Meadow

Meadow
Tak akan buat dia khawatir


__ADS_3

3 hari sudah, Andra tak bisa di hubungi, handphone Andra juga tidak pernah aktif lagi.


Ayatha pergi ke apartemen Andra, dan apartemen itu terkunci rapat. Ayatha


khawatir, ke mana dia harus mencari Andra, akan terlalu nekat untuk datang ke


kediaman Tadder.


Saat dia ingin turun, Wayren datang, Ayatha langsung senang.


" Wayren, " kata Ayatha, Wayren menatap Ayatha.


" Aku baru ingin menemuimu, " kata Wayren pada Ayatha.


" Kenapa? " Kata Ayatha


" Sebentar, apakah Andra di rumah? " Kata Wayren


" Tidak, bukannya dia dinas keluar negeri? " Kata Ayatha


Wayren menatap Ayatha dengan suram, berarti Andra membohongi Ayatha. Ayatha menangkap


itu, wajah Ayatha menuntut jawaban.


" Sudah 3 hari Andra menghilang, dia tidak bekerja, semua orang tidak tahu di mana dia,


sepertinya dia bermasalah dengan ayah, Ibu ku menyuruhku mencarinya, karena


ayah melarang Ibu untuk keluar, aku juga sebenarnya diawasi, tapi aku mencoba


kabur untuk mencari Andra. " kata Wayren


Ayatha terdiam tidak percaya, bagaimana Andra bisa membohonginya, katanya keluar


negeri, sekarang dia entah ke mana? Jangan-jangan Andra pergi karena masalah


pertunangan itu, artinya ini semua salah Ayatha.


" Apa dia pergi karena membatalkan pertunangan? " kata Ayatha menatap Wayren,


tatapannya suram


" Aku juga tidak tahu, Ayah membatasi semuanya, bahkan perintah dariku dan ibu tidak


dipatuhi lagi oleh para pengawal, " kata Wayren


Ayatha terdiam, bagaimana bisa? Kenapa tidak mengatakan apapun? Pergi begitu saja


tanpa kabar, kenapa? Ayatha sedih,takut terjadi apa-apa pada Andra.


" Baiklah, aku harus mencari, asisten Wang juga tidak bisa di hubungi, " kata Wayren


" Aku ikut, " kata Ayatha


Wayren melihat Ayatha yang cemas, Wayren menangguk, Ayatha segera mengikutinya.


___________________________________________________

__ADS_1


Sudah 1 bulan, Andra mendatangi beberapa tempat, menghadiri interview, namun sampai


sekarang hasilnya nihil, sepetinya berkaitan dengan ijazahnya yang mengunakan


nama Tadder, membuat beberapa perusahaan menolaknya, walau dia sudah jelaskan


itu hanya nama, mereka tetap menolaknya, Andra juga yakin, kemungkinan ada


hubungannya dengan ayahnya. Karena sangat mudah bagi ayahnya untuk menyuruh


perusahaan-perusahaan besar untuk menolaknya.


Andra mendatangi tempat kerja asisten Wang yang baru, untuk sementara asisten Wang


bekerja membagikan brosur, dia melihat asisten Wang membagikan brosur di depan


sebuah pusat pembelanjaan yang tidak terlalu besar, Andra melihatnya, beberapa


minggu yang lalu dia pemilik begitu banyak mall dan hotel, sekarang untuk


tinggal saja dia harus menumpang.


" Pak Wang, " kata Andra menyapa asisten Wang, sekarang dia memanggilnya dengan Pak Wang


" Wah, sudah pulang Tuan? Bagaimana interviewnya?" Kata Pak Wang


" Masih nihil, " kata Andra tersenyum


" Jangan menyerah, " kata Pak Wang tersenyum


" Ayo makan, aku membawa makanan, " kata Andra.


lalu makan. Pak Wang menatap Andra, Dia anak orang terkaya di negara itu, namun


sekarang dia duduk, makan nasi bungkus bersamanya.


" Kenapa Pak? " Kata Andra


" Tidak apa-apa Tuan, ehm...sudah menghubungi Nona Ayatha? Dia pasti sangat cemas,


" kata Pak Wang


Andra terdiam, Dia tidak ingin Ayatha melihatnya seperti ini, dia akan menghubungi Ayatha


jika sudah mendapatkan pekerjaan, namun sepertinya tidak bisa secepatnya.


" Aku akan menghubunginya nanti, " kata Andra menatap jauh.


Andra selalu menjadi pusat perhatian, terbukti saat dia makan di sana banyak wanita


menatapnya, terpana akan ketampanannya, bahkan beberapa orang tampak berhenti


untuk melihatnya, mereka berpikir Andra mungkin artis yang sedang syuting atau


model. Andra tampak tampan, tubuhnya yang tegap, tinggi, memakai baju kemeja


putih yang lengan bajunya dia gulung hingga ke siku, celana keper hitam, tampak

__ADS_1


sangat gagah, bersih, rapi dan tentu tampan.


" Halo Kakak, " kata seorang gadis belia umurnya mungkin baru 16 atau 17 tahun, menegur Andra


bersama 3 orang temannya yang juga gadis-gadis belia.


" Ya? " Kata Andra dengan dengan kerutan di dahi, dia tidak mengenal mereka.


" Apakah Anda artis atau model? " Kata mereka malu-malu


Andra tersenyum manis, lucu dengan perkataan mereka, karena tersenyum, pada gadis


belia itu seperti tersihir, senyum-senyum sendiri.


" Bukan, aku bukan artis atau model, hanya orang biasa, " kata Andra tetap


tersenyum


" Wah.. boleh kah foto bersama? " Kata mereka


" Maaf,


tapi nanti pacarku akan marah jika foto dengan kalian, " kata Andra lagi.


Tampak wajah mereka langsung kecewa, kakak tampan ini ternyata sudah punya


pacar.


" Yah... tapi terima kasih Kakak, " kata mereka perlahan-lahan pergi.


" Tuan, mereka benar juga, kenapa tidak melamar pekerjaan sebagai artis atau model?,


saya yakin Anda bisa sangat terkenal, " kata Pak Wang


Andra tersenyum...


" Aku tidak suka dunianya, " kata Andra


Pak Wang tidak bisa berlama-lama, dia harus memberikan selembaran Lagi, Andra


melihatnya, Pak Wang tampak kesulitan memberikan selembaran itu, Andra berdiri,


menghampiri Pak Wang.


" Sini aku bantu, " kata Andra


" Tidak usah Tuan, di sini panas,pekerjaan seperti ini akan tidak cocok untuk Anda,


" kata Pak Wang


" Tidak apa-apa, ini juga pekerjaan, " kata Andra.


Pak Wang menyerahkan sebagian selembarannya. Andra membantunya untuk menyebarkan


selembaran, karena Andra tampan, malah banyak wanita yang ingin mengambil


selembaran Andra, Pak Wang jadi tertawa melihatnya. Andra juga tampak senang,

__ADS_1


selembarannya cepat habis...


__ADS_2