Meadow

Meadow
Terlambat....


__ADS_3

Pagi itu suasana sangat cerah, Ayatha duduk di raung makeupnya, dia sudah mengunakan gaun pernikahan putih yang simple namun elegan, di bahunya di hiasi dengan butiran-butiran swarovski, bagian punggunya hanya di tutupi oleh kain lace transparan memperlihatkan punggung Ayatha yang putih tampak indah, bagian bawahnya hanya menjutai kebawah, rambutnya juga sudah di tata, di tambah dengan aksen bunga-bunga putih...setiap orang pasti terpana melihatnya.


 


 


" Ayatha, kau sudah selesai? " kata Risa lalu tertegun melihat Ayatha yang hanya duduk termenung menatap dirinya di kaca


 


 


" Iya, aku sudah selesai," kata Ayatha lagi mengulas sedikit senyum tipis


 


 


" Kau cantik sekali, " kata Risa yang mengunakan gaun peach dengan potongan sederhana


 


 


" Kau juga, " kata Ayatha


 


 


" Beberapa jam lagi kau akan menjadi Nyonya Medison, aku sedikit kehilangan sekarang," kata Risa lagi


 


 


" Aku akan sering berkunjung, " kata Ayatha tersenyum


 


 


........


 


 


Wayren gusar, ini hari pernikahan Ayatha, dan kakaknya belum ada kabar sama sekali, dia tidak ada di tempat pernikahan Ayatha, dia hanya mondar mandir di rumah, menatap jam, 1 jam lagi...Ayatha akan resmi jadi istri Maxi. Dia tidak rela, namun juga tidak bisa apa-apa.


 


 


Tiba-tiba handphonenya berdering, Andra meneleponya.


 


 


" Kakak!! Kau dimana sekarang? " tanya Wayren hampir berteriak


 


 


" Aku di bandara, " kata Andra tenang


 


 


" 1 jam lagi Ayatha akan menikah dengan Maxi, kau ke mana saja?, aku sampai bingung mencari mu, " kata Wayren frustasi


 


 


" Benarkah? Bukannya minggu depan? " nada suara Andra tak percaya


 


 


" Sejak Ayatha di rumah sakit, Maxi yang gila itu memajukan tanggal pernikahan mereka, kalau kau punya sesuatu untuk memisahkan mereka, tolong cepatlah, " kata Wayren


 


 


" Baiklah, temui aku di tempat pernikahan Ayatha," kata Andra


 


 


" Ok!" kata Wayren segera bersiap-siap.


 


 


....

__ADS_1


 


 


Dentang lonceng jam terdengar jelas, Ayatha di temani oleh Risa di sebelahnya menatap tempat pernikahannya, mereka menikah di kebun belakang rumah keluarga Maxi yang sangat luas, hanya ada beberapa orang disana, tidak banyak, hanya keluarga dari Maxi. Maxi tampak tampan dengan balutan jas berwarna biru muda.


 


 


Dia tersenyum melihat Ayatha yang melangkah menuju ketempatnya, gadis ini sangat cantik, pikirnya.


 


 


upacara pernikahan pun di mulai, upacara pernikahan mereka berjalan syahdu, walaupun beberapa kali Ayatha tampak ragu, namun dia menjawab dengan baik. Semua bertepuk tangan setelah upacara pernikahan itu selesai, hanya Risa yang tampak diam mematung, Ayatha melihat Risa, ada sedikit kabut dimatanya. Di hadapan tuhan dan negera, sekarang dia adalah istri Maxi.


 


 


Risa tersenyum getir, Ayatha juga hanya tersenyum getir, sorot matanya seperti linglung, bingung. Risa kasihan melihat keadaan Ayatha sekarang.


 


 


Usianya masih 18 tahun dan sekarang dia istri seseorang, otak Ayatha masih tidak bisa menerimanya, namun memang itu yang terjadi, apa yang sudah di perbuatnya? Kenapa sekarang dia sangat sedih? Ada kabut menghalagi pandangannya. Namun dia tetap berusaha tersenyum...


 


 


" Maxi! "Kata Andra memecah riuh pikuknya di sana, dia berdiri tepat ditengah, Ayatha dapat melihatnya, suram... tatapannya suram... Andra juga bisa melihat kesuraman itu di mata Ayatha, namun dia mantap berjalan.


 


 


" Ada apa Tuan Andra datang ke sini? Kami sudah resmi menikah, sekarang Ayatha istriku, kau tidak bisa lagi menghentikan pernikahan kami, " kata Maxi memandang Andra dengan ciri khasnya


 


 


" Selamat kalau begitu, aku memang terlambat, tapi setidaknya aku ingin Ayatha tahu yang sebenarnya, " kata Andra memandang Ayatha dengan suram, namun Ayatha hanya memandangnya kosong. Hati Andra sebenarnya sakit, dia tidak bisa memungkiri, dia terlambat, Ayatha sekarang sudah milik orang lain, namun dia segera memandang Maxi tajam


 


 


" Aku membawa seseorang yang ingin bertemu dengan mu sekarang, " kata Andra


 


 


 


 


" Iya, aku akan memanggilnya, " kata Andra, mengambil handphonenya lalu menelepon seseorang, pandangannya tetap mantap kearah Maxi, membuat Maxi sedikit ragu.


 


 


" Keluarlah," kata Andra segera mematikan handphonenya


 


 


Dari dalam rumah, Christine tampak berjalan menuju ke tempat pernikahan Maxi. Maxi tampak terkejut melihat kedatangan Christine, saking kagetnya dia melepas genggaman tangannya pada Ayatha, Ayatha jadi bingung, siapa wanita ini? di sekitar mereka juga semua tampak bingung.


 


 


Wayren juga baru sampai disana, dia segera berjalan menuju ke arah kakaknya, namun dia memutuskan untuk berdiri di samping Risa.


 


 


" Ada apa ini?"kata Risa pada Wayren


 


 


" Entahlah, aku juga tidak tahu, aku rasa itu Christine," kata Wayren berbisik pada Risa


 


 


" Wah! Yang benar? Kenapa lama sekali?" kata Risa kaget, namun dia tersenyum senang.


 


 

__ADS_1


" Kau pikir bertemu dengan model kelas kakap dan Singapur itu dekat apa?" kata Wayren


 


 


" Oh iya, benar juga, " kata Risa


 


 


" Sudah diam lah," kata Wayren.


 


 


Christine menatap Maxi dengan senyuman manis namun terkesan sinis.


 


 


" Apa kabar Max? Masih mengenaliku? " kata Christine


 


 


" Apa maumu? Kenapa kau di sini?" kata Maxi tampak tak percaya sekaligus gugup. Ayatha bisa melihat gelagat Maxi ini


 


 


" Ayatha, ternyata sangat cantik ya," kata Christine melemparkan pandangannya pada Ayatha.


 


 


" Terima kasih. " kata Ayatha seadanya saja, Andra menatapnya... dia memang sangat cantik sekarang, namun sayangnya dia sudah milik orang lain sekarang.


 


 


" Sayang sekali, kau tidak tahu siapa yang menikahimu ini? " kata Christine sinis


 


 


" Stop, Christine aku minta kau pergi sekarang," kata Maxi dengan suara meninggi.


 


 


" Kenapa? Kau takut? Kau takut kalau aku akan membongkar semuanya?" kata Christine


 


 


" Diamlah!" kata Maxi


 


 


" Cobalah..." kata Christine lagi


 


 


" Kau, jangan ganggu Kakakku!" kata Hanna tiba-tiba datang


 


 


" Oh, pengoda kecil, aku kaget yang kau nikahi bukannya dia, " kata Christine lagi


 


 


" Kau!" kata Hanna menampar Christine.


 


 


Maxi, Andra, Ayatha dan semuanya di sana kaget dengan kelakuan Hanna, seorang gadis yang terkesan lembut biasanya, namun melakukan hal itu.


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2