Meadow

Meadow
Ciuman Pertama


__ADS_3

Di sekolah, Risa sedang membuka lokernya, saat tiba-tiba dia berteriak keras membuat semua orang melihatnya. Ternyata di dalam lokernya terdapat cairan yang sepertinya lumpur, membasahi semua bukunya. Siapa sih yang mengerjainya seperti ini? Pikir Risa kesal, apa ini ada hubungannya dengan cowok menyebalkan itu? Pikirnya dia segera menutup lokernya, lalu berjalan menuju kelas.


 


 


Di sisi lain, Wayren baru saja tiba dan segera menuju ke kelasnya, saat tiba-tiba Risa menghadangnya dan menatapnya dengan wajah sangat kesal, Wayren mengerutkan wajahnya, kenapa lagi dengan cewek aneh ini? Pikirnya .


 


 


" Kau? Apa yang kau lakukan dengan lokerku? " kata Risa kesal


 


 


" Hei, cewek aneh, kau tidak lihat aku baru saja sampai? Mana aku tahu apa yang terjadi dengan lokermu?" kata Wayren terpancing


 


 


" Di lokerku banyak sekali lumpur, bukuku rusak semua "


 


 


" Jadi maksudmu? Itu perbuatanku? "


 


 


" Kalau bukan kau, siapa lagi?"


 


 


" Hah… Nona Muda, kau tau siapa aku? dan menurutmu aku punya waktu untuk melakukan itu? Sekarang pergilah, jangan merusak pagiku," kata Wayren kesal dan pergi begitu saja.


 


 


Mendapatkan perlakuan seperti itu, Risa sangat kesal, dia butuh jawaban, namun saat ingin mengejar Wayren, tiba-tiba dari arah atas air menguyur Risa, membuat badannya basah semua.


 


 


Anak-anak di sekitar Risa langsung tertawa. Risa hanya tertunduk, wajahnya merah dan seperti ingin menangis, kenapa sih dia selalu di perlakukan seperti ini?


 


 


Wayren terhenti, dia segera melihat ke arah Risa, melihat keadaan Risa yang basah kuyup dan wajah yang hendak menangis, entah kenapa Wayren menjadi merasa kasihan.


 


 


Wayren segera berjalan kearah Risa, menariknya keluar, melihat keadaan itu, semua siswa yang tadi menertawakannya langsung terdiam.


 


 


Sedangkan Winny yang dari tadi memperhatikan Wayren dan Risa dari atas tampak sangat tidak senang.


 


 


Wayren terus menarik Risa, Risa yang tadinya kaget hanya bisa pasrah saja, Wayren segera menarik Risa ke arah mobilnya terparkir.


 


 


" Pagi Tuan Muda Wayren, " kata supir pada Wayren


 


 


" Berikan kuncinya, " kata Wayren dengan wajah dinginnya


 


 


" Tapi Tuan? " kata supirnya


 


 


" Kuncinya cepat, " kata Wayren tampak sangat serius membuat supirnya jadi serba salah, dia segera memberikan kuncinya.


 


 


" Masuklah, " kata Wayren membuka pintu untuk Risa.


 


 


" Kita mau ke mana?" kata Risa bingung

__ADS_1


 


 


" Masuk saja, jangan membuat aku tambah kesal, " kata Wayren, melihat Wayren yang seperti ini kenapa Risa jadi sedikit takut, dia lalu masuk, Wayren menutupnya dan segera masuk kemobil, dengan cepat dia melajukan mobilnya. aku akan mati, pikir supir itu melihat Wayren pergi dari sana.


 


 


Wayren melaju sangat cepat, membuat Risa sedikit ketakutan, tapi wajah Wayren sangat dingin, anak ini kenapa? Pikir Risa.


 


 


Tiba-tiba Wayren menepikan mobilnya, Risa sungguh kebingungan melihat tingkah Wayren ini.


 


 


" Lepaskan jas sekolah mu, " perintah Wayren dengan tegas, dia juga melepaskan jas sekolahnya


 


 


" Kau mau apa? Kau jangan aneh-aneh ya," kata Risa yang curiga dengan Wayren, mendegar itu Wayren yang sudah selesai melepaskan jasnya langsung menatap Risa dengan malas.


 


 


" Lepaskan jas mu, apa kau mau sakit? Bajumu basah kuyup, ini pakai punya ku, " kata Wayren menyerahkan jasnya. Risa kaget, kenapa Wayren bisa tiba-tiba perhatian sekali seperti ini, sampai memikirkan dia akan sakit, Risa sedikit tersentuh, ternyata walaupun dia berengsek tapi Wayren orang yang baik.


 


 


Tanpa sadar Risa jadi diam saja menatap Wayren


 


 


" Apa lagi yang kau tunggu, benar-benar ingin sakit ya? Ya sudah kembalikan jasku, " kata Wayren kesal karna Risa hanya memandanginya saja


 


 


" Oh, baiklah, kau jangan marah terus, kalau tidak ikhlas lebih baik jangan memberikannya, " kata Risa membuka jasnya lalu memakai jas sekolah Wayren. Tubuh Risa kecil sehingga jas itu sangat kebesaran, namun karna itu seluruh tubuhnya jadi tertutupi, wangi parfum Wayren yang lembut tercium Risa, entah kenapa aroma itu menenangkannya, rasanya hangat.


 


 


" Terima kasih, " kata Risa lagi, membuat Wayren memperhatikannya, tidak disangka wanita aneh ini bisa bilang terima kasih juga, pikir Wayren.


 


 


 


 


Mendengar itu Risa langsung kesal, dadaku rata katanya?


 


 


" Kau! Dasar cabul, " kata Risa memukul kepala Wayren


 


 


" Ouw!" kata Wayren kaget dan menahan sakit di kepalanya, belum pernah ada yang berani memukul kepalanya, jangankan memukul, bahkan kakaknya saja tidak berani menyentuh kepalanya, kenapa cewek aneh ini malah berani-beraninya memukul kepalanya.


 


 


" Kau!! Berani nya kau memukul kepalaku?"


 


 


" Emang kenapa? Biar otakmu itu tidak mesum lagi, " kata Risa kesal


 


 


" Kau memang gadis aneh"


 


 


" Pria cabul "


 


 


" Siapa yang kau bilang cabul? Berani sekali… " belum selesai Wayren bicara, Risa langsung menyelanya


 


 

__ADS_1


" Kenapa? Kau mau bilang kalau aku tidak tahu kau siapa? Kau Tuan Muda Tadder, lalu kalau kau tuan muda tadder, memangnya aku perduli? Aku tidak …"


 


 


Risa terbelalak kaget, jantungnya rasanya ingin keluar, apa yang dilakukannya, bibir Wayren dan Risa bertemu, bibir Wayren terasa hangat, membuat tubuhnya langsung hangat, Risa langsung lemas, kenapa dia malah menciumku? Kenapa dia ini ciuman pertamanya, kenapa harus dia yang merebutnya, padahal Risa berharap dia dapat mencium pria idamannya, tapi kenapa harus pria cabul ini, tanpa terasa air matanya menetes, Risa sangat sedih.


 


 


Wayren membuka matanya, bibirnya masih menempel di bibir Risa, saat dia melihat mata Risa yang berkaca-kaca, Wayren segera menarik dirinya.


 


 


Tadinya dia hanya ingin membuat Risa berhenti berbicara, entah kenapa dia malah enciumnnya, tapi kenapa dia menangis, pikir Wayren.


 


 


Biasanya melihat wanita menangis karena ulah jahilnya, Wayren akan tersenyum senang, tapi melihat Risa yang diam menangis dia sedikit merasa bersalah.


 


 


Wayren terdiam, begitu juga Risa. Apa yang harus dia lakukan, pikir Wayren.


 


 


" Tadi… aku…" kata Wayren bingung, baru kali ini dia kehilangan kata-kata


 


 


Risa tetap menangis, bahkan tangisannya semakin menjadi, membuat Wayren jadi salah tingkah. Kali ini memang salahnya, dia juga bingung kenapa dia bisa mencium Risa?, padahal setiap hari dia dan Risa tidak pernah akur. Wayren segera melajukan mobilnya lagi.


 


 


" Aku akan mengantarkanmu pulang, " kata Wayren sungkan


 


 


" Tidak aku tidak mau pulang, " kata Risa menatap jendela, dia tidak mau melihat Wayren lagi.


 


 


" Lalu ?" kata Wayren mencoba selembut mungkin


 


 


" Aku mau kerumah persembunyianku, " kata Risa, Wayren sedikit mengerutkan dahinya, dia punya rumah persembunyian? Pintar juga, kenapa dia tidak pernah memikirkan untuk memiliki rumah persembunyian juga.


 


 


Suasana sungguh canggung, Wayren hanya diam, dan Risa juga diam setelah memberi alamat dimana dia harus diantarkan.


 


 


Setelah sampai, Risa cepat-cepat membuka pintunya dan segera masuk kedalam rumah, Wayren sebenarnya ingin meminta maaf, namun Risa sudah pergi begitu saja.


 


 


Wayren merasa sangat tidak enak, tapi ada apa dengan Risa, bukannya itu hanya ciuman bisa saja, pikir Wayren melajukan mobilnya sambil melihat rumah Risa.


 


 


Wayren memasuki rumahnya, Bibi Moi terkejut karena tiba-tiba Wayren sudah pulang sekolah sepagi ini, dan dia mengendarai mobilnya sendiri, ke mana supir itu? Pikir Bibi Moi


 


 


" Selamat datang tuan muda Wayren, anda pulang cepat hari ini, " kata Bibi Moi memberi salam, Wayren hanya diam saja, kelihatannya moodnya sedang jelek


 


 


Dia segera bergegas masuk kedalam kamarnya, duduk di ranjangnya. Apa yang sudah dilakukannya, kenapa sekarang dia benar-benar merasa tidak enak dengan Risa…sekarang apa yang harus dilakukannya?, dia menghempaskan badannya ke ranjang, menutup wajahnya dengan tangannya.


 


 


Dan wajah Risa saat dia menciumnya datang, ada apa denganku?, pikir Wayren.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2