
Jam baru menunjukkan pukul 7 malam, Andra sedang mempelajari profil perusahaan yang di kirimkan oleh asisten Ed padanya di ruang tengah, saat bel berbunyi. Andra
sedikit bingung, siapa yang bertamu di tempatnya, dia baru pindah. Pak wang ingin membuka pintu, namun Andra menahannya.
" Biar saya saja, Pak Wang, beristirahatlah, besok pagi kita harus bekerja," kata Andra tersenyum
" Baik Tuan," kata Pak Wang tersenyum, lalu berjalan menuju kamarnya
Andramembuka pintu, melihat Ayatha yang sudah ada di depan pintunya, dia
tersenyum...
" Kakak bilang sekarang kau tinggal disini, jadi aku kemari, " kata Ayatha
" Nona Ayatha, Anda terlalu agresif sekarang," kata Andra tersenyum senang
" Tentu, aku tidak ingin kau pergi menghilang lagi, sangat sulit untuk mencarimu," kata
Ayatha
" Baiklah, silahkan masuk," kata Andra
" Yah, apartemenmu bagus juga," kata Ayatha menatap sekeliling
Andra memeluk Ayatha dari belakang, menghirup aroma tubuh Ayatha.
" Aku sangat merindukanmu," kata
Andra membisikkan kata-kata itu ditelinga Ayatha, Ayatha tersenyum, menatap Andra.
" Karena itu jangan lagi meninggalkanku, berjanjilah kau akan menceritakan apa pun padaku, tidak boleh ada lagi yang di tutup tutupi, aku akan tetap menerimamu apapun yang terjadi, " kata Ayatha
cemberut menatap Andra
" Bahkan jika aku miskin, bertambah tua dan jelek," kata Andra
" Iya," kataAyatha mantap, melihat ketulusan di mata Ayatha, Andra tersentuh, memeluk Ayatha erat.
" Apa kau sudah makan? " kata Ayatha
dalam pelukan Andra.
" Belum," kata Andra masih mendekap Ayatha
" Ayo, aku akan memasakkan sesuatu untuk mu, " kata Ayatha melepaskan diri
" Aku akan memakanmu saja, " kata Andra
__ADS_1
lagi
Ayatha jadi malu, dia menduduk...
" Haha, tidak, aku hanya bercanda, kita harus berbelanja dulu, di sini tidak ada apa-apa," kata Andra memandang Ayatha yang pipinya merona
" Dasar, jangan lakukan itu lagi, aku jadi malu," kata Ayatha
" Aku suka jika kau seperti itu," kata Andra tersenyum manis
" Baiklah, ayo, nanti tutup," kata
Ayatha
Andra dan Ayatha turun kebawah, di bawah memang terdapat pusat pembelanjaan, tidak terlalu ramai, tidak juga terlalu besar, namun cukup lengkap.
Ayatha mengambil banyak sayuran dan daging, juga ayam, beberapa bumbu masakan,mengambil beberapa keperluan yang menurutnya harus ada di apartemen Andra. Andra hanya mengikutinya sambil mendorong belanjaan, perasaan seperti saja sudah sangat menyenangkan, berbelanja berdua. Mereka tersenyum bahagia.
Ayatha dan Andra berjalan menuju ke kasir, namun mereka langsung di datangi oleh karyawan berpakaian sangat rapi, dari tag namanya terlihat dia manager tempat itu.
" Selamat malam Nona Ayatha, silahkan Anda lewat sini, barang Anda akan
kami antarkan, di mana anda tinggal? " kata
Manager itu
" Di lantai paling atas," kata Ayatha
kami yang tangani, " kata manager itu menunjukkan pintu keluar.
" Terima kasih, " kata Ayatha, Andra hanya tersenyum pada manager itu.
" Kalau begitu, kapan aku ingin belanja, aku akan membawamu, " kata Andra
" Haha, bukan begitu, hanya saja mereka mungkin mengenaliku, kalau di tempat lain aku tetap harus bayar dan mengantri," kata Ayatha mendapat sindiran dari Andra.
Ayatha segera menyiapkan makanan, setelah mereka sampai, barang-barang mereka juga
dengan cepat diantarkan, Ayatha dengan cekatan memasak untuk Andra, Andra hanya
menunggunya, melihat Ayatha yang bekerja.
Ayatha menyiapkan beberapa makanan, dia masak dengan sangat baik untuk Andra. Andra melihat makanan yang di buat oleh Ayatha, dia tersenyum.
" Aku sudah tidak sabar setiap hari melihatmu memasak untukku," kata Andra mengambil beberapa lauk yang di hidangkan untuknya
" Tapi jangan terlalu sibuk, bagaimana kau akan melihatku memasak jika terus sibuk? " kata Ayatha
__ADS_1
" Baiklah, kau tidak makan? " kata Andra
" Tidak, ini semua untukmu, lihatlah kau kurusan, " kata Ayatha
" Aku tidak bisa menghabiskannya, mari makan bersama, " kata Andra mengambil piring yang kosong menyerahkannya pada Ayatha. Andra meletakkan beberapa potong
daging, dan sayuran di piring Ayatha. Ayatha melihat itu hanya tersenyum.
Mereka makan dalam diam, namun sesekali saling tatap, setelah selesai makan, Ayatha
mengangkat piring kotor untuk mencucinya.
" Biar aku saja," kata Andra mengambil piring kotor dari tangan Ayatha.
Ayatha sedikit kaget, Andra mencuci piring?
" Kau lupa,saat di Amerika aku
juga mengerus diriku sendiri, kalau hanya mencuci piring, aku bisa, setelah
menikah aku akan sering membantumu di rumah, jangan bekerja, di rumah
saja " kata Andra segera mencuci piringnya
Ayatha tersenyum, hatinya terasa hangat, melihat Andra seperti itu dan mendengar
ucapannya, Ayatha senang sekali, membayangkan bagaimana nanti saat menikah dengan Andra. dia pria yang kadang terlihat dingin, tapi juga pria yang hangat.
Ayatha menghambur, memeluk Andra dari belakang, Andra berhenti sejenak mencuci piringnya.
" Iya, aku rasa hidup seperti itu akan sangat indah," kata Ayatha
Andra memutar tubuhnya, melihat wajah kecil Ayatha yang cantik, lalu perlahan mencium
bibir mungilnya, lembuat dan kenyal, Andra menciumnya juga dengan lembut, tidak
terburu-buru walaupun rindu masih mengebu, merasakan nikmatnya, mereka menutup
mata. Tak lama... Andra melepaskan ciumannya, menatap Ayatha yang masih menutup matanya, Ayatha perlahan membuka matanya. Menatap wajah Andra yang tersenyum, Ayatha memeluk Andra.
" Kalau begini terus, aku tidak bisa mencuci piring, " kata Andra lagi
" Aku masih merindukanmu, " kata Ayatha
" Aku tahu, tapi kau tidak bisa tinggal disini, atau maxi akan marah nanti, " kata Andra lembut
" Yah aku tahu, aku akan pulang sebentar lagi," kata Ayatha
__ADS_1
" Baiklah," kata Andra memeluk erat Ayatha. Melampiaskan segela rasanya.
Tak lama, Andra mengantarkan Ayatha turun ke parkiran dimana supir sudah menunggunya, Ayatha mencium pipi Andra sebentar sebelum dia masuk kedalam mobil, membuat Andra tersenyum manis melihat mobil Ayatha yang pergi dari sana.