
Andra kembali ke tempat dia kemarin melihat Andra kecil dan Ayatha, dia melihat Ayatha
dan Randi pergi dari rumah, hatinya sebenarnya sangat sakit, namun dia mencoba
untuk menahannya. Menurutnya sekarang bukan saatnya dia keluar.
Setelah melihat Ayatha sudah pergi, Andra turun dari mobilnya lalu berjalan menuju
rumah Ayatha, dia tahu Andra kecil tidak di ikut dengan ibunya, di tangannya
dia bawa beberapa mainan, bola, dan mobil-mobilan.
Andra lalu menekan bell rumah Ayatha... rumah itu cukup besar, namun tidak mememiliki
tingkat, halamanmyaa luas, dengan lingkungan yang asri.
Tak lama pintu terbuka, penjaga Andra kecil yang membukanya.
" Maaf, Anda siapa? Mencari siapa? " kata penjaga itu
" ehm...aku Tadder, ingin mencari Ayatha dan Andra, kata Andra
" Tidak ada yang namanya Ayatha di sini Tuan," kata penjaga itu
" Owh, maaf, maksud saya Nona Selena," kata Andra tersenyum
mempesona, pria begitu tampan tidak mungkin seorang penjahat, bukan?
" Owh, Nona Selena sedang pergi dengan Tuan Randi," kata penjaga itu lagi
" Bagaimana dengan Andra? "kata Andra
" Tuan Andra, sedang di dalam, "kata penjaga itu
" Bolehkah aku menemuinya? "kata Andra, penjaga itu memperhatikan Andra.
" Aku salah satu karabat dari Nona Selena, tenang aku bukan orang jahat, aku hanya
ingin menemui Andra, aku tidak akan membawa Andra kemana-mana, " kata Andra
mencoba menyakinkan penjaga itu, melihat senyuman Andra yang begitu manis,
penjaga itu akhirnya percaya.
" Silahkan Tuan, " kata penjaga itu
Andra masuk kedalam rumah Ayatha, rumahnya terlihatan elegan, terasa sangat hangat.
" Halo, Paman bola, " kata Andra kecil melihat Andra yang menatap ke sekeliling.
Andra langsung sumringah melihat Andra kecil yang imut menyapanya.
" Halo, siapa namamu nak? " kata Andra menatap wajah anaknya lekat-lekat, senyuman tidak bisa pudar dari wajahnya, dia berjongkok agar bisa sejajar dengan Andra kecil.
" Andra Raphaelo Medison, aku mau bolanya " kata Andra meminta bola dan
mainan dari tangan Andra, Andra mendengar nama itu tesenyum sedikit, namun ada
kesuraman dimatanya, hatinya tidak senang mendengar nama belakang Andra, dia
anaknya... bukan keluarga Medison.
" Silahkan, ini memang di bawa untukmu," kata Andra tersenyum manis
" Terima kasih Paman, " kata Andra kecil sumringah
" Panggil Ayah… panggil aku Ayah, " kata Andra menatap mata anaknya, Andra kecil pun mandang ayahnya dengan matanya yang hitam lekat-lekat, Lalu dia mengangguk dengan pasti. Andra sangat senang...
" Terima kasih Ayah, " kata Andra kecil lagi
" Anak pintar, bolehkah Ayah memanggilmu Raphael? " kata Andra
Andra kecil kembali mengangguk kuat tanda dia setuju, Andra yang melihat tingkah anaknya
yang begitu mengemaskan langsung tertawa kecil.
" Ayah... " kata Andra kecil menarik tangan Andra, mengajaknya ke kamarnya yang penuh dengan mainan, ranjang Andra lucu, berbentuk mobil, Andra dan Andra kecil bermain dengan penuh tawa.
" Ayah, apa kau benar-benar ayahku? " kata Andra kecil disela-sela mereka bermain.
" Iya, ada apa? " kata Andra sehalus mungkin berkata pada anaknya.
" Kemana Ayah pergi? Kenapa Ayah meninggalkan ibu dan aku " kata Andra kecil menatap ayahnya
dengan tatapan polos, melihat itu Andra tesentuh, terdiam sejenak, namun kembali tersenyum.
"Ayah tidak pergi, Ayah hanya tidak diberitahu Raphael ada " kata Andra menjelaskan
" Ayah, ibu selalu sedih jika mengingat Ayah " kata Andra kecil lagi, Andra
memandang Andra kecil, anak sekecil ini mengerti tentang kesedihan ibunya
" Benarkah? " kata Andra
" Ya, Ibu suka menangis jika malam, ibu kira aku tidak tahu, aku hanya pura-pura tidur, lalu
ibu akan menangis hingga tertidur, jika aku tanya, ibu bilang hanya merindukan Ayah, kenapa Ayah jahat sama ibu? " kata Andra menjelaskan, di mukanya terdapat raut kesedihan. Andra terdiam.. tidak tahu harus berbicara apa untuk sesaat.
" Maafkan Ayah, " kata Andra lirih
" Ayah... jangan pergi lagi, ibu pasti senang melihat Ayah, " kata Andra menyentuh pipi
ayahnya, membuat Andra semakin tesentuh, dia mengendong Andra kecil, memeluknya
dalam pelukannya,menghirup wangi tubuh Andra kecil, matanya merah menahan
tangis, dia tidak ingin Andra kecil merasakan kesedihannya.
" Ayah tidak akan pergi lagi, Ayah janji, " kata Andra dengan suara
bergetar menahan emosinya. Andra kecil tidak merespon apapun, hanya diam dalam
pelukan dan gendongan ayahnya.
Ayatha dan Randi baru saja pulang, dia baru saja pergi berbelanja kebutuhan sehari-hari, Randi
__ADS_1
membantunya membawa barang ke dalam rumah. Begitu pintu terbuka, Andra kecil
menyambut ibunya dengan sangat gembira, dia menunjukan mainan baru yang di
berikan Andra padanya.
" Ibu, lihat, aku punya bola baru, " kata Andra sumringah, Ayatha
menatap Andra dengan senyuman namun wajahnya terlihat penasaran.
" Dari siapa itu? " kata Ayatha dengan lembut
" Ayah, " kata Andra tersenyum sangat senang, lalu berlari lagi ke kamarnya
Ayatha kaget, Ayah? Siapa Ayah yang dia maksud? Ayah Andra bukannya sudah meninggal?
" Sus, mainan itu dari siapa? " kata Ayatha cemas, Randi hanya melihat ke arah Ayatha, dia meletakan beberapa sayuran dan yang lain ke dapur, lalu kembali ke tempat Ayatha.
" Seorang pria Nyonya, dia bilang merupakan kerabat Anda," kata penjaga Andra
" Kerabat? Tuan Maxi? " kata Ayatha mengerutkan dahi
" Bukan, Tuan itu berkata namanya adalah Tadder, dia juga awalnya mencari seseorang bernama Ayatha, lalu dia mengatakan nama Anda, " kata penjaga itu menjelaskan.
Ayatha kaget, Tadder? Apa mungkin yang datang itu adalah Wayren, dia juga tahu nama asli Ayatha,
dia pasti Wayren
" Wayren? " kata Ayatha menatap suster dengan cemas
" Saya tidak tahu Nyonya, namun dia hanya mengatakan namanya Tadder, dia awalnya ingin
menunggu Nyonya, namun baru beberapa saat yang lalu dia pergi karena tidak bisa
lagi menunggu, Tuan itu bermain dengan Tuan Andra" kata penjaga itu
Ayatha memutar otaknya, pasti itu Wayren, tapi bagaimana dia tahu kalo Ayatha di sini? Apa mungkin Nanny
memberitahukannya?
" Baiklah, lain kali kalau ada yang datang, tolong hubungin saya," kata Ayatha lagi
" Baik Nyonya," kata penjaga itu
Ayatha lalu pergi kedapur, Randi yang dari tadi hanya mendengarkan mengikuti Ayatha
kebelakang, Ayatha sedang mengeluarkan belanjaan dari kantongnya. Randi
mengambil beberapa belanjaan dan mengaturnya, Randi memang sudah biasa
melakukannya.
" Eehm… siapa itu Wayren? " kata Randi
Ayatha melihat Randi, Randi hanya tersenyum.
" Seorang kenalan dari Negera ku," kata
Ayatha tidak ingin menjelaskan
penasarannya.
" Ayatha, aku tahu kau tidak ingin menjelaskan tentang masa lalumu, tapi kita akan segera
menikah, boleh kah aku bertanya? " kata Randi meminta izin kepada Ayatha,
Ayatha menatapnya, wajah Randi begitu berharap, Ayatha jadi tak enak menolaknya
"Aku takut kau akan berubah pikiranmu tentang aku jika tahu masa laluku, " kata Ayatha
seadanya
" Tidak akan,aku akan menerima apapun masa lalumu, bahkan jika kau adalah lelaki, " kata Randi
bercanda, Ayatha tertawa mendengarnya.
" Baiklah, apa yang kau ingin tanyakan? " kata Ayatha
" Aku ingin bertanya, siapa ayah biologis Andra? " kata Randi
Ayatha terhenti sejenak, tampak kesuraman di kedua matanya.
" Ehm… dia itu… ehm... aku mengenalnya karena dulu dia adalah pacar sahabatku, kami dekat dan menjalin hubungan, tapi karena keluarganya adalah keluarga terkaya di Negara ku, mereka menentang hubungan kami, " kata Ayatha mencoba mencari kata yang tepat dan agar Randi mengerti, dia tidak mungkin
menjelaskan semuanya dengan mendetail
" Keluarga terkaya? Wow... Tapi kau juga dari keluarga terpandang bukan? " kata Randi
" Iya, aku kan hanya anak angkat, " kata Ayatha tersenyum
" Owh, jadi kenapa kalian bercerai? " kata Randi
Ayatha terdiam lagi, menatap Randi, Randi hanya mengerutkan dahi, apakah dia salah
menanyakan itu? Ayatha mengigit bibirnya
" Kami belum menikah, " kata Ayatha
singkat, suaranya sedikit bergetar
Randi terdiam... jadi...
" Maafkan aku, tapi aku pernah membaca riwayat hidupmu, bukannya kau sudah pernah
menikah? " kata Randi
lagi
" Owh…
aku menikah dengan orang lain sebelumnya, tapi itu kesalahan, setelah acara pernikahan, aku
langsung berpisah dengan nya, " kata Ayatha tertawa kecil
mengingat kesalahan itu
__ADS_1
" Wah, yang benar? Pria mana yang melepaskanmu? dia pasti menyesal, " kata Randi
kaget
" Aku rasa Kak Maxi tidak menyesal, " kata Ayatha tersenyum
Randi terdiam sejenak, otaknya memproses apa yang di katakan Ayatha..
" Maxi? Calon kakak ipar? Dia mantan suamimu? " kata Randi sangat kaget
Ayatha melihat ekspresi dan tingkah Randi yang kaget merasa sangat lucu, jadi dia
tertawa
" Yang benar saja, mantan suamimu sekarang adalah Kakakmu? "kata Randi lagi
" Iya, " kata Ayatha
Randi masih tidak percaya, bagaimana bisa? Mereka mungkin mantan suami istri terakur di
dunia yang di ketahui oleh Randi.
" Ok, aku terkejut, mantan kekasihmu adalah keluarga terkaya dulu, sekarang mantan
suamimu yang jadi kakakmu adalah orang terkaya disana, benar? " kata Randi menatap Ayatha
" Iya, kenapa? "kata Ayatha dengan menekuk dahinya
" Wah... aku sebagai lelakimu sekarang merasa minder, pria-pria yang mendekatimu dulu sangat-sangat hebat, " kata Randi
minder
" Kenapa harus minder? " kata Ayatha tersenyum sambil mencuci sayuran untuk dimasak nanti
" Apakah dia tampan? "kata Randi
Ayatha terdiam, membayangkan dan mencoba mengingat wajah Andra, tentu saja, Andra
sangat tampan, bahkan sangat mempesona, tidak ada yang kurang darinya,
rambutnya, wajahnya, senyumnya, tubuhnya..tidak ada cacat sedikitpun...dia
sangat sempurna.
" Owh, melihat reaksimu ini, aku tahu, dia pasti sangat tampan," kata Randi sedikit cemburu
" Matanya mirip dengan Andra, " kata Ayatha tidak ingin menjelaskan
" Wah... pasti sangat tampan, Andra saja sangat tampan, " kata Randi
lagi, dia benar-benar minder sekarang, walaupun sebenarnya Randi juga tampan,
namun dia berpikir, kalau dia di sandingkan dengan Ayah biologis Andra, dia
pasti kalah telak.
" Lalu kenapa dia meninggalkanmu? Meninggalkan Andra juga, " kata Randi
Ayatha terdiam, sedikit tesenyum
" Dia bahkan tidak tahu kalau Andra ada, dia meninggal dunia sebelum aku tahu aku hamil, " kata Ayatha,
hatinya sangat sakit mengatakan itu, sakit hingga susah bernapas.
Randi merasa bersalah, mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.
" Bagaimana dengan Wayren?"kata Randi lagi
" Wayren, dia adik ayahnya Andra, " kata Ayatha lagi
" Wah, pantas saja Andra memanggilnya Ayah, " kata Randi
" Iya, mungkin dia mengajarinya." kata Ayatha
" Apakah dia juga menyukaimu? " kata Randi sebenarnya asal bertanya
" Dulu dia pernah bilang dia menyukaiku, " kata Ayatha polos
Randi terdiam, menatap Ayatha dengan tatapan aneh, Ayatha melihatnya mengerutkan
dahi...
" Ada apa? " kata Ayatha
" Kenapa semua cowok yang ku kenal menyukaimu? " kata Randi lagi
" Hanya masa lalu, " kata Ayatha menyiapkan diri untuk memasak
" Iya, sudah... masa depanmu adalah aku, " kata Randi tersenyum manis,
setidaknya sekarang Ayatha adalah miliknya, dia akan menikah dengannya.
" Ibu, aku lapar, " kata Raphael mendekati ibunya
" Owh, baiklah, maafkan ibu pergi terlalu lama, ibu akan memasak dengan cepat,
bermainlah dulu, " kata Ayatha melihat anaknya yang imut.
" Sini bermain dengan Papi, " kata Randi
Andra kecil melihat Randi sambil memiringkan sedikit kepalanya.
" No, aku mau main dengan Ayah, " kata Andra berlari
Randi dan Ayatha bertatapan...
" Tak apa-apa, dia baru dapat banyak mainan dari 'Ayah'nya, pasti dia memilih dia, " kata Randi
menekan kata ayahnya, Ayatha hanya tesenyum mengetahui sifat Randi yang begitu
pengertian.
Randi menemani Ayatha memasak, membantunya sesekali, setelah itu makan bersama, Randi
lalu pulang untuk melakukan pekerjaannya.
__ADS_1