ganggu, namun dia
__ADS_1
memaksa, menunggu Anda," kata Pak Wang
" Aku tidak kenal dengan seseorang bernama Tresna, siapkan mobil, aku ingin bertemu nyonya," kata Andra berdiri, dia ingin meninggalkan ruangan itu
" Owh, iya Tuan, dia juga mengatakan padaku untuk mengatakan ini pada Anda, " kata Pak Wang
" Apa? " kata Andra
" Dia mengatakan Yosa mencari Anda "
Andra kaget, saking kagetnya dia tidak jadi melangkah keluar, dia menatap Pak Wang, Yosa? Bagaimana dia tahu tentang Yosa?
" Di mana dia? " kata Andra serius
" Ada di lobby " kata Pak Wang
" Suruh dia menemui aku di ruang tunggu tamu, " kata Andra
" Baik Tuan, " kata Pak Wang.
untuk para clientnya. Andra bingung, kenapa seseorang bernama Tresna ini
bisa mengetahui tentang Yosa?
Apa maksudnya Yosa mencarinya?
Tak lama, seorang gadis datang, jika di lihat dari wajahnya, kemungkinan usianya masih
20-21 tahun, lebih muda dari Andra, Andra mengamatinya, dia sama sekali tidak
pernah bertemu dengan gadis itu.
Begitu masuk keruangan itu, Tresna yang melihat Andra hanya berdiri terpaku, jantungnya berdetak dengan sangat keras, membuat dadanya sesak.
" Masuklah, " kata Andra menatap Tresna dengan dingin.
__ADS_1
Tresna dengan pelan berjalan ke arah Andra, dia memegangi dadanya yang terasa sesak,
sekarang wajahnya memerah, rasanya jantungnya berdetak sangat keras, membuat Tresna kesulitan mengontrol dirinya.
Tresna dipersilahkan duduk di dekat Andra, Andra mengamati Tresna, wajahnya imut, tubuhnya kecil, terlihat kurus, namun wajahnya cukup manis.
" Ada apa kau mencariku? " kata Andra dingin
" Owh, maaf Tuan, nama ku Tresna,"kata Tresna tersenyum manis
" Aku Andra, " kata Andra seadanya
" Ehm… aku disini untuk menyampaikan pesan dari Yosa, " kata Tresna
Tubuh Andra menegang, wajahnya memancarkan ketidakpercayaannya, Yosa bukannya sudah meninggal.
" Anda jangan bercanda, Yosa yang aku
kenal, sudah meninggal, " kata Andra
" Iya, benar dia sudah meninggal " kata Tresna lagi, tak bisa lepas melihat Andra,
terpesona oleh ketampanan Andra, bahkan di usianya yang hampir kepala 3, Andra tak menua sama sekali.
" Lalu apa maksudmu dia memberikan pesan untukku? Aku tidak percaya dengan hal-hal mistis, " kata Andra menatap Tresna, dia merasa Tresna ini hanya mengada-ada.
" Bukan, jangan salah paham, ini tidak
ada hubungannya dengan mistik kok, "kata Tresna tersenyum dari peringainya, Tresna adalah wanita yang ceria, selalu tersenyum.
" Lalu? " kata Andra
" Sebelum meninggal, Yosa mendonorkan organ jantungnya pada ku, setelah menerima organ jantungnya, setiap malam aku memimpikannya, dia selalu bilang dia merindukan seseorang bernama Andra, saat aku menerima organnya, usiaku masih kecil, tidak bisa mencari orang dia maksud,
setelah bertahun-tahun akhirnya aku bisa menemuimu, " kata Tresna memandang lekat-lekat pada Andra.
__ADS_1