
Andra menunggu Ayatha datang, sebenarnya Andra sudah mengatakan untuk menjemputnya, namun Ayatha bersikeras untuk datang sendiri ke tempat mereka ingin makan malam, karena menurutnya tempat itu berada di tengah-tengah, sehingga dia menolak untuk dijemput.
Andra menunggu, dia melihat jamnya, Ayatha bukan orang yang suka terlambat, namun hari ini dia terlambat, 5 menit, 10 menit, 30 menit, namun Ayatha tidak juga datang.
Andra menelepon Ayatha, namun berkali-kali tidak di angkat. Lalu Andra mencoba menelepon Maxi.
" Halo," kata Andra dengan nada cemas.
" Halo, ada apa Andra?" kata Maxi
" Aku dan Ayatha berencana bertemu, dia bilang dia akan datang sendiri kesini, tapi aku sudah menunggunya 30 menit, namun dia belum datang, apakah dia masih di rumah? " kata Andra
"Dia sudah izin padaku 40 menit yang lalu, dia memang pergi sendiri, aku menyuruhnya membawa supir dan pengawal, namun dia menolak " kata Maxi juga jadi cemas
Andra merasa ada yang tidak beres, dia memutuskan sambungan teleponnya, berlari keluar dan segera masuk ke dalam mobilnya, menyisir jalan menuju ke rumah Maxi. Di pertenagahan jalan, dia melihat mobil yang biasa di gunakan oleh Ayatha.
Andra segera keluar, melihat ke dalam mobil, mobil pintu mobil itu tidak terkunci, saat di buka, ponsel Ayatha ada di sana, Andra sangat panik, menelepon Maxi lagi
" Aku menemukan mobil Ayatha terparkir di pinggir jalan, namun dia tidak ada, hanya ponselnya yang ada " kata Andra pada Maxi
" Bagaimana bisa? " kata Maxi cemas,
" Ntah lah," kata Andra
" Aku akan mencarinya, juga menyuruh orang mencarinya, tolong.. cari dia " kata Maxi cemas
" Pasti " kata Andra.
Dia kembali mencari Ayatha, menyisiri semua jalan, tidak ada tanda-tanda ayatha, dimana dia? Andra sangat cemas, dan merasa bersalah, jika dia tidak mengizinkan Ayatha untuk pergi sendiri, dia pasti masih bersama dengannya.
Andra mencari hingga pagi, begitu juga Maxi, namun hasilnya nihil, Ayatha tetap saja tidak di ketemukan. Setelah 24 jam mereka melaporkan ke polisi.
Polisi segera menyisir, mencari Ayatha di seluruh daerah, namun tetap saja tidak di ketemukan. Andra frustasi, dia sudah tidak tidur lebih dari 24 jam, begitu juga Maxi, Hanna juga ikut cemas. Andra lalu menelepon Wayren.
" Halo Wayren, apa kau melihat Ayatha?" kata Andra to the point
" Tidak, memangnya kenapa? " kata Wayren heran.
" Dia menghilang," kata Andra menjelaskan
__ADS_1
" Bagaimana bisa menghilang, sejak kapan? " kata Wayren kaget
" Kemarin "
Wayren terdiam...
" Apa menurutmu ini ada hubugnanya dengan Ayah? Dia baru pulang kemarin, " kata Wayren cemas
Andra terdiam... Andra menahan emosinya, kalau benar ini semua karena Ayahnya, Andra tidak akan memaafkannya, sebersat kengerian muncul di matanya, teringat apa yang akan terjadi pada Ayatha jika ini gara-gara Ayahnya, dia teringat apa yang dilakukan Ayahnya pada Yosa.
" Ada apa Andra? " kata Maxi melihat Andra yang teridam mematung.
Belum Andra menjawab, handphone Maxi berdering, dia segera mengangkatnya, tidak bebicara hanya mendengarkan penjelasannya.
" Baiklah, tolong cari adik saya secepatnya," kata Maxi memutus panggilan.
Andra menatap Maxi, wajah Maxi terlihat lebih suram.
" Ada apa? " kata Andra
" CCTV di tempat itu entah kenapa mati seluruhnya, maka saat kejadian tidak ada yang melihat, namun mereka mengintrogasi ada orang yang mengatakan melihat wanita di paksa untuk masuk kedalam sebuah van " kata Maxi
" Artinya? " kata Andra terbesit kemungkinan terburuk di pikirannya
Andra menarik napas dalam, rasanya seperti kehabisan napas, ini pasti ulah Ayahnya... dia yakin.
" Ini pasti ulah ayah ku" kata Andra
" Ayahmu disini? " kata Maxi
" Dia sudah pulang kemarin, aku akan menemuinya, " kata Andra geram
" Andra, tenanglah, jangan gegabah, datang kesana dan mengatakan tanpa bukti akan membuat ruyam masalah, polisi sedang melakukan penyelidikan, " kata Maxi menahan Andra untuk pergi, Andra melihat Maxi, menahan emosinya..
" Ayahku bisa membuat semua polisi tidak akan membantu kita," kata Andra dengan getir
" Kau tenang saja, aku juga punya orang yang bisa ku percaya," kata Maxi menatap Andra serius.
Andra mengigit bibirnya, berusaha mengontrol dirinya. Maxi melihat Andra lebih tenang, melepaskan dirinya.
__ADS_1
Tak lama, Wayren datang... wajahnya sama cemasnya dengan Andra dan Maxi.
" Bagaimana? " kata Wayren
" Ayatha diculik, " kata Andra sedih
Wayren terdiam, pasti Ayahnya melakukan hal ini...
" Apa ini gara-gara Ayah? " kata Wayren mengepalkan tangannya
" Kita belum tahu, tidak ada petunjuk apapun, sepertinya mereka memang orang-orang yang terlatih, " kata Andra
Wayren tidak bisa berkata apapun, dia hanya mengepalkan tangannya, dia tidak bisa bersikap tenang seperti Maxi dan Andra, dia lalu pergi keluar. Maxi ingin menahannya, namun Wayren sudah pergi dengan mobilnya.
Andra juga tidak bisa tenang, dia berjalan keluar, Maxi ingin menahannya.
" Aku tidak bisa duduk saja dan menunggu kabar, aku akan mencarinya, tenang saja aku tidak akan bertemu Ayahku, Wayren pasti sudah mengurusnya," kata Andra
" Baiklah, aku akan memberitahukan jika ada perkembangan, " kata Maxi
Andra berjalan menuju mobilnya, lalu dengan cepat melaju, menyisir tempat-tempat, menanyakan orang-orang, namun tidak ada yang tahu. Andra mencari seperti orang gila, dia sangat frustasi... bayangan terburuk selalu melintas di kepalanya, membuat dia makin tidak bisa berpikir, kemana dia? Hari sudah malam, ini berarti sudah 2 hari Ayatha menghilang.
Tiba-tiba handphone Andra berbunyi, sebuah pesan masuk, nomornya tidak di ketahui, orang itu mengirimkan sebuah video, Andra membukanya, badannya lemas, video itu memperlihatkan Ayatha terikat di kedua tangannya, juga kakinya, mulutnya tertutup lakban, di video awalnya mata Ayatha di tutup, namun setelah itu penculiknya membuka penutup matanya, dari matanya terlihat dia sangat ketakutan, tubuhnya bergetar lalu video itu berhenti. Andra bersujut lemah, badannya tidak sanggup lagi menahan sakitnya saat dia menyaksikan video itu, wajahnya tak percaya... apa yang sudah dilakukannya pada Ayatha?
Dia menguatkan diri, masuk kedalam mobil lalu melajukan mobilnya kembali ke kediaman Maxi.
Maxi masih tampak cemas, berjalan bolak balik di ruang tengahnya, saat Andra datang, Maxi melihat betapa kacaunya Andra.
" Ada apa? " kata Maxi
" Mereka mengirimkanku video Ayatha, " kata Andra perih
Maxi mengambil handphone Andra, memutar videonya, wajah Maxi suram, lalu menelepon sesesorang.
" Bisakah kau kemari, mereka mengirimkan video, " kata Maxi
Maxi dan Andra duduk, menyerahkan video yang dikirim itu pada salah satu petinggi polisi kenalan Maxi, dia mengamati.
" Baiklah, aku akan memproses ini, aku akan melacak pengirim video ini, kalian tenanglah, kami akan melakukan yang terbaik, " kata Polisi itu,
__ADS_1
" Baiklah, tolong secepatnya, " kata Maxi lagi, polisi itu pergi keluar.
Andra sudah tidak tahan, dia juga keluar... Maxi membiarkannya, dia tahu tidak mungkin lagi menahan Andra. Andra segera melajukan mobilnya dengan sangat kencang