
" Kau sudah sadar? " kata Andra senang melihat Ayatha sudah sadar.
" Iya. " kata Ayatha menatap Andra.
Dia ingin melihat Andra lebih lama, karna dia tahu dia tidak akan melihatnya lagi nanti. Namun, Semakin dia melihat Andra, semakin tidak rela untuk jauh darinya. Jadi dia membuang wajahnya. Dia tidak boleh seperti ini, bukannya dia sudah memutuskan untuk menjauh dari kehidupan Andra, apapun yang terjadi, dia tidak akan membuat Andra terluka. Lagi pula..dia akan membuat masalah nantinya jika bersama dengan Andra, dia yakin itu.
" Kenapa? Kakimu sakit?" kata Andra melihat Ayatha membuang wajahnya
" Tidak. " kata Ayatha memantapkan dirinya untuk melihat ke arah Andra, Andra mengerutkan dahi melihat tingkah Ayatha.
" Kenapa?" kata Andra seperti mengerti, Ayatha seperti tidak mau melihatnya.
" Terima kasih sudah membantuku, tapi, aku minta lain kali jangan membantuku lagi, aku sudah pernah memintamu melakukan itu kan?" kata Ayatha dengan nada dingin dan senyumannya juga terkesan dingin. Membuat Andra dan Risa tertegun.
" Ada apa?" kata Andra
Ayatha tersenyum hampir tertawa, melihat kelakuan Ayatha Andra hanya terdiam, ada apa dengannya? Pikir Andra.
" Aku sungguh tidak menyangka akan begini, aku minta maaf jika sudah mempermainkan kalian semua, sepertinya saat ini yang tepat untuk mengakuinya semua hahaha... " kata Ayatha tertawa
Andra terdiam, tatapannya dingin
__ADS_1
" Andra, aku sungguh minta maaf padamu, saat bertemu denganmu aku tidak menyangka kau itu ternyata Tuan Muda yang kaya raya. Kalau aku tahu, dari dulu saja aku akan mengodamu, hehehe, Sejak aku memiliki ambisi untuk mengembalikan rumah ku, aku ingin melakukan apapun, saat aku bekerja di rumahmu, tujuan ku memang untuk mengoda Wayren, bekerja sebagai pelayan, tidak mungkin akan mendapatkan uang sebanyak itu untuk menebus rumahku, jadi karena Wayren sepertinya tertarik denganku, ya sudah, aku juga mencoba menggodanya, " kata Ayatha dingin dengan tawanya
Andra terdiam, dulu pernah dia menyangka Ayatha mengoda adiknya, dan ternyata itu benar?
" Ayatha apa yang kau bicarakan?" kata Risa tidak percaya
" Risa, aku juga minta maaf, aku hanya beruntung bertemu denganmu, tujuanku hanya mau mengembalikan rumahku, aku melakukan ini semua karena rumah itu, berpura-pura jadi wanita lugu, polos, semua lelaki suka dengan wanita seperti itu bukan? Tujuanku awalnya hanya Wayren, namun setelah tau kau adalah pewaris utamanya, aku mulai mendekatimu, dengan berpura-pura jadi wanita yang lemah, polos. Awalnya sulit juga mendekatimu, namun akhirnya kau terjebak juga, " kata Ayatha menatap Andra sinis.
Andra mengertakkan giginya, akal sehatnya hilang seketika mendengarkan pengakuan Ayatha. Bagaimana bisa mempermainkan perasaan seseorang begitu kejam.
" Lalu, aku tidak menyangka, ternyata aku tunganan maxi,kebetulan yang sangat menyenangkan bukan? tanpa harus bersusah payah, dia mengembalikan rumahku, tahu begitu aku tidak akan susah bekerja menjadi pelayan di rumah kalian, hahaha, setelah kupikir pikir, kenapa harus berhenti? Aku bisa dapat lebih jika menikah dengan Maxi kan? Makanya aku setuju menikah dengannya, bertahan sedikit lagi, aku akan menjadi Nyonya Medison, " kata Ayatha tenang.
" Yosa salah tentangmu! " kata Andra
" Yosa lagi, Yosa lagi, dia sudah meninggal, dan aku juga sudah berubah, kami juga beberapa tahun tidak bertemu, kau yakin dia masih mengenaliku?" kata Ayatha dingin
Andra terdiam, hatinya seperti di tusuk sesuatu, bahkan untuk menghela napas pun dia tidak bisa, dia tidak ingin mempercayainya, namun egonya dan emosinya mengusainya, jika benar yang di katakan oleh Ayatha, gadis ini sangat kerterlaluan,
" Ayatha, jangan begitu, kau tahu yang merawatmu 1 malaman ini? Kak Andra yang melakukannya," kata Risa
__ADS_1
" Lebih baik bukan mengatakan yang sebenarnya bukan? Aku harap kau jangan sakit hati ya, maaf sudah membuatmu seperti ini, tapi aku benar-benar hanya bermain-main dengan mu.. aku juga dengar semalam, kau bilang padaku untuk jangan meninggalkanmu, aku... " kata Ayatha lagi
" Cukup!!, aku mengerti, " teriak Andra dengan mata emosinya, gadis ini benar-benar telah keterlaluan, mempermainkan perasaan seperti itu. Apa yang dia pikirkan?
Ayatha terdiam, dia kaget melihat respon Andra. Dia bisa melihat kemarahan dan benci di mata pria itu. Hatinya sakit, namun dia mencoba setenang mungkin, ini memang harus di lakukan
" Terima kasih untuk kejujurannya, aku pergi. " kata Andra lagi, dengan kepalan tangan dan emosi yang memuncak, Andra meninggalkan ruangan itu.
Seketika pintu tertutup, Ayatha lemas, air matanya mengalir tak terbendung, melihat kebencian di mata Andra, hatinya sedih sekali. Hatinya seperti teriris sembilu. Dia menangis tersedu-sedu
" Ayatha, apa yang kau lakukan, Andra sangat menyukaimu, " kata Risa menatap perubahan Ayatha
" Tolong, tolong jangan bilang tentang ini padanya, " kata Ayatha memegang tangan Risa
" Kenapa? Kenapa kau harus begini ?" kata Risa yang bingung namun simpati melihat Ayatha
" Aku hanya tidak mau terjadi sesuatu dengan Andra, tolong, biarkan saja seperti ini, aku mohon, berjanjilah untuk tidak mengatakannya pada Andra, " kata Ayatha.
Risa terdiam, dia hanya mengangguk kecil, Ayatha kembali menangis, hatinya terasa sepi, terasa kosong, sekarang, tidak akan ada Andra lagi,
__ADS_1