Meadow

Meadow
Aku seorang CEO, tapi kau adalah bosku


__ADS_3

" Selamat malam ibu, "kata Andra mendekati ibunya


" Selamat malam, ibu sudah sangat menunggu kalian, lihatlah, rumah sebesar ini saja hanya aku dan Raphael yang ada," kata Nyonya Renata.


" Malam ini kami akan menginap,Bu,"kata Ayatha


" Benarkah? Raphael ternyata berhasil mengoda kalian, " kata Nyonya Renata tertawa bahagia.


" Iya, " kata Andra mengelus kepala Raphael, Rapheal hanya tesenyum di samping neneknya.


" Ayo masuk, kita makan malam dulu," kata Nyonya Renata


Setelah makan malam dan membersihkan diri, mereka berkumpul di ruang tengah, hanya Raphael yang sudah masuk kamarnya menyelesaikan PRnya.


" Ibu, maaf merepotkanmu menjaga Raphael, " kata Ayatha.


" Tidak, sama sekali tidak merepotkan, ibu malah mau berterima kasih kalian mengizinkan Raphael Bersamaku, kalau tidak aku akan tinggal di sini sendirian, kalian tidak ingin tinggal di sini, Wayren, Risa dan Nathan juga harus pindah sementara waktu, sangat kesepian sendirian, " kata Nyonya Renata sedikit sedih.


" Bukannya Wayren akan pulang?, " kata Andra lagi.


" Ya, bulan depan, dia akan ada saat kalian ulang tahun, " kata Nyonya Renata.


" Owh, sudah hampir ulang tahun lagi ya? Setahun benar-benar tidak terasa, " kata Andra.


" Ayatha, apakah sudah ada tanda-tanda?, " kata Nyonya Renata menatap Ayatha, Ayatha dan Andra tahu apa maksud ibunya, ibu mertuanya juga memang sudah menunggu kabar baik dari Ayatha..tapi…

__ADS_1


Ayatha terdiam menatap ibu mertuanya, dia bingung harus mengatakan apa, jika di katakan Nyonya Renata pasti sangat kecewa, dia mengigit bibirnya, wajahnya sedih, namun saat itu Andra langsung mengenggam tangannya, Ayatha menatapnya, Andra tersenyum lalu menatap ibunya…


" Ibu, Ayatha sedang sakit… untuk saat ini kami tidak bisa memberikanmu cucu lagi, " kata Andra lembut pada ibunya.


Nyonya Renata kaget, mematap Ayatha, Ayatha hanya tersenyum kecut…. Dia akan menerima apapun reaksi merutanya.


" Ayatha sakit? Dia sakit apa?, " kata Nyonya Renata.


" Ada sesuatu di rahimnya, dokter bilang akan sedikit sulit untuk mengandung, tapi dokter juga bilang hal ini bisa di atasi dengan operasi, " kata Andra lagi menjelaskan.


" Wah, separah itu kah?, " kata Nyonya Renata.


" Tidak parah, hanya butuh operasi, " kata Andra lagi


" Kapan akan operasi? , " kata Nyonya Renata.


Nyonya Renata mentap Ayatha, pandangannya lembut sekali, seperti menatap anak sendiri yang sedang sakit.


" Jangan terlalu dipikirkan, nanti Ayatha malah semakin sakit, jika harus operasi, operasi saja, soal anak toh kalian sudah punya yang begitu sempurna, " kata Nyonya renata lembut, Ayatha sedikit kaget dengan reaksi Nyonya Renata, dia pikir Nyonya Renata akan sangat kecewa, namun tidak, ibu mertuanya begitu pengertian, Andra tersenyum lembut, ibunya memang selalu mengerti.


" Baik ibu, terima kasih, " kata Ayatha tersenyum.


" Tapi bisakah operasinya menunggu setelah bulan depan, pemulihan operasai akan lama, ibu ingin membuat acara untuk kita berkumpul di villa tempat Hara, ibu sudah lama tak kesana, berkumpul di sana pasti menyenangkan, Raphael dan Nathan bisa puas bermain, " kata Nyonya Renata membayangkan, membayangkannya saja sudah sangat senang.


" Bisa bu, tidak perlu terburu-buru, "kata Ayatha.

__ADS_1


" Baiklah, itu sangat bagus, " kata Nyonya Renata.


" Iya, " kata Ayatha


" Ini sudah malam, aku ingin melihat Raphael dulu, apakah dia sudah selesai dengan PRnya atau belum, Andra… biarkan Ayatha beristirahat, dia harus selalu fit, jangan membuatnya tidur larut malam, " kata nyonya Renata sambil tersenyum.


" Baiklah, Bu, " kata Andra membalas senyuman ibunya.


Handphone Ayatha berbunyi, sebuah pesan masuk, ternyata dari Pak Wang, Ayatha membacanya, isinya seluruh jadwal dan orang yang akan di temui oleh Andra esok hari, Ayatha mengerutkan dahi.


" Kau serius menyuruh Pak Wang memberitahu jadwal dan siapa saja yang kau temui?, " kata Ayatha menatap suaminya.


" Ya tentu serius, memangnya kenapa?, "kata Andra.


" Aku kira hanya untuk mengertak Tresna saja, " kata Ayatha.


" Haha, tidak, aku benar-benar serius, " kata Andra.


" Aku merasa seperti bosmu saja sekarang" kata ayatha.


" Tentu, aku CEO dari High empire dan ARA empire, dan kau adalah bosku, jadi yang berhak mengaturku hanya dirimu, " kata Andra mengoda.


" Haha, aku percaya padamu, tidak perlu sampai begini, " kata Ayatha.


" Tak apa-apa, aku lebih nyaman jika kau tahu aku sedang apa, " kata Andra.

__ADS_1


" Baiklah, ayo istirahat, " kata Ayatha berdiri.


" Iya, " kata Andra mengikuti istrinya.


__ADS_2